You are on page 1of 21

Kemiskinan

Provinsi Jawa Tengah

2013

Oleh
SITI SARAH
12020115120021

ALANA OCTAVIOLA
M
12020115130110

NOVA KHOLIFATUL
A
12020115120038

NOBEL SUDRAJAD
12020115140090

INDAH KUSUMA A
12020115130075

NURUL INAYAH
12020115140139

SRI WAHYU M
12020115130076

HIGHLIGHT

Jumlah
Jumlah
Pendud
Pendud
uk
uk

Jumlah
Jumlah
Pendud
Pendud
uk
uk
Miskin
Miskin

Garis
Garis
Kemiski
Kemiski
nan
nan

Rasio
Rasio
Gini
Gini

Sekilas Tentang Kemiskinan
Kemiskinan
dipandang sebagai
ketidakmampuan
dari sisi ekonomi
untuk memenuhi
kebutuhan dasar
makanan dan
bukan makanan,
yang diukur dari
sisi pengeluaran.

Jumlah Penduduk Jawa Tengah
2006-2013
33270207

33264339

2012

2013

32864563

32643612

32626390

32382657

32380279

32177730

2006

2007

2008

2009

2010

2011

Penduduk Jawa Tengah Tahun 2013
Kota Tegal
Kota Pekalongan
Kota Semarang
Kota Salatiga
Kota Surakarta
Kota Magelang
Brebes
Tegal
Pemalang
Pekalongan
Batang
Kendal
Temanggung
Semarang
Demak
Jepara
Kudus
Pati
Rembang
Blora
Grobogan
Sragen
Karanganyar
Wonogiri
Sukoharjo
Klaten
Boyolali
Magelang
Wonosobo
Purworejo
Kebumen
Banjarnegara
Purbalingga
Banyumas
Cilacap

243860
290870
1644800
178594
507825
119935
1764648
1415009
1279596
861082
729616
926812
731911
974092
1094472
1153213
810810
1218016
608903
844444
1336304
871989
840171
942377
849506
1148994
951817
1221681
769318
705483
1176722
889921
879880

Dengan jumlah
penduduk yang
sebanyak 33.264.339
jiwa di tahun 2013
14, 44% diantaranya
merupakan penduduk
miskin
Sumber : bps.go.id

1605579
1676089

Kurva condong ke
kanan karena
Modus<Median<Mea
n

Data menyebar di
sekitar garis
diagonal dan
mengikuti arah
garis diagonal,
data tersebut
dapat dikatakan
normal
(memenuhi
asumsi
normalitas)

GARIS KEMISKINAN

Garis kemiskinan merupakan penjumlahan dari Garis Kemiskinan
Makanan (GKM) dan Garis Kemiskinan Non Makanan (GKNM).
Penduduk yang memiliki rata-rata pengeluaran perkapita
dibawah Garis Kemiskinan dikateorikan sebagai penduduk miskin.

Garis Kemiskinan Jawa Tengah
300000

250000

200000

150000

100000

50000

0
2003

2004

2005

2006

2007

2008

2009

2010

2011

2012

2013

Garis Kemiskinan (Rp/kapita/bulan) Menurut Kabupaten/Kota Provinsi Jawa Tengah Tahun 2013
450000
400000
350000
300000
250000
200000
150000
100000
50000
0

Kurva condong ke
kanan karena
Modus<Median<Mea
n

Data menyebar di
sekitar garis
diagonal dan
mengikuti arah
garis diagonal,
data tersebut
dapat dikatakan
normal
(memenuhi
asumsi
normalitas)

Jumlah Penduduk Miskin
Jawa Tengah
8000

7000

6000

5000

4000

3000

2000

1000

0
2003

2004

2005

2006

2007

2008

2009

2010

2011

2012

2013

Jumlah Penduduk Miskin Menurut Kabupaten/Kota Provinsi
Jawa Tengah Tahun 2013
400000

367900

350000
296800
300000
255700
251100
250000
200000
150000
100000

181100

246800

170100 179500

199000

172500
157900
149800
139000
126500 132200
123800
117700
116500
114400
109000
106900
91100
87500
84100
70100

50000
0

166800

171000

128000

83200

86700
59700
24100
910
510 11500

PENDUDUK
MISKIN
Diketahui, kota Magelang merupakan wilayah dengan
tingkat kemiskinan yang rendah jika dibandingkan dengan
kabupaten/kota yang lain. Dengan jumlah penduduk sekitar
119.935 jiwa, hanya 510 jiwa penduduk yang tercatat
sebagai penduduk miskin.

Sedangkan Kabupaten Brebes, tercatat sebagai wilayah
dengan tingkat kemiskinan yang tinggi, dengan jumlah
penduduk sebanyak 1.764.648 jiwa, 367.900 jiwa penduduk
yang tinggal merupakan penduduk miskin.

Kurva condong ke
kanan karena
Modus<Median<Mea
n

Data menyebar di
sekitar garis
diagonal dan
mengikuti arah
garis diagonal,
data tersebut
dapat dikatakan
normal
(memenuhi
asumsi
normalitas)

Persentase Penduduk Miskin Menurut Kabupaten/ Kota Provinsi Jawa Tengah Tahun 2013
25.00
20.53
20.00 18.44

21.32

22.08
19.27

15.44

15.24
15.00

13.27

14.02
13.58

12.42
9.23

10.00

10.58
8.51

8.26
6.40
5.25

5.00
0.79
0.00

14.44

13.51

0.60 0.670.43

0.690.640.630.900.560.37 0.67

0.540.52

0.890.430.51

0.39

KOEFISIEN GINI
Koefisien gini merupakan suatu ukuran kemerataan yang dihitung
dengan membandingkan luas antara diagonal dan kurva Lorenz.
Kegunaannya untuk mengukur derajat ketidakmerataan distribusi
penduduk.
Ratio gini bernilai antara 0 sampai dengan 1. nilai 1 menunjukkan
perfectly inequal dimana seluruh penduduk menempati suatu lokasi di
suatu negara dan tidak ada penduduk di lokasi lainnya, sedangkan nilai 0
menunjukkan perfectly equal, yaitu penduduk didistribusikan secara
sempurna diseluruh wilayah di suatu negara. Jadi semakin besar nilai
rasio koefisien gini, semakin besar ketidak merataan antara distribusi
penduduk dan jumlah lokasi, yang akhirnya menyebabkan ketimpangan

Gini Rasio Kabupaten/Kota Jawa Tengah 2013
0.37
0.36

0.4

0.39

0.32

0.34
0.34
0.34
0.31

0.41

0.35
0.34
0.34
0.34
0.34
0.33

0.37
0.35 0.35
0.33
0.32
0.32
0.32
0.31

0.34
0.34
0.33
0.33
0.32
0.32
0.31
0.3
0.3
0.27

0.24

Tercatat bahwa wilayah dengan ketimpangan
tertinggi adalah Kabupaten Blora, dengan
ketimpangan sebesar 0.41, dan wilayah di
jawa tengah dengan ketimpangan terendah
adalah Kabupaten Pemalang dengan rasio
gini sebesar 0.24
Namun, untuk daerah Jawa Tengah sendiri di
tahun 2013 dengan rata-rata nilai koefisien
gini 0.334 dapat dikatakan bahwa Jawa
Tengah memiliki tingkat ketimpangan yang
rendah .

Kurva condong ke
kanan karena
Modus<Median<Mea
n

Data menyebar di
sekitar garis
diagonal dan
mengikuti arah
garis diagonal,
data tersebut
dapat dikatakan
normal
(memenuhi
asumsi
normalitas)