You are on page 1of 82

Aku Bukan Anak Bodoh

Pemicu 4 - Biomedik II
Senin,12 Desember 2011

FAKULTAS KEDOKTERAN
UNIVERSITAS TARUMANAGARA
JAKARTA

Identitas Kelompok 13
Tutor
: dr. Erni Hermijanti Gunawan, MKes.
Ketua
: Trio Andriyani
405110018
Sekretaris : Intan Ruth Marito
405110205
Penulis: Togos Samuel L. Toruan
405110098
Anggota : Raymond Tanjung
405100106
Yuni Ernawati Iwanto
405100109
Frudensia Kristiana
405110031
Jane
405110061
Michael Joey
405110117
Vini Fortunata Rahardja
405110155
Fandi Apriyani
405110174
Desintha C. Nindi Ritung
405110190
Angga Andriyanto
405110241

Kompetensi Blok
Pada akhir pembelajaran blok ini diharapkan mahasiswa
mampu menerapkan ilmu pengetahuan dasar dalam
kehidupannya sehari-hari dan dapat
mengaplikasikannya dalam menghadapi masalahmasalah dasar dan sederhana dalam perkembangan
ilmu selanjutnya. Selain itu mahasiswa juga diharapkan
mampu mengenali atau mencari informasi sebanyakbanyaknya dan memanfaatkan informasi tersebut untuk
menyelesaikan masalah yang mereka hadapi.

Kompetensi yang ingin dicapai pada blok Biomedik 2 ini
adalah :
1. Area 2. Area ketrampilan klinis
2. Area 3. Area landasan ilmiah ilmu kedokteran
3. Area 4. Pengelolaan informasi
4. Area 6. Area mawas diri dan pengembangan diri
5. Area 7. Area etika, moral, medikolegal, dan
profesionalisme serta keselamatan pasien

Sony) 2. Fisika-BioOptik (dr. Fisiologi Penglihatan (dr. Freddy) 3. Sigit) 1.Mata Kuliah Penunjang Modul Histologi Mata (dr. .

Ia kemudian dipindahkan oleh gurunya ke bangku barisan depan dan ternyata hasil prestasi belajarnya membaik. kelas 4 mengalami penurunan prestasi belajar sejak beberapa bulan ini. ia dapat melakukannya dengan baik. Ketika gurunya memeriksa catatan yang dibuatnya. Tetapi jika ia disuruh membaca buku di depan kelas. ternyata catatan tersebut tidak lengkap dan seringkali salah kutip. Oleh dokter spesialis mata. Ia juga sering memicingkan matanya ketika ia menyalin pelajaran dari papan tulis. Gurunya kemudian menyarankan agar orangtua murid tersebut memeriksakan anaknya ke dokter spesialis mata.Pemicu Seorang murid SD perempuan. dijelaskan bahwa anak tersebut mengalami penurunan visus dan diberikan resep kacamata. Jelaskan apa yang terjadi pada mata anak tersebut. .

Memincingkan : Memfokuskan bayangan dengan cara menyipitkan mata 3. 1. Resep Kacamata: Keterangan tertulis mengenai kondisi mata. .Unfamiliar Terms Visus : Ketajaman penglihatan 2.

Rumusan Masalah
Jelaskan apa yang terjadi pada mata anak
tersebut ?
2. Bagaimanakah solusinya ?
1.

Curah Pendapat
1.

2.

Anak tersebut menderita miopi, dimana bentuk bola
mata memanjang sehingga bayangan jatuh didepan
bintik kuning dan menyebabkan anak tersebut
berakomodasi maximum saat melihat jarak jauh.
Diberikan kacamata berlensa cekung (-) sesuai
dengan resep yang diberikan dokter.

si
u
l
so

i
g
o

at
m
si

MATA

ref
r ak

i ra
ca

a

l
o
st
i
h

gi
lo
io
f is

s
n
le

i

kel
ain
an

n

retin
a

va

t om

gt i

an
a

k on
jun

a
korne

Mind mapping

ako
m

oda
s

i

a

Learning Objective
Mampu mengetahui, memahami, dan
menjelaskan anatomi dan histologi mata.
2. Mampu mengetahui, memahami, dan
menjelaskan fisiologi: Refraksi, mekanisme
dan fungsi akomodasi.
3. Mampu mengetahui, memahami, dan
menjelaskan kelainan refraksi mata.
4. Mampu mengetahui, memahami, dan
menjelaskan pemeriksaan visus.
1.

