You are on page 1of 15

TINDAKAN KEPERAWATAN PADA PASIEN DENGAN GANGGUAN AKTIVITAS Oleh kelompok 4 .

Mobilisasi secara garis besar dibagi menjadi 2. 1)Mobilisasi secara pasif yaitu: mobilisasi dimana pasien dalam menggerakkan tubuhnya dengan cara dibantu dengan orang lain secara total atau keseluruhan. dan penting untuk kemandirian (Barbara Kozier. teratur. 2)Mobilisasi aktif yaitu: dimana pasien dalam menggerakkan tubuh dilakukan secara mandiri tanpa bantuan dari orang lain (Priharjo. mempunyai tujuan memenuhi kebutuhan hidup sehat. mudah. 1995).Mobilisasi merupakan kemampuan seseorang untuk bergerak bebas. . 1997). yaitu mobilisasi secara pasif dan mobilisasi secara aktif.

dan teratur dengan tujuan untuk memenuhi kebutuhan aktivitas guna mempertahankan kesehatannya.Kebutuhan Mobilitas Dan Imobilitas 1. Mobilitas Mobilitas atau mobilisasi merupakan kemampuan individu untuk bergerak secara bebas. mudah. Jenis Mobilitas : 1)Mobilitas Penuh 2)Mobilitas sebagian .

Faktor yang Mempengaruhi Mobilitas 1)Gaya Hidup 2)Proses Penyakit/Cedera 3)Kebudayaan 4)Tingkat Energi 5)Usia dan Status Perkembangan .

Jenis Imobilitas : 1)Imobilitas fisik 2)Imobilitas intelektual 3)Imobilitas emosional 4)Imobilitas sosial . misalnya mengalami trauma tulang belakang. Imobilitas Imobilitas atau imobilisasi merupakan keadaan di mana seseorang tidak dapat bergerak secara bebas karena kondisi yang menganggu pergerakan (aktivitas).2. cedera otak berat disertai fraktur pada ekstremitas dan sebagainya.

Perubahan Sistem Tubuh Akibat Imobilitas 1)Perubahan Metabolisme 2)Ketidakseimbangan Cairan dan Elektrolit 3)Gangguan Pengubahan Zat Gizi 4)Gangguan Fungsi Gastrointestinal 5)Perubahan Sistem Pernapasan 6)Perubahan Kardiovaskuler 7)Perubahan Sistem Muskuloskeletal 8)Perubahan Sistem Integumen 9)Perubahan Eliminasi 10)Perubahan Perilaku .

4) Latihan isotonik dan isometrik 5) Latihan isotonik (dynamic exercise) 6) latihan isometrik (static exercise) .Perencanaan Keperawatan Tujuan : Meningkatkan kekuatan. ketahanan otot. dan fleksibilitas sendi Dapat dilakukan dengan cara : 1) Pengaturan posisi dengan cara mempertahankan posisi dalam postur tubuh yang benar 2) Ambulasi dini 3) Melakukan aktivitas sehari-hari secara mandiri untuk melatih kekuatan dan ketahanan serta kemampuan sendi agar mudah bergerak.

3. Istilah-istilah yang digunakan saat melakukan ROM Fleksi : menekuk persendian kedalam Ekstensi : meluruskan persendian Hiperekstensi : menarik keluar persendian Abduksi :menggekkan bagian tubuh menjauhi tubuh . ROM pasif dilakukan pada pasien yang mengalami penurunan tingkat kesadaran atau pasien yang tidak bisa melakukan gerakan ROM secara mandiri. Latihan ROM Pasif dan Aktif terapi ROM ada 2 macam yaitu ROM pasif dan ROM aktif. Gerakan ROM dilakukan mulai dari kepala hingga pergelangan kaki. 2. seperti fowler. dorsal recumbent. •. sedangkan ROM aktif diberikan pada pasien yang mampu melakukan gerakan ROM secara mandiri sesuai dengan instruksi dari perawat. dan genu pectoral. •. 1. lithotomi. •. trendelenburg. Pengaturan Posisi Tubuh sesuai Kebutuhan Pasien Pengaturan posisi dalam mengatasi masalah kebutuhan mobilitas dapat disesuaikan dengan tingkat gangguan. •. sim.Pelaksanaan (Tindakan) Keperawatan Tindakan keperawatan yang dapat dilakukan adalah pengaturan posisi tubuh sesuai kebutuhan pasien serta melakukan ROM pasif dan aktif.

