You are on page 1of 22

Asuhan Keperawatan pada

Klien dengan THALASEMIA


Kusrotin Nikmah 2014080011

Definisi
Thalasemia merupakan penyakit anemia
hemolitik dimana terjadi kerusakan sel
darah merah di dalam pembuluh darah
sehingga umur eritrosit menjadi pendek
(kurang dari 100 hari )

Macam-macam Thalasemia
a)Thalasemia digolongkan berdasarkan
rantai asam amino yang terkena 2jenis yang
utama adalah :
1. Alfa Thalasemia (melibatkan rantai alfa) Alfa
Thalasemia paling sering ditemukan pada
orang kulit hitam (25%minimal membawa 1 gen).
2. Beta Thalasemia (melibatkan rantai beta)
Beta Thalasemia pada orang di daerah
Mediterania dan Asia Tenggara.

b)Secara umum, terdapat 2 (dua)


jenis thalasemia yaitu :
1. Thalasemia Mayor : Orang yang
menderita Thalasemia
2. Thalasemia Minor : Hanya sebagai
pembawa gen thalasemia dengan gejala
anemia ringan.

Etiologi
Faktor genetik (herediter). Thalasemia
merupakan penyakit anemia hemolitik
dimana terjadi kerusakan sel darah merah
didalam pembuluh darah sehingga umur
eritrosit menjadi pendek (kurang dari 100
hari).

Patofisiologi
Penyebab anemia pada talasemia bersifat primer
dan
sekunder.
Talasemia
primer
adalah
berkurangnya sintesis HbA dan eritropoesis yang
tidak efektif disertai penghancuran selsel
eritrosit intramedular. Sedangkan talasemia
sekunder ialah karena defisiensi asam folat,
bertambahnya volume plasma intravascular yang
mengakibatkan hemodilusi dan destruksi eritrosit
oleh system retikuloendotelial dalam limpa dan hati.

Manifestasi Klinis
a.
b.
c.
d.
e.
f.
g.
h.

Face Mongoloid
Hepatosplenomegali
Ikterus atau sub-ikterus
Tulang : osteoporosis, tampak struktur mozaik.
Tengkorak : tampak struktur hairs on end
Jantung membesar karena anemia kronik
Pertumbuhan terhambat, bahkan mungkin tidak dapat
mencapai adolensensi karena adanya anemia kronik
Kelainan hormonal, seperti DM, hipotiroid, disfungsi
gonid
Gizi buruk

Pemeriksaan Penunjang
1.
2.
3.
4.

Studi hematologi
Elektroforesis hemoglobin
Hasil foto rontgen
Analisis DNA, DNA probing, gone
blotting dan pemeriksaan PCR
(Polymerase Chain Reaction) merupakan
jenis pemeriksaan yang lebih maju.

Penatalaksanaan Medis
1.
2.
3.
4.
5.

Medikamentosa
Bedah
Suportif
Pemantauan
Pencegahan

Komplikasi
1. Hemosiderosis
2. Hipersplenisme
3. Patah tulang
4. PayahJantung
5. Infark tulang
6. Nekrosis
7. Hematuria sering berulang-ulang

Asuhan Keperawatan

Contoh kasus
Klien
datang
ke
poliklinik
anakRS.
Dr
Sardjitodengan keluhan muka pucat dan badan terasa
lemah. Klien adalah penderita TalasemiaBMayor,
terdiagnosis 2 tahun yang lalu. Hasil pemeriksaan
laboratorium Hb 5,2 gr/dl, leuko 9200/mmk, trombosit
284.000, segmen 49 %, limfosit 49%, batang 1%. Atas
keputusan dokter akhirnya klien dianjurkan rawat inap di
ruang B4 untuk mendapatkan tranfusi.