LO 1 Anatomi dan Histologi Mata .

.

mengandung pigmen . Sklera : melindungi bola mata dari kerusakan mekanis dan menjadi tempat melekatnya bola mata  Kornea : memungkinkan lewatnya cahaya dan merefraksikan cahaya  Badan siliaris : menyokong lensa dan mengandung otot yang memungkinkan lensa untuk berakomodasi. kemudian berfungsi juga untuk mengsekreskan aqueus humor  Iris : mengendalikan cahaya yang masuk ke mata melalui pupil.

 Lensa : memfokuskan cahaya yang masuk ke mata melalui pupil. mengandung pigmen  Bintik kuning (fovea) : bagian retina yang mengandung sel kerucut  Bintik buta : daerah syaraf optic meninggalkan bagian dalam bola mata  Vitreous humor : menyokong lensa dan menjaga bentuk bola mata  Aqueos mata humor : menjaga bentuk kantong .

.

Stroma Cornea = tebal.Corneal Mesenchymal Epithelium / .Membran Descemeti = homogen elastik . jaringan ikat Kolagen .Kornea terdiri atas ◦ Epitel Cornea = berlapis gepeng ◦ Membran Bowman = homogen. kolagen +++ elastin + .

Lapisan Choriocapilarry = Menyuplai makanan dan 02 ke lapisan luar retina .Koroid terdiri atas ◦ Lamina Suprachoroid = Transparan. melanoblas dan melanosit .Membran bruch / lamina .jaringan ikat ber lamellae tipis ◦ Stratum Vasculosum = Pembuluh darah .

2.OTOT BOLA MATA Otot gerakan Saraf kranial Rektus superior Ke atas Okulomotor(III) Rektus inferior Ke bawah Okulomotor(III) Rektus medialis Ke dalam arah hidung Okulomotor(III) Rektus lateralis Jauh dari hidung Abdunces(VI) Oblique superior Ke bawah dan masuk Trochlear(IV) Oblique inferior Ke atas dan keluar Okulomotor(III) .

.

yaitu suatu sinus venosus yg menyerap kembali cairan aqueous humor . terdiri dari :  Sklera.  Pada batas cornea dan sklera terdapat canalis schlemm. lapisan luar yg sangat kuat. dan tunica nervosa  Tunica fibrosa. dari luar ke dalam : Tunica fibrosa. berwarna putih. kecuali didepan. Untuk melindungi kornea. lapisan berwarna bening dan berfungsi menerima cahaya masuk kemudian memfokuskannya. maka disekresikan air mata sehingga keadaannya selalu basah dan dapat membersihkan debu.  Kornea. tunica vasculosa. BOLA MATA dibagi menjadi 3 lapisan.

jika masuk ke kamar yg gelap gulita. jika ditempat terang pupil akan menyempit untuk mengurangi cahaya yg masuk yg disebut dengan konstriksi. lapisan yang kaya akan pigmen warna. Tunica vasculosa  Merupakan bagian tengah bola mata.  .  Pengaruh kerja otot pupil. lapisan yang terletak dibagian depan dari lapisan iris. Urutan dari depan kebelakang : iris. corpus ciliaris.  Iris. terletak dibelakang kornea tengah.  Koloid. maka pupil akan melebar agar dapat melihat ditempat gelap. lapisan tengah yg kaya akan pembuluh darah.  Pupil. koloid.

. akan membuat mata terasa cepat lelah?  Karena. maka akan memaksa otot lensa bekerja lebih berat karena otot lensa harus menegang untuk membuat lensa mata lebih tebal sehingga dapat memfokuskan penglihatan pada benda2 tersebut (tulisan dibuku). dan vitreous humor. Mengapa ketika seseorang membaca buku. jika orang tersebut melihat dengan jarak jauh tidak mengakibatkan otot lensa mata bekerja. Sedang jika seseorang melihat jarak dekat (ex : membaca buku). cairan ini berfungsi untuk memperkokoh kedudukan/ posisi bola mata.  Pada bagian depan dan belakang lensa ini terdapat rongga yg berisi cairan bening yg masing2 disebut aqueous humor.

