You are on page 1of 33

Traum a P etir

Eka Cahya Yunita
(1110070100181)
Fauziah Rahmi Fitri (1110070100114)
Fitri Yanti
(1110070100210)
Shinta Kartika Sari
(1110070100155)
Yuni Angriani
(1110070100164)
Preseptor:
dr. Rosmawaty M. Ked (For) Sp. F

D ef n
i isi

Petir merupakan loncatan
arus listrik tegangan tinggi
antar awan dengan tanah.
Tegangan dapat mencapai
10 megaVolt, dengan kuat
arus listrik mencapai
100.000.

beberapa defi
nisidaripetir,antara lain:

 Fenomena alam yang merupakan Pelepasan

muatan elektrostatis yang berasal dari badai
guntur
 Pelepasan muatan ini disertai dengan pancaran
cahaya dan radiasi elektromagnetik lainnya
 Arus listrik yang melewati saluran pelepasan
muatan tadi dengan cepat memanaskan udara
dan berkembang sebagai plasma yang
menimbulkan gelombang bunyi yang bergetar
( guntur ) di atmosfir
 Cedera yang diakibatkan petir terjadi ketika
seseorang disambar petir baik

kematian pertahun akibat petir adalah 0.  Petir yang terjadi di sekitar khatulistiwa menyebabkan korban meninggal sekitar 24.000.000 untuk daerah tropis dan subtropis.Epidem iologi  Tahun 2000-2006. .2 per juta orang. korban cedera sekitar 240.

M ekanism e sam baran P etir  Serangan langsung  Percikan dari objek lain yang tersambar petir  Kontak tegangan karena menyentuh objek yang tersambar  Efek penyebaran energi sambaran petir melalui permukaan bumi (tanah) . dimana jarak antara korban dengan sumber petirnya jauh  Energi petir dari langit yang tidak berhasil terhubung dengan energy petir yang berasal dari permukaan bumi untuk melengkapi sebuah saluran petir  Trauma tumpul jika seseorang terlempar dan barotrauma bila korban berada cukup dekat dari petir .

D erajat traum a petir : a. Cedera Berat . Cedera Sedang c. Cedera ringan b.

. atau menghasilkan luka bakar elektrik internal maupun eksternal melalui panas dan pembentukan pori di membran sel. inisiasi abnormal irama elektrik pada jantung dan otak.Patof s iiologi  Elektron mengalir secara abnormal melalui tubuh menghasilkan cedera atau kematian melalui depolarisasi otot dan saraf.

 Seluruh aliran dapat mengakibatkan mionekrosis. baik voltase rendah maupun tinggi mengakibatkan penurunan kesadaran segera karena depolarisasi saraf otak. Arus yang melalui otak.  Aliran listrik yang lama membuat kerusakan iskemik otak terutama yang diikuti gangguan nafas. dan mioglobinuria dan berbagai komplikasi. mioglobinemia.  Arus AC dapat menghasilkan fibrilasi ventrikel jika jalurnya melalui dada. .

Tegangan / voltage c.Lamanya waktu kontak dengan konduktor g.Kuat arus / intensitas /amperage e.Jenis / macam aliran listrik  b.Tahanan / resistance d.Aliran arus listrik (path of current) .Adanya hubungan dengan bumi / earthing f.Faktor-faktor yang m em pengaruhi efek listrik terhadap tubuh: a.

faktor panas dan faktor ledakan .Manifestasi klinik  Luka akibat petir Seseorang yang disambar petir pada tubuhnya terdapat kelainan yang disebabkan oleh faktor arus listrik.

Aborescent markings Tanda ini berupa gambaran seperti pohon gundul tanpa daun akibat terjadinya vasodilatasi vena pada kulit korban sebagai reaksi dari persentuhan antara kulit dengan petir.Efek listrik akibat sam baran petir ada 3: 1. . Current mark / electrik mark / electrik burn Efek ini termasuk salah satu tanda utama luka listrik (elektrical burn) 2.

G am bar 1.Aborescent M arkings .

Magnetisasi Logam yang terkena sambaran petir akan berubah menjadi magnet.3. Efek ini juga termasuk salah satu tanda luka listrik(electrical burn) .

Efek panas akibat sambaran petir  Luka bakar sampai hangus. .  Metalisasi.

Efek m etalisasi   .G am bar 2.

Manifestasi klinik akibat sambaran petir :  Gejala kardiorespirasi  Gejala neurologis  Gejala pada Kulit  Gejala Muskuloskeletal  Gejala mata dan adneksa  Gejala pada telinga  Gejala pada ekstremitas  Gejala pada organ visera lainnya .

