You are on page 1of 26

Bodi eko Febrianto

102011166

Bagian-Bagian Saluran
Pencernaan

Mulut
Faring
Esofagus
Gaster
Intestinal

Anatomi

Cavum Oris

Merupakan sebuah rongga yang


dibatasi bibir, pipi, palatum, lidah
pada bagian dasar dan bersambung
dengan faring pada bagian posterior.
Bagian dalam mulut dilapisi oleh
selaput lendir & sel-sel epitel.
Pada cavum oris terdapat gigi, lidah
& kelenjar saliva.
4

Faring

Berbentuk kerucut terdiri dari muskulo


membranosa dan tersambung dengan
esofagus dan trakhea.
Terbagi menjadi pars nasalis, pars oralis
dan pars laringeal.
Faring laringeal adalah bagian tererndah
yang terdapat pada posterior.
Terdapat 7 lubang yaitu 2 lubang hidung,
mulut, 2 tuba eustakhius, laring dan
esofagus.
5

Struktur Faring

Tersusun atas lapisan mukosa, fibrosa


dan otot.
Otot utama adalah otot konstriktor
yang berkontraksi pada saat
makanan masuk ke faring dan
mendorongnya ke esogfagus.
6

Esofagus

Merupakan tabung berotot dengan


panjang 20-25 cm.
Dimulai dari faring, thorax,
menembus diafragma dan masuk ke
dalam abdomen bersambung dengan
lambung.
Terletak di belakang trakhea di depan
vertebra.
7

Esophagus
Gaster

Struktur Esofagus
Terdiri dari 4 lapisan :
Jaringan ikat yang longgar
2 lapis otot : sirkuler & longitudinal
Lapisan sub mukosa
mukosa
9

Gaster (lambung)

Terletak di daerah epigastrik dan


sebagian di sebelah kiri hipokondrik
dan umbilikal.
Bagian atas disebut fundus dan
bagian bawah disebut antrum pilorik.
Berhubungan dengan esofagus
melalui spinkter kardia dan
duodenum melalui spinkter pilorik.
10

Struktur Lambung

Lapisan peritoneal yang merupakan lapisan serosa


Lapisan otot
Lapisan longitudinal yg bersambung dgn esofagus
Lapisan sirkuler yg paling tebal dan terletak di pilorik
membentuk spinkter.
Lapisan obliq yg terdapat pada bagian fundus dan
berjalan mulai dari orifisium kardiak, membelok ke
bawah melalui kurvatura minor.
Lapisan sub mukosa terdiri dari jaringan areolar yg
banyak mengandung pembuluh darah dan limfe.
Lapisan mukosa berbentuk rugae (kerutan), dilapisi
epitelium silindris yg mensekresi mukus.
11

Kelenjar Pada Lambung

Glandula cardiacae
Menghasilkan mukus
Glandula gastricae
Menghasilkan pepsin dan asam
lambung (HCl)
Glandula pyloricae
Menghasilkan hormon
12

Pencernaan Pada Lambung

Terjadi gerakan pada lambung yg


berfungsi mencampur makanan dgn
sekret lambung & mengosongkan
makanan.
Makanan bercampur dgn sekret
lambung menjadi chyme.
Sekresi lambung : mukus, asam
lambung, tripsin, lipase, amilase
&
13

Usus Halus

Merupakan lanjutan lambung yang


terbentang mulai pilorik sampai
ileosaekal dengan panjang + 7 m.
Menempati sebagian besar rongga
abdomen terletak di bawah lambung dan
hati.
Terdapat ductus choledocus dan ductus
pancreaticus.
Terdiri dari duodenum, jejunum dan ileum
14

Struktur Usus Halus

Lapisan mukosa
Sangat luas karena terdapat lipatan2 mukosa
dan vili serta mikrovili yang memudahkan
terjadinya absorpsi.
Lapisan sub mukosa
Terdiri dari anyaman pembuluh darah dan saraf
(pleksus sub mukosa meissner)
Lapisan otot
Terdiri dari lapisan otot longitudinal dan sirkuler.
Lapisan serosa
15