 Sel batang :  Tidak dapat membedakan warna  Lebih sensitif terhadap cahaya  Berfungsi pada saat melihat ditempat gelap  Mengandung pigmen fotosensitif : rhodopsin . dan sangat peka pada sedikit cahaya. Tunicca nervosa (retina) :  Merupakan reseptor pada mata yg terletak dibagian belakang koloid (merupakan bagian terdalam dr mata).  berfungsi untuk menerima cahaya  Terdiri dari sel batang dan kerucut yg berfungsi untuk pengelihatan hitam dan putih.

 Sel kerucut/ cone cell :  Mengandung pigmen yg berbeda : iodopsin yg terdiri dr retinen. ada 3 macam iodopsin yg sensitif terhadap warna merah. sehingga cahaya yg jatuh ke  Signal .  Bagian yg menembus disebut discus opticus. hijau.  Berfungsi untuk melihat ditempat yang terang listrik dr sel batang & kerucut  diteruskan melalui sinap  neuron bipolar  neuron gaglion  membentuk 1 bundel syaraf (syaraf otak ke 2)  menembus koloid & sklera  otak. discus opticus tidak mengandung sel batang & kerucut. biru.

Musin bersifat membasahi bola mata terutama kornea .KONJUNGTIVA Merupakan membran yg menutupi sklera dan kelopak bagian belakang Konjungtiva mengandung musin yg dihasilkan oleh sel goblet.

Fungsi dari konjungtiva memproduksi air mata menyediakan kebutuhan oksigen ke kornea ketika mata sedang terbuka dan melindungi mata dengan mekanisme pertahanan nonspesifik yang berupa barier epitel menyuplai darah .

 Untuk membuka mata. bulu mata.  Kelopak mata ada 2. kelopak mata atas mengunakan musculus levator pepebrae.  Ruang antar kelopak mata atas dan bawah disebut celah mata (fissura pelpebrae) celah ini menentukan melotot atau sipit nya .  Untuk menutup. ALAT2 TAMBAHAN MATA  Terdiri dr : alis mata. atas dan bawah. untuk menarik kelopak mata keatas. kelopak mata atas mengunakan otot2 yg melingkari kelopak mata atas dan bawah yaitu : musculus orbicularis oculi. dan aparatus lacrimalis. Kelopak mata atas lebih banyak bergerak dr pd kelopak mata bawah. kelopak mata.

canalis lacrimalis.lacrimalis. Pada sudut dalam mata terdapat tonjolan disebut caruncula lakrimalis yg mengandung kelj.meibow.sroacea yg terletak pd akar bulu2 mata. Infeksi kelenjar ini disebut lordholum (bintit)  Apparatus lacrimalis : terdiri dr kelj. Kelj. dan ductus nassolacrimalis . ductus lacrimalis. Sudorifera (keringat)  Bulu mata : barisan bulu2 terletak disebelah anterior dr kelj.sebasea (minyak) dan kelj. disebut kelj.zeis.

LO 1. Anatomi & Histologi Mata .

LO 2 Fisiologi : Refraksi. Mekanisme dan Fungsi Akomodasi .

berkas cahaya akan melambat. Berbeloknya berkas sinar disebut refraksi . Ketika masuk ke densitas yang lebih tinggi.Refraksi Sinar berjalan lebih cepat melalui udara daripada media transparan lain misalnya air dan kaca. Arah berkas cahaya berubah jika cahaya tersebut mengenai permukaan medium baru dalam sudut yang tidak tegak lurus.

.

Semakin besar kelengkungan semakin besar derajat pembelokan dan semakin kuat lensa. Refraksi tergantung pada sudut kelengkungan Convex surface Focal point Convergin glight rays Light fromdistant source Focal lengthLight .

.

Struktur refraktif mata Dua stuktur yang paling penting dalam kemampuan refraktif adalah kornea dan lensa. Pada astigmatisme.kelengkungan kornea tidak rata sehingga berkas sinar mengalami refraksi yang tidak sama Kemampuan refraktif kornea tidak dapat diubah-ubah sedangkan lensa dapat diubah .

Distant light source Focal point Parallel rays .

Near light source Focal point Diverging rays .

Stronger lens Near light source Focal point .

