You are on page 1of 30

PERUNDANG –

UNDANGAN NASIONAL

APA ITU PERATURAN
PERUNDANGAN NASIONAL ?

UU No. 10 TH 2004 Tentang
Pembentukan Peraturan Perundang –
Undangan pada Bab I Ps.1 :
Peraturan Perundang-undangan adalah
peraturan tertulis yang dibentuk oleh
lembaga negara atau pejabat yang
berwewenang dan mengikat secara
umum.

Macam peraturan
perundangan ?
1.
2.

3.
4.
5.

UUD 1945
Undang – Undang / Peraturan
Pemerintah Pengganti Undang –
Undang (Perpu).
Peraturan Pemerintah (PP).
Peraturan Presiden.
Peraturan Daerah : Perda Provinsi,
Perda Kabupaten/kota, Peraturan Desa

2. Peraturan yang lebih tinggi mengesampingkan yang lebih rendah. . 6. dan dihapus oleh peraturan perundangan yang sederajat atau lebih tinggi. dicabut. 4. Setiap jenis peraturan materinya berbeda. Peraturan yang baru mengesampingkan yang lama. 7. 5. Peraturan yang bersifat khusus mengesampingkan yang bersifat umum. Dasar hukumnya selalu peraturan perundangan. Hanya peraturan tertentu yang dijadikan landasan yuridis Peraturan perundangan yang berlaku hanya dapat diubah.Prinsip peraturan pendandangan ? 1. 3.

2. Menjamin kepastian hukum warga negara. 3. 4. Melindungi / mengayomi hak – hak warga negara. Memberikan rasa keadilan warga negara. Menciptakan ketertiban dan ketenteraman .Pentingnya peraturan perundangan ? 1.

5. 4. 2. PROSES PENYIAPAN PROSES PENGAJUAN PROSES PEMBAHASAN PROSES PENETAPAN PROSES PENGESAHAN DAN PEMBERLAKUAN .Proses pebuatan peraturan perundangan ? 1. 3.

PROSES PENYIAPAN RUU .

PROSES PENGAJUAN RUU .

PROSES PEMBAHASAN RUU .

PROSES PENETAPAN RUU MENJADI UU  PENETAPAN RUU MENJADI UU DILAKUKAN OLEH DPR DALAM FORUM RAPAT PLENO DPR .

APABILA PRESIDEN DALAM JANGKA WAKTU 30 HARI SEJAK PERSETUJUAN BERSAMA TIDAK MENNANDATANGANI MAKA RUU SYAH MENJADI UU DAN SEGERA DI UNDANGKAN UNDANG – UNDANG YANG SUDAH DITETAPKAN OLEH DPR DISYAHKAN OLEH PRESIDEN DAN DIUNDANGKAN OLEH MENTERI SEKRETARIS NEGARA ATAS NEMA PRESIDEN. PENYERAHAN RUU YANG TELAH DISETUJUI TERSEBUT PALING LAMBAT 7 (TUJUH) HARI SEJAK TANGGAL PERSETUJUAN BERSAMA. . PRESIDEN MEMBUBUHKAN TANDA TANGAN PALING LAMBAT 30 HARI SEJAK RUU DISETUJUI BERSAMA.PROSES PENGESAHAN PEMEBERLAKUAN RUU MENJADI UU      RUU YANG TELAH DISETUJUI BERSAMA ANTARA DPR DAN PRESIDEN DISAMPAIKAN OLEH PIMPINAN DPR KEPADA PRESIDEN UNTUK DISYAHKAN MENJADI UNDANG – UNDANG.

Proses pembuatan uu .

PROSES PEMBUATAN PERATURAN DAERAH .

4. 2. 3. DIAJUKAN DENGAN SURAT PRESIDEN KEPADA PIMPINAN DEWAN PERWAKILAN RAKYAT UNTUK MELAKUKAN PEMBAHASAN PRESIDEN MENUGASI MENTERI UNTUK MEWAKILI PRESIDEN DPR MEMBAHAS RUU DALAM JANGKA WAKTU PALING LAMBAT 60 HARI SEJAK SURAT PRESIDEN DITERIMA UNTUK KEPENTINGAN PEMBAHASAN DI DPR MENTERI ATAU PIMPINAN PEMRAKARSA MEMPERBANYAK NASKAH DALAM JUMLAH YANG DIPERLUKAN .PROSES PEMBUATAN UU (RUU DARI PRESIDEN) 1.

PROSES PEMBUATAN UU (RUU DARI DPR) 1. 2. RUU YANG DISIAPKAN DENGAN SURAT PIMPINAN DPR DISAMPAIKAN KEPADA PRESIDEN PRESIDEN MENUGASI MENTERI YANG MEWAKILI UNTUK MEMBAHAS RACANGAN UU BERSAMA DPR PALING LAMBAT 60 HARI SEJAK HARI SURAT PIMPINAN DPR DITERIMA MENTERI MENGKOORDINASIKAN PERSIAPAN PEMBAHASAN DENGAN MENTERI YANG TUGAS DAN TANGGUNG JAWABNYA DIBIDANG PERATURAN PERUNDANG – UNDANGAN. SEKRETARIAT JENDRAL DPR MENYEBARLUASKAN RUU . 3. 4.

MENTAATI PERATURAN PERUNDANG – UNDANGAN NASIONAL .

SIAPA YANG HARUS MENTAATI PERATURAN PERUNDANGAN ?     SETIAP WARGA NEGARA SETIAP LEMBAGA NEGARA SETIAP LEMABAGA MASYARAKAT PEMERINTAH .

