You are on page 1of 21

H

A
D
E
B
P
E
ASK
JANTUNG

KELOMPOK 8

A. PENGERTIAN BEDAH JANTUNG


Bedah jantung adalah usaha atau operasi
yang dikerjakan untuk melakukan koreksi
kelainan anatomi atau fungsi jantung.

OPERASI JANTUNG
TERBUKA

BEDAH JANTUNG
OPERASI JANTUNG
TERTUTUP

merupakan
tindakan
operasi yang dijalankan
dengan
membuka
rongga jantung dengan
memakai bantuan mesin
jantung paru (mesin
extra corporal).

merupakan tindakan
operasi yang dijalankan
tanpa membuka rongga
jantung misalnya ligasi
PDA.

Mesin Jantung
Paru pada
tindakan
operasi jantung
terbuka :

B. TUJUAN OPERASI JANTUNG


1. Koreksi total dari kelainan anatomi yang ada
2. Operasi paliatif
3. Repair
4. Replacement katup
5. Bypass coroner
6. Pemasangan inplant
7. Transplantasi jantung

Patofisiologi Bedah Jantung


1.
2.
3.
4.
5.

Kardiomiopati
Hipoksia
Iskemia
Fungsi ventrikel menurun
Kontraksi miokardium menurun

N
A
A
N
A
S
K
P E N ATAL A
G
N
U
T
N
A
J
BEDAH

1. Pintasan Jantung Paru


Prosedur ini merupakan
alat
mekanis
untuk
sirkulasi dan oksigenasi
darah ke seluruh tubuh
pada saat memintas
jantung dan paru.

2. Jantung Buatan
Jantung buatan
adalah protesis untuk
menggantikan fungsi
jantung biologis.

3. Transplantasi Jantung
Transplantasi jantung adalah
penggantian jantung berpenyakit atau
rusak dengan yang sehat dari donor
yang mati otak tetapi tetap hidup
dibantu mesin. Transplantasi jantung
dianggap sebagai usaha terakhir untuk
mengatasi untuk mengatasi penyakit
jantung tahap akhir yang refrakter
terhadap pengobatankonvensional dan
pembedahan.

4. Eksisi Tumor
Bedah eksisi adalah
salah satu cara tindakan
bedah yaitu membuang
jaringan (tumor) dengan
cara memotong

5. Coronary Artery Bypass


Graft (CABG)/ Tandur Bypass
Arteri Koroner (TBAK)
CABG atau TBAK adalah
prosedur bedah untuk membuat
pembuluh darah baru yang
melintasi pembuluh darah
jantung yang menyempit dengan
menggunakan pembuluh darah
dari bagian tubuh lain.

Komplikasi Potensial
Bedah Jantung

1. Komplikasi jantung : gagal jantung kongestif, infark miokardium, henti


jantung. disritmia.
2. Komplikasi paru: edema paru, emboli paru. efusi pleura, pneumo atau
hematotoraks, gagal napas. sindrom distres napas dewasa
3. Perdarahan
4. Komplikasi neurologis: cedera serebrovaskuler, emboli udara
5. Nyeri
6. Gagal ginjal, akut atau kronis
7. Ketidakseimbangan elektrolit
8. Gagal hati
9. Koagulopati
10.Infeksi, sepsis

PERSIAPAN PENDERITA
PRABEDAH

1. Persiapan Darah
Untuk Operasi

2. Persiapan Mental

4. Mencari Infeksi
Fokal

5. Fisioterapi Dada

3. Persiapan Medical

6. Perawatan sebelum
operasi

G
N
U
T
N
A
J
H
A
D
E
B
P
E
ASK

Pengkajian
a. Pasien terus-menerus dikaji mengenai adanya
indikasi ancaman komplikasi.
b. Penurunan Curah Jantung.
c. Gangguan pertukaran gas.
d. Gangguan keseimbangan cairan dan elektrolit
e. Gangguan Peredaran Darah Otak.

Diagnosa Keperawatan
1) Menurunnya curah jantung berhubungan dengan kehilangan darah dan fungsi jantung
yang terganggu.
2) Risiko gangguan pertukaran gas berhubungan dengan trauma akibat pembedahan dada
ekstensif
3) Risiko kekurangan volume cairan dan keseirnbangan elektrolit berhubungan dengan
berkurangan volume darah yang beredar
4) Risiko gangguan persepsi-penginderaan berhubungan dengan penginderaan yang
berlebihan (suasana ruangan asuhan kritis, pengalaman pembedahan)

5) Nyeri berhubungan dengan trauma operasi dan iritasi akibat selang dada
6) Risiko perubahan perfusi jaringan berhubungan dengan stasis vena, embolisasi.
penyakit aterosklerosis yang mendasarinya. efek vasopresor, atau rnasalah
pembekuan darah.
7) Risiko perubahan perfusi ginjal berhubungan dengan penurunan curah jantung,
hemolisis, atau terapi obat vasopresor
8) Risiko hipertermia berhubungan dengan infeksi atau sindrorn pasca
perikardiotomi
9) Kurang pengetahuan mengenai aktivitas perawatan diri

Perencanaan dan Implementasi


Tujuan utama meliputi restorasi curali jantung, pertukaran gas yang
adekuat, pemeliharaan keseimbangan cairan dan elektrolit. berkurangnya
gejala penginderaan yang berlebihan. penghilangan nyeri, usaha untuk
beristirahat, pemeliharaan perfusi jaringan yang memadai, pemeliharaan
perfusi ginjal yang memadai, pemeliharaan suhu tubuh normal,
mempelajari aktivitas perawatan diri. dan tidak adanya komplikasi.

Intervensi Keperawatan
a. Menjaga Curah Jantung
b. Disritmia
c. Promosi Pertukaran Gas yang Memadai
d. Menjaga Keseimbangan Cairan dan Elektrolit