You are on page 1of 94

Learning Objective

“Ada Apa Dengan Muka Bulatku ?”
Kelompok 13

Identitas Kelompok
Tutor
Ketua
Sekretaris
Penulis
Anggota

: dr. Eva
: Frudensia Kristiana
: Fandi Apriyan
: Vini Fortunata
: Raymond Tanjung
Yuni Ernawati Iwanto
Trio Andriyani
Jane
Togos Samuel L. Toruan
Michael Joey
Desintha C. Nindi Ritung
Intan Ruth Marito
Angga Andriyanto

405110031
405110174
405110155
405100106
405100109
405110018
405110061
405110098
405110117
405110190
405110205
405110241

Ada Apa Dengan Muka Bulatku?
• Seorang peremupuan berusia 21 tahun datang ke tempat praktek
dokter dengan keluhan timbul garis berwarna keunguan di perutnya
yang semakin lama semakin membuncit. Ia mengaku bahwa selama
5 bulan ini minum obat untuk menambah berat badan yang
sebelumnya kurus. Obat tersebut dibelinya dari toko obat. Ia merasa
setelah meminum obat tersebut, berat badannya memang
bertambah. Pipinya menjadi bulat dan bersemu kemerahan. Tetapi
setelah beberapa bulan ia merasa hanya perut dan mukanya saja
yang bertambah gemuk sedang tangan dan kakinya masih saja
kurus. Dari hasil pemeriksaan didapat moo face dan striae pada
dinding perut. Dokter mendiagnosa dirinya menderita Cushing
Syndrome yang disebabkan karena kelebihan hormon
kortikosteroid yang didugaterkandung pada obat penambah berat
badan yang di konsumsinya. Menurut anda, apa yang terjadi pada
tubuhnya? Apa akibatnya bila obat tersebut dihentikan tiba-tiba?

Unfamiliar Terms • Moon face : muka sembab dan bulat • Cushing Syndrome : Sindrom yang disebabkan oleh hormon kortisoplasma • Striae : garis merah keunguan atau putih pada kulit • Hormon Kortikosteroid (obat) : hormon yang digunakan sebagai obat anti alergi yang dapat juga digunakan untuk menambah berat badan .

dan perut membuncit? 2 Apa akibatnya bila obat tersebut di hentikan secara tiba-tiba? 3 Apakah hormon kortikosol dalam jumlah normal dapat menimbulkan efek samping? 4 Apakah dampak lain dari mengkonsumsi hormon kortikosteroid dalam jangka panjang? . striae.Rumusan Masalah 1 Mengapa setelah minum obat tersebut selama 5 bulan. timbul keluhan seperti moon face.

Hiperklitoris. hirsutisme. mudah lelah. hipertensi. amenori. edema. lapisan dermis robek dan menimbulkan striae Akan terjadi rhebound phenomena Tidak Obesitas sentral. kulit menjadi tidak elastis sehingga pada saat penegangan.Curah Pendapat 1 2 3 4 Karena obat tersebut mengandung hormon kortikosteroid dan digunakan dalam jangka panjang sehingga terjadi penumpukan jaringan adiposa pada lapisan subkutan di bagian perut dan wajah serta karena kurangnya protein dan kolagen kulit. glukosaria. osteoporosis . striae abdominal.

Bagan .

Sistem Transduksi Sinyal .LO I.

Dapat dilakukan pada jarak dekat maupun jauh. kemudian memberi respon yang spesifik .Komunikasi Antar Sel • Komunikasi sel dapat terjadi apada hewan/tumbuhan bersel satu atau lebih. melalui suatu produk yg disebut signal • Signal  bahan spesifik. yg dibuat dan dilepaskan oleh sel asal ke sel sasaran.

.

Bentuk Proses Pemberian Sinyal Antar Sel 1. Adrenalin b. Estradiol d. Insulin f. Tirosin . Endokrin •Molekul sinyal : Hormon •Mediator sinyal: Peredaran darah •Jarak ke sel target jauh (ke seluruh tubuh) •Contoh: a. Kortisol c. Glukagon e. Testosteron g.

PDGF (Platelet-derived Growth Factor) c.2. NGF (Nerve Growth Factor) d. EGF (Epidermale Growth Factor) b. Parakrin •Molekul sinyal : Lokal mediator •Mediator sinyal: Medium ekstraseluler •Jarak ke sel target dekat (sekitar sel) •Contoh: a. Gas NO . Histamin e.

