You are on page 1of 12

Antisipasi

Pengelasan skala kecil di Kota


Bandung

Pengelasan (welding) diartikan sebagai salah satu teknik penyambungan logam dengan
cara mencairkan sebagian logam induk dan logam pengisi dengan atau tanpa tekanan
dan dengan atau tanpa logam tambahan dan menghasilkan sambungan yang kontinu
(Sonawan dalam Cory et al, 2003).

Kegiatan pengelasan berorientasi dalam menyatukan logam-logam yang akan


menghasilkan percikan api dan pecahan-pecahan logam berupa partikel kecil.

Pengelasan skala kecil di Kota Bandung merupakan aktivitas yang beresiko tinggi
khususnya bagi kesehatan mata pekerja.Sinar las yang dihasilkan dalam kegiatan
pengelasan dapat meradiasikan sinar ultraviolet serta tingkat kesilauan tinggi yang
menyebabkan ketidaknyamanan pekerja dalam melakukan aktivitasnya.

Rata-rata pengelas informal di Bandung bekerja di ruang terbuka dan kurang


peduli akan keselamatan kerjanya.

Kegiatan

Jenis
Radiasi

Panjang
Gelomnb
ang

Efek Kesehatan

Proses
Pengelasan

Sinar UV

200-400
nm

Efek Akut Pada Mata:


Penggunaan
-Welders flash ( 315 APD
nm)
Efek Kronik Pada Mata:
-Photochemically
(295-400
nm)
-Katarak ( 315 nm)
-Pterygium
Efek Akut Pada Kulit:
-Sunburn (UV-B & UVC) & (300-307 nm)
-Blistrering
Efek Kronik Pada Kulit:
-Percepetan penuaan
-Kanker kulit
Immunosuppression
menyebabkan
penurunan respon
terhadap penyakit

Pengendali
an

Kegiatan

Jenis Radiasi

Panjang
Gelombang

Efek Kesehatan

Pengendalian

Proses
Pengelasan

Cahaya Tampak

400- 700 nm

Kerusakan pada kornea,


lensa, atau retina
(Tergantung pada panjang
gelombang cahaya dan
dan karakteristik
penyerapan energi dari
dari struktur mata)
-Fotoretinitis
-Katarak

Penggunaan
APD

- Terbakarnya kulit
Sinar
Inframerah

700 1400
nm

(Tergantung pada panjang


gelombang cahaya dan
dan karakteristik
penyerapan energi dari
dari struktur mata)
-Fotoretinitis
-Katarak (IR-A)
-Luka bakar pada kornea
dan konjungtiva
-Terbakarnya kulit

Penggunaan
APD

REKOGNISI

Berdasarkan data hasil kuesioner yang


telah diolah diketahui bahwa rata-rata
pengelasumumnya dapat bekerja
dengan melihat sinar ultraviolet per
hari selama 3-4 jam. Maka diambil ratarata 3,5 jam untuk lamanya pajanan
per orang dalam kerja per harinya.
Intensitas yang diperbolehkan menurut
Kepmenaker No.51 tahun1999 untuk
lama kontak dengan sinar ultraviolet
3,5 jam adalah sebagai 0,239 HW/cm2

Rata-rata intensitas UV B
Intensitas
Waktu

Jenis
Radiasi

Menggunaka
n kaca mata

Tanpa
menggunak
an kaca
mata

NAB
.

Sebelum
pengelasan

UV B

0,893
HW/cm

2.753
HW/cm2

0,239
HW/cm2

Sesudah
pengelasan

UV B

13,013HW/c
m2

47,40
HW/cm2

0,239
HW/cm2

Metode

accident injury report


physical examination
Sampling and spot inspection
Fault tree analysis
Job safety analysis
Employee notification

PENGENDALIAN

Kegiatan

Jenis
Radiasi

Panjang
Gelomnb
ang

Efek Kesehatan

Pengendali
an

Proses
Pengelasan

Sinar UV

200-400
nm

Efek Akut Pada Mata:


-Welders flash ( 315
nm)
Efek Kronik Pada Mata:
-Photochemically
(295-400
nm)
-Katarak ( 315 nm)
-Pterygium

Adminstrativ
e:

Efek Akut Pada Kulit:


-Sunburn (UV-B & UVC) & (300-307 nm)
-Blistrering
Efek Kronik Pada Kulit:
-Percepetan penuaan
-Kanker kulit
Immunosuppression
menyebabkan
penurunan respon
terhadap penyakit

Pengendali
an waktu
kerja
Job training
Job rotation
Shift Work

PPE :
- Kacamata
anti radiasi
- Sarung
tangan anti
radiasi
- Pakaian
pelindung
anti radiasi

Kegiatan

Jenis Radiasi

Panjang
Gelombang

Efek Kesehatan

Pengendalian

Proses
Pengelasan

Cahaya Tampak

400- 700 nm

Kerusakan pada kornea,


lensa, atau retina
(Tergantung pada panjang
gelombang cahaya dan
dan karakteristik
penyerapan energi dari
dari struktur mata)
-Fotoretinitis
-Katarak

Adminstrative
:

- Terbakarnya kulit

Sinar
Inframerah

700 1400
nm

(Tergantung pada panjang


gelombang cahaya dan
dan karakteristik
penyerapan energi dari
dari struktur mata)
-Fotoretinitis
-Katarak (IR-A)
-Luka bakar pada kornea
dan konjungtiva
-Terbakarnya kulit

Pengendalian
waktu kerja
Job training
Job rotation
Shift Work

PPE :
- Kacamata
anti radiasi
- Sarung
tangan anti
radiasi

Adminstrative
:
-

Pengendalian
waktu kerja
Job training
Job rotation
Shift Work

PPE :
- Kacamata
anti radiasi
- Sarung
tangan anti
radiasi