Retina Sharp image(has come into focusonthe retina) Refractedincom ing lightrays from pointsource of light Blurred image(1 point appears as 2–has come into focusaheadof the retina) Blurred image(1 point appears as 2–would come into focusbehindthe retina) .

menarik lensa→lensa gepeng→ pengurangan kekuatan sistem lensa. siliaris → ligamentum suspensorium mengendur → lensa cembung → peningkatan kekuatan sistem lensa. Relaksasi M. siliaris → ligamentum suspensorium tegang. Kekuatan lensa bergantung pada bentuk yang dikendalikan oleh otot siliaris Kontraksi M. Fungsinya : menyesuaikan kekuatan lensa sehingga baik sumber cahaya dekat maupun jauh dapat difokuskan di retina .Akomodasi Akomodasi adalah kemampuan menyesuaikan kekuatan lensa.

Ciliaris – M.Akomodasi Lensa = kapsul elastik berisi cairan kental yang mengandung banyak protein dan serabut transparan Akomodasi dipengaruhi oleh parasimpatis Parasimpatis -> Nervous III -> Ganglion Viliaris -> N. ciliaris .

.

.

LO 3 Kelainan Refraksi Mata .

Ametropia a.tebal.Emetrop = cahaya sejajar dari objek jauh difokuskan di retina pada keadaan otot siliaris relaksasi total (mata normal ) Kelainan Refraksi : 1. ametropian refraktif Ametropia akibat kelainan sistem pembiasan sinar di dalam mata. kurang elastis ->kelenturan menurun -> akomodasi menurun ->penglihatan dekat kurang 2. . ametropia aksial Ametropia yang terjadi akibat sumbu optik mata lebih panjang/pendek sehingga bayangan benda difokuskan di depan/belakang retina. Presbiopia Sel bagian tengah lensa -> sel tertua dan plg jauh dari aquesus humor ( sumber nutrisi ) ->pada usia tua sel tsb mati -> lensa semakin besar . b.

.

Miopia aksial. dengan kelengkungan kornea dan lensa yang normal. .  b. miopia akibat panjangnya sumbu bola mata.Miopia  a. Miopia refraktif. bertambahnya indeks bias media penglihatan seperti terjadi pada katarak intusemen dimana lensa menjadi lebih cembung sehingga pembiasan lebih kuat.

Miopia berat. Miopi sedang. C. B. dimana miopia antara 1-3 dioptri. dimana miopia lebih besar dari 6 dioptri. Miopia ringan. dimana miopia antara 3-6 dioptri. .Menurut derajat beratnya miopia terbagi dalam: A.

Hipermetropia kurvatur. dimana kelengkungan kornea atau lensa kurang sehingga bayangan difokuskan di belakang retina. C. dimana terdapat indeks bias yang kurang pada . atau sumbu anteroposterior yang pendek.Hipermetropia A. Hipermetropia sumbu atau hipermetropia aksial merupakan kelainan refraksi akibat bola mata pendek. B. Hipermetropia refraktif.

Karena pasien memerlukan pemakaian lensa yang tebal Afakia . suatu keadaan dimana mata tidak mempunyai lensa sehingga mata tersebut menjadi hipermetropia tinggi.

4.Astigmatisme Keadaan dimana berkas sinar tidak difokuskan pada satu titik dengan tajam pada retina akan tetapi pada 2 garis titik api yang saling tegak lurus yang terjadi akibat kelainan kelengkungan permukaan kornea. .

3. 4. Meridian dengan pembiasan terbesar 3. 2. Meridian dengan pembiasan terkecil 2. Pembiasan maksimal terdapat di bidang horizontal . Biasanya akibat cedera atau pada keratokonus Astigmatisme with rule : Prnciple meridian letaknya tegak lurus. Regular astigmatisme (teratur) : Principle meridian membuat sudut yang tegak lurus terhadap satu dengan yang lain. Irregular astigmatisme (tidak teratur) : Principle meridian membuat sudut yang tidak tegak lurus terhadap satu dengan yang lain. Disebabkan distorsi kornea yang nyata. Pembiasan maksimal terdapat di bidang vertikal. Astigmatisme against the rule : Principle meridian letaknya tegak lurus.Astigmatisme Principle meridian : 1.

.

.

