You are on page 1of 45

IDENTITAS PASIEN

Nama
: Tn.K
Umur
: 72 tahun
Jenis kelamin
: Laki-laki
Agama
: Budha
Alamat
: Jl.Wisata Bahari-Kawal
Pekerjaan
: Swasta
Tanggal masuk
: 31 Juli 2015
Tanggal keluar
: 05 Agustus 2015

ANAMNESA

Keluhan utama

: Sesak napas

Keluhan Tambahan : Nyeri dada sebelah
kiri, dada berdebar-debar, mual, perut
terasa tidak enak.

RIWAYAT PENYAKIT
SEKARANG

OS datang ke RSAL Midiyato pada tanggal 31 Juli
2015 dengan keluhan sesak nafas yang memberat
sejak 6 jam SMRS, suara nafas tidak berbunyi.
Sebelumnya OS juga sudah kadang-kadang
mengeluh sesak napas saat sehari-hari. OS juga
mengeluh nyeri dada sebelah kiri yang menjalar ke
punggung, dada berdebar-debar, nyeri dada hilang
timbul, keluhan juga disertai mual dan terasa
perut tidak enak. Nyeri kepala, kedua kaki
bengkak (+). Os kiriman dari RSUP dan telah
mendapatkan terapi.

Riwayat Penyakit Dahulu : Hipertensi (+) Penyakit jantung (-) tidak diketahui DM (-)   Riwayat Penyakit Keluarga : Tidak ada keluarga yang mempunyai keluhan seperti pasien   .

8oC Nadi 92x/menit 104x/menit .5oC 36.5oC 36.PEMERIKSAAN FISIK Pemeriksaan Umum Kesadaran : Compos Mentis Kesan Gizi : Sedang Tinggi badan : 172 Cm RSUP RSAL TD 171/96 110/70 Respirasi 21x/menit 20x/menit 36.8oC Berat badan : 65 Kg   Vital Sign RSUP : TD Respirasi Suhu Nadi 171/96 21x/menit 92x/menit RSAL 110/70 20x/menit 104x/menit Suhu 36.

tidak langsung +/+ Leher : JVP 5+2 mmHg Massa abnormal tidak ditemukan Deviasi trakea tidak ditemukan . rambut warna hitam Mata Palpebra : Normal : Tidak tampak edema Konjungtiva Sklera : Tidak anemis : Tidak tampak ikterik Pupil : Bulat isokor Refleks Cahaya : Langsung +/ + .Kepala : Normocephal.

tidak ada pergerakan dinding dada yang tertinggal -Perenjakan paru positif. diameter ventrolateral : AP = 2 : 1 -Ictus cordis tidak terlihat Palpasi: -Ictus cordis teraba di ICS V midclavicularis sinistra -Fremitus taktil/vokal simetris.Thoraks Perkusi: Inspeksi: -Terdengar redup pada lapangan paru -Dinding dada simetris pada keadaan statis dan dinamis -Normochest. batas jantung kanan pada ICS V linea sternalis dextra -Batas jantung kiri pada ICS VI satu jari medial linea midclavicularis sinistra -Batas pinggang jantung pada ICS III linea parasternalis dextra Auskultasi: -S1(N) S2(N) S3(-) S4(-) Regulitas : Iregular Murmur (-) Gallop (-) .

Auskultasi : -Sianosis tidak ditemukan pada keempat ekstremitas. perfusi baik -Permukaan rata. -Edema pada kedua tungkai. lien. simetris.Abdomen Ekstremitas: Inspeksi : -Akral hangat. -Bising usus ( + ) normal Perkusi : -Timpani pada seluruh lapang abdomnen Palpasi : -Hepar. dan ginjal tidak teraba adanya pembesaran -Nyeri tekan epigastrium (+)   .

9 mg/dl : 109 .1 g/dl Ht : 45 % Ureum : 88 mg/dl Creatinin : 4.4 mg/d Eritrosit : 5.0 x 106 / mm3 Leukosit : 12.8 mg/dl : 143 mg/dl : 4.400 Trombosit : 131.000 Glukosa sewaktu Cholesterol : 147 mg/dl : 178 mg/dl HDL Cholesterol : 57 mg/dl LDL Cholesterol : 90 mg/dl Trigliserida : 154 mg/dl Asam Urat Natrium Kalium Klorida : 9.PEMERIKSAAN PENUNJANG Hb : 15.

EKG Kesan: Ventrikel takikardi .

