You are on page 1of 11

KERACUNAN DAN

GIGITAN BINATANG

Beberapa cara yg diterima Mns dr Hewan :
1. Gigitan : Anjing, Ular, Ikan
2. Sengatan : Semut, Tawon, Kalajengkig,
Serangga
3. Kontak Pasif : Ulat Bulu, Ubur-ubur

Penaggulangan pada penderita yg
mengalami luka akibat gigitan binatang
:
1. Debridement luka
2. Pemberian vaksin (VAR) & serum anti
rabies (SAR)
3. Pemberian ATS / Toksoid
4. Analgesik / Antibiotik

SERUM ANTI RABIES (IMUNISASI PASIF) 1.  Cara pemberian : ½ diberikan scr infiltrasi pd daerah luka. Rabies Immun Globaline (Human)  nama dagang HYPERAB / IMUGAM  dosis 20 TU / KgBB  1 Ampul isi 300 IU. Bila anatomis tdk memungkinkan.5 cc / Kg BB . Serum Kuda (SAR) BIOFARMA  Diberikan bila Hyperab tdk tersedia dlm waktu 24 jam stl kontak  Dosis : 0.M di pinggul. seluruhnya diberikan scr I. selebihnya I.M 2.

bokong scr bergiliran  Pemberian : 1 dosis/hr slm 21 hr atau *(2 dosis/hr slm 7 hr. 30 . Human Diploid Cell Vaccine (HDCV)  Diberikan dlm 21 dosis scr S.5 cc. baik sbg injeksi terpisah atau dosis ganda. 14. 3.VAKSIN ANTI RABIES (IMUNISASI AKTIF) 1. 7.C di daerah perut. hari ke 0. SMB (Suckling Mice Brain Vaccin)  Dibuat dr otakbayi tikus  Pemberian spt * 3. paha. dilanjutkan 1 dosis/hr pd 7 hr berikutnya)  Booster diberikan pd hr ke-10 dan 20 kmd 2. Verocell (Tissue Culture Ginjal Monyet)  Dosis : 0.

kucing.C skitar pusar) & dlm waktu 3-6 bln stlh vaksinasi digigit lg o/ anjing. mk ps dianggap sbg penderita baru (hrs mendapat suntikan 14 x VAR 2 cc S. atau kera atau hewan lain yg (+) rabies. @ 2 cc S.C sekitar pusar.C sekitar pusar. mk ps perlu diberi 2 x suntikan rabies @ 2 cc S. mk penderita tsb tdk perlu divaksinasi lg  Bila sorg penderita yg tlh divaksinasi dg VAR (sbanyak 14 x. Bila sorg penderita tlh divaksinasi dg VAR (sbanyak 14 x suntikan @ 2 cc. . dg jarak 1 mgg antara suntikan I dan II  Bila > 6 bln stlh vaksin dg VAR digigit o/ anjing. kucing atau kera serta hewan lain yg (+) rabies. sekitar pusar) & dlmwaktu 3 bln stlh vaksinasi digigit lg o/ anjing. kucing atau kera serta hewan lain yg (+) rabies.

Haemotoksin : berakibat haemolitik dg zat antara fosfolipase & enzim lainnya atau menyebabkan koagulasi dg mengaktifkan protrombin. paralise otot2 lurik 2. Enzim2 termasuk Hyaluronidase sbg zat aktif pd penyebaran Bisa. Neurotoksin : pd saraf perifer atau sentral. Pdrhan sbg akibat lisisnya eritrosit karena toksin 3. Kardiotoksin : merusak serat2 otot jantung yg menimbulkan kerusakan jantung 4. . Cytotoksin : dg melepaskan histamin & zat vasoaktifamin lainnya yg berakibat terganggunya kardiovaskuler 5. Cytolitik : menyebabkan peradangan & nekrose di jaringan pd tempat patukan 6.PATOKAN ULAR  Bisa ular mengandung toksin & enzim yg berasal dr air liur  Sifat Bisa tsb : 1.

mual. dinding perut  Demam. keringat dingin Derajat Keracunan Bisa Ular Derajat 0  Tdk tdpt keracunan  Nyeri lokal minimal Derajat 1  Keracunan minimal  Nyeri lokal hebat  Gejala sistemik tdk ada . laserasi  Bengkak & kemerah2an. kadang2 bulae  Sakit kepala.Manifestasi Klinis :  Lokasi sakit bukan gambaran umum  Tanda2 bekas taring. muntah  Rasa sakit pd otot2.

koma . ekimosis. neurotik. parestesia  Pembesaran kelenjar getah bening regional Derajat 3  Keracunan berat  Gejala sistemik : hipertensi.Derajat 2  Keracunan sedang  Gejala sistemik ada : mual. syok Derajat 4  Keracunan sangat berat. ptekie. gagal ginjal.

Menetralkan bisa 3. Menghalangi penyerapan & penyebaran bisa 2. Mengobati komplikasi .Untuk Bisa Neurotoksik  Kelumpuhan otot pernafasan  Kardiovaskuler terganggu  Kesadaran menurun sampai koma Untuk Bisa Haemolitik  Luka bekas patukan yang terus berdarah  Haematoma pd tiap suntikan I>M  Haematuria  Haemoptisis / haematemesis  Kegagalan ginjal Prinsip-Prinsip 1.

Kecuali jenis ular. perlu pemberian anti bisa  Pasang infus. berikan anti bisa I.Pertolongan yang diberikan 1. usahakan ular mati dibawa bersamapenderita Tdk dianjurkan memasang tourniquet utk arterial & insisi luka Pertolongan Selanjutnya :  Penting menentukan diagnose patukan ular berbisa  Bila ragu. terutama yg terkena patuk 3. Transportasi secepatnya ke tempat diberikannya Anti Bisa & tempat dimana resusitasi bisa dikerjakan 4.V tetesan cepat (20 cc ABU ke dlm pelarut NaCl / Dekstrose 5 %) . observasi 24 jam. Torniquet dg pita lebar utk mencegah aliran getah bening. Kalau gejala keracunan bisa nyata. Immobilisasipenderita. Pita dilepaskan bila anti bisa telah diberikan 2.

apabila ada D. Bronkospasme. urtikaria. k/p intubasi d.M.V Anti Bisa diulang pemberiannya bila gejala2 tdk menghilang / berkurang Suportif : a. Faktor Pembekuan. Elektrolit c.Derajat 0/ 1 : serum ABS tidak perlu Derajat 2 : 5 – 20 cc Derajat 3-4 : 40 – 100 cc   Bila tanda2 Laringospasme. Oksigen diperlukan. Ht. Diuretika utk memepertahankan diuresis. Hidrokortison 100 mg I. pernafasan & status neurologis dg ketat b. Antibiotik & ATS / Toksoid .I. Heparin. Laboratorium : Hb. Cairan utk koreksi dehidrasi / hipovolemia e. Awasi kardiovaskuler. hipotensi : Adrenalin 0.C g. k/p dialisis f.5 mg I.

SERANGGA     Korban o/ serangga biasanya ringan & tdk banyak bahayanya Dasar timbulnya reaksi dr penderita adl s/u reaksi alergi Reaksi ini bermacam2 & sgt bergantung pd individu Bukan saja Bisanya. mual. . muntah. ttp komponen serangga itu sendiri bersifat Allergen. bengkak. Kematian disebabkan reaksi anafilaktis & timbulnya ini biasanya akibat sengatan Manifestasi Klinis Urtikaria sampai reaksi alergi kronik yg muncul hebat dg reaksi anafilaksis & didahului o/ reaksi setempat berupa kemerah2an. rasa terbakar. kesadaran menurun.