Kelainan Refraksi .

Hipermetropia : koreksi dengan lensa positif sekuat – kuatnya 4.Presbiopia : koreksi dengan kacamata bifokus 2.Astigamtisme : koreksi dengan lensa silindris yg punya sifat khas dan lensa sferis yg cocok untuk satu bidang. paralel black bars .Miopia : koreksi dengan lensa negatif selemah – lemahnya 3. Pemeriksaannya : • Keratoskop Placido • Gambar kipas.Solusi 1.

0 2.5 2.5 3.Pada pasien presbiopia. kacamata atau adisi diperlukan untuk membaca dekat yang berkekuatan tertentu.0 D D D D D untuk untuk untuk untuk untuk usia usia usia usia usia 40 45 50 55 60 tahun tahun tahun tahun tahun . biasanya: • • • • • + + + + + 1.0 1.

.

yang berarti menggunakan suatu laser dibawah suatu penutup kornea (in situ) untuk merubah bentuk kornea (keratomileusis).Lasik LASIK (Laser In Situ Keratomileusis). yang adalah penutup depan yang transparan . Prosedur ini menggunakan suatu laser yang sangat khusus (excimer laser) yang diciptakan untuk merawat refractive error (kesalahan bias). Prosedur laser ini merubah bentuk kornea. memperbaiki penglihatan. dan mengurangi atau mengeliminasi keperluan kacamata-kacamata atau lensalensa kontak.

.

LO 4 Pemeriksaan Visus .

Visus mata  Visus adalah ketajaman atau kejernihan penglihatan. sebuah bentuk yang khusus di mana tergantung dari ketajaman fokus retina dalam bola mata dan sensitifitas dari interpretasi di otak.  Visus adalah sebuah ukuran kuantitatif suatu kemampuan untuk mengidentifikasi simbol-simbol berwarna hitam dengan latar belakang putih dengan jarak yang telah distandardisasi serta ukuran dari simbol yang bervariasi.  Istilah “visus 20/20” adalah suatu bilangan yang menyatakan jarak dalam satuan kaki yang mana seseorang dapat membedakan sepasang benda.  Satuan lain dalam meter dinyatakan sebagai visus 6/6.  visus 20/20 dapat dianggap sebagai performa nominal untuk jarak penglihatan manusia  visus 20/40 dapat dianggap separuh dri tajam penglihatan jauh dan visus 20/10 adalah tajam penglihatan dua kali normal .  Ini adalah pengukuran fungsi visual yang tersering digunakan dalam klinik.

menulis dan lain lain. Pada keadaan ini mata harus akomodasi supaya bayangan benda tepat jatuh di retina. Visus sentralis dibagi dua yaitu visus sentralis jauh dan visus sentralis dekat.Visus terbagi menjadi dua yaitu visus sentralis dan visus perifer. Pada keadaan ini mata tidak melakukan akomodasi. . Visus sentralis dekat yang merupakan ketajaman penglihatan untuk melihat benda benda dekat misalnya membaca. Visus sentralis jauh merupakan ketajaman penglihatan untuk melihat benda benda yang letaknya jauh.

Fungsi dari visus perifer adalah untuk mengenal tempat suatu benda terhadap sekitarnya dan pertahanan tubuh dengan reaksi menghindar jika ada bahaya dari samping. Jika hasil pemeriksaan tersebut visusnya 20/20 maka tajam penglihatannya dikatakan normal dan jika visus <20/20 maka tajam penglihatanya dikatakan kurang. Dalam klinis visus sentralis jauh tersebut diukur dengan menggunakan grafik huruf snellen yang dilihat pada jarak 20 kaki atau sekitar 6 meter.Visus perifer menggambarkan luasnya medan penglihatan dan diperiksa dengan perimeter. .

Perkembangan visus mata normal  Baru lahir: menggerakkan kepala ke arah sumber penerangan kuat  6 minggu: mulai melakukan fiksasi  3 bln: dpt menggerakkan mata ke arah benda yg bergerak  4-6 bln: koordinasi mata dengan gerakan mata  6-8 bln: mulai dpt melihat dan mengambil objek  9 bln: visus 20/200  1 thn: visus 20/100  2 thn: visus 20/40  3 thn: visus 20/30  5 thn: visus 20/20 atau normal 6/6 .

