You are on page 1of 25

d

r
a
K

p
io
m
io
1

:

i
t
a

fa a h
k
a
po s S iriy ah
y
om A n a h o
i
l
w
C
a
Ke us
l
n
s
tu
l
Ag ifa Hu
a
t
im
La in g i
k
a
n
n
Ni r Ai n H
h
a
a
u
N hm
an
s
Ra b si l Ha
Ha atu
f
Ul

Jantung
• P= 12 cm, L = 8-9 cm serta
tebal = 6 cm.
• Berat jantung = 200 - 425
gram
• besar kepalan tangan
pemiliknya
• Setiap harinya jantung
berdetak 100.000 kali dan
memompa 7.571 liter darah.

Jantung
Letak dan Posisi jantung :
Rongga mediastinum dari
rongga
dada
(toraks)
diantara kedua paru

Struktur Jantung
1. Epikardium atau
Perikardium Viseral
2. Miokardium
3. Endokardium

Ruang Jantung
1.
2.
3.
4.

Atrium/ serambi kanan
Atrium/ serambi kiri
Ventrikel/ bilik kanan
Ventrikel/ bilik kiri

Definisi
Kardiomiopati adalah suatu penyakit miokardium
yang menyerang otot jantung (miokard)
(Muttaqin, 2009)

Klasifikasi
Kardiomiopati dilatasi/kongsetif
Kardiomiopati hypertrofi
Kardiomiopati restriktif

Etiologi
Goodwin dalam Mansjoer, et.al 2000, membagi etiologi
berdasarkan klasifikasi kardiomiopati yaitu sebagai
berikut:
1. Kardiomiopati dilatasi/kongsetif: etiologinya sebagian
besar tidak diketahui, namun mungkin berhubungan
dengan
virus,
penggunaan
alcohol
yang
berlebihan,penyakit
metabolic,kelainan
gen
dan
sebagainya.
2. Kardiomiopati hypertrofi : Penyebabnya tidak diketahui
namun sebagian diturunkan secara autosom dominan.
3. Kardiomiopati restriktif : etiologinya penyakit-penyakit
yang menginfiltrasi miokardium, seperti amiloidosis
hemokromatisis, sarkoidosis

Patofisiologi

Patofisiologi

Manifestasi Klinis
Kelelahan dan kelemahan
Dispneu saat beraktivitas
Batuk dan mudah lelah
Distensi vena jugularis
Gagal jantung (bagian kiri)
Emboli sistemik/ pulmonary
Tekanan darah normal/turun
edema pada bagian tubuh bawah
Kulit dingin

Pemeriksaan Diagnostik
Foto toraks,
pada kardiomiopati dilatatif akan
didapatkan kardiomegali dan edema paru
EKG akan tampak left ventrikel hypertropi pada jenis
kardiomiopati Hipertrofi
Ekokardiografi: dapat dilihat adanya dilatasi,
penebalan pada jantung

Penatalaksanaan
 Farmakologi

1. Disopyramide
2. β-blockers
3. Amiodaron
4. Calcium chanel bloker
 Terapi pembedahan
(myotomy-myectomy)

Peran Perawat
Sebagai seorang perawat kita harus memberikan
edukasi tentang kardiomiopati kepada pasien dan
keluarga dengan tujuan agar pasien dan keluarga
dapat membantu dalam proses penyembuhan.

Komplikasi
1. Dapat terjadi infark miokard apabila kebutuhan
oksigen ventrikel yang menebal tidak dapat
dipenuhi.
2. Dapat terjadi gagal jantung pada kardiomiopati
dilatasi apabila jantung tidak mampu memompa
keluar darah yang masuk.

ASUHAN
Keperawatan

Pengkajian
1. Anamnesa
a. Identitas pasien
b. Keluhan utama
Sesak nafas, pusing, berdebar-debar, mudah lelah.
c. Riwayat penyakit saat ini
Umumnya klien datang dengan keluhan adanya sesak.
Sesak yang dirasakan bertambah bila dilakukan
aktivitas dan tidur terlentang dan berkurang bila
diistirahatkan dan memakai 2- 3 bantal. Sesak
dirasakan pada daerah dada dan seperti tertindih
benda berat. Skala sesak 0-4  dan dirasakan sering
pada siang dan malam hari.

Pengkajian
d. Riwayat penyakit dahulu
e. Riwayat penyakit keluarga

Pengkajian
1. Pemeriksaan fisik
a. Sistem Pernafasan
Dispneu saat beraktivitas, Paroksimal Nokturnal
Dispneu, tidur sambil duduk atau dengan beberapa
bnatal, Batuk
dengan/ tanpa pembentukan sputum,
riwayat paru kronis,
penggunaan bantuan pernafasan
(oksigen dan medikasi),
nafas dangkal,takipneu,
penggunaan otot aksesori
pernafasan.bunyi nafas
mungkin tidak terdengar, dengan
krakels basilar dan
mengi.

Pengkajian
b. Sistem Kardiovaskular
Distensi vena jugularis, pembesaran jantung, adanya
nyeri dada, suara s3 dan s4 pada auskultasi jantung
,tekanan darah normal/turun, takikardi, disritmia
(fibril atrium, blok jnatung dll)nadi perifer mungkin
berkurang,;perubahan denyutan dapat terjadi;nadi
sentral mungkin kuat, punggung kuku pucat atau sianotik
dengan pengisian kapiler lambat.
c. Sistem Pencernaan
Kaji adanya peningkatan berat badan secara
signifikan, mual dan muntah, anorexia, adanya nyeri
abdomen kanan atas, hepatomegali dan asites

Pengkajian
d. Sistem Muskuloskeletal
Kelelahan, kelemahan, sakit pada otot dan kehilangan
kekuatan/ tonus otot.
e. Sistem Persyarafan
Kaji adanya rasa pening, perubahan prilaku,
penurunana kesadaran dan disorientasi
f. Sistem Integumen
Pitting edema pada bagian tubuh bawah, dan kulit
teraba dingin, adanya kebiruan, pucat, abu-abu dan
sianotik , dan adanya kulit yang lecet.

Diagnosa Keperawatan
1.
2.
3.
4.
5.
6.

Nyeri akut b.d iskemik miokard
Pola nafas tidak efektif b.d dipsnea
Gangguan perfusi jaringan perifer b.d iskemia
Penurunan curah jantung b.d kontraksi terganggu
Intoleransi aktivitas b.d malaise
Malaise b.d kekurangan ATP

Intervensi
Dx. Nyeri akut b.d iskemik miokard
Tujuan
: setelah diberikan asuhan keperawatan
selama 2x24 jam, diharapkan nyeri
hilang
Kriteria hasil :
– Klien tampak rileks
– Tanda-tanda vital dalam batas normal
– Skala 0

Intervensi
karakteristik

Rasional
penampilan

lokasi, intensitas, lama dan

perilaku klien karena nyeri

penyebarannya

terjadi

Kaji/ hubungan faktