You are on page 1of 30

Baskoro Setioputro

KDM OKSIGENASI

Kenapa oksigen penting?


Oksigen berperan penting dalam proses
pembentukan energi
Tanpa oksigen dalam waktu tertentu sel
akan mengalami kerusakan
Tanpa oksigen >5 menit  sel otak
rusak permanen

Proses Oksigenasi



Ventilasi keluar-masuknya udara ke
paru-paru
Respirasi eksternal pertukaran O2 &
CO2 antara alveoli dan darah
Transportasi gas darah mengangkut
O2 & CO2 dari atau ke sel tubuh
Respirasi internal pertukaran O2 &
CO2 antara darah dan sel

Faktor yang mempengaruhi respirasi Kepatenan jalan napas (ventilasi)  Fungsi kardiovaskuler (perfusi)  Fungsi alveoli (difusi)  Fungsi medulla & chemoreceptors (regulasi)  .

Tanda gangguan oksigenasi       Kesulitan bernapas Batuk Produksi sputum Keletihan Tidur dengan 2 bantal atau lebih Napas terlalu cepat atau lambat .

Respiratory Rate (RR)       Adalah jumlah napas dalam 1 menit 1 inspirasi disertai 1 ekspirasi dihitung 1 napas RR normal antara 16-24 X/ menit RR > 24 X/menit  takipnea RR <16 X/menit  bradipnea Tidak ada napas > 20 detik  apnea .

Intervensi keperawatan 1. Menjaga kepatenan jalan napas Mengatur posisi Latihan pernapasan diafragma Latihan pursed-lip breathing Latihan batuk efektif Hidrasi/ menjaga kecukupan cairan Mengajarkan pola hidup sehat . 3. 5. 4. 2. 6. 7.

Menjaga kepatenan jalan napas      Tujuan: udara bisa keluar masuk paru dengan leluasa Mencegah aspirasi  masuknya benda asing ke jalan napas Aspirasi bisa disebabkan tersedak saat makan pada orang dengan gangguan menelan. atau muntah pada orang dengan penurunan kesadaran atau bayi Berikan posisi kepala lebih tinggi saat makan Jangan berikan makanan/ minuman pada orang pingsan .1.

2. Mengatur posisi      Posisi kepala lebih tinggi meningkatkan ventilasi paru Mempermudah ekpansi paru Posisi Fowler Low Fowler. semi Fowler. high Fowler Posisi ini dipilih berdasar kondisi pasien . Fowler.

Low Fowler (15-30°) .

Semi Fowler (30-45°) .

Fowler (45-60°) .

High Fowler (80-90°) .

Latihan pernapasan diafragma   Diafragma merupakan otot pernapasan utama dan paling efisien Tujuan latihan pernapasan diafragma: Memperkuat diafragma Menurunkan kerja pernapasan dengan menurunkan RR Menurunkan usaha dan energi yang dibutuhkan untuk bernapas Relaksasi .3.

Hal ini akan memungkinkan merasakan gerakan diafragma saat bernapas. dengan bantal di kepala dan lutut. .Tehnik pernapasan diafragma    Berbaring terlentang. Letakkan satu tangan di atas dada dan tangan yang lain di atas perut tepat di bawah rusuk.

dengan bantal di   kepala dan lutut.Tehnik pernapasan diafragma  Berbaring terlentang. Hal ini akan memungkinkan merasakan gerakan diafragma saat bernapas. Letakkan satu tangan di atas dada dan tangan yang lain di atas perut tepat di bawah rusuk. .

Lanjutan…   Tarik napas perlahan melalui hidung sehingga perut mengembang dan mengangkat tangan di atas perut. Tangan di atas dada sebaiknya tetap tidak bergerak (dada tidak ikut mengembang) .

Lanjutan…. Tangan di atas dada sebaiknya tetap tidak bergerak. .   Kempiskan perut dan hembuskan napas melalui mulut..

Lanjutan…     Pada awal latihan pernapasan diafragma lebih mudah dilakukan dalam posisi tidur Jika sudah mahir dapat dilakukan pada posisi duduk Pada tehnik pernapasan ini perut mengembang dan mengempis saat proses bernapas gunakan diafragma. jangan hanya mengembangkan & mengempiskan perut Dada dijaga sebisa mungkin tidak ikut mengembang & mengempis .

Lanjutan…     Latihan ini harus dilakukan dengan RILEKS Jangan memaksakan menghirup napas terlalu dalam atau memaksa bernapas dengan perlahan Jika dilakukan dengan tepat pernapasan akan semakin dalam dan semakin perlahan secara alamiah KUNCINYA ADALAH RILEKSASI .

4. Latihan pursed-lip breathing   Pursed lip breathing adalah cara sederhana untuk mengatasi napas pendek dan cepat Tujuan: Meningkatkan ventilasi Melepaskan udara yang terperangkap di paru Membuat jalan napas terbuka dan menurunkan kerja pernapasan Menurunkan RR Relaksasi   Tehnik ini dapat digunakan pada saat terjadi kesulitan bernapas (aktivitas berat/ serangan penyakit) Pada awalnyatehnik ini perlu dilatih 4-5 kali sehari agar dapat dilakukan dengan benar .

Monyongkan bibir seperti akan meniup lilin Keluarkan napas perlahan  hitung 1.4.2.3. (ekspirasi 2X lebih lama dari inspirasi) Tehnik ini sering dikombinasikan dengan pernapasan diafragma .2.Tehnik pursed lip breathing      Rilekskan otot leher dan pundak Tarik napas perlahan melalui hidung  hitung 1.

.

Latihan batuk efektif     Batuk merupakan bentuk pertahanan diri saluran napas Fungsi : .5.Mencegah masuknya bahan / benda ke saluran napas bawah .Membersihkan saluran napas dari mukus atau bahan / benda asing Tidak semua batuk bisa mengeluarkan mukus dengan efektif Batuk kuat tidak terkontrol akan menyebabkan jalan napas menyempit sehingga mukus tidak bisa keluar .

Inspirasi sebelum batuk 2. Kompresi . Inspirasi .Bronkus menyempit sampai > 50% 3.Lanjutan… Tahapan batuk efektif. 3 tahap : 1.Glotis membuka mendadak . Ekspulsi .Forcefull expiratory effort (FEV1 > 1L/m) .Glotis menyempit dan menutup .

Tehnik batuk efektif      Duduk dengan sedikit condong ke depan Silangkan tangan di depan perut Tarik napas perlahan dari hidung. tekan perut dengan tangan  batuk 2-3 kali (batuk 1 melepaskan mukus dari jalan napas dan menggerakkannya di jalan napas. batuk 2 & 3 menggerakkan mukus ke atas dan keluar) . hembuskan perlahan dari mulut (lakukan 2 kali) Tarik napas lagi Condongkan sedikit tubuh ke depan.

Lanjutan…    Tarik napas perlahan untuk mencegah mukus kembali masuk Istirahat Ulangi prosedur jika diperlukan .

Hidrasi/ menjaga kecukupan cairan   Kurang konsumsi cairan membuat mukus menjadi kental dan lengket di saluran napas  sulit lepas dan keluar Minum air hangat dapat membantu mengencerkan mukus .6.

7. Mengajarkan pola hidup sehat     Menghindari alergen. polutan Berhenti merokok aktif dan pasif Mengontrol stress Olahraga .

MATUR NUWUN .