You are on page 1of 7

Prognosis

tetapi tidak ada komplikasi jangka panjang dengan terapi yang berhasil.Pasien dengan pneumotoraks spontan mengalami pneumotorak ulangan.5 Kesembuhan dari kolap paru secara umum membutuhkan waktu 1 sampai 2 minggu. Pneumotoraks tension dapat menyebabkan kematian secara cepat berhubungan dengan curah jantung yang tidak adekuat atau insufisiensi oksigen darah (hipoksemia). dan harus ditangani sebagai kedaruratan medis. .

Pasien-pasien yang penatalaksanaanya cukup baik umumnya tidak dijumpai komplikasi. Kekambuhan jarang terjadi pada pasien-pasien pneumotoraks yang dilakukan torakotomi terbuka. .• Pasien dengan pneumotoraks spontan hampir separuhnya akan mengalami kekambuhan. Pasien pneumotoraks spontan sekunder tergantung penyakit paru yang mendasarinya. setelah sembuh dari observasi maupun setelah pemasangan tube thoracostomy. misalkan pada pasien PPOK harus lebih berhati-hati karena sangat berbahaya.

Besarnya fistel 3.Pneumotoraks dupleks umumnya fatal Setengahnya kambuh setelah torakostomi.PROGNOSIS Tergantung dari : 1. bila terapi berhasil tidak ada komplikasi.• IV. mungkin sedikit keluhan 2.Jenis pneumotoraks : – Ventil : sangat berbahaya – Terbuka – Tertutup : bila tidak berat.Cepatnya tindakan 4. jarang pada postoperative. .

Joel B. Talmadge E. Jr. MBA. Patofisiologi. jilid II. Lorraine M. Jusuf Wibisono.Urac. LAB/SMF Ilmu Penyakit Paru dan Saluran Nafas FK UNAIR-RSUD Dr. 2004 • James D. MD.org • Anonymous. Crapo. • Sylvia A. 2004. Soetomo.Daftar Pustaka • Soeparman.meadlineplus. King. www. MD. seventh edition. Karlinsky.org . Winariani. Pneumothorax. 1998 • Hood Alsagaff. Surabaya. MD. Buku Ajar Ilmu Penyakit Paru 2004. Ilmu Penyakit Dalam. Balai penerbit FKUI. 1995 • Anonymous. EGC.com • Anonymous. Jakarta. Wilson. www. Jeffrey Glassroth. MD. Price. Lippincott Williams Wilkins. Pneumothorax. www. Pneumothorax. M. Baum’s Textbook of Pulmonary Disease. Sarwono Waspadji.lungusa.

Melissa. Siti. John. Rusdy. Ghazali. Yogyakarta : Pustaka Cendekia Press.com/article/827551 • 4. Schiffman. Jakarta : EGC.medscape. Bowman. Glenn. K. Bambang. 2006. Abdul. E. 2007. Malueka. Dasar-Dasar Ilmu Penyakit Paru.htm • 6. 162-179) • 5. 598) • 2. • 7. Sudoyo. cited 2011 January 10. Guyton. Hall. Jilid II. Mukty. George. Cited : 2011 January 10. 1997.• 1. P. Conrad. Hood. Idrus. W. Buku Ajar Fisiologi Kedokteran. Buku Ajar Ilmu Penyakit Dalam. C. 1063) • 3. Marcellus.medicinenet. Pneumothorax (Collapsed Lung). Alsagaff. Surabaya : Airlangga University Press. 2009. Malang (hal: 136-143) . Setiati. Pneumothorax. Tension and Traumatic. Alwi. Edisi IV.com/pneumothorax/article. Setiyohadi. Available from http://emedicine. Embran. (hal. Edisi 9. Arthur. (hal. Radiologi Diagnostik. Pertemuan Ilmiah Paru Milenium 2001. H. Jeffrey. (hal. Jakarta : Pusat Penerbitan Departemen Ilmu Penyakit Dalam Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia. Available from : http://www. 2001. Simadibrata. Torakoskopi Medis. Aru. Stoppler. Updated: 2010 May 27.

Hidrothorak dapat timbul dengan cepat setelah terjadinya pneumothoraks pada kasus-kasus trauma/perdarahan intrapleura atau perforasi esofagus (cairan lambung masung kedalam rongga pleura). Cairan ini biasanya bersifat serosa. adanya fistula bronkopelura yang melalui bulla atau kista. Insidensi pneumothoraks kronik dengan fistula bronkopleura ini adalah 5 % dari seluruh pneumothoraks. Pada foto sinar tembus dada terlihat mediastinum terdorong dan diafragma pada sakit tertekan kebawah(1). Insidensinya adalah 1% dari seluruh pneumothoraks. • Piopneumothoraks: Berarti terdapatnya pneumothoraks disertai empiema secara bersamaan pada satu sisi paru. Terjadi bila fistula bronko-pleura tetap membuka. Sebab lain bisa juga dari emfisem mediastinum yang berasal dari perforasi esofagus. Keadaan ini timbul sebagai lanjutan pneumomediastinum yang secara sekunder berasal dari emfisem jaringan interstitiel paru. • Hidro-pneumothoraks/Hemo-pneumothoraks: Pada kurang lebih 25% penderita pneumothoraks ditemukan juga sedikit cairan dalam pleuranya. Keadaan ini dapat mengakibatkan fungsi pernafasan sangat terganggu yang harus segera ditangani kalu tidak akan berakibat fatal(2). • Pneumothoraks kronik: Menetap selama lebih dari 3 bulan. serosanguinea atau kemerahan (berdarah). Faktor penyebab antara lain adanya perlengketan pleura yang menyebabkan robekan paru tetap terbuka. mediastinum tergeser kesisi lain dan mempengaruhi aliran darah vena ke atrium kanan.Komplikasi •  Komplikasi Pneumothoraks • Tension Pneumothoraks: komplikasi ini terjadi karena tekanan dalam rongga pleura meningkat sehingga paru mengempis lebih hebat. . • Pneumomediastinum dan emfisema subkutan: Pneumomediastinum dapat ditegakkan dengan pemeriksaan foto dada. adanya fistula bronko-pleura yang melalui lesi penyakit seperti nodul reumatoid atau tuberkuloma. • Pneumothoraks simultan bilateral: Pneumothoraks yang terjadi pada kedua paru secara serentak ini terdapat pada 2% dari seluruh pneumothoraks. Kelainan ini dimulai robeknya alveoli kedalam jaringan interstitium paru dan kemungkinan didikuti oleh pergerakan udara yang progresif kearah mediastinum (menimbulkan pneumomediastinum) dan kearah lapisan fasia otot-otot leher (menimbulkan emfisema subkutan).