You are on page 1of 37

EVAKUASI &

TRANSPORTASI
MEDIS

Oleh :
Ns. Erwin Lestio, S.Kep

Suatu tindakan untuk memindahkan


pasien/korban dari tempat
kejadian ketempat yang memungkinkan
mendapatkan pertolongan yang lebih baik
Persyaratannya adalah penderita dalam
keadaan stabil

Stabilisasi adalah suatu tindakan yang


ditujukan untuk :
Membuat pernafasan menjadi lebih
teratur
Membuat nadi lebih teratur
Jika ada perdarahan, upaya
menghentikan perdarahan.
jika ada fraktur dilakukan fiksasi

Tindakan untuk membuat pernafasan


teratur, dengan melakukan manajemen
airwaycontrol / pembebasan jalan nafas.
Tindakan ini dapat dilakukan tanpa alat
misalkan dengan manuver headtilth, chinlift
atau jauwthrust dapat pula menggunakan
alat dengan memasang OPA atau ETT
Bila didapatkan ada gangguan pernafasan
perlumelakukan manajemen breathing,
dengan memberikan bantuan ventilasi.

sedangkan untuk manajemen sirkulasi bila


didapakan nadi tidak teratur, misalkan
terjadi tanda - tanda syok dapat melakukan
tindakan resusitasi.

Bila terjadi perdarahan diupayakan


segera menghentikan Perdarahan
1. Penekanan dengan jari tangan ditempat
yang berdarah / pada titik penekanan
pada arteri.
2. Dengan balut tekan pada tempat yang
luka / berdarah.
3. Pemasangan tourniquet

Bila didapatkan tanda tanda fraktur


segera lakukan fiksasi dengan
pembidaian
Mengenal tanda dini pada fraktur :
1. Ada jejas didaerah yang diperkirakan
fraktur.
2. Rasanya nyeri / sakit bila digerakan /
ditekan / ditekan.
3. Ada perubahan bentuk.
4. Kadang kadang ada pembengkakan /
edema.

TRANSPORTASI
TRANSPORTASI
Pemindahan pasien pasien dari tempat
kejadian ketempat yang memungkinkan
mendapatkan pertolongan yang lebih baik
Persyaratannya adalah penderita dalam
keadaan stabil
Syarat ; - Keadaannya stabil
- Jalan nafas dijamin
terbuka/bebas
- Monitor (pengawasan ketat) dari
- Pernafasan dan nadi

ALAT TRANSPORTASI
1.
2.
3.

Manusia
Binatang
Peralatan modern seperti angkutan
umum, angkutan pribadi atau
pesawat helly serta angkutan khusus
dengan ambulan

Ambulan adalah kendaraan yang


dirancang, di awaki, dilengkapi dengan
Sarana & prasarana rumah sakit sehingga
mampu menolong orang sakit maupun
Trauma.

Syarat :
1.Pada saat pengambilan pasien
kecepatannya 60 80 km / jam di jalan
tol dan dijalan biasa 40 60 km / jam.
2. Lampu rotary dan sirene dinyalakan
3. Pada saat kembali / membawa pasien,
kecepatan 40 60 km / jam di jalan tol
dan 50 60 km / jam dijalan biasa,
lampu rotary dinyalakan dan sirene
dimatikan.
4. Perawat pendamping pasien selalu
berada disamping pasien dengan
memonitor keadaan pasien.
5. Bila memungkinkan adakan kominikasi
dengan tempat tujuan / pusat komunikasi
pelayanan gawat darurat.

PENGANGKATAN
DAN PEMINDAHAN PENDERITA

I.