3. Asetilkolin b. Sinapsis •Molekul sinyal : Neurotransmiter •Mediator sinyal: Axon •Jarak ke sel target jauh (ke seluruh tubuh) •Contoh: a. GABA (Gama-Amino Bitric Acid) .

4. Protein dalam respon imun . Adanya Kontak Antarsel •Molekul sinyal : molekul signal yang tergantung adanya kontak •Mediator sinyal: kontak langsung dengan membran plasma •Jarak ke sel target paling dekat •Contoh: a. Protein delta (dalam perkembangan embrio) b.

Autokrin •Suatu sel mensekresikan molekul. dan molekul tersebut bekerja/berpengaruh terhadap sel itu sendiri .5.

Komponen Transduksi Sinyal • Pada pembahasan kali ini akan dibahas mengenai endokrin  hormon • Ligand  zat yg bila berikatan dgn sel lain akan menimbulkan suatu reaksi dalam sel tersebut • Macam2 ligand : feromon (pd hewan). TGF (transforming growth hormon) dsb • Ligand = sinyal ( pemberi kode pada reseptor dalam bentuk ikatan  first messenger ) . hormon.

kemudian terikat dengan reseptor di sitoplasma / nukleus – Dari situ akan mempengaruhi gen untuk mengadakan trankripsi . ligand ini diangkut oleh protein carrier .Komponen Transduksi Sinyal 2 jenis sifat ligand: • Ligand Hidrofilik – Sifat larut dalam air – Terikat pada reseptor membran plasma . yang akhirnya menghasilkan sintesis protein . kemudian masuk ke dalam sel sasaran dengan cara diffusi melalui membran plasma • Ligand Hidrofobik – Larut dalam lemak – Dari sel asal . masuk menembus membran plasma sel sasaran .

Komponen Transduksi Sinyal • Reseptor – Protein ( produk dari satu gen ) dari sel yang dapat menangnkap ligand – reseptor – Ikatan R dari ligand merupakan ikatan van de waals yang mudah lepas (ikatan bersidat spesifik) – Masing2 ligand punya reseptor yang berbeda • Kompleks ligand – reseptor – Mrupakan first messanger terhadap timbulnya reaksi perubahan dalam sel – Co : hormon LH yang di tangkap oleh reseptor LH yang ada di sel leydig • Second messanger – Zat yang timbul akibat kerja messanger 1 – Menimbulkan kerja di inti sel .

Molekul Messenger I. Hormones that bind to intracellular receptors       Androgens Mineralocorticoids       Calcitriol  Progestins       Estrogens Retinoic acid       Glucocorticoids Thyroid hormones (T3 &T4 ) II. The second messenger is cAMP Adrenocorticotropic hormone (ACTH) Corticotropin-releasing hormone Follicle-stimulating hormone (FSH) Luteinizing hormone (LH) Melanocyte-stimulating hormone (MSH) Parathyroid hormone (PTH) hormone (TSH) Antidiuretic hormone Calcitonin Glucagon Lipotropin (LPH) Somatostatin Thyroid-stimulating . Hormones that bind to cell surface receptors a.

B. The second messenger is Ca or PI  (or both)  Acetylcholine (muscarinic) α1-Adrenergic catecholamines Angiotensin II ADH (vasopressin) Cholecystokinin (CCK) Gastrin  GnRH Oxytocin PDGF Substance P TRH D. The second messenger is cGMP        Atrial Natriuretic Peptide (ANP)             Nitric oxide (NO)        B­type Natriuretic Peptide (BNP)          Carbonmonoxide (CO) C. The second messenger is a kinase or phosphatase cascade Epidermal Growth Factor (EGF) Erythropoietin (EPO) Fibroblast Growth Factor (FGF) Platelet-Derived Growth Factor (PDGF) Nerve Growth Factor (NGF) Insulin Prolactin Growth Hormone (GH) .

lalu diteruskan oleh second messenger di dalam sel. hanya informasi yang masuk ke dalam sel. Penerimaan signal  signal kimia / ligan berikatan dengan reseptor yang sesuai berupa protein pada permukaan membran plasma. 3. Transduksi  secara estafet pengaruhi protein di sitoplasma. . reseptor aktif ditandaai perubahan bentuk dan berinteraksi dengan molekul lain. 2. Respon  aktivitas sel pada sitoplasma  transkripsi pada nukleus • Ligan tidak masuk ke dalam sel.Transduksi Signal • Komunikasi antar sel untuk koordinasi aktivitas sel • Tahapan: 1.

