You are on page 1of 70

# Well Test Analysis for

Fracture Reservoir
Evaluation

## Reservoir model and flow regime identification using pressure and

pressure derivative behavior (after Clark and van Golf-Racht, 1985)

Characteristic of Naturally
Fractured Reservoir
Regarding the lithology, it is mainly limestone, dolomite,
cherty silicious shales and shale.
Fractured reservoir system consist of fractures, blocks
(primary porosity), vugs and fissures.
In this case, matrix permeabilities are very small (less
than 0.1 mD) and the fractured permeabilities range from
5 t o 50 mD.
In general, it can be said that on average the fracture
porosity is less than 0.5%.
There are good and poor producers. Others are initially
good producers but after a short time a sharp decline in
production and pressure is observed and an early
increase in the gas/oil ratio.
During drilling, several factors such as loss of circulation
and change of rate of penetration are good indicators of
fractures besides core analysis.

## Main Characteristics and Behavior of Naturally

Fractured Reservoirs

Fracture Systems

## Most common Interpretation

Methods
Ciri-ciri segment (transisi) kedua dalam gambar di
atas ditentukan oleh interaksi hubungan matriks
dan rekahan. Aliran dari matriks dan rekahan
berdasarkan pada satu dari anggapan berikut:
Laju alir sebanding dengan perbedaan tekanan
antara matriks dan rekahan (Warren dan Root,
1963).
Laju alir sebanding dengan gradien tekanan ratarata sepanjang matriks (Streltsova, 1983).
Laju alir merupakan fungsi penurunan tekanan
tak mantap melalui matriks (Kazemi, 1969;
deSwaan, 1976; and Najurieta, 1980).

## Applying the continuity equation to this geometry, Warren

and Root (1963) came up with the following equations (in
dimensionless form):

Where

## For infinite reservoir

For finite reservoir

## Model Warren dan Root

Parameter : ratio of fracture storage to total
storage

## Parameter : ratio of matrix permeability to

fracture permeability
Pressure Drawdown:

## Model Warren dan Root

Pressure Build up:

dimana:

## Model Warren dan Root

Parameter ditentukan dgn menentukan p
dari Gambar 1 dan persamaan berikut:

## Kazemi (1969) menyatakan bahwa jika p

kurang dari 100 psi, penggunaan pers (15)
menyebabkan kesalahan
berarti dalam
penentuan .

## Typical pressure drawdown behavior

curve shapes
Graph of pressure drawdown
in individual wells can be
divided into three areas:
fracture (first parallel straight
line).
Transitional slowdown rate of
decline in pressures.
(second parallel straight line).
Characteristic curve of the
figure is obtained for > 0
and = 10-5.

Curve Shapes

## Most common Interpretation

Methods
Ciri-ciri segment (transisi) kedua dalam gambar di
atas ditentukan oleh interaksi hubungan matriks
dan rekahan. Aliran dari matriks dan rekahan
berdasarkan pada satu dari anggapan berikut:
Laju alir sebanding dengan perbedaan tekanan
antara matriks dan rekahan (Warren dan Root,
1963).
Laju alir sebanding dengan gradien tekanan ratarata sepanjang matriks (Streltsova, 1983).
Laju alir merupakan fungsi penurunan tekanan
tak mantap melalui matriks (Kazemi, 1969;
deSwaan, 1976; and Najurieta, 1980).

Modeling

## Model didasarkan asumsi berikut:

1. Matriks bersifat homogen dan isotropik
sumur sepenuh nya menembus pay zone.
2. Dalam daerah pengurasan sumur, sistem
rekahan membentuk pola teratur yang
permeabilitas , dan kompresibilitas rekahan.
3. Baik rekahan dan matriks mempunyai
saturasi
yang
sama,
fluida
sedikit
termampatkan, dan hanya satu fasa yang
bergerak.

## Type Curve Matching

Technique
If wellbore storage effects are present but the 45 line

does not develop on the log-log plot, then the early part
of the test cannot be interpreted, even with type curves.
If a characteristic semilog plot develops, then one can
calculate kf, , and s from this plot, and it would then be
possible to use type curves to estimate .
The permeability kf is estimated from the pressure
match, and C is calculated from the time match as
follows:

## The early segment is matched to one of the type curves

labeled (CD e2s)f
The final segment is matched to one of the type curves
labeled (CD e2s)f+m

## Type Curve Matching

Technique
(Sf + Sm) is known from well logs, then parameter
(CD)f+m is determined as follows:

## The intermediate segment is matched to one of the

curves labeled e-2s,and is determined as follows

Pressure Derivative
Method

Pressure Derivative
Method
The pressure derivative type curves are used to
match the derivative of pressure data to a
derivative type curve and then read the matching
parameters on the original type curves
The following equations can be used to calculate
reservoir parameters such as , kh, C, CD, s, and
for pressure buildup analysis.
Parameter is calculated from the equation

