You are on page 1of 31

Minggu

2

KUSTA

DEFINISI
• Penyakit kusta adalah penyakit menular,
kronis

yang

Mycobacterium

disebabkan
leprae

yang

kuman
bersifat

intraseluler obligat
• Mula-mula mengenai SS tepi, kulit, mukosa
mulut, traktus respiratorius atas, mata,
otot, tulang, testis & organ lain, kecuali SSP.

ETIOLOGI
Mycobacterium leprae
Basil gram positif, tahan asam, tahan alkohol
Ukuran 3 – 8 μm x 0,5 μm ( seperti cerutu )
Sifat parasit obligat intraseluler

KLASIFIKASI Klasifikasi WHO (1981) & modifikasi WHO (1988) Pausi-basilar (PB) Multi-basilar (MB) .

pada lesi kulit ditemukan  bercak keputihan . kelainan pada syaraf tepi berupa:  gangguan fg sensoris = mati rasa gangguan fg motoris= kelemahan otot .CIRI KHAS GEJALA KUSTA ( CARDINAL SIGN) 1. atau bercak kemerahan Serta disertai ada nya baal ( anaesthesi) pada daerah lesi 2.

Lanjutan…. 3.. ditemukankan bakteri tahan asam (BTA) pada kerokan jaringan kulit yang sakit (lesi) • Seseorang dinyatakan sebagai penderita kusta apabila di temukan satu atau lebih dari tanda –tanda di atas .

mandibular dan servikal menyebabkan kehilangan ekspresi wajah dan kegagalan mengatupkan bibir . fasialis Cabang temporal dan zigomatik menyebabkan lagoftalmus Cabang bukal.Gejala Kerusakan Saraf N.

N. Trigeminus Anestesia kulit wajah. kornea dan konjungtiva mata Atrofi otot tenar dan kedua otot lumbrikalis lateral .

N. serta ujung proksimal jari telunjuk Tangan gantung (wrist drop) Tak mampu ekstensi jari-jari atau pergelangan tangan . Radialis Anestesia dorsum manus.

N. telunjuk dan jari tengah Ibu jari kontraktur Atrofi otot tenar dan kedua otot lumbrikalis lateral . Medianus Anestesia pada ujung jari bagian anterior ibu jari. telunjuk dan jari tengah Tidak mampu aduksi ibu jari Clawing ibu jari.

N. Ulnaris: Anestesia pada ujung jari anterior kelingking dan jari manis Clawing kelingking dan jari manis Atrofi hipotenar dan otot interseus serta kedua otot lumbrikalis medial .

popliteal lateralis Anestesia tungkai bawah.N. bagian lateral dan dorsum pedis Kaku gantung (foot drop) Kelemahan otot peroneus .

tibialis posterior Anestesia telapak kaki Claw toes Paralisis otot intrinsik kaki dan kolaps arkus pedis .N.

nyeri. suhu • Tes otonom tes dengan pensil tinta (tes Gunawan) .Tes Fungsi Saraf : • Tes sensoris rasa raba.

Pemeriksaan Penunjang • Pemeriksaan bakterioskopik Sediaan kerokan jaringan kulit atau usapan dan kerokan mukosa hidung Jumlah tempat yang diambil untuk pemeriksaan rutin sebaiknya minimal 4-6 tempat. yaitu kedua cuping telinga bagian bawah dan 2-4 lesi lain yang paling aktif (yang paling eritematosa dan infiltratif) diwarnai dengan Ziehl-Neelsen. .

leprae • SIS rendah: sel Virchow atau lepra atau sel busa. .2. Skin test : tes lepromin(mitsubih&fernandez) 3. Pemeriksaan histopatologik • SIS yang tinggi: makrofag -> fagosit M.

4. Pemeriksaan PCR( Polimerase chain reaction) . Pemeriksaan serologik • Uji MLPA ( Mycobacterium Leprae Particle Aglutination) • Uji ELISA (Enzyme Linked Immunosorbent Assay) • ML dipstick test 5.

Indeks Morfologi (IM) Fungsi: • Untuk melihat keberhasilan terapi • Untuk melihat resistensi kuman BTA • Untuk melihat infeksiositas penyakit .

DIAGNOSIS BANDING .

Tujuan Terapi • Eradikasi infeksi • Mencegah komplikasi • Mengurangi morbiditas • Mencegah Penularan .

bakteriostatik) .Regimen Obat • Rifampisin (bakterisidal) • Dapsone (bakteriostatik) • Clofazimine (bakterisidal lemah.

Rifampisin • Bakterisid • Menghambat DNA.dependent RNA polymerase berikatan dengan subunit beta • ES : hepatotoksik dan nefrotoksik .

skin rash . nausea.Dapson Dapson = diamino difenil sulfon ◦ Bakteriostatik : menghambat pertumbuhan bakteri ◦ Antagonis kompetitif paraaminobezoic acid (PABA) inhibisi sintesis asam folat ◦ ES : anemia hemolitik. cephalgia. dan vertigo . vomit. anoreksia.

nyeri lambung. .Clopazimin • Bakteriostatik dan dapat menekan reaksi kusta Menghambat siklus sel dan transpor dari NA/KATPase • ES : warna kulit ungu kehitaman. diare.

Obat Lain • Sulfas Ferrous untuk anemia berat • Vitamin A untuk kulit kering dan bersisik • Ofloxacin dan Minosiklin pilihan terapi bila ada intoleransi 3 regimen obat utama. .

.PB dengan Lesi Tunggal - PB dengan lesi tunggal ROM (Rifampicin Ofloxacin Minocyclin) • Pemberian obat sekali saja langsung RFT (Release FromTreatment) • Obat diminum di depan petugas • Anak-anak Ibu hamil tidak di berikan ROM.

PENATALAKSAAN • PB dengan lesi 2 – 5 • Lama pengobatan 6-9bulan Release from treatment • Masa pengamatan setelah RFT secara pasif untuk tipe PB selama 2 tahun .

.• MB dengan lesi > 5 • Lama pengobatan ini selama 12-18 bulan Realease From Treatment • Masa pengamatan setelah RFT secara pasif untuk tipe MB selama 5 tahun.

• Untuk anak < 5tahun • Dosis sesuai berat badan : • Rifampisin : 10-l5mg/kgBB • DDS : 1-2 mg/kg BB • Clofazimine : 1 mg/kgBB .

PROGNOSIS Bergantung pada: • Seberapa luas lesi • Tingkat stadium penyakit • Kepatuhan pasien terhadap pengobatan • Pasien dapat mengalami kelumpuhan (cacat) • Kualitas hidup pasien menurun • Kematian .

TERIMA KASIH .