You are on page 1of 26

ABSES THORAKS POSTERIOR ET

CAUSA DIABETES MELLITUS
Penyaji:
Muhammad Alif Pakubuana,
S.Ked
Pembimbing:
dr. Adhi Permana, Sp.PD

BAB I PENDAHULUAN
LATAR BELAKANG
DM

Penyakit

metabolik

kronis

dengan

karakteristik

hiperglikemia.
Terjadi karena kelainan sekresi insulin, kerja insulin atau kedua-

duanya.
Prevalensi DM di seluruh dunia  ↑ signifikan.
Prevalensi DM Tipe 2 >

Prevalensi DM Tipe 1 (akibat obesitas

dan ↓ aktivitas)
IDF

(International Diabetes Federation) 2004  Indonesia

peringkat ke-4 penderita DM terbanyak dari 10 negara.

.Makrovaskuler “Pentingnya pemahaman dokter  Memperhatikan kelainan komorbid dan penyulit yang sering menyertai DM Tipe 2” MAKSUD TUJUAN Menambah pemahaman klinis mengenai DM dan abses diabetikum.Mikrovaskuler . Komplikasi kronik  .

II. IDENTIFIKASI PASIEN  Nama: Ny. 14 ULU  Pekerjaan : Ibu Rumah Tangga  Suku : Sumatera Selatan  Agama : Islam  Pendidikan Terakhir : SD  Status Kawin : Kawin  MRS : 13 November 2016  No.07 . 29 RT. S  Umur : 64 tahun  Jenis Kelamin : Perempuan  Alamat : Jl. 16 RW. Azhari no. RM : 12. KH.63.005 Kel.

nyeri. Keluhan Utama: terdapat benjolan pada punggung kiri  Riwayat Perjalanan Penyakit: ± 7 hari SMRS  benjolan seukuran biji jagung ± 4 hari SMRS  benjolan semakin membesar ± 1 hari SMRS  benjolan timbul nanah. panas. .

makan makanan manis .Riwayat Penyakit Dahulu: Riwayat DM sejak tahun 2014 Riwayat Penyakit Keluarga: DM (+) dan hipertensi Riwayat Kebiasaan: jarang berolahraga.

isi dan tegangan cukup RR : 25 x/menit Suhu : 36.Pemeriksaan Fisik (Obyektif) Tanggal Pemeriksaan : 15 November 2016 Ku : Sakit sedang Sens : Compos Mentis Vital sign TD: 130/80 mmHg Nadi : 81 x/m. regular.5 0C .

NCH (-). sianosis (-) Mulut Pembesaran KGB (-). edema (-). secret (-) Simetris.Pemeriksaan Khusus Kepal a Mata   Hidun g Normocephali KA (-). deformitas (-). mata cekung (-). JVP 5+2 cmH2O Leher . deformitas (-). secret (-). secret (-) Teling a Mukosa bibir kering (-). SI (-).

M(-) G (-) lapangan paru . thrill (-) Perkusi : Batas jantung Kanan Atas : ICS II LPSD Kanan Bawah : ICS IV LPSD Pulmo Kiri Atas : ICS II LPSS Inspeksi : Simetris. retraksi (-) Kiri Bawah : ICS VI Palpasi : Stem fremitus ka = LAA ki Auskultasi : BJ I-II + normal Perkusi : Sonor kedua regular.Thora ks Cor   : Ictus cordis tidak Inspeksi terlihat Palpasi : Ictus cordis tidak teraba.

Thoraks Posterior Inspeksi : terdapat benjolan yang disertai dengan nanah dengan ukuran 5x5 cm Palpasi : teraba kenyal. nyeri tekan (+) . hangat.

pucat (-). CRT <2 detik. hepar dan lien tidak teraba Perkusi : Timpani seluruh lapang abdomen Auskultasi : Bising usus (+) normal Ekstremitas : Akral hangat.Inspeksi Abdome n : Datar Palpasi : Lemas. NT (-). edema (-) .

.

Ceftriaxon 2x1 gr PCT 3x1 tab Neurodex 1x1 tab Aspilet 1x1 tab Apidra 3x8 ui Lantus 1x10 ui Kompres NaCl pada luka (pagi dan sore) Nebu : combivent 2x1 flash Metronidazol infus 3x1 flash Operasi : debridement dan pemasangan drain (tanggal 15/11/2016)  Prognosis Quo ad vitam : dubia ad bonam . Diagnosis Abses thoraks posterior et causa diabetes mellitus tidak terkontrol + hipertensi  Tatalaksana IVFD NaCl gtt 40 x/menit Inj.

