You are on page 1of 30

Kepanitraan Klinik Ilmu Penyakit Dalam RS TK.II Moh.

Ridwan Meuraksa
Fakultas Kedokteran Universitas YARSI
Periode 18 Juli – 25 September 2016

Empagliflozin and Progression
of Kidney Disease in Type 2
Diabetes
Oleh
Nurin Pascarini Jusaim
1102012205
Pembimbing
Letkol CKM (K) dr. Eny Ambarwati, Sp.
PD, FINASIM

Latar Belakang
Pasien dengan Diabetes Tipe 2
Meningkatnya mortalitas
35%
65%

Penyakit Ginjal
Penyakit non-Ginjal

Latar Belakang
(Empagliflozin)
Merupakan golongan inhibitor sodiumglocose co-transporter 2 (SGLT 2
inhibitor)
Fungsi: mengurangi efek
hiperglikemia pada pasien diabetes tipe
2
Mekanisme kerja: mereduksi
reabsorpsi glukosa di renal, sehingga
terjadi peningkatan ekskresi glukosa di
urin

Tujuan (EMPA-REG OUTCOME trial) Primer Mengkaji komplikasi kardiovaskular (pada penelitian sebelumnya) Sekunder Menguji efek empagliflozin terhadap perkembangan penyakit ginjal pada pasien diabetes tipe 2 yang beresiko tinggi terkena komplikasi kardiovaskular. .

METODE EMPA-REG OUTCOME Trial • Ongoing • Multicenter • Randomized • Double Blind • Placebo-controlled trial .

Populasi Percobaan .

9.0%  IMT ≤ 45 kg/m2 saat screening .0% ATAU yang mengkonsumsi obat anti-diabetes apapun (kecuali pioglitason di Jepang) dengan HbA1c 7.10.Populasi Percobaan (Kriteria Inklusi)  Pasien berumur ≥18 tahun (≥ tahun di Jepang dan ≤65 tahun di India) dengan diabeters tipe 2 yang tidak mengkonsumsi obat anti-diabetes ≥12 minggu sebelum randomisasi dengan HbA1c 7.0% .0% .

Populasi Percobaan (Kriteria Inklusi) .

Populasi Penelitian (Kriteria Eksklusi)  Pengobatan anti obesitas  Hiperglikemia tidak terkontrol (glukosa > 240 mg/dl) setelah semalam berpuasa dinilai saat periode plasebo  Liver disease  eGFR <30 ml/menit/1.73 m2  Riwayat kanker  Wanita pre-menopause  Pecandu alkohol atau narkoba selama 3 bulan  Berencana operasi jantung atau angioplasti  Malaria atau anemia hemolitik .

Desain Penelitian .

5 tahun)  Total pasien yang discreening adalah 11507 orang dan yang masuk dalam randomisasi untuk mendapatkan pengobatan adalah 7020 orang.Rekrutmen Pasien  Dimulai pada September 2010 dan selesai pada April 2013 (2.  Alasan utama kegagalan pada screening adalah HbA1c diluar jauh dari spesifikasi protokol. .

5% dan ≥8. dan asia) berdasarkan IMT saat periode randomisasi (<30 kg/m2 dan ≥30 kg/m2) berdasarkan fungsi ginjal (Laju Filtrasi Glomerulus/eGFR) saat screening .Randomisasi berdasarkan HbA1c saat screening (<8. eropa.5%) berdasarkan wilayah saat screening (Amerika utara. amerika latin. afrika.

Chronic Kidney Disease (Based on The Renal Association) Deskripsi Stage 1 Stage 2 Stage 3A Stage 3B Stage 4 Fungsi ginjal normal tetapi pada urin ditemukan struktur abnormal Penurunan fungsi ginjal ringan GFR (ml/min/1.73 m2 ) >90 60-89 Penurunan fungsi ginjal moderate 45-59 30-44 Penurunan fungsi ginjal berat 15-29 .

Follow up  Pasien diinstruksikan untuk datang ke klinik pada waktu yang telah ditentukan selama penelitian.  Pasien yang tidak melanjutkan pengobatan dalam penelitian ini diminta untuk datang saat jadwal visite sesuai rencana .

Infark miokard (MI) non-fatal 3. Kematian akibat kasus kardiovaskular (CV) 2.Metode (Komplikasi Primer dan Sekunder Kardiovaskular)  Komplikasi Primer Kardiovaskular (3 point major adverse cardiovascular events/3P-MACE) 1. Stroke non-fatal  Komplikasi Sekunder CV (4 point major adverse cardiovascular events/4P-MACE)  Komplikasi primer ditambah dengan kasus unstable angina rawat inap .

73 m2  Inisiasi terapi pengganti ginjal  Perburukan nefropati  Kematian akibat penyakit ginjal .Metode (Komplikasi Mikrovaskular dan Ginjal) Komplikasi mikrovaskular  Fotokoagulasi retina  Perdarahan vitreous  Kebutaan akibat diabetes Komplikasi Ginjal  Makroalbuminuria (> 300 mg/g)  Peningkatan 2x lipat kadar kreatinin dengan eGFR ≤45 ml/min/1.

HASIL .

Pasien  Menurut desain penelitian.7% dari total pasien menggunakan angiotensin-converting-enzyme inhibitor. lebih dari 99% dari pasien telah mempunyai penyakit kardiovaskular  28. . sedangkan durasi median observasi 3.  80.1 tahun.0% memiliki makroalbuminuria.7% memiliki mikroalbuminuria.  Durasi median pengobatan adalah 2. dan 11.6 tahun.

.

Hasil (Komplikasi Kardiovaskular) Terjadi penurunan yang signifikan terhadap resiko 3P-MACE di kelompok empagliflozin dibanding kelompok plasebo .

5% pasien di kelompok plasebo. .Hasil (Komplikasi Mikrovaskular) Komplikasi mikrovaskular terjadi pada 14% pasien di kelompok empagliflozin dan 20.

5%) di grup empagliflozin dan 60 dari 2323 (2.6%) di grup plasebo  Peningkatan dua kali liat kadar serum kreatinin terjadi pada 70 dari 4645 pasien (1.8%) di grup plasebo  Inisiasi hemodialisis terjadi pada 13 dari 4687 pasien (0.Hasil (Komplikasi Ginjal)  Insidensi perburukan nefropati terjadi pada 525 dari 4124 pasien (12.7%) di grup empagliflozin dan 388 dari 2061 pasien (18.6%) di grup plasebo .3%) di grup empagliflozin dan 14 dari 2333 (0.

Hasil (Komplikasi Ginjal) .

.

73 m2 di kelompok 10 mg dan 0. dibandingkan dengan penurunan 0. .04 ml/min/1. dengan kenaikan per minggu 0.48±0.73 m2 di kelompok plasebo.55±0.04±0.73 m2.04 ml/min/1.Hasil (Fungsi Ginjal) Setelah pengobatan dihentikan.04 ml/min/1. eGFR meningkat pada kedua dosis empagliflozin.

.

.  Acute Kidney Injury (AKI) dan hiperkalemia dilaporkan konsisten memiliki persentase lebih rendah pada pasien di kelompok empagliflozin dibanding dengan kelompok plasebo.Efek Samping  Infeksi genitalia dilaporkan memiliki persentase tertinggi pada pasien di kelompok empagliflozin daripada di kelompok plasebo.

.

Diskusi Pasien dengan diabetes tipe 2 yang mempunyai resiko tinggi masalah kardiovaskular. penggunaan empagliflozin dapat memperlambat perkembangan penyakit ginjal dibandingkan pemberian plasebo. . ketika diberikan bersamaan dengan terapi utama.

SEKIAN Terima Kasih .