.

NFkB Signaling Pathway 8. JAK/STAT Signaling Pathway 5. 12. 15. 11.Signal Transduction Pathways 1. Leptin Signaling Pathway 7. Hedgehog Signaling Pathway Wnt Signaling Pathway PI3K/AKT (Survival) Signaling Pathway ROS Signaling Pathway Hypoxia Signaling Pathway Hypertrophy Signaling Pathway Apoptosis . 14. Insulin Signaling Pathway 6. Adenylate Cyclase Signaling Pathway 2. MAPK Signaling Pathways 4. PI3K Signaling System 3. Notch/Delta Signaling Pathway 9. 13. 10.

1. Adenylate Cyclase Pathway .

PI-3K Signaling System .2.

MAPK Signaling Pathways .3.

4. JAK/STAT Signaling Pathway .

5. Insulin Signaling Pathway .

6. Leptin Signaling Pathway .

7. NFkB Signaling Pathway .

8. Notch/Delta Signaling Pathway .

Hedgehog Signaling Pathway .9.

10. Wnt Signaling Pathway .

PI3K/AKT (Survival) Signaling Pathway .11.

12. ROS Signaling Pathway .

13. Hypoxia Signaling Pathway .

14. Hypertrophy Signaling Pathway .

15. Apopstosis .

Sistem Endokrin .LO II.

Klasifikasi Hormon Hormon dapat diklasifikasikan melalui berbagai cara yaitu menurut komposisi kimia.Ca2+. sifat kelarutan.Golongan Eikosanoid yaitu dari asam arachidonat 3. Lipofilik : kelompok hormon yang dapat larut dalam lemak 2.Hormon yang berikatan dengan hormon dengan reseptor intraseluler 2.Golongan Steroid→turunan dari kolestrerol 2. Hidrofilik : kelompok hormon yang dapat larut dalam air • Berdasarkan lokasi reseptor hormon 1.cGMP. lokasi reseptor dan sifat sinyal yang mengantarai kerja hormon di dalam sel • Klasifikasi hormon berdasarkan senyawa kimia pembentuknya 1.GH.Katekolamin 4.Golongan derivat Asam Amino dengan molekul yang kecil →Thyroid.TSH • Berdasarkan sifat kelarutan molekul hormon 1.Hormon yang berikatan dengan reseptor permukaan sel (plasma membran) • Berdasarkan sifat sinyal yang mengantarai kerja hormon di dalam sel:kelompok Hormon yang menggunakan kelompok second messenger senyawa cAMP.Golongan Polipeptida/Protein →Insulin. .Glukagon.

.

mengaktifkan protein G • Di dalam membran sel target molekul Adenylate cyclase diaktifkan.Proses Pascareseptor : Hormon Hidrofilik • Kelenjar hormon mensekresikan hormon non-steroid • Cairan tubuh membawa hormon ke sel target • Hormon bergabung dengan respetor membran sel target. • Adenylate cyclase mengubah ATP menjadi cAMP • cAMP mengaktifkan protein kinase • Enzim-enzim ini mengaktifkan substrat protein di dalam sel yang mengubah proses metabolik • Perubahan selular menimbulkan efek dari hormon .

.

retinoids.terdapat di dalam sel . dll . hormon tiroid. yang besar 2.Untuk dapat menimbulkan respon. yang kecil . Reseptor permukaan sel .Contoh molekul sinyal: hormon steroid. vitamnin D. Reseptor intraseluler .untuk molekul signal hidrofobik. molekul sinyal ekstraseluler mengikat reseptor yang spesifik pada sel Ada 2 jenis reseptor 1.merupakan protein regulator yang mengaktifkan gen .untuk molekul sinyal hidrofilik.tersisip dalam membran plasma .

