You are on page 1of 31

Thypoid Fever

SYABANDRIO WIDYO U.
201420401011118
B23 PERIODE 21 MARET – 28 MEI 2016

FAKULTAS KEDOKTERAN
UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH MALANG
ILMU KESEHATAN ANAK
RSUD JOMBANG

SMF

Definisi
Penyakit infeksi akut yang biasanya terdapat pada

saluran pencernaan dengan gejala demam satu
minggu atau lebih disertai gangguan pada saluran
pencernaan dan dengan atau tanpa gangguan
kesadaran

Epidemiologi
Di

negara berkembang, kasus demam tifoid
dilaporkan sebagai penyakit endemis
Di Indonesia kasus ini tersebar secara merata di
seluruh propinsi
Umur penderita yang terkena di Indonesia
dilaporkan antara 3-19 tahun pada 91% kasus

Etiologi Bakteri Salmonella typhi .

Patofisiologi .

Gejala Klinis Masa inkubasi rata-rata bervariasi antara 7 – 20 hari Demam satu minggu atau lebih stepwise pattern Gangguan saluran pencernaan Gangguan kesadaran Lidah tifoid Limpa umumnya membesar dan sering ditemukan pada akhir minggu pertama tidak progresif dengan konsistensi lebih lunak .

anoreksia (88%) nyeri perut (49%) muntah (46%) obstipasi (43%)  diare (31%)Dari pemeriksaan fisik didapatkan kesadaran delirium (16%). hepatomegali (67%) dan splenomegali (7%) . somnolen (5%) dan sopor (1%) serta lidah kotor (54%).panas (100%). meteorismus (66%).

Dari pemeriksaan fisik didapatkan :        kesadaran delirium (16%) somnolen (5%) sopor (1%) lidah kotor (54%) meteorismus (66%) hepatomegali (67%) splenomegali (7%) .

Diagnosis Anamnesis Pemeriksaan fisik Pemeriksaan Penunjang .

skor 4 positif lemah.Pemeriksaan darah tepi Uji serologis      Uji Widal : titer O dan H Tes TUBEX : 2-3 negatif. skor 6 positif kuat Metode enzyme immunoassay (EIA) DOT Metode enzyme-linked immunosorbent assay (ELISA) Pemeriksaan bakteriologis dengan isolasi dan biakan kuman .

Penatalaksanaan Tirah baring Nutrisi Cairan Simptomatik     Paracetamol dengan dosis 10 mg/kg/kali minum Antibiotik : Chloramphenicol. merupakan antibiotik pilihan pertama 50-100 mg/kg/hari dibagi menjadi 4 dosis selama 10-14 hari Cotrimoxazole : Trimetoprim 10 mg/kg/hari dan Sulfametoxzazole 50 mg/kg/hari dibagi dalam 2 dosis Ampicillin dan Amoxicillin : 100-200 mg/kg/hari dibagi menjadi 4 dosis selama 2 minggu .

Cefotaxim. . Sefalosporin Cefixime) generasi ketiga (Ceftriaxone.

Komplikasi Perdarahan usus Perforasi usus Peritonitis .

dan ada tidaknya komplikasi .Prognosis Prognosis pasien demam tifoid tergantung ketepatan terapi. usia. keadaan kesehatan sebelumnya.

LAPORAN DEMAM THYPOID .

R Tanggal Lahir : 29/7/2005 Jenis Kelamin : Laki-laki Usia : 10 th BB : 24 kg Alamat : Ngoro MRS : 28 – 4 – 2016 jam 03.32 .Identitas Nama : An.

S  Usia : 38 th  Pekerjaan: BUMN  Pendidikan : S1  Ibu: Nama : Ny. I  Usia : 36 th  Pekerjaan: IRT  Pendidikan : SMA  .Ayah: Nama : Tn.

siang hari hanya sumer-sumer. Tidak batuk pilek. Panas naik turun. Badan mengigil. Tidak mual. tidak muntah. tidak konstipasi. Tidak ada mimisan. tidak ada gusi berdarah.00 WIB. Tidak sakit kepala. BAK lancer terakhir tadi malam tidak nyeri. Panas terutama saat malam hari . . terakhir BAB kemarin 2x tidak mencret. Sudah diberi penurun panas tidak reda-reda. Selama panas pasien tidak pernah dingin. Nafsu makan masih baik. BAB lancar tidak diare. Tidak nyeri perut.KU  Panas RPS  Pasien sejak hari sabtu tgl 23/4/2016 jam 06.

RPD  - RPK  - Riwayat Imunisasi  lengkap Riwayat Sosial  Jajan sembarang disekolah Riwayat Alergi  - .

8°C TD : 100/60 detik BB : 24 kg .Vital Sign:      HR : 140 kali/menit RR : 24 kali/menit Suhu : 39.

Kepala dan Leher Anemis (-). ikterus (-). cyanosis (-). rhonki (-). dyspneu (-)  Mukosa lidah tampak sedikit kecoklatan pada 1/3 posterior  Pembesaran KGB leher (-)  Sistem Pernafasan: Kecepatan nafas : 20x/menit. Wheezing (-). reguler  Pernafasan : simetris ya. vesikuler (+)/(+)  . retraksi tidak.

HR 140 x/menit  Auskultasi : dengar dengan mudah  Murmur : tidak  Denyut nadi perifer : normal.Sistem Sistem Cardiovaskular: Gastrointestinal: Suara jantung : reguler. undulasi (-) . kuat      Inspeksi : flat abdomen Bising usus : (+) normal Palpasi abdomen : soefl. hepar lien tidak teraba Perkusi : timpani.

51 .500 /cmm Hematokrit : 38.870. edema tidak.Ekstremitas :  Akral : hangat.6 g/dl Leukosit : 6. ptekie (-) Pemeriksaan Laboratorium :       Hb : 12.6 % Eritrosit : 4. CRT < 2dtk.000/ul Trombosit : 133.000 /cmm Albumin : 4.

Panas malam hari Lidah kotor . 10 th. 24 kg Hiperpireksia.Clue and Cue : Pasien anak laki-laki.

Problem List :  Hiperpireksia .

Initial Diagnosis :  Demam Thypoid dd Dengue fever H-6 .

Planing Diagnosis :   Foto RLD Tubex IgM Thypi .

Planing Terapi :  MRS  Inf RLD5 1500cc/24 jam  Inj Klorampenikol 3x500 mg  Inj paracetamol 3x25 cc  Kompres air .

TD) Monitoring perkembangan pasien .Planing Monitoring   Tanda-tanda vital (nadi. RR. suhu.

Planing Edukasi     Menjelaskan kepada pasien dan keluarga tentang keadaan pasien Menjelaskan tentang pemeriksaan penunjang yang akan dilakukan Menjelaskan tentang tatalaksana yang akan diberikan kepada pasien Menjelaskan tentang komplikasi dan prognosis yang mungkin akan terjadi .

P BARU TIFOID.A.S.doc .O.