## Product kh is calculated from the equation

Pressure Derivative
Method
Wellbore storage constant is calculated from the
equation

## Analyzing Pressure Buildup

Test in Naturally Fractured
Reservoir
Pressure buildup test data for a naturally fractured well are given

in the following table. Other well and reservoir data are given
below:

## qo = 960 stb/day, = 0.07, o = 1.0 cP, h = 36 ft, Bo = 1.280

rb/stb,
ct = 1.0 x 10-5 psi-1, and rw = 0.29 ft. Calculate the following
using Horner plot and type curve matching method:
Total producing time.
Reservoir properties such as , kh, C, s, and .

(Continued)

## Pressure Buildup Data

(Continued)

Solution
Total oil produced
Pseudo-producing time, tp

Wellbore Storage
Analysis

Analysis

Analysis

## Fig. 2: Type curve matching plot

Pressure Derivative
Method

Solution
Calculate , kh, s, and

Daerah dlm terdiri dari matriks dgn jari-jari r m dan permeabilitas km.
Daerah luar terdiri dari matriks dan rekahan didominasi oleh
permeabilitas rekahan kf (kf>>km).

Ketika tekanan transien masih dalam inner
zone.

outer zone.

zone

## dimana: tp+t tp dan

Ketika tekanan transien sudah masuk outer
zone.

dan

Penentuan jari-jari inner zone.

outer zone.

## dimana: p1hr = pws@t=1hr pada garis lurus

pertama

Data aliran, sifat fisik batuan & fluida reservoir adalah:
q = 548 MSCF/DT = 549.6oR
= 0.013cp
ct = 8.2x10-4 psi-1
z = 0.831 rw = 0.3ft
tp = 1570 hrs
h = 162 ft z constant
P2wf@t=0 = 369,664 psi2
A = 20 acres
= 0.03
Tentukan km, kf, s, rm dan p untuk data uji sumur berikut.

t (hr)

pws (psi)

(tp+t)/t

pws 2(psi2)

1.0

854

1571.0

729,316

1.5

924

1047.7

853,776

2.0

973

786.0

946,729

2.5

990

629.0

980,100

3.0

1006

524.3

1,012,036

4.0

1042

393.5

1,085,764

t (hr)

pws (psi)

(tp+t)t

pws 2(psi2)

5.0

1069

315.0

1,142,761

6.0

1080

262.7

1,166,400

7.0

1097

225.3

1,203,409

8.0

1112

197.3

1,236,544

10.0

1125

158.0

1,265,625

13.0

1141

121.8

1,301,881

16.0

1153

99.1

1,329,409

19.0

1163

83.6

1,352,569

25.0

1174

63.8

1,378,276

31.0

1186

51.6

1,406,596

37.0

1195

43.4

1,428,025

43.0

1199

37.5

1,437,601

49.0

1204

33.0

1,449,616

55.0

1211

29.5

1,466,521

t (hr)

pws (psi)

(tp+t)t

pws 2(psi2)

62.0

1215

26.3

1,476,225

66.0

1219

24.8

1,485,961

71.0

1223

23.1

1,495,729

77.0

1226

21.4

1,503,076

84.0

1228

19.7

1,507,984

90.0

1232

18.4

1,517,824

100.0

1234

16.7

1,522,756

109.0

1233

15.4

1,520,289

119.0

1235

14.2

1,525,225

134.0

1237

12.7

1,530,169

143.0

1237

12.0

1,530,169

153.0

1239

11.3

1,535,121

171.0

1241

10.2

1,540,081

197.0

1241

9.0

1,540,081

t (hr)

pws (psi)

(tp+t)t

pws 2(psi2)

214.0

1243

8.3

1,545,049

236.0

1246

7.7

1,552,516

255.0

1247

7.2

1,555,009

273.0

1249

6.8

1,560,001

310.0

1251

6.1

1,565,001

333.0

1252

5.7

1,567,504

369.0

1255

5.3

1,575,025

Slope pertama, mm = 235,000 psi2/cycle
Slope kedua, mf = 107,000 psi2/cycle
Titik perpotongan [tp+t)/t]int = 19
P1hr2 pada garis lurus pertama = 1,025,000
psi2
P2* = 1,660,000 psi2
Maka permeabilitas matriks km dan rekahan kf:

Jari-jari inner (matrix) zone, rm:

Faktor Skin, s:

## Bila daerah luas daerah pengurasan 20

acres berbentuk bulat, maka tekanan_
rata-rata, p:

## Curva MBH untuk daerah pengurasan circular

atau square

Dari kurva MBH diperoleh pD = 2.8,
maka

dan

Sehingga:

Model Najurieta

Model deSwaan

Model Najurieta

Dimana: co = composite
diffusivity
Transmissibility Fracture Tf = kh/=162.6 q

Model Najurieta
Untuk horizontal fracture (strata):
Untuk matriks yang terdiri dari kubuskubus:

dimana:
Persamaan (10) berlaku untuk:

Model Najurieta
Jika t/1, untuk strata:

f(t,) 1 dan
Jika t/1, untuk blok-blok kubus:

## f(t,) 1/3 dan

.
Persamaan (17) & (18) menunjukkan ketika t
> , reservoir rekah alami berkelakuan sbg
reservoir homogen tak rekah dgn diffusivity
konstant.

Model Najurieta
Karena co = f ketika t kecil, maka
pers (11) dpt ditulis sbg:

## Pressure drop vertikal dapat

dinyatakan sbb:

Untuk strata:
Untuk matriks kubus:

Uji Drawdown

Prosedur:
1.Data penurunan tekanan yang diamati, pf,wf
maka gambar tersebut akan mirip gambar di
bawah. Bila tidak, ada beberapa sebab yaitu:
o q tidak dapat distabilkan ketika sumur
diproduksikan
o > 5 x 10-5
o Ukuran tebal matriks kurang dari 3 ft
o km > 0.01 md
o sangat kecil
o Sumur tidak memotong rekahan
o Efek wellbore storage atau efek batas pengurasan

## Gambar: Profil respon tekanan selama uji drawdown

Uji Drawdown
2. Dari kemiringan apakah dari garis lurus awal
atau akhir, hitung Tf. Tf = kh/=162.6 q Bo/mf
3. Ukur p dan hitung dari pers (20) atau (21).
untuk strata
dan
untuk matrix kubus
4. Catat waktu t dimana akhir kurva transisi dan
garis lurus akhir dimulai. Waktu ini kira-kira
sama dengan . Anggap hm diketahui dari
logging, tentukan m dgn Pers (15). Dengan
menganggap

Uji Drawdown
km diketahui dari analisa core, hitung S m
dan kemudian Sf dengan persamaan
5. Perpanjang garis lurus akhir hingga t =
1 dan baca p1hr. Karena kita gunakan
garis lurus akhir, co suatu konstanta
yang didefinisikan oleh persamaan (17)
dan (18). Hitung co dan kemudian hitung
faktor skin.

PBU
Plot pf,ws (hanya pf,ws) vs (tp+t)/t
menghasilkan garis lurus (pertama)
saat t kecil.
Tentukan Slope, m.
Hitung = 10-p /m.
Hitung Sm = m hm Ct
Hitung Sf = Sm/(1-).
Hitung m = 0.140 hm2/.
Hitung Tf .
Hitung co .

PBU
Htung Faktor skin

## Soal Model Najurieta

Uji PBU pada reservoir rekah memberi
data sbb:

## Soal Model Najurieta

Data batuan dan fluida reservoir adalah sbb:
pi = 6789.5 psi Pf,wf@t=0 = 6352.3 psi
= 1 cp q = 2554 STB/D
Bo = 2.3 RB/STB rw = 0.375 ft
tp = 31 x 106 secs
Data tambahan lain dari analisa core dan
logging:
m = 0.21
km = 0.1 md
hm = 17ft

Plot PBU

24.5 psi

Penyelesaian

## Slope m = 31.98 log/cycle.

p = 24.5 psi
= 10-24.5/32 = 0.1715
Sm = m hm Ct = 0.21 x 17 x 8.17 x 10-6
= 2.917 x 10-5 ft/psi
Sebab reservoir strata
Sf = Sm/(1-) = 0.1715 x 2.917 x 10-5/(10.1715)
= 6.038 x 10-6 ft/psi
Awal garis lurus kedua = 8 x 103 atau t =
3875 det (1.076 jam) sehingga:

Penyelesaian
= 1.076 jam
m = 0.140 hm2/ = 0.140 x 172/1.076 =
27.6 ft2/hr
Dari harga kemiringan m = 32 log/cycle,
maka:
Tf =162.6 q Bo/m = 162.6(2554)2.3/32
= 29848mdft/cp
co = 2.64x10-4 x 29848 / (2.917x105+6.038x10-6)
= 2.24x105 ft2/hr

Penyelesaian
Untuk menghitung faktor skin, dipilih p kecil
pd garis lurus pertama dan membaca p f,ws yg
sesuai.
Horner time = 106 t = 31 sec (0.00861 hr)
pf,ws = 6625 psi
s =1.151[(66256352.3)/32
log(2.24x105x0.00861/0.3752)]
=5