2 Jenis Reseptor pada Sel .

juga dapat mengikat enzim di dalam sel.Satu molekul signal mempunyai reseptor yang berbeda pada sel yang berbeda Contoh: Asetilkolin. enzim mengubah GTP menjadi cGMP untuk relaksasi otat . diikat oleh enzim guanil siklase di sel otot Selanjutnya. di sel otot muskel mengikat reseptor permukaan sel di sel otot jantung mengikat reseptor intraseluler Molekul sinyal yang hidrofobik dan kecil. selain dapat mengikat reseptor intraseluler. Misalnya: gas NO.

Transduksi sinyal pada tingkat sel Melalui: -Reseptor permukaan sel: * Ion channel-linked receptor * G protein-linked receptor * Enzyme-linked receptor -Reseptor intraseluler .

tanpa harus masuk ke dalam sel. Ada 3 klas reseptor permukaan sel: A. Reseptor yang mengikat ion kanal (Ionotropic Receptor) Sinyal + Reseptor Kanal terbuka Masuk dan keluarnya ion pengaruh yang bersifat elektris .Reseptor permukaan sel Molekul sinyal ekstraseluler menimbulkan perubahan pada reseptor.

B. Reseptor yang mengikat “GTP-binding Protein” (G-Protein) Sinyal/ligan + Reseptor mengikat G-protein aktifasi G-protein Aktifasi enzim Perubahan konsentrasi mediator intraseluler Aktifasi kanal ion Perubahan permeabilitas ion pada membran plasma .

yang berbeda di dalam sel . Reseptor yang mengikat enzim (Enzym-linked receptor) Sinyal/ligan + reseptor mengikat enzim Aktifasi unit katalitik dari bagian ujung reseptor.C.

lokal mediator. -strukturnya: protein transmembran yang membentuk 7 lipatan (seven-pass transmembrane protein) .Mengikat trimerik G-protein (GTP-binding protein) . seperti hormon.Proses “signaling” melalui reseptor yang mengikat G-protein -terbesar dari reseptor pemukaan sel -Ditemukan pada semua eukariota -Memperantarai respon dari banyak molekul sinyal. neurotransmitter.

.Dalam keadaan tidak ada stimulasi dari molekul sinyal: Reseptor dan G-protein tidak aktif  tidak ada kontak antar keduanya .Ketika ada molekul sinyal kontak antara reseptor dan G-protein  GDP pada subunit α diganti oleh GTP  terjadi disosiasi antara subunit α dan ßγ  subunit α dan ßγ menjadi aktif  mengatur aktifitas target protein di membran plasma Lamanya ikatan subunit-subunit tsb pada target protein menentukan kuat/lemahnya pengaruh molekul sinyal pada sel tsb. dan γ . ß.G-protein (“GTP-binding protein”) -Terdiri dari 3 sub unit: α.

G protein terikat reseptor C. Perubahan pada αsubunit menyebabkan GDP digantikan oleh GTP. Ketika signal ekstraseluler terikat dgn reseptor. reseptor dan G protein inaktif dan terpisah B.G protein-linked receptor A. terjadi perubahan konformasi pada reseptor. Ketika tidak ada stimulus. selanjutnya menyebabkan α- .

Kanal ion Contoh: Asetilkolin  menyebabkan disosiasi α dan ßγ aktif Mengikat kanal Kanal terbuka 2. Enzim yang terikat pada membran plasma a.Target molekul dari G-protein 1. Adenil siklase merubah ATP cAMP .

cAMP .cepat di sintesis dan di degradasi ATP sintesis Adenil siklase cAMP degradasi phophodiesterase AMP .molekul yang larut dalam air.molekul sinyal intraseluler yang berperan sebagai mediator sinyal . membawa sinyal dari membran dalam sitoplasma ke inti sel atau bagian lain di dalam sel .

Mekanisme transduksi sinyal yang diperantarai oleh cAMP sebagai meditor sinyal Protein kinase A inaktif cAMP Protein kinase A aktif .

3 grup G protein: .

sehingga setiap sel mempunyai respon yang berbeda Contoh: Adrenalin. di jantung: peningkatan frekuensi & kontraksi otot jantung di otot muskel: pemecahan glikogen di jaringan lemak: pemecahan lemak . tergantung tipe selnya.PKA aktif: •Mengaktifkan protein pengatur transkripsi gen. sehingga terjadi transkripsi gen tertentu •Memfosforilasi glykogen menjadi glukosa cAMP akan memfosforilasi substrat tertentu.

Inositol trifosfat (IP3). akan megaktifasi protein kinase C (PKC) untuk variasi respon . Fosfolipase C akan merubah Inositolfosfolipid menjadi: . berfungsi membuka kanal Ca 2+ pada membran Retikulum Endoplasma (RE).b. sehingga terjadi peningkatan konsentrasi ion Ca 2+ di sitoplasma.Diacylglycerin (DAG). .

Mekanisme transduksi sinyal yang diperantarai oleh Inositol Fosfolipid .

peningkatan konsentrasinya merupakan respon sel terhadap berbagai molekul signal.Ca 2+ -mempunyai peran yang penting dan universal di dalam sel . antara lain: * di sel telur: menginisiasi perkembangan embrio * di sel otot: menginduksi kontraksi otot * di sel saraf: menstimulasi sekresi neurotransmitter .

.

Reseptor yang mengikat enzim
-biasanya, molekul signal ekstraseluler yang diperantarainya berguna
untuk mendukung pertumbuhan dan pembelahan sel, diferensiasi sel
dan pertahan hidup  disebut sgb faktor pertumbuhan
Abnormalitas pada proses ”signaling” menggunakan reseptor tipe ini
gangguan pertumbuhan dan pembelahan sel  kanker

2 atau lebih untaian reseptor bergabung
membentuk dimer atau oligomer.
- Pada beberapa kasus, pengikatan ligan pada
reseptornya menginduksi oligomerisasi, pada kasus
lain oligomerisasi terjadi sebelum pengikatan ligan
ligan menyebabkan reorientasi untaian reseptor di
dalam membran

spt growth factor dan hormon .Receptor tyrosine kinases -Paling banyak jenisnya -Protein sinyal ekstraseluler yg bekerja melalui reseptor ini bervariasi.

retinoids. vitamnin D. dll .Reseptor intraseluler -merupakan protein regulator yang mengaktifkan ge .Contoh molekul sinyal: hormon steroid. hormon tiroid.

Disgenesis ovarium Akibat adanya mutasi pada reseptor FSH (Folicle Stimulating Hormone)  reseptor FSH inaktif ovarium tidak berkembang baik .“Androgen insensitivity syndrom” (AIS) Akibat adanya mutasi pada gen reseptor androgen (RA) reseptor androgen tidak berfungsi jaringan yang menjadi target hormon androgen (testis) tidak berfungsi hipogonadism 2.BEBERAPA KELAINAN AKIBAT ADANYA GANGGUAN DALAM TRANSDUKSI SINYAL PADA SEL • Akibat gangguan pada reseptor Contoh: 1.

HORMON ??? Zat yang dihasilkan oleh kelenjar buntu yang dapat mempengaruhi sel/jaringan/organ lain melalui suatu reseptor khusus. .

Pengaktifan gen sel yang menyebabkan pembentukan protein intrasel yang memulai fungsi tertentu 2.Mekanisme kerja hormon 1. Pengaktifan sistem AMP siklik sel menimbulkan fungsi tertentu .

Hubungan Antara Hipotalamus. dan Kel Endokrin .LO III. Hipofisis.

gonad) dan berbagai aktivitas fisiologi. Disekresi oleh neurohipofisis langsung ke sirkulasi sistemik .HIPOTALAMUS • Hipotalamus dan hipofsis merupakan satu axis yang berfungsi mengendalikan fungsi banyak kelenjar endokrin (tiroid. Disekresi ke hypophysial portal blood vessels 2. • Hipotalamus berfungsi mengatur pelepasan hormon-hormon hipofisis • Hormon hipotalamus dapat dibagi menjadi: 1. adrenal.

Pouch of Rathke kemudian menyatu dengan bagian lantai forebrain yang menonjol ke bawah membentuk hipofisis. .Sistem HIPOTALAMUSHIPOFISIS Potongan sagital: bagian atas dibatasi dari daerah     talamus oleh sulcus hypothalamicus. Hipofisis posterior berasal dari neural ectoderm forebrain. Hipofisis anterior berasal dari neural ectoderm atap stomadeum yang sebelum menjadi hipofisis anterior membentuk kantong (Pouch of Rathke). Penonjolan di daerah hipotalamus yang mengarah ke bawah disebut hipofisis.

