You are on page 1of 9

INSEKTISIDA DAN

RESISTENSI

1.
2.
3.
4.

Oleh :
Kelompok 1
Safrin Setiawan djafar
Nur Atika Buhari
Yuyun Mustika Suryani
Nunik Nilawati

Sejarah Penggunaan Insektisida
Penggunaan insektisida sintetik
pertama dimulai pada tahun 1930an
dan mulai meluas setelah
berakhirnya Perang Dunia II. Pada
tahun 1945 hingga 1965, insektisida
golongan organoklorin dipakai secara
luas baik untuk pertanian maupun
kehutanan.

Pengertian Insektisida
Insektisida secara umum adalah
senyawa kimia yang digunakan
untuk membunuh serangga
pengganggu (hama serangga).
Insektisida dapat membunuh
serangga dengan dua mekanisme,
yaitu dengan meracuni makanannya
(tanaman) dan dengan langsung
meracuni si serangga tersebut.

Jenis-Jenis Insektisida







Insektisida Sintetik
Senyawa Organofosfat
Senyawa Organoklorin
Karbamat
Pirethrin atau Pirethroid Sintetik
Pengatur Tumbuh Serangga
Fumigan
Insektisida Hayati

Efek Penggunaan Insektisida
Penggunaan insektisida dapat
mengakibatkan terjadinya
pencemaran lingkungan. Hal ini
dikarenakan insektisida tertentu
dapat tersimpan di dalam tanah
selama bertahun-tahun, dapat
merusak komposisi mikroba tanah,
serta mengganggu ekosistem
perairan.

Resistensi Insektisida
Resistensi insektisida merupakan
suatu kenaikan proporsi individu
dalam populasi yang secara genetik
memiliki kemampuan untuk tetap
hidup meski terpapar satu atau lebih
senyawa insektisida.

Proses Terjadinya Resistensi
Individu resisten ini akan kawin satu
dengan lainnya sehingga
menghasilkan keturunan yang
resisten pula. Populasi yang tetap
hidup pada aplikasi pestisida
permulaan akan menambah proporsi
individu yang tahan terhadap
senyawa dan meneruskan sifat ini
pada keturunan mereka.

Mekanisme Resistensi
• Peningkatan detoksifikasi (menjadi
tidak beracun) insektisida
• Penurunan kepekaan tempat sasaran
insektisida pada tubuh serangga
• Penurunan laju penetrasi insektisida
melalui kulit atau integumentum

Terimakasih