RUKUN DAN BAIK.MENGAPA PERLU MENTAATI PERATURAN PERUNDANGAN ?   HUKUM / PERATURAN PERUNDANGAN MEMILIKI KEKUATAN HUKUM YANG MEMAKSA MEWUJUDKAN KEHIDUPAN MASYARAKAT YANG HARMONIS. TERARUT. .

MELALUI PROSES PENYUSUNAN YANG BENAR SESUAI DENGAN PERATURAN) . DIBENTUK OLEH LEMBAGA YANG SAH MENURUT PERATURAN.KEKUATAN HUKUM BERLAKUNYA PERATURAN PERUNDANGAN ? 1.(TIDAK BERTENTANGAN DENGAN PERATURAN YANG LEBIH TINGGI. KEKUATAN BERLAKU SECARA YURIDIS YAITU PERATURAN PERUNDANGAN MEMPUNYAI KEKUATAN BERLAKU APABILA TELAH MEMENUHI SYARAT FORMAL.

2. 3. KEKUATAN BERLAKU SECARA SOSIOLOGIS YAITU APABILA PERATURAN PERUNDANGAN ITU DAPAT DITERIMA OLEH MASYARAKAT SEBAGAI HUKUM KEKUATAN BERLAKU SECARA FILOSOFIS YAITU APABILA ISI PERATURAN PERUNDANGAN ITU SESUAI DENGAN CITA – CITA HUKUM NILAI POSITIF YANG TINGGI .

.DIMANA SAJA HARUS MEMATUHI PERUNDANG – UNDANGAN NASIONAL ?     DALAM KELUARGA DI SEKOLAH DALAM MASYARAKAT KEHIDUPAN BERBANGSA DAN BERNEGARA.

MENGEMBANGKAN SIKAP MEMATUHI PERATURAN PERUNDANGAN ? USAHA NEGARA 1. 4. MENGADAKAN PENYULUHAN HUKUM MEMBERI SANKSI YANG TEGAS BAGI PELANGGAR HUKUM MENCIPTAKAN BERBAGAIM PRODUK HUKUM SESUAI DENGAN KEBUTUHAN MENCIPTAKAN SISTEM PERADILAN YANG ADIL. 3. 2. .

USAHA WARGA NEGARA / MASYARAKAT:  BERUSAHA MEMAHAMI PERATURAN YANG BERLAKU  SELALU BERHATI – HATI DALAM BERTINDAK (SESUAI DENGAN HUKUM)  TOKOH MASYARAKAT MENJADIKAN DIRINYA SEBAGAI TELADAN DALAM MEMATUHI PERATURAN  SETIAP WARGA NEGARA / WARGA MASYARAKAT WAJIB MEMAHAMI HAK DAN KEWAJIBANNYA .

UPAYA PEMBERANTASAN KORUPSI DI INDONESIA .

.APA ITU KORUPSI ? KORUPSI ADALAH TINDAK PIDANA YANG DILAKUKAN ORANG YANG SECARA SENGAJA MELAWAN HUKUM MELAKUKAN PERBUATAN MEMPERKAYA DIRI SENDIRI ATAUM ORANG LAIN SUATU KORPORASI DAPAT MERUGIKAN KEUANGAN NEGARA ATAU PEREKONOMIAN NEGARA.

6. 3. PERMUSUHAN. 2. NEGARA BANYAK HUTANG MEMPERKAYA KELOMPOK ORANG YANG DEKAT DENGAN MENGHABISKAN UANG NEGARA MENIMBULKAN KETIDAKADILAN DALAM HAL PENDAPATAN DAN KEKAYAAN MENCIPTAKAN RASA FRUSTASI. KERUSUHAN DAN TINDAK PERUSAKAN FASILITAS UMUM . KEMARHAN DAN DENDAM MENCIPTAKAN AKSI PENENTANGAN. KEKESALAN. 5. 4.AKIBAT KORUPSI ? 1.

CONTOH TINDAK PIDANA KORUPSI     KASUS PENYIMPANGAN DANA PEMILU OLEH PEJABAT KPU KASUS PEMBOBOLAN BANK INDONESIA KASUS KORUPSI PT. JAMSOSTEK KASUS KKORUPSI DI BULOG DLL .

3.UPAYA PEMBERANTASAN KORUPSI? 1. BUDI PEKERTI. 7. PENINGKATAN KETAQWAAN PENINGKATAN KUALITAS MORAL BANGSA MELALUI PENDIDIKAN MORAL. 2. DAN PENANAMAN NILAI – NILAI PANCASILA MENINGKATKAN KESEJAHTERAAN PEGAWAI PENEGAKAN HUKUM YANG TEGAS MENINGKATKAN PENGAWASAN PENGGUNAAN KEUANGAN NEGARA MENINGKATKAN KINERJA PARA PENEGAK HUKUM MEMBENTUK KOMISI PEMBERANTASAN KORUPSI (KPK) MENINGKATKAN FUNGSI BPK . 5. 8. 6. 4.

TIDAK SENANG. TERHADAP TINDAK PIDANA KORUPSI .SIKAP ANTI KORUPSI ?  SIKAP YANG TIDAK SETUJU.

INSTRUMEN ANTI KORUPSI ? 1. BPK MAHKAMAH AGUNG KPK KEPOLISIAN KUHP UU No. 2002 TTG. KOMISI PEMBERANTASAN TINDAK PIDANA KORUPSI DLL . PERUBAHAN ATAS UU No. 6. 5. 20 TH. 2001 TTG. 3. 2. 7. 30 TH. 31 TH. 31 TH 1999 UU No. 8. 1999 TENTANG PEMBERANTASAN TINDAK PIDANA KORUPSI UU No. 4.