HIPOTALAMUS dan KELENJAR PITUITARI nukleus hipotalamus hypothalamico Hypophysealis tract infundibulum Sistem portal adenohipofisis neurohipofisis .

Adenohipofisis (anterior) • Tipe sel:  Somatotrop (menghasilkan growth hormone)  Lactotrop (menghasilkan prolaktin)  Corticotrop (menghasilkan ACTH)  Tirotrop (menghasilkan TSH)  Gonadotrop (menghasilkan FSH dan LH) .Kelenjar hipofisis • Teletak di bawah batang otak/dasar tengkorak • Sebagai master gland karena mempunyai sasaran kelenjar lain • Diatur oleh SSP melalui hipotalamus • Berasal dari 2 jaringan terpisah : 1. Neurohipofisis (posterior) 2.

Hormon Tirotrofik  kelenjar tiroid b. Hormon ACTH  korteks adrenal (kortisol) c. Hormon Gonadotrofik gonade. FSH&LH : esterogen & progesteron .Adenohipofisis • • Berasal dari atap rongga mulut dalam perkembangannya/tidak langsung berhubungan dengan otak karena berasal dari stomadeum Hormon yang dilepaskan: a.

• Somatotrofin (hormon prtumbuhan)  melalui kartilago epifisealis pada tulang panjang • Prolaktin  kelenjar susu • Intertitial Cell Stimulating Hormone (ICSH) .

HIPOTALAMUS Tiroid Tubulus ginjal Kelenjar susu post antr Otot uterus Korteks adrenal HIPOFISIS Tulang Testis / ovari .

LO IV. Menjelaskan Hormon-Hormon Releasing Hipotalamus dan Hipofisis .

.Hipofisis • Kelenjar hipofisis disebut juga “master gland” karena mensekresikan beberapa hormon yang mengontrol sekresi kelenjar endokrin lainnya. tropin atau tropik adalah istilah bagi hormon yang mempengaruhi kelenjar endokrin lain.

1 macam tipe sel untuk setiap hormon yang dibentuk: .Adrenokortikotropin (ACTH) -Tirotrop.Prolaktin (PRL) .Thyroid.Somatotroph.human Growth Hormone (hGH)-Kortikotrop.Hipofisis Anterior Kelenjar hipofisis anterior (adenohipofisis) mensekresikan hormon yang mengontrol aktivitas tubuh.Gonadotropik hormon (LH dan FSH) -Laktotrop.Stimulating Hormone (TSH) -Gonadotrop. Pelepasan hormon hipofisis anterior distimulasi oleh homon pelepasan (releasing hormone) dan dihentikan oleh hormon penghambatan (inhibiting hormone) dari hipotalamus.

Merangsang sekresi kortisol oleh korteks adrenal.Merangsang sekresi hormon tiroksin dan triiodotironin oleh kel. Mempengaruhi metabolisme glukosa. tirotropin) .Hormon adenokortikotropik (ACTH) .Hipofisis Anterior 1. Thyroid-stimulating hormone (TSH.Hormon pertumbuhan (growth hormone [GH] atau somatotropin [STH]) .tiroid.Mengatur pertumbuhan tubuh secara keseluruhan dengan mempengaruhhi pembentukkan protein. mengontrol kecepatan sebagian reaksi kimia intraseluler di tubuh 3. protein dan lemak . pembelahan sel dan diferensiasi sel 2.

4. Prolaktin (PRL) .Wanita: ovulasi.Pria: produksi sperma 5. Luteinizing hormone (LH) .Pria: merangsang sel interstisium Leydig di testis-> mengeluarkan testosteron.Wanita: merangsang pertumbuhan dan perkembangan folikel ovarium. Folicle-stimulating hormone (FSH) . luteinisasi (korpus luteum pascaovulasi). Disebut juga ICSH 6. mengatur sekresi hormon estrogen dan progesteron .Meningkatkan perkembangan payudara . mendorong sekresi hormon estrogen oleh ovarium .

