You are on page 1of 17

TUGAS SEJARAH

Nama Kelompok:
• Betlycin Florentina Sitio
• Darniah Yulia Saputri
• Dewi Puspa Sari
• Ramona Dwiastuti

XII IPA 1

Mobilitas penduduk merupakan bagian integral dari proses pembangunan secara keseluruhan. sedangkan Penduduk memiliki arti sebagai salah satu aset dasar dalam pembangunan.   Pengertian Mobilitas Penduduk Mobilitas sendiri. .  PERTUMBUHAN DAN MOBILITAS PENDUDUK PADA MASA ORDE BARU A.peningkatan ataupun penurunan status dan peran anggotanya. Mobilitas telah menjadi penyebab dan penerima dampak dari perubahan dalam struktur ekonomi dan sosial suatu daerah. memiliki arti sebagai perubahan. pergeseran.

Tidak akan terjadi proses pembangunan tanpa adanya mobilitas penduduk. . Tetapi juga tidak akan terjadi pengarahan penyebaran penduduk yang berarti tanpa adanya kegiatan pembangunan itu sendiri. tidak terlalu tepat untuk hanya menilai semata-mata aspek positif maupun negatif dari mobilitas penduduk terhadap pembangunan yang yang ada.Oleh sebab itu. tanpa memperhitungkan pengaruh kebaikannya.

. Dalam hubungan ini tidak ada unsur paksaan untuk melakukan migrasi. atau migran. telah memperhitungkan berbagai kerugian dan keuntungan yang akan di dapatnya sebelum yang bersangkutan memutuskan untuk berpindah atau menetap ditempat asalnya.Mobilitas penduduk pada masa orde baru Para penduduk yang akan berpindah. Tetapi semenjak dasawarsa 1970-an banyak dijumpai pula mobilitas pendudukyang bersifat paksaan atau “dukalara” atau terdesak (impelled).B.

1)    Imigrasi. yaitu perpindahan penduduk dari suatu negara lain ke dalam suatu negara.C. Migrasi internasional. misalnya para Tenaga Kerja Indonesia yang bekerja di Malaysia. yaitu perpindahan penduduk dari suatu negara menuju ke negara lain. yaitu perpindahan penduduk yang dilakukan antarnegara. Contoh orang Indonesia pergi bekerja ke luar negeri.     Migrasi a. . 2) Emigrasi. Contoh orang India masuk ke Indonesia.  Jenis-jenis Mobilitas penduduk 1.

1) Migrasi penduduk sementara atau migrasi sirkuler. .    Migrasi nasional. yaitu proses perpindahan penduduk di dalam satu negara.      b) perpindahan penduduk musiman. maksudnya perpindahan          yang dilakukan hanya bersifat sementara pada musim-musim          tertentu. yaitu perpindahan penduduk dari tempat tinggal asal          menuju ke tempat tujuan yang dilakukan setiap hari pulang pergi          untuk melakukan suatu pekerjaan. terdiri dari:      a) penglaju.b.

urbanisasi. dan • masyarakat desa ingin maju. yaitu perpindahan dari salah satu wilayah untuk menetap di wilayah lain dalam wilayah negara.ampak negatifnya : • di perdesaan tenaga di sektor pertanian berkurang. yaitu: • meningkatkan pendapatan penduduk desa.                 transmigrasi.2) Migrasi penduduk menetap meliputi transmigrasi dan urbanisasi. • mengurangi kepadatan penduduk. dan • tenaga terdidik sebagai tenaga penggerak pembangunan berkurang.       Transmigrasi. • banyak lahan tidak tergarap. • menularkan pengalaman kota. migrasi juga ada akibat positifnya. . atau emigrasi sebagai TKI. • produktivitas pertanian dapat menurun.

Ternyata program KB di Indonesia berhasil sangat baik. 3. Transmigrasi lokal. Pemerintah hanya       menyediakan lahan pertanian dan rumah. 4.    Transmigrasi Transmigrasi yaitu perpindahan penduduk dari satu pulau kepulau lain dalam satu negara. dan dua orang anak. 5.B. Transmigrasi khusus/sektoral. yaitu keluarga yang terdiri dari ayah. ibu. yaitu transmigrasi yang biayanya ditanggung pemerintah ditujukan untuk penduduk yang memenuhi syarat. . yaitu transmigrasi yang dilakukan dalam satu     wilayah provinsi. yaitu transmigrasi yang dilakukan oleh     seluruh penduduk desa berikut pejabat-pejabat pemerintahan     desa. Transmigrasi spontan/swakarsa. yaitu transmigrasi yang dilakukan     karena penduduk terkena bencana alam. Untuk mengatur kelahiran penduduk. Jenis – jenis transmigrasi : 1. Transmigrasi bedol desa. 2. Transmigrasi umum. pemerintah menggalakkan program KB juga mengarah pada catur warga. yaitu transmigrasi yang seluruh pembiayaannya ditanggung sendiri.