Mekanika tubuh pada saat


pengangkatan
Tulang yang paling kuat ditubuh manusia
adalah tulang panjang, dan yang paling
kuat diantaranya adalah tulang paha
( femur ). Otot otot yang ber - aksi pada
tulang tulang tersebut juga paling kuat.
Angkatlah dengan paha, bukan dengan punggung

Posisi penolong pada waktu


berjalan sambil membawa
tandu yang berisi korban

Mekanika tubuh

Definisi:
Penggunaan tubuh dengan
benar untuk memfasilitasi
pengangkatan & pemindahan
korban untuk mencegah
terjadinya cedera pada si
penolong

Mekanika tubuh

II. Aturan dasar pengangkatan


untuk mencegah cedera

Rencanakan gerakan
Gunakan kaki, bukan punggung
Bawa beban sedekat mungkin
dengan tubuh
Atur gerakan sebagai satu
kesatuan
Kurangi beban atau jarak
Reposisi dan pentahapan

III. PADUAN UNTUK MEMINDAHKANPENDERITA.

Pemindahan penderita dapat secara :


a. Emergensi / darurat
b. Non Emergensi / tidak darurat
Apapun cara pemindahan penderita,selalu
ingat kemungkinan patah tulang leher
( servikal ) bila penderita trauma.

Pemindahan darurat

Lakukan pemindahan darurat bila ada bahaya yang


segera mengancam korban
Keadaan yang membutuhkan pemindahan darurat
antara lain:
Kebakaran atau ancaman kebakaran
Ledakan atau ancaman ledakan
Mendapatkan akses kekorban yang butuh
perawatan
Bila perawatan untuk menyelamatkan jiwa korban
tidak dapat diberikan karena lokasi atau posisi
korban
Tidak mampu melindungi korban dari bahaya:
Bangunan tidak stabil
Kendaraan akan terguling
Amukan massa
HazMat
Tumpahan bahan bakar
Cuaca ekstrim

1.

Pemindahan emergensi

a.

Tarikan baju.
Kedua tangan penderita harus diikat
untuk mencegah naik kearah kepala
waktu baju ditarik. Bila tidak sempat
masukkan kedua tangan dalam
celananya dendiri.

b.

Tarikan selimut
Penderita ditaruh dalam selimut, yang
kemudianditarik.

c. Tarikan lengan
Dari belakang penderita, kedua lengan
penolong masuk dibawah ketiak
penderita, memegang kedua lengan
bawah penderita.
d. Ektrasi cepat.
Dilakukan pada penderita dalam
kendaraan yang harus dikeluarkan
secara cepat.

2. Perpindahan non emergensi


a. Pengangkatan dan pemindahan
secara langsung. Oleh 2 atau 3
Oleh 2 atau 3 petugas. Harus diingat
bahwa cara ini tidak boleh dilakukan
bila ada kemungkinan fraktur
servikal. Prinsip pengangkatan tetap
harus diindahkan
b. Pemindahan dan pengangkatan
memakai seperei. Sering dilakukan
di rumah sakit. Juga tidak boleh
dilakukan bila ada dugaan fraktur
servikal.

IV. PERLENGKAPAN UNTUK


PEMINDAHAN PENDERITA
1.
2.
3.
4.

Brankar ( wheeled stretcher )


Tandu skop ( scoop dtrecher,
orthopaedic stretcher )
Long spine board
Short spine board dan KED
( Kendrick extrication device )

Macam-macam pemindahan
darurat

Tarikan baju

Tarikan selimut

Tarikan bahu

Tarikan webbing

Mendukung

Tarikan firefighter

Macam-macam pemindahan
darurat

Seat carry

Firefighter carry

Menggendong

Memapah

Pemindahan tidak darurat


Direct ground lift

Pemindahan tidak darurat

Pemindahan tidak darurat


Angkatan ekstrimitas

Memposisikan korban

Korban menunjukan tanda-tanda syok

Korban dengan masalah pernapasan


Dudukan dengan nyaman
Korban dengan nyeri perut

Korban sadar, mual atau muntah


Dudukan dengan nyaman
Korban trauma dan dicurigai cedera tulang
punggung
Terlentangkan diatas spinal board
Korban tidak sadar dan tidak menunjukan adanya
kontra indikasi

Alat untuk membawa korban

Menyiapkan collar neck

Pemasangan Collar neck


Korban duduk

Korban terlentang

Memasang korban diatas


spinal board

Mengeluarkan korban dari


kendaraan-1

Mengeluarkan korban dari


kendaraan-2

Melepas helmet1

Melepas helmet2

SELESAI
TERIMAKASIH

Semoga bermanfaat