Nyeri kepala. Os kiriman dari RSUP dan telah mendapatkan terapi. Pada pemeriksaan fisik terdapat nyeri tekan epigastrium (+). dada berdebardebar. nyeri dada hilang timbul. HR: 104x/mnt. OS juga mengeluh nyeri dada sebelah kiri yang menjalar ke punggung. RR: 22x/mnt. suara nafas tidak berbunyi. sesak tidak berbunyi. kedua kaki bengkak (+). Sebelumnya OS juga sudah kadang-kadang mengeluh sesak napas saat sehari-hari. edema pada kedua tungkai (+). Pada pemeriksaan fisik ditemukan TD : 110/70. keluhan juga disertai mual dan terasa perut tidak enak.RESUME Laki-laki 72 tahun datang ke RSAL Midiyato dengan keluhan sesak nafas yang memberat sejak 6 jam SMRS. Kesan EKG : Ventrikel Takikardi .

Post Ventrikel Takikardi .CAD NStemi .DIAGNOSIS .

25mg RSAL Non medikamentosa P/O: : Clopidogrel 75mg 1 ta Tirah baring Aspilet 1 tab Diet rendah garam0.25mg Digoxin Diet Stator lunak 20mg Medikamentosa : O2 : 3 l/mnt nasal kanul Infus D5% + Amiodarone 150mg  20 tpm Fargoxin 1 amp + 100cc Nacl  3 tpm (STOP) Dobutamin 250mg + Nacl 100cc  10cc/jam .PENATALAKSANAAN RSUP Non medikamentosa : Terapi Definitif : DC shock kardioversi 50 joule 1x Medikamentosa : O2 : 3 l/mnt nasal kanul Infus D5% + Amiodarone 150mg  20 tpm Fargoxin 1 amp + 100cc Nacl  3 tpm Dobutamin 250mg + Nacl 100cc  10cc/jam Ranitidine 1 amp Ondansentron 4 mg 1 amp P/O : Clopidogrel 75mg 1 tab Aspilet 1 tab Digoxin 0.

PROGNOSIS Quo ad vitam : dubia ad malam Quo ad functionam : dubia ad malam .

wh -/- R: 24 S: 36.4mg Vital sign: Mata: CA -/. berdebar-debar  Amiodaron 4amp dlm 100cc Nacl : 10 gtt/i mikro (+)  Ottozol 1x1 Kes: CM  Fluxum 0.7 Terapi P/O :  Stator 1x20mg  CPG 1x1  Miozidin 1x1 NT/NL/NK +/-/-  Maxiflon 1x1 Asites (-)  Proxime 1x1  Opivask 2x5mg cor: BJ I/II Ireg M(-) G( –) Abd: BU (+) Ekst: Edema kedua tungkai .00 Follow up KU: Sesak nafas (berkurang)  O2 : 3 l/mnt kanul KT: Nyeri dada (sekali-kali).Tanggal 01/08/2015 07.SI -/- TD: 170/80 Leher: JVP 5+2 mmHg N: 74x/mnt Thorax: pulmo: VS +/+ Rh -/+.

wh -/-  Maxiflon 1x1  Proxime 1x1  Opivask 2x5mg (stop)  Tyarit (po) 1x1 cor: BJ I/II Ireg M(-) G( –) Abd: BU (+) NT/NL/NK -/-/Asites (-) Ekst: Edema kedua tungkai 03/08/2015 06.00 TD: 150/100 N : 80x/mnt R : 24x KU: Sesak nafas (berkurang)  Pantoprazole 1x1 Kes: CM  Fluxum 0.4mg Mata: CA -/.00 TD: 130/70 N: 78x/mnt R : 24 KU: Sesak nafas berkurang  Pantoprazole 1x1  Fluxum 0.SI -/-  CPG 1x1 Thorax: pulmo: VS +/+ Rh +/+ wh -/-  Miozidin 1x1  Maxiflon 1x1  Proxime 1x1 NT/NL/NK -/-/-  Tyarit (po) 1x1 Asites (-)  Opilac syr 3x1c cor: BJ I/II Ireg M(-) G(-) Abd: BU (+) Ekst: Edema kedua tungkai (berkurang) .02/08/2015 09.4mg Mata: CA -/.SI -/-  CPG 1x1 Leher: JVP 5+2 mmHg  Miozidin 1x1 Thorax: pulmo: VS +/+ Rh -/.