supinasi. ekstensi. . • • • • • • Adduksi : menggerakkan bagian tubuh mendekati tubuh Rotasi interna : memutar persendian ke arah luar Rotasi eksterna : memutar persendian ke arah dalam Pronasi : memutar kebawah Supinasi : memutar keatas Oposi : menggerakan jari-jari mendekati jari-jari yang lainnya. oposi. oposi. hiperekstensi.. Gerakan ROM • Kepala : fleksi. rotasi eksterna. adduksi. abduksi. hiperekstensi.. rotasi eksterna. ekstensi. rotasi interna. rotasi eksterna.. rotasi eksterna. ekstensi. 4. rotasi interna. adduksi. rotasi interna. hiperekstensi. • Pergelangan tangan : fleksi. abduksi. rotasi interna. rotasi eksterna. pronasi. • jari-jari kaki : fleksi. hiperekstensi. adduksi. • Tangan : fleksi. hiperekstensi. rotasi interna. • Jari-jari tangan : fleksi. adduksi.. rotasi interna. rotasi eksterna. • Kaki : fleksi. abduksi. hiperekstensi.Lanjutan . rotasi eksterna. ekstensi. rotasi interna. ekstensi. hiperekstensi. • Pergelangan kaki : fleksi. ekstensi. abduksi. ekstensi.

Evaluasi Keperawatan Evaluasi yang diharapkan dari hasil tindakan keperawatan untuk mengatasi gangguan mobilitas adalah sebagai berikut : 1) Peningkatan fungsi sistem tubuh 2) Peningkatan kekuatan dan ketahanan otot 3) Peningkatan fleksibilitas sendi 4) Peningkatan fungsi motorik. perasaan nyaman pada pasien. dan ekspresi pasien menunjukkan keceriaan .

1) 2) 3) 4) 5) Masalah kebutuhan aktivitas 1. Pengkajian Dietary Data (Data diet dikumpulkan dari klien maupun dari keluarga). Medical-Socioeconomic Data Anthropometric Data (untuk mengevaluasi pertumbuhan dan mengkaji status nutrisi serta ketersediaan energi tubuh) Clinical Data (memperhatikan tanda-tanda abnormal tersebut bukan saja pada organ-organ fisiknya tetapi juga fisiologisnya) Biochemical Data (Data Lab) .

mual/muntah. gangguan intake makanan. Diagnosa Keperawatan Perubahan nutrisi adalah keadaan di mana intake nutrisi kurang dari kebutuhan metabolisme tubuh.2. hipotensi. kelemahan. Kemungkinan ditemukan data berat badan menurun. penyakit kronis. . kesulitan makan. ketidakseimbangan elektrolit dan kulit kering. radiasi/kemoterapi. Kemungkinan berhubungan dengan efek dari pengobatan. nafsu makan berkurang.

Berikan obat sebelum makan jika ada indikasi untuk meningkatkan nafsu makan. Intervensi Kaji tanda vital. . 4. urinal tidak berada didekat tempat tidur).3. ukur intake makanan dan timbang berat badan observasi kebutuhan nutrisi. bising usus. sensori. Evaluasi 1) Meningkatkan nafsu makan ditunjukkan dengan adanya kemampuan dalam makan serta adanya perubahan nafsu makan apabila terjadi kurang dari kebutuhan. 2) Terpenuhinya kebutuhan nutrisi ditunjukkan dengan tidak adanya tanda kekurangan atau kelebihan berat badan 3) Mempertahankan nutrisi melalui oral atau parenteral ditunjukkan dengan adanya proses pencernaan makanan yang adekuat. status nutrisi. jaga kebersihan ruangan (barang-barang seperti sputum pot. jaga privasi pasien.

THANK YOU  .