Pencernaan Pada Usus Halus

Bolus makanan dari lambung sangat


asam, dinetralkan oleh enzim pankreas
(proteolistik, lipase, amilase, ion
bikarbonat & air)
Terjadi emulsi lemak oleh garam empedu
untuk memudahkan absorpsi lemak.
Nutrient diabsorpsi melalui mikrovili.
Bolus bergerak karena gerakan
segmental dan peristaltik.
16

Usus Besar (Colon)

Merupakan lanjutan usus halus


berbentuk U terbalik terdiri dari
appendiks vermiformis, colon
asendens, colon trasversum, colon
desendens, colon sigmoid dan
rectum.
Panjangnya sekitar 140 cm mulai dari
valvula ileosaekal sampai anus.
17

Sekresi Lambung
Mukosa lambung mempunyai dua tipe kelenjar
tubular yang penting, yaitu kelenjar Oksintik
(disebut juga kelenjar gastrik) dan kelenjar
pilorik. Kelenjar oksintik menyekresi asam
hidroklorida, pepsinogen, faktor intrinsik, dan
mukus. Kelenjar pilorik terutama menyekresi
mukus untuk melindungi mukosa pilorus dari
asam lambung. Kelenjar pilorik juga
18
menyekresi hormon gastrin

Pengaturan Sekresi
Lambung

Fase Sefalik
Fase ini dimulai saat makanan belum masuk
ke lambung, misalnya saat kita melihat,
mencium, memikirkan, atau mengecap
makanan
Fase Gastrik
Fase ini dimulai saat makanan mencapai
antrum pilorus. Distensi antrum juga
19
menyebabkan terjadinya rangsangan

Pengaturan Sekresi
Lambung

Fase Intestinal
Fase ini dimulai dari gerakan pengosongan
lambung (kimus) ke duodenum. Dalam
makanan ada protein yang sebagian dicerna
oleh duodenum ini melibatkan pelepasan
gastrin usus

20

Pencernaan Karbohidrat

Di dalam mulut, zat tepung dicerna oleh amilase saliva


Di dalam usus halus, -amilase saliva dan
pankreas. hasil akhir pencernaan -amilase
adalah oligosakarida : maltosa (disakarida),
maltitriosa (trisakarida ) ; beberapa polimer
yang sedikit lebih besar dengan glukosa pada
ikatan1:4, dan -dekstrin, yaitu polimer
molekul glukosa yang terdiri atas rata-rata
21

Pencernaan Protein
Pencernaan protein dimulai di dalam
lambung, di situ pepsin menguraikan
beberapa ikatan peptida. Pepsin
menghidrolisis ikatanikatan antara asam
aminoromatik seperti fenillalanin atau tirosin
dan asam amino kedua, sehingga hasil
pencernaan peptik adalah berbagai
polipeptida dengan ukuran yang sangat
berbeda
22

Pencernaan Protein
Di usus halus, polipeptida yang terbentuk
melalui pencernaan di lambung dicerna lebih
lanjut oleh enzim-enzim proteolitik kuat yang
berasal dari pankreas dan mukosa usus
halus. Jadi pencernaan akhir terhadap asam
amino terjadi di 3 tempat :lumen usus halus,
brush border, dan sitoplasma sel-sel mukosa
23

Pencernaan Lemak
Kebanyakan pencernaan lemak mulai di
duodenum, dengan melibatkan salah satu
enzim terpenting, yaitu lipase
pankreas.Kebanyakankolesterol makanan
berbentukester kolesteril, dan ester
kolesteril hidrolase menghidrolisis ester-ester
ini di dalam lumen usus halus.Lemak
diemulsifikasi dengan halus didalam usus
halus oleh kerja garam empedu,lesitin, dan
24

Pencernaan Lemak
Pembentukan misel selanjutnya melarutkan
lipid dan memungkinkan mekanisme untuk
transpornya ke enterosit. Jadi, misel bergerak
ke konsentrasi yang lebih rendah melalui
lapisan statiske brush border sel-sel mukosa.
Lipid berdifusi keluar dari misel, dan suatu
larutan cair jenuh lipid dipertahankan
kontaknya dengan brush border sel-sel
mukosa.
25

Byebye.

26