LH. 40%) menyerap pewarna asam.Adenohipofisis menurut reaksi pewarnaan Khromophob (50%)L agranuler tidak menyerap warna (menghasilkan ACTH) Khromofil: Asidofil (alfa. menghasilkan TSH. dan FSH . menghasilkan prolaktin Basofil (beta. 10%) menyerap pewarna basa.

oksitosin dibentuk dalam nukleus paraventrikel .Sel glia (pituisit) .ADH dibentuk dalam nukleus supra optik.Perluasan dari hipotalamus .Hipofisis posterior (neurohipofisis) tidak mensintesis hormon.Hipofisis Posterior . tetapi melakukan penyimpanan dan pelepasan 2 macam hormon. . yaitu oksitosin dan antidiuretik hormon (vassopressin).

Hipofisis Posterior
Oksitosin meningkat saat:
- Perangsangan reseptor raba yang terdapat di
sekitar
- Dilatasi serviks uteri saat persalinan
Efek:
- Kontraksi sel mioepitel duktus kelenjar->
ejeksi air susu dari sinus dan papilla
mammae
- Kontraksi miometrium uteri

Vasopresin
- Meningkatkan retensi H2O oleh ginjal
- kontraksi otot polos arteriol
Efek:
- Meningkatkan permeabilitas duktus koligens
nefron ginjal thd air dan urea-> reabsorpsi air
meningkat
- Memperlambat aliran darah di medulla ginjal->
mempertahankan osmolaritas
- Saat dosis tinggi, ADH meningkatkan tekanan
darah arteri

Hipotalamus
• Hipotalamus merupakan “master” kelenjar hipofisa,
daerah pada otak yang terletak di bawah talamus
yang merupakan penghubung antara sistem saraf
dan sistem endokrin, menerima input sinyal dari
sistem limbik, korteks serebral, talamus dan
Reticular Activating System (RAS).
• Hypothalamus->Releasing hormon (reseptor
:hipofisis)->hipofisis sekresikan hormon ke
pembuluh darah ->reseptor pada sel
target(K.Endokrin).

.

Menjelaskan Mekanisme Umpan Balik .LO V.

▫ Negative feedback memastikan bahwa : apabila sekresi kelenjar tiroid  diaktifkan oleh TSH  sekresi tersebut tidak akan berlangsung terus menerus  kadar hormon tiroid bebas yang beredar dalam darah sudah mencapai tingkat yang sesuai  sekresi tersebut dihentikan. • Negative feedback mempertahankan konsentrasi plasma suatu hormon dalam kadar tertentu.• Feedback terjadi jika keluaran suatu sistem melawan perubahan masukan. • Contoh fisiologis klasik negative feedback : kontrol sekresi hormon • Contoh hipofisis anterior mensekresi TSH  merangsang kelenjar tiroid  megeluarkan hormon tiroid menghambat sekresi lebih lanjut TSH oleh hipofisis anterior. Dengan demikian. efek suatu hormon tertentu dapat menyebabkan inhibisi sekresi hormon yang bersangkutan. .

.

• Kesimpulan : ▫ Wanita tsb kelebihan kortikosteroid yang mengakibatkan terkena Cushing Syndrome • Saran : ▫ Untuk mengatasi kelebihan kortikosteroid : kurangi dosis obat tersebut secara bertahap .

ASI. Saifuddin AB. 1999: 315 – 327. Rachimhadhi T. Colleen M. Imunological obstertries. Jakarta : EGC. New York: Thieme. . Fisiologi Manusia. Jakarta : EGC. • Keller MA. 27 ed. Ilmu Kebidanan. Edisi Ketiga. • Gannong. • Despopoulos A. 1999: 265. 1996. Jakarta: Penerbit Buku Kedokteran EGC.W. Dawn B. 2nd ed. 2003. Allan D. Mc Intryre SA. William. Rodwell. Biokimia Harper. • Soetjiningsih. Norton & Company. Faulk WP. Jakarta : EGC. Daryl K. • Guyton. Imunology of lactation In: Coulam CB. Jakarta: Yayasan Bina Pustaka Sarwono Prawirohardjo. London: W. Sibernagie S. 2006. 1996. Color atlas of physiology 5 th ed. Jakarta: EGC. • Marks. Smith. Marks. Granner. • Sherwood L..Daftar Pustaka • Wiknjosastro H. 22 nd ed. Jakarta: EGC. 1994. Victor W. Buku ajar fisiologi kedokteran edisi 7 bagian II. 1998: 315-327. Buku Ajar Fisiologi Kedokteran. 2008 • Murray. Robert K. Biokimia Kedokteran Dasar.