Rumus visus atau ketajaman adalah V= d/D V= Visus d= Jarak antara mata orang percobaan dan optotipi snellen D= jarak dimana mata masih mengenal huruf tersebut .

responden tidak boleh menentang sinar matahari.Pemeriksaan Tajam Penglihatan Pemeriksaan dapat dilakukan dihalaman rumah (tempat yang cukup terang). .

Pemeriksaan Tajam Penglihatan Gantungkan kartu Snellen atau kartu E yang sejajar mata responden dengan jarak 6 meter (sesuai pedoman .

Pemeriksaan Tajam Penglihatan Pemeriksaan dimulai dengan mata kanan Mata kiri responden ditutup dengan penutup mata atau telapak tangan tanpa menekan bolamata .

Pemeriksaan Tajam Penglihatan  Responden disarankan membaca huruf dari kiri ke kanan setiap baris kartu Snellen atau memperagakan posisi huruf E pada kartu E dimulai baris teratas atau huruf yang paling besar sampai huruf terkecil (baris yang tertera angka 20/20)  Penglihatan normal bila responden dapat membaca sampai huruf terkecil 20/20 (tulis 020/020) .

.Pemeriksaan Tajam Penglihatan Bila dalam baris tersebut responden dapat membaca atau memperagakan posisi huruf E KURANG dari setengah baris maka yang dicatat ialah baris yang tertera angka di atasnya.

Pemeriksaan Tajam Penglihatan Bila dalam baris tersebut responden dapat membaca atau memperagakan posisi huruf E LEBIH dari setengah baris maka yang dicatat ialah baris yang tertera angka tersebut. .

Pemeriksaan Tajam Penglihatan dengan PINHOLE Bila responden tidak dapat melanjutkan lagi bacaan huruf di kartu Snellen atau kartu E maka pada mata tersebut dipasang PINHOLE .

Pemeriksaan Tajam Penglihatan dengan PINHOLE Dengan pinhole responden dapat melanjutkan bacaannya sampai baris normal (20/20) berarti responden tersebut GANGGUAN REFRAKSI .

Pemeriksaan Tajam Penglihatan dengan PINHOLE  Bila dengan pinhole responden tidak dapat melanjutkan bacaannya maka disebut KATARAK .

Pemeriksaan Tajam Penglihatan dengan PINHOLE  Bila responden DAPAT membaca sampai baris normal 20/20 TANPA pinhole maka responden tidak perlu dilakukan pemeriksaan dengan menggunakan pinhole .

bila belum terlihat maju 1 meter (tulis 01/060).Pemeriksaan Tajam Penglihatan dengan HITUNG JARI  Bila responden belum dapat melihat huruf teratas atau terbesar dari kartu Snellen atau kartu E maka mulai HITUNG JARI pada jarak 3 meter (tulis 03/060). .  Hitung jari 3 meter belum bisa terlihat maka maju 2 meter (tulis 02/060).

Pemeriksaan Tajam Penglihatan dengan HITUNG JARI  Bila belum juga terlihat maka lakukan GOYANGAN TANGAN pada jarak 1 meter (tulis 01/300)  Goyangan tangan belum terlihat maka senter mata responden dan tanyakan apakah responden dapat melihat SINAR SENTER (jika ya tulis 01/888)  Bila tidak dapat melihat sinar senter disebut BUTA TOTAL (tulis 00/000) .

Kartu uji Sheridan/Gardiner kartu Cincin Landolt .

sehingga sinar jatuh di depan retina. Saran Sebaiknya anak tersebut menggunakan lensa negatif selemah-lemahnya. .Kesimpulan dan Saran Kesimpulan Anak tersebut mengalami miopia. dimana bentuk bola mata lebih panjang dari normal.

Sehu KW. Jakarta: EGC. Jakarta : EGC.An Illustrated Guide for Clinicians. Massachusetts: Blackwell Publishing. 2005. Lee WR. Ophthalmic Pathology . Textbook of Clinical Ophtalmology.Daftar Pustaka Sherwood. 2003. . Crick RP. 1996. L. Singapore: World Scientific Publishing. L. 2009. 3rd ed. Fisiologi Manusia. 2nd ed. Fisiologi manusia edisi 6. Sherwood. Khaw PT.