Gambar 3. Keraunopati .

berkontak dengan kulit selama sambaran petir. ritsleting. Contact . seperti kalung. ke dalam kulit Flash .Terjadi ketika logam. atau gesper ikat pinggang.      Berikut jenis luka bakar yang disebabkan oleh petir: linear Punctate Thermal Luka ini diakibatkan karena petir mengenai pakaian dan kemudian terbakar.membakar Superficial yang mengakibatkan perubahan warna coklat dari kulit   . dapat membentuk "tato" logam. seperti perhiasan.

Luka bakar jenis liniar .Gambar 4. Luka bakar jenis liniar Gambar 4.

Gambar 5. Luka bakar jenis punctate .

manifestasi kutaneus dari luka sambaran dengan gangren bilateral di bawah siku .Gambar 6.

Sebab Kematian Sebab kematian karena arus listrik yaitu: a. Paralisis respiratorik c.Paralisis pusat nafas .Fibrilasi ventrikel b.

 Bilamana belum ada lebam mayat. kadang-kadang ada busa pada mulut. maka mungkin korban dalam keadaan mati suri dan perlu diberi pertolongan segera yaitu pernafasan buatan dan pijat jantung dan kalau perlu segera dibawa ke Rumah sakit.  Lalu kemudian korban diperiksa apakah hidup atau sudah meninggal dunia. .  Perlu dilakukan pertama kali adalah mematikan arus listrik atau menjauhkan kawat listrik dengan kayu kering.Pemeriksaan Korban Pemeriksaan korban di Tempat Kejadian Perkara (TKP)  Korban mungkin ditemukan sedang memegang benda yang membuatnya kena listrik.

Pemeriksaan Jenazah  Pemeriksaan Luar Tanda-tanda listrik tersebut antara lain :  Electrical Mark  Joule Burn/ Endogenous Burn  Exogenous Burn .

Electrical Mark .Gambar 7.

 Gambar 8. Joule Burn/ Endogenous Burn .

Exogenous Burn . Gambar 9.

.

 Folikel rambut dan kelenjar keringat akan memanjang dan memutar ke bagian yang terkena dari aliran listrik.  Sel pada stratum korneum akan menggelembung dan vakum. .  Sel dan inti dari stratum basalis akan lebih gelap dan akan berbentuk palisade.   Hasil yang terlihat adalah:  Sel yang terkena trauma listrik akan berwarna lebih gelap dan lebih memipih.  Sel dilihat di bawah mikroskop.Pemeriksaan Tambahan  Pemeriksaan tambahan yang dapat kita lakukan adalah:  Patologi Anatomi  Pada pemeriksaan ini dilakukan dengan cara:  Sel diwarnai dengan mettoxyl lineosin. Ada juga sel yang berbentuk karbonasi.

Gambaran histologis luka petir .Gambar 10.

panas dan luka ledakan. dengan angka kejadian sekitar 40-50%.  Mekanisme tersering yang dapat menyebabkan cedera akibat sambaran petir adalah efek penyebaran energi sambaran petir melalui permukaan bumi atau tanah. Cedera yang diakibatkan oleh sambaran petir ini dapat terjadi secara langsung maupun tidak langsung. yang jarak korban dengan sumbernya jauh.PENUTUP  Luka akibat sambaran petir menjadi salah satu penyebab kematian terbesar yang berkaitan dengan badai. Gambaran lukanya dapat berupa gabungan dari luka akibat listrik. . Fenomena ini terjadi karena ada pelepasan electrostatik yang berasal dari fenomena alam tersebut.

musculoskeletal. . luka bakar. ektramitas dan organ visceral lainnya. abnormalitas irama jantung dan otak. dapat terjadi karena fibrilasi ventrikel. paralisis respiratorik. saraf pusat.  Pemeriksaan pada korban terdiri dari pemeriksaan korban ditempat kejadian perkara (TKP) dan pemeriksaan jenazah. mata dan adneksanya. dan paralisis pusat nafas. Untuk sebab kematian pada korban yang terkena sambaran petir. telinga.  Gejala yang ditimbulkan oleh sambaran petir ini dapat mengenai berbagai organ seperti kardiorespirasi. kulit. dan pembentukan pori membrane sel. Untuk pemeriksaan pada jenazah dapat berupa pemeriksaan luar. dalam dan tambahan. Elektron yang dihasilkan oleh petir akan mengalir secara abnormal melalui tubuh sehingga akan menyebabkan cedera atau kematian melalui mekanisme depolarisasi otot dan saraf.

wb Terimakasih Gomawoyo .Assalamualaikum wr.