You are on page 1of 31

ST ELEVATION MYOCARDIAL INFARCTION

(STEMI)

Oleh:
Nurrisya Sholyhanna Pane
IGD RSUD Sumbawa Besar

Identitas Pasien
• Nama




: Tn. J
Umur
: 56 tahun
Jenis kelamin
: Laki-laki
Pekerjaan
: Dosen
Alamat
: Kebayan
Tanggal kunjungan : 10 Desember 2016

Keluhan Utama
• Nyeri dada sejak 1 jam SMRS

• C : akral hangat. nadi 112x/menit regular. tekanan darah 150/90 mmHg • D: alert. GCS 15 (E4V5M6). RR 20x/menit. pupil isokor diameter 3mm • SpO2 97% room air .Primary Survey • A : potensi jalan nafas baik • B : pernafasan spontan. suhu 37.40C. lateralisasi (-).

9 % 20 tpm makro . IVFD NaCl 0.Tatalaksana Awal • Pasien ditempatkan di P1 (triase ESI) dengan posisi setengah duduk • Pemeriksaan EKG • Pemasangan IV line.

• Pasien mengeluh keringat dingin. mual (+). nyeri dirasakan seperti ditekan. demam (-). berkeringat dan dirasakan tiba-tiba saat sedang bermain tennis. • BAB dan BAK tidak ada keluhan . memberat dengan aktivitas. nyeri dada tidak hilang dengan istirahat. pasien mengeluh nyeri dada kanan yang menjalar ke lengan kiri. dada terasa berat. • Nyeri dipengaruhi aktivitas. nyeri dirasakan terus menerus dan tidak disertai sesak nafas. muntah (-).Secondary Survey Riwayat Penyakit Sekarang • 1 jam SMRS.

. koma. Riwayat penyakit dahulu • Riwayat minum obat darah tinggi Captopril 25 mg selama (?) • Riwayat merokok (+) ± 20 tahun dan masih aktif. operasi disangkal Riwayat penyakit keluarga: Penyakit jantung (-). riwayat penyakit jantung (-). DM (-). HT (-). trauma. riwayat keluhan serupa (-). HT (+). kejang. riwayat kolesterol tinggi (-) alergi obat (-) alergi makanan (-) • Riwayat stroke.. DM (-).cont.

conjungtiva pucat (-/-) . sklera ikterik (-/-) Mulut •Bibir dan mukosa mulut : basah •Faring hiperemis (-) Leher •JVP tidak meningkat. ronkhi (-/-). wheezing (-/-) • Perkusi sonor (+/+) . deviasi trakea (-). refleks cahaya (+/+).Pemeriksaan Fisik Mata •Pupil bulat isokor. bruit (-/-) Paru – Paru •Retraksi intercostal (-/-) •Pergerakan dinding dada simetris. vesikular (+/+).

sianosis (-/-) . supel..cont. hepar dan lien tidak teraba. CRT <3 detik. bising usus (+) normal. Gallop (-). akral hangat. nyeri tekan (-) nyeri lepas (-) di ke empat kuadran Ekstremitas • Edema (-/-). Murmur (-) Abdomen • Datar. Jantung • Auskultasi :  Bunyi jantung I-II reguler.

Pemeriksaan Elektrokardiografi .

normoaxis.Heart rate : 75x/menit . AVF.08 s .Axis : 40 .Interpretasi EKG .QRS complex : 0. V3-V6 Kesimpulan anteroseptal wall : Irama sinus.ST segmen : elevasi di II.12 s . HR 75 x/menit.PR interval : 0.04 s .Irama dasar : Sinus .P wave : 0. III. STEMI .

Pemeriksaan Penunjang • Troponin (+) .

Infark miokard akut elevasi segmen ST .Diagnosis kerja • Nyeri dada ec.

9% 20 tpm makro Anti emetik + AH2 • Inj. Ranitidin 50 mg IV Anti platelet (oral) • Clopidogrel 75mg 1 x 4 tab ekstra • Aspilet 80 mg 1 x 4 tab ekstra .Tatalaksana Oksigenasi • 02 nasal kanul 5 liter per menit IV line • IVFD NaCl 0. Ondansetron 8 mg IV • Inj.

5 mg ekstra po sublingual Pemeriksaan penunjang • Cek lab Troponin (+). GDS. hematokrit.5 mg/0. Hb. elektrolit .5 ml iv ACEI • Captopril 12.Anti Trombolitik • Streptokinase IV dilarutkan dalam 100 cc NaCl. trombosit. informed consent keluarga (+) • Inj. leukosit.5 ml subkutan • Inj. liver function test. Arixtra 2. Arixtra 2. renal function test. infus dengan syringe pump dihabiskan selama 1 jam.5 mg/0.

