You are on page 1of 18

LOGO

BELAJAR DAN
PENGKONDISIAN
Alya, Panda, Warda, Dina

BELAJAR
Bahwa belajar itu membawa perubahan (dalam arti bavioral
changes, aktual maupun potensial).
Bahwa perubahan itu pada pokonya adalah didapatkannya
kecakapan baru (dalam arti Kenntis dan Fertingkeit).
Bahwa perubahan itu terjadi karena usaha (dengan sengaja).

Dengan demikian dapat kita ambil


kesimpulan bahwa belajar adalah segala
aktivitas yang membawa suatu perubahan
yang pada intinya perubahan akan
menghasilkan kecakapan baru dan
perubahan itu sendiri terjadi karena usaha.

FAKTOR YANG MEMPENGARUHI BELAJAR


Faktor Internal
Faktor internal adalah faktor yang timbul dari dalam anak itu
sendiri, baik fisik maupun mental. Seperti kesehatan, rasa aman,
kemampuan, minat dan lain sebagainya.
Faktor Eksternal
Faktor yang datang dari luar diri seseorang, misalnya kebersihan
rumah, udara yang panas, ruang belajar yang tidak memenuhi syarat,
alat-alat pelajaran yang tidak memadai, juga lingkungan sosial maupun
lingkungan alamiahnya.

Faktor-faktor yang berasal dari luar diri pelajar, dan ini


masih lagi dapat digolongkan menjadi dua golongan
dengan catatan bahwa overlapping tetap ada, yaitu:
Faktor-faktor nonsosial, dan
Faktor-faktor sosial,

Faktor-faktor yang berasal dari dalam diri si pelajar, dan


ini pun dapat lagi digolongkan menjadi dua golongan,
yaitu:
Faktor-faktor fisikologis, dan
Faktor-faktor psikologis.

FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PROSES


DAN HASIL BELAJAR
INSTRUMENTAL
INPUT

RAW INPUT

TEACHINGLERANING PROCES

ENVIROMENTAL
INPUT

OUTPUT

Teori Belajar

Teori Belajar
Pengkondisian Klasik
Teori Belajar
Pengkondisian Operan
Teori Belajar
Pengkondisian
Observational Learning
Teori Belajar Kognitif

Teori Belajar Pengkondisian


Klasik

Teori Belajar Pengkondisian


Operan
Pengertian
Eksperimen Thurndike
Eksperimen D.F. Skinner
Penguatan

Pengertian
Pembelajaran terjadi melalui proses
mencoba (trial and error), dimana
kebiasaan dibentuk sebagai hasil
ganjaran yang diterima untuk
tanggapan dan perilaku tertentu.
Konsekuensi (imbalan atau hukuman)
perilaku akan menyebabkan
perubahan dalam probabilitas perilaku
itu akan terjadi.

Contoh
Dari sudut perilaku konsumen,
konsumen belajar dg
memakai proses mencoba.
Contoh : Konsumen yang
mencoba beberapa merk
dan model celana jeans
sebelum menemukan model
yg cocok dg bentuk badan

Eksperimen Thurndike
Belajar adalah proses interaksi antara stimulus (S) dan respon (R).
Bentuk paling dasar dari belajar adalah trial and error learning atau
selecting and connecting learning dan berlangsung menurut
hukum-hukum tertentu, yaitu :
1.

Hukum Kesiapan (Law of Readiness)

2.

Hukum Latihan (Law of Exercise)

3.

Hukum Akibat (Law of Effect)

4.

Hukum Reaksi Bervariasi (Multiple Response)

5.

Hukum Sikap (Set/Attitude)

6.

Hukum Perpindahan Asosiasi (Associative Shifting).

7.

Hukum Respon by Analogy.

8.

Hukum Aktivitas Berat Sebelah (Prepotency of Element).

Eksperimen B.F. Skinner

Penguatan
Penguatan positif
Meningkatkan terjadinya pengulangan tingkah laku itu
Contoh : berupa hadiah (permen, kado, makanan, dll),
perilaku (senyum, menganggukkan kepala untuk
menyetujui, bertepuk tangan, mengacungkan jempol),
atau penghargaan (nilai A, Juara 1, dsb).
Penguatan negatif
Mengakibatkan perilaku berkurang atau menghilang
Menunda/tidak memberi penghargaan, memberikan
tugas tambahan atau menunjukkan perilaku tidak
senang (menggeleng, kening berkerut, muka kecewa
dll).

Perbedaan Classic vs Operant


ClassicalConditioning
Asosiasi antar dua stimulus
Respons yang dipaksakan
Respons sederhana

Operant Conditioning
Karena adanya rewads
Rewads mempengaruhi keputusan konsumen berikutnya
Respons terkontrol

Teori Belajar Pengkondisian


Observational Learning

Teori Belajar Kognitif


Menurut para ahli untuk perilaku-perilaku yang
lebih kompleks, proses-proses kognitif yaitu
pengetahuan dan presepsi seseorang akan
lingkungannya, mempunyai peranan yang amat
besar. Dalam otak organisme, khususnya
manusia, sudah terdapat suatu struktur kofnitif
yang akan mengelola informasi yang diterima
dari lingkungan. Struktur kognitif ini antara lain
terdiri dari pengalaman-pengalaman organisme.
Dengan demikian, respons organisme terhadap
lingkungan merupakan proses pengambilan
keputusan.

Eksperimen Kohler
Dari berbagai penelitian di bidang ini, ada beberapa prinsip umum
yang dapat dinyatakan :
1. Terjadinya insight sangat tergantung dari kompleksitas situasi
permasalahannya. Pengalaman belum tentu cukup untuk memecahkan
semua situasi yang baru. Bila situasi permasalahan mirip dengan
situasi terdahulu, maka insight akan lebih cepat terjadi.
2. Sekali suatu pemecahan masalah dilakukan dengan suatu insight,
maka akan dapat diulang dengan kecepatan yang hampir sama.
3. Suatu permasalahan yang dipecahkan dengan insight, dapat
diterapkan untuk berbagai situasi yang lain.
Eksperimen Tolman