SI -/- N : 70 x/mnt Thorax: pulmo: VS +/+ Rh -/.wh -/-  CPG 1x1  Miozidin 1x1  Maxiflon 1x1 NT/NL/NK -/-/-  Proxime 1x1 Asites (-)  Tyarit (po) 1x1 Ekst: Edema minimal  lactulose syr 3x1c R: 22x/mnt cor: BJ I/II Ireg M(-) G(-) Abd: BU (+) 05/08/2015 KU: Sesak (-) TD: 150/80 Mata: CA -/.SI -/-  Heparin 0.4mg N: 76 x/mnt Thorax: pulmo: VS +/+ Rh -/.wh -/- R : 20 x/mnt cor: BJ I/II Ireg M(-) G(-) Abd: BU (+) NT/NL/NK -/-/Asites (-) Ekst: Edema (-)  Nacl 7 gtt/I  Pantoprazole 1x1  Lain-lain lanjutkan .04/08/2015 KU: Sesak (-)  Pantoprazole 1x1 TD: 150/80 Mata: CA -/.

wh -/-  Sucrafat syr 3xc1  Atrovastatin 1x 20mg  Miozodine 1x1 NT/NL/NK -/-/-  Maxiflon 1x1 Asites (-)  Neulin 2x1  Clopidogrel 1x75mg  nifedipine 2x1 Pasien diperbolehkan pulang atas  Lactulose 3xc1 persetujuan dokter  Tyarit 1x1 R : 20 x/mnt Terapi Pulang : cor: BJ I/II Ireg M(-) G(-) Abd: BU (+) Ekst: Edema (-) .05/08/2015 KU: (-) TD: 150/70 Mata: CA -/.SI -/-  Iretensa 2x300mg N : 84 x/mnt Thorax: pulmo: VS +/+ Rh -/.

2 agustus 2015 4 Agustus 2015 3 Agustus 2015 Nstemi extensive anterior + inferior .

TINJAUAN PUSTAKA .

Mekanisme Takiaritmia merupakan akibat dari salah satu mekanisme : .VENTRIKEL TAKIKARDI Definisi Takikardia didefinisikan sebagai suatu keadaan aritmia dengan kecepatan kerja jantung di atas seratus kali per menit pada orang dewasa selama tiga denyutan atau lebih.Reentry .Aktivitas yang merangsang .Peningkatan automatisitas .

KLASIFIKASI .

. Biasanya VT ini berkaitan dengan jaringan parut (scar tissue) akibat infark miokard (ischemic VT).KLASIFIKASI VENTRIKEL TAKIKARDI • VT monomorfik memiliki kompleks QRS yang sama pada tiap denyutan dan menandakan adanya depolarisasi yang berulang dari tempat yang sama. Umumya disebabkan oleh adanya focus atau substrat aritmia yang mudah dieliminasi dengan teknik ablasi kateter. • VT polimorfik ditandai dengan adanya kompleks QRS yang bervariasi dan menunjukkan adanyaurutan depolarisasi yang berubah dari beberapa tempat.

Jika QRS adalah LBBB (left bundle branch block) maka akan menguatkan diagnosis VT jika terdapat takik gelombang S atau nadir S lambat (>70milidetik). Jika morfologi QRS adalah RBBB (right bundle branch block) maka takikardi adalah VT jika morfologi kompleks QRS adalah monomorfik atau bifasik.16 detik/ 140 milidetik). Morfologi tergantung asal focus VT. semakin besar kemungkinan VT ( lebih dari 0. Secara klinis dapat dikenali dengan adanya variasi bunyi jantung satu dan variasi tekanan darah sistolik . •Disosiasi atrioventrikular (AV).VENTRIKEL TAKIKARDI •Durasi dan morfologi kompleks QRS. Semakin lebar kompleks QRS. •Aksis kompleks QRS dimana jika berubah lebih 40 derajat ke kiri atau ke kanan umumnya adalah VT.

sebahagian ventrikel didepolarisasi dari nodus sinus dan sebagian dari ventrikel sehingga komplekas QRS berbentuk antara normal dan VT. adanya concordance . Capture beats. impuls dari atrium dapat mendepolarisai ventrikel melalui sistem konduksi normal sehingga muncul kompleks QRS yang lebih awal dengan ukuran normal (sempit).VENTRIKEL TAKIKARDI Laju dan irama – berkisar antara 120-300 kali permenit dengan irama yang teratur atau hampir teratur (variasi antardenyut adalah <0. Fusion beats.04 s). Konfigurasi kompleks QRS. Maka. terjadi apabila impuls dari nodus sinus dihantar ke ventrikel melalui nodus AV dan bergabung dengan impuls dari ventirikel. Jika takikardia disertai irama yang tidak teratur maka harus dipikirkan adanya AF dengan konduksi aberan atau preeksitasi.

GAMBARAN EKG PD VT .

