You are on page 1of 30

MALARIA DALAM

KEHAMILAN

PENDAHULUAN

ETIOLOGI

Tabel 1. Karakteristik Spesies Plasmodium


P. falciparum

P. vivax

P. ovale

P. malariae

Siklus eksoeritrositik primer (hari)

5-7

14-15

Siklus aseksual dalam darah (jam)

48

48

50

72

Masa prepaten (hari)

6-25

8-27

12-20

18-59

Masa inkubasi (hari)

7-27

13-17

14

23-69

Keluarnya gametosit (hari)

8-15

5-23

Jumlah merozoit per skizon jaringan (ribu)

30-40

10

15

15

Siklus sporogoni dalam nyamuk (hari)

9-22

8-16

12-14

16-35

Berat gejala klinis

Berat

Ringan

Ringan

Ringan

1-2

1-3

1-2

3-50

Lamanya infeksi bila tidak diobati (tahun)

SIKLUS HIDUP PLASMODIUM

IMMUNOPATOLOGI

Berdasarkan sitokin yang


dihasilkannya

Tingkat transmisi malaria

GEJALA KLINIS
Serangan demam yang khas tiga
stadium

DIAGNOSIS

Metode untuk menegakkan


diagnosis malaria

MALARIA BERAT
Malaria serebral
koma
2. Anemia berat
3. Gangguan / Gagal
ginjal
4. Edema paru
5. Hipoglikemi
6. Kolaps sirkulasi /
syok
7. Perdarahan
spontan dari gusi,
hidung,
gastrointestinal
1.

8. Kejang umum
yang berulang
9. Respiratory
distress (napas
asidosis)
10. Hemoglobinuria
11. Hiperlaktemia
12. Prostration
kelemahan, tidak
dapat duduk/tidak
dapat makan
13.
Hiperparasitemia
14. Ikterus

KOMPLIKASI PADA KEHAMILAN

PENGOBATAN MALARIA DALAM


KEHAMILAN

Malaria falsiparum tanpa komplikasi


Trimester pertama

Trimester kedua dan ketiga

Malaria Tanpa Komplikasi Non


Falsiparum

Penatalaksanaan Malaria Berat

PENCEGAHAN
Klorokuin obat yang paling aman
bagi wanita hamil dengan dosis 300
mg basa (2 tablet) diberikan setiap
minggu

memutuskan rantai penularan pada host, agen


ataupun lingkungan dengan cara :
kelambu, memakai celana panjang / kemeja
lengan panjang, menggunakan obat anti
nyamuk
kawat nyamuk pd pintu dan jendela-jendela
Membunuh nyamuk dewasa
Membunuh jentik nyamuk
Meningkatkan daya tahan tubuh melalui
vaksinasi.

MALARIA KONGENITAL
malaria kongenital ditemukan
parasit malaria pd hapusan darah
tepi bayi dari 24 jam sampai 7 hari
kehidupan.
kasus jarang, 0,3% dari ibu yg
imun dan 7,4% dari ibu non imun yg
menderita malaria dlm kehamilan

Malaria kongenital dibagi 2 kelompok


yaitu :

Diagnosis Malaria Kongenital


Gejala malaria kongenital dapat berupa
demam, iritable, masalah dalam makan,
trombositopenia, hepatosplenomegali,
anemia dan ikterus.
Diagnosis dapat ditunjang dgn gejala
diatas dan adanya riwayat ibu yg
menderita malaria dlm kehamilan.
konfirmasi dgn laboratorium.

Pengobatan Malaria
Kongenital

Artesunate IV (atau IM) 2,4 mg/kgBB


jam 0, jam ke 12 dan ke 24,
dilanjutkan tiap 24 jam sampai 7 hari.
Atau, jika tak tersedia artesunate dpt
diberikan Artemether IM 3,2mg/kgBB
pd jam 0, dan dilajutkan 1,6mg/kgBB
tiap 24 jam sampai penderita dapat
diberikan obat oral.

Kina IV atau IM: dosis loading 20mg/kgBB


diberikan selama 4 jam, kemudian 10
mg/kgBB diberikan dalam 8 jam,
dilanjutkan dgn 10 mg/kgBB tiap 8 jam
selama 7 hari.
Setelah pasien membaik dan dapat makan
kina oral 10mg/kgBB sampai total 7
hari.

RINGKASAN
Malaria penyebab kematian & kesakitan
yg penting pd orang dewasa & anak-anak di
daerah tropik.
Infeksi pd wanita hamil oleh parasit malaria
sgt mudah terjadi, karena adanya perubahan
sistim imunitas ibu selama kehamilan
Komplikasi dpt terjadi baik pd ibu maupun
pd bayi. Komplikasi yg terjadi pd bayi
diantaranya terjadi malaria kongenital.

Beratnya penyakit & usia timbulnya gejala


pd bayi baru lahir sgt tergantung pd
riwayat terpaparnya ibu & faktor imunitas.
Gejala malaria kongenital dpt berupa
demam, iritable, masalah dlm makan,
trombositopenia, hepatosplenomegali,
anemia dan ikterus.

Pengobatan tergantung pd spesies parasit,


wilayah terinfeksi (berhubungan dgn
resistensi obat) & beratnya penyakit.
Pilihan pertama yaitu pemberian
Artesunate