0 [103/Ul] RBC 5.82 4.0 [106/Ul] HGB 15.3 Mg/dl SGOT 16 <41 u/L SGPT 10 <38 u/L Na 140.71 97-111 Mmol/L 152 140 Mg/dl Positive Negative HEMATOLOGI WBC GDS Troponin .HASIL NILAI RUJUKAN UNIT 16.000 – 6.2 37.06 136-145 Mmol/L K 3.5-5.1 Mmol/L Cl 110.0 12.0 [%] PLT 351 150 – 400 [103/uL] Ureum 13 10-50 Mg/dl Kreatinin 0.5 <1.01 4.0 [g/dL] HCT 45.0 – 48.00 – 10.59 3.0 – 16.

PEMBAHASAN INFARK MIOKARD AKUT .

.Definisi • kerusakan sel miokard dikarenakan iskemia berat yang terjadi secara • • - tiba-tiba sangat berkaitan dengan adanya thrombus yang terbentuk oleh rupturnya plak ateroma Infark miokard akut dengan elevasi ST (STEMI) merupakan bagian dari sindrom koroner akut (SKA) yang terdiri dari: angina pektoris tidak stabil IMA tanpa elevasi ST (NSTEMI) IMA dengan elevasi ST (STEMI).

Patofisiologi .

minimal pada 2 sandapan yang berdampingan • pemeriksaan enzim jantung. terutama troponin T yang meningkat atau positif .Diagnosis • nyeri dada yang khas pada anamnesis • gambaran EKG adanya elevasi ST ≥1 mm.

ditindih benda berat. dapat juga ke leher. udara dingin dan sesudah makan Gejala penyerta: mual. dan dapat juga ke lengan kanan Nyeri membaik atau hilang dengan istirahat. perut. rahang bawah. punggung/interskapula. keringat dingin. dan dipelintir Penjalaran: biasanya ke lengan kiri. muntah. cemas dan lemas . rasa terbakar. diperas. prekordial • Sifat: rasa sakit seperti ditekan. stres emosi. atau nitrat Faktor pencetus: latihan fisik.Nyeri dada tipikal (angina) • Lokasi: sub/retrosternal. gigi. sulit bernapas. • • • • ditusuk.

• Penyebab paling penting dari ST segmen kelainan (elevasi atau depresi) adalah iskemia atau infark miokard.Elektrokardiografi • ST segmen merupakan bagian isoelektrik EKG antara akhir gelombang S (titik J) dan awal gelombang T. Penyebab lain elevasi segmen ST • Acute myocardial infarction • Coronary vasospasm ( Printzmetal’s angina) • Pericarditis • Benign early repolarization • Left bundle branch block • Left ventricular hypertrophy • Ventricular aneurysm • Brugada syndrome • Ventricular paced rhythm • Raised intracranial pressure . interval antara depolarisasi ventrikel dan repolarisasi.

.

.

III. baik di : Septal (V1-2) Anterior (V3-4) Lateral (I + aVL. V5-6) Inferior (II. V4R) Posterior (V7-9) .Pola ST Elevation • Penyebab elevasi segmen ST dan pembentukan Q-wave di lead • • • • • • yang berdekatan. aVF) Right ventricular (V1.

Variasi waktu peningkatan enzim jantung .

• pemberian obat penunjang dan • tatalaksana komplikasi IMA. • pemberian antitrombotik dan terapi antiplatelet. . • penilaian dan implementasi strategi reperfusi yang mungkin dilakukan. • menghilangkan nyeri dada.Penatalaksanaan Tujuan utama • diagnosis cepat.

Syarat pemberian obat fibrinolitik .

Prognosis STEMI sebagian besar tergantung adanya 2 kelompok komplikasi umum yaitu: • komplikasi elektrikal (aritmia) • komplikasi mekanik (pump failure) .

ABC of clinical electrocardiography: Acute myocardial infarction-Part II. . Brady WJ. 2002 Apr 20. Full text. T/QRS ratio best distinguishes ventricular aneurysm from anterior myocardial infarction.Daftar Pustaka • http://lifeinthefastlane. Review.com/ecg-library/st-segment/ • Edhouse J. Morris F. Am J Emerg Med. PubMed PMID: 11964344. BMJ. PubMed PMID: 15915398. • Smith SW. PubMed Central PMCID: PMC1122906. 2005 May.324(7343):9636.23(3):27987.

SELESAI Terima Kasih. .