08 % per tahunnya pada populasi dewasa. .000 kematian per tahunnya di Amerika Serikat.EPIDEMIOLOGI Gangguan irama jantung yang sering menyebabkan kematian mendadak adalah ventrikel fibrilasi yang sering terjadi bersama ventrikel takikardi. Kelainan ini juga ditemukan sebanyak 0. yang biasanya terjadi 1 jam setelah onset infark miokard. Menyebabkan sekitar 300. Ventrikel fibrilasi dan ventrikel takikardi merupakan kelainan pertama yang paling sering terjadi akibat sindrom koroner akut dan merupakan penyebab 50 % kematian mendadak.06 – 0.

Jaringan parut yang terbentuk akibat infark miokard yang berbatasan dengan jaringan sehat . Aritmia ventrikel karena gangguan automaticity biasanya tercetus pada keadaan infark miokrd akut. gangguan elektrolit.PATOFISIOLOGI Automaticity terjadi karena adanya percepatan aktivitas fase 4 dari potensial aksi jantung. gangguan keseimbangan asam basa dan tonus adrenergic yang tinggi Reentry merupakan mekanisme aritmia ventrikel tersering dan biasanya disebabkan oleh kelainan kronis seperti infark miokard lama atau kardiomiopati dilatasi.

intoleransi hemodinamik lebih mungkin tjd ketika disfungsi ventrikel kiri. Iskemia dan mitral insufisiensi juga dapat menyebabkan intoleransi hemodinamik. •Cardiac output berkurang dapat mengakibatkan . cardiac output berkurang karena denyut jantung cepat dan kurangnya kontraksi atrium. •Selama VT. Mekanismenya adalah adanya kebocoran ion positif ked lam sel sehingga terjadi lonjakan potensial pada akhir fase 3 atau awal fase 4 dari potensial aksi jantung.PATOFISIOLOGI •Triggered activity memiliki gambaran capuran dari kedua mekanisme diatas.

GEJALA KLINIS • Ketidaknyamanan dada • Dyspnea • Diaphoresis • Palpitasi • Nausea • Kegelisahan • Sinkop atau pre-sinkop • Sianosis perifer • • • • • • • Distensi vena jugularis Hipoksimia Perubahan status mental Nafas pendek Pusing Lemah Ansietas .

ETIOLOGI • VT karena Idiopatik • VT karena Kardiomiopati Non Iskemia • VT karena Iskemia .

ETIOLOGI Monomorfik ventrikel takikardia Polimorfik ventrikel takikardia Outflow tract VT Long QT syndrome  RVOT-VT Brugada syndrome  LVOT-VT Short couples torsades  Aortic cusp VT Short QT syndrome Fascicular VT Cathecholaminergik polymorphic VT  LAF-VT Idiopathic VF  LPF-VT  Septal-VT Adrenergik monomorfik VT Annular VT  Mitral annular Trikuspid annular .

organofosfat Obat inotropic Amrinone. prokainamid. hipomagnesemia Bradiaritmia AV blok complete. klindamisin. astemizole Antagonis reseptor serotonin Ketanserin Inhibitor reseptor serotonin Zimeldine. fenotiazin. haloperidol Antagonis kolinergik Cisapride. sick sinus syndrome Starvation Anoreksia nervosa. hipokalsemia. ibutlide Antibiotic Eritromisin. ileojejunal bypass.ETIOLOGI Kategori Contoh Antiaritmia Kuinidin. sertindole Diuretic Indapamide Obat psikiatri TCA antidepresan. dysopiramid. feokromositoma . milrimnone Racun Arsen. amiodaron. sotalol. imidazole Antagonis reseptor histamine Terfenadine. organofosfat Kelainan metabolic Hipokalemia. gastroplasty Cedera sistem saraf Subarachnoida haemorargik. klaritromisin. thalamic hematoma.

1 . terapi bertujuan untuk : a. Mengembalikan irama jantung yang normal (rhythm control) b Menurunkan frekuensi denyut jantung (rate control) c Mencegah terbentuknya bekuan darah.PENATALAKSAAN Pada prinsipnya.

PENATALAKSANAAN .

.

.

KLASIFIKASI OBAT ANTIARITMIA .

.

.

.

.

dan / atau terapi ablasi . Salah satu tujuan dari manajemen VT sukses adalah untuk memungkinkan pasien untuk kembali ke gaya hidup aktif melalui obat.Diet Pasien dengan takikardia ventrikular iskemik (VT) dapat manfaat dari rendah kolesterol dan / atau diet rendah garam.Aktivitas Ventrikel Takikardia (VT) dapat dipicu oleh nada simpatik meningkat selama aktivitas fisik berat. seperti kafein.   .NON MEDIKA MENTOSA . implantasi ICD. Pasien dengan VT idiopatik mungkin melihat adanya penurunan gejala saat stimulan dihindari.

Terima kasih… .