Data demografi
Nama :An.B
TTL :10 Juni1995
Usia :10 tahun
Nama Ayah :Tn. S
Pekerjaan :Guru
Pendidikan :Sarjana
Nama Ibu :Ny. R
Pekerjaan :Ibu rumah tangga
Pendidikan :SMA
Agama :Islam
Suku Bangsa :Jawa
Alamat:Perumahan Miranti 53 Purworejo Jateng
Tanggal Masuk :5 Juni 2005
Tanggal Pengkajian : 7 Juni 2005

Keluhan utama
Muka pucat dan badan terasa lemah, tidak bisa
beraktifitas dengan normal

Riwayat Penyakit Sekarang


Klien datang ke poliklinik anakRS. Dr Sardjitodengan
keluhan muka pucat dan badan terasa lemah. Klien adalah
penderita TalasemiaBMayor, terdiagnosis 2 tahun yang
lalu. Hasil pemeriksaan laboratorium Hb 5,2 gr/dl, leuko
9200/mmk, trombosit 284.000, segmen 49 %, limfosit
49%, batang 1%. Atas keputusan dokter akhirnya klien
dianjurkan rawat inap di ruang B4 untuk mendapatkan
tranfusi

Riwayat penyakit dahulu

pasien pernah menderita penyakit thalasemia pada


usia 2 tahun

Riwayat penyakit keluarga


Tidak ada

Riwayat alergi
Tidak ada

Pemeriksaan fisik
Keadaan umum : ku lemah,kesadaran cm.
TB/ BB
: 125cm/23 kg
Tanda vital : suhu 36,4c, nadi 94x/mnt, respirasi 24 x/mnt
Mata
: conjuctiva anemis,sklera ikterus
Hidung
: tidak ada kelainan,discharge (-)
Mulut
: mukosa mulut pucat ,mulut bersih.gigi caries (+)
Telinga
: tidak ada kelainan,discharge (-)
Tengkuk
: tidak ada kaku kuduk dan tidak ada pembesaran kel.limfe
Dada
: bentuk simetris, ictus cordis tak tampak
Jantung
: bunyi jantung i s1tunggal, s2split tak konstan,bising
jantung (-)
Paru-paru : suara nafas vesikuler,wheezing tidak ada
Perut
: pembesaran hepar tak teraba, pembesaran lien (+), distensi
abdomen(-),kembung (-), peristaltic usus (+)
Genetalia :genetalia tak ada kelainan
Ekstremitas: tangan kanan terpasang infus, gerakan ekstemitas
bebas,tonus ototnormal, tidak ada edema, akral dingin
Kulit
: kulit bersih,turgor kulit normal,hiperpigmentasi (-)

Analisis data
No.
1.

Data
DS :
Anak mengeluh badannya
terasa lemah
DO :
Aktivitas kebutuhan
sehari-hari dibantu/adl
dibantu
skala adl : 2

2.

DS :
Ibu mengatakan nafsu
makan anaknya menurun
DO :
Porsi makanan yang
disediakan hanya habis

Etiologi

problem

Tidakseimbangan
kebutuhan pemakaian
dan suplai
oksigen/penurunan
intake nutrisi

Fatigue/kelemahan

Intake inadequat

Ketidakseimbangan
nutrisi kurang dari
kebutuhan

Diagnosa keperawatan
1.
Kelemahan
berhubungan
dengan
Tidakseimbangan kebutuhan pemakaian dan
suplai oksigen/penurunan intake nutrisi
2. Ketidakseimbangan nutrisi kurang dari
kebutuhan b.d intake inadequate

Intervensi
No
1.

Diagnosa
Ketidakseimban
gan nutrisi :
kurang dari
kebutuhan

Tujuan dan Kriteria Hasil


Keseimbangan nutrisi
dapat tercapai
setelah dilakukan
tindakan
keperawatan selama
3x24 jam ditandai
dengan:
a. Tidak terjadi
penurunan atau
peningkatan bb dengan
cepat
b. Turgor kulit normal
tanpa udema
c. Kadar albumin plasma
3,5-5,0 gr/dl
d. Melaporkan

Intervensi
Nutrient management
Kaji adanya alergi terhadap
makanan
Kolaborasi dengan ahli gizi jumlah
kalori dan tipenutrisi yang
dibutuhkan.
Anjurkan meningkatkanintake
kalori, fe, dan vit c k/p
Monitor jumlah kalori dan intake
nutrisi
Bantu klien menerima program
nutrisi yang dibuat dirumah sakit
Nutrient konseling
Komunikasi terapeutik
Bina hubungan saling percaya
Kaji pola kebiasaan makan sebelum
sakit
Diskusikan makanan kesukaan dan
tidak disukai