        6. Melaksanakan pembangunan secara merata.         7. Memanfaatkan sumber-sumber alam dan tenaga manusia.             .          4.          2.Program transmigrasi dibagi 2 periode yaitu tahap pra pelita dan     tahap Pelita. Memperkukuh rasa persatuan dan kesatuan bangsa. Menyeimbangkan persebaran penduduk.          3. Meningkatkan taraf hidup rakyat. Memperkuat pertahanan dan keamanan nasional. Tujuan Transmigrasi pada masa Orde Baru yaitu :          1. Meningkatkan pembangunan daerah.          5.

sebagai berikut. (d) Banyak fasilitas kehidupan. • pengangguran. • timbul daerah kumuh.   . dan • semakin menciptakan rasa individual yang tinggi. (c) Banyak hiburan. (c) Banyaknya pengangguran di pedesaan. (a) Lapangan pekerjaan lebih banyak. • kepadatan penduduk. • kemacetan lalu-lintas. • tuna wisma. • meningkatnya kejahatan. sebagai berikut. dampak negatif urbanisani bagi wilayah perkotaan :       • pertambahan penduduk.C. (1) Faktor–faktor yang mendorong terjadinya urbanisasi. (d) Fasilitas kehidupan sulit didapat. (e) Kurangnya fasilitas hiburan (2) Faktor penarik di kota. (b) Banyak menyerap tenaga kerja. Urbanisani      Urbanisasi adalah perpindahan penduduk dari desa ke kota atau     dari kota kecil ke kota besar. (a) Lahan pertanian semakin sempit. (b) Sulitnya pekerjaan di luar sektor pertanian. • peningkatan tenaga kasar.

      Munculnya pemukiman kumuh 2.   Dampak positif Mobilitas Penduduk 1.D.    Terjadinya pengangguran 5.    Meningkatnya persaingan kerja   E.    Berlimpahnya tenaga kerja di perkotaan 2.    Meningkatnya penghasilan para urbanisasi 3.     Meningkatnya angka kriminalitas   .    Dampak negative mobilitas penduduk 1.    Tingginya jumlah penduduk miskin 3.    Terjadinya degradasi lingkungan 4.

     Memanfaatkan sumber-sumber alam dan tenaga manusia 6. . Adanya wilayah yang saling melengkapi           Hal ini dapat terjadi karena setiap wilayah memiliki sumber daya     alam dan kebutuhan yang berbeda-beda 2.    Meningkatkan pembangunan daerah 3. Adanya kesempatan untuk berinteraksi Hubungan antar wilayah dapat diperlemah oleh ketidak adaan                  interaksi sesama.    Pertumbuhan dan mobilitas penduduk Menurut Edward Ullman ada 3 faktor yang mempengaruhi timbulnya interaksi kota.F.    Melaksanakan pembangunan secara merata di seluruh Indonsia 5.    Memperkokoh rasa persatuan dan kesatuan bangsa 7.     Memperkuat pertahanan dan kemananan nasional G.      Meningkatkankan taraf hidup rakyat 2. yaitu : 1.      Pada masa orde baru program transmigrasi bertujuan untuk 1.    Menyeimbangkan persebaran penduduk di Indonesia 4.

. baik secara teritorial. Konsep mobilitas penduduk ini mengandung arti bahwa terjadinya interaksi masyarakat antara dua kota berlangsung secara intensif.     Adanya kemudahan transfer/pemindahan dalam ruang Kemudahan transfer atau pemindahan dalam ruang dipengaruhi oleh jarak mutlak dan jarak relatif antar wilayah. spacial. Misalnya. adanya biaya transportasi.3. interaksi yang terjadi antara masyarakat dan berbagai kota yang ada dipulau jawa semakin bertambah marak dengan adanya dukungan sarana transportasi. maka mobilitas penduduk dapat diartikan sebagai suatu perpindahan penduduk. atau geografis. dan kelancaran sarana transportasi antar wilayah. bahkan waktu tempuh pun semakin singkat.

Kawasan yang menjadi pusat pembangunan dinamakan pusat-pusat atau kutub-kutub pertumbuhan.   Pusat-Pusat pertumbuhan di Indonesia pada masa Orde Baru Untuk mengetahui munculnya pusat-pusat pertumbuhan di Indonesia terdapat 2 teori yaitu : 1. Dari kutub inilah proses pembangunan menyebarke wilayah-wilayah lain di sekitarnya. .  Teori Tempat Sentral ( central place theory ) oleh Walter Christaller           Bahwa Pusat lokasi aktivitas yang melayani berbagai kebutuhan penduduk harus berada di suatu tempat sentral yaitu tempat yang memungkinkan partisipasi manusia dengan jumlah yang maksimum. 2. propinsi ataupun ibukota Negara.  Teori Kutub Pertumbuhan ( Growth Pole Theory ) oleh Lerroux           Bahwa pembangunan yang terjadi di manapun tidak terjadi secara serentak tapi muncul pada tempat-tempat tertentu dengan kecepatan dan identitas yang berbeda.Tempat sentral itu berupa ibukota kabupaten.  H. kecamatan. Masing-masing titik sentral memiliki daya tarik terhadap penduduk untuk tinggal disekitarnya dengan daya jangkau yang berbeda.

3. Diskriminasi yang bersifat penekanan atau penyisihan 4.     Keadaan lingkungan yang menyenangkan.     Kesempatan yang melebihi untuk bekerja sesuai dengan latar belakang     profesinya dibandingkan di daerah asal.      kebiasaan atau kebersamaan perilaku baik antar anggota keluarga     maupun masyarakat sekitar. sekolah.pertumbuhan Faktor pendorong : 1. 4. 2. kebakaran. atau epidemic penyakit. kekeringan. Menjauhkan diri dari masyarakat oleh karena tidak lagi kesempatan     untuk pengembangan diri. Hilangnya mata pencaharian. seperti dari seorang isteri terhadap suaminya yang tinggal di tempat yang dituju. Turunnya sumber daya alam.     Penyediaan untuk melakukan berbagai kegiatan yang berbeda atau . 6. Kesempatan yang lebih tinggi memperoleh pendidikan atau pelatihan     sesuai dengan spesialisasi yang dikehendaki. gempa bumi. faktor penarik : 1. Menjauhkan diri dari masyarakat oleh karena bencana alam seperti     banjir. da fasilitas umum lainnya. Kesempatan memperoleh pendapatan yang lebih tinggi. seperti cuaca perumahan. 5. 3. pekerjaan atau perkawinan.     Ketergantungan. 2. 5. 6. Memudarnya rasa ketertarikan oleh karena kesamaan kepercayaan.

Faktor kendala tidak dipaparkan jelas karena Faktor kendala hanya ada jika ada musibah atau suatu kendala yang tak terduga. Faktor penarik yang positif yaitu daerah tujuan mempunyai sarana pendidikan yang memadai dan lebih lengkap. .Faktor pendorong yang positif yaitu para migran ingin mencari   atau menambah pengalaman di daerah lain. kehidupan yang lebih mewah. Sedangkan faktor pendorong yang negatif yaitu fasilitas untuk memenuhi kebutuhan hidup terbatas dan lapangan pekerjaan terbatas pada pertanian. sehingga apa saja yang diperlukan akan mudah didapat dikota. Faktor penarik yang negatif adalah adanya lapangan pekerjaan yang lebih bervariasi.

      Penanggulangan mobilitas Mobilitas penduduk memiliki beberapa jenis dan dari setiap jenis mobilitas itu sendiri mereka memiliki hukum-hukum untuk mengatur perpindahan yang terjadi. Apabila terjadinya mobilitas yang tak terkendali. maka wilayah yang kosong akibat perpindahan tersebut harus memiliki daya penarik agar tidak terjadinya perpindahan yang tidak terkendali.J. Antara lain: Ø Adanya pembangunan lapangan pekerjaan di wilayah tsb yang memadai. akan terjadinya pemerataan pembangunan) Ø Wilayah tsb harus dapat berkembang secara dinamis       . contohnya dibangun pabrik industri yang sesuai dengan masyarakatnya Ø Adanya pembangunan untuk melengkapi sandang pangan di wilayah tsb ( Sudah ada dalam program pemerintah.