.

. lipid dan protein akibat insufisiensi fungsi insulin (↓ sekresi / ↓ fungsi). DEFINISI WHO: Penyakit/gangguan metabolisme kronis dengan multi-etiologi ditandai dengan tingginya kadar gula darah  gangguan metabolisme karbohidrat.DIABETES MELITUS (DM) A.

Juvenil Diabetes (kanak-kanak) .DM Tipe Lain  Dari penyakit lain.NIDDM (DM Tipe 2) Resistensi insulin.IDDM (DM Tipe 1)  Defisiensi insulin.B. WHO 1985  .DM Gestasional  DM pada kehamilan.Adult Diabetes (> 45 tahun)  Berdasarkan etiologi: WHO 1980  . . . KLASIFIKASI  Berdasarkan onset: . .DM Pradiabetes  TGT / GPT .

virus)  ↓ sekresi insulin  gangguan metabolisme KH + ↑ produksi glukagon o/ sel α.C. .  DM Tipe 2 Etiologi (Multifaktor  Obesitas)  sel-sel sasaran insulin gagal merespon insulin  ↓ fungsi insulin  resistensi insulin. PATOFISIOLOGI  DM Tipe 1 (Insiden 5-10%) Destruksi sel-sel β pankreas (akibat autoimun.

FAKTOR RISIKO (DM Tipe 2)  Riwayat: . 20-59 tahun: 8. melahirkan BBL > 4Kg  Obesitas (> 120% BB ideal)  Usia (> 65 tahun: 18%. LDL: > 250 mg/dl)  Faktor lain (Gaya Hidup Tidak Sehat) .D. DM gestasional.DM dalam keluarga.7%)  Hipertensi (> 140/90 mmHg)  Hiperlipidemia (HDL: < 35 mg/dl.

E. MANIFESTASI KLINIS  Poliuria  Polifagia  Polidipsia  Badan lemas  BB turun  Pruritus  Penglihatan kabur  Kesemutan  Luka sukar sembuh .

GDP (plasma vena)  ≥ 126 mg/dl .GDPP (plasma vena)≥ 200 mg/dl .GDP ≥ 126 mg/dl .GDS ≥ 200 mg/dl . Diagnosis  Anamnesis (Manifestasi Klinis)  Pemeriksaan Penunjang: .HBA1C > 7  Kriteria diagnosis DM: .F.GDS (plasma vena)  ≥ 200 mg/dl .

Obat Hipoglikemia Oral .Olahraga teratur dan rutin  Farmakologi .Diet .  Non Farmakologi: .G. TATALAKSANA Tujuan  ↓ morbiditas dan mortalitas Target  Menjaga kadar glukosa darah dan mencegah/ ↓ komplikasi.Insulin .

H.Nefropati .CAD .KOMPLIKASI  Makrovaskular: .STROKE .Neuropati .PVD (Peripheral Vascular Disease)  Mikrovaskular: .Retinopati .

Pemeriksaan: Status lokalis  Inspeksi terdapat benjolan yang disertai dengan nanah dengan ukuran 5x5 cm. berobat tidak teratur.ANALISIS KASUS Wanita (64 th) Anamnesis: ± 1 minggu SMRS  benjolan pada punggung. Kebiasaan jarang berolahraga mengkonsumsi makanan yang manis (+). nyeri tekan (+). nyeri. Riwayat DM (+) sejak tahun 2014. hangat. . Riwayat DM dalam keluarga (+). ± 4 hari SMRS  benjolan semakin membesar. ± 1 hari SMRS  benjolan mengeluarkan nanah. Palpasi teraba kenyal.

 DM Tipe 2  R/ DM sejak 2014. Muncul di usia tua. BB <. GDS 380 mg/dl. Tatalaksana DM  Insulin (Lantus 10 iu) .Anamnesis + Pemeriksaan  DM Tipe + abses. DM dalam keluarga (+). R/ jarang berolahraga dan konsumsi manis.

dibersihkan dengan cairan NaCl 0.9 %. Untuk mengobati infeksi dari dalam: Antibiotik injeksi (Ceftriaxone 2 x 1 g dan Metronidazole 3 x 1 flash).Tatalaksana  Pengeluaran debrideman di ruang oka. . Dikendalikan fx penyebabnya  kadar gula darah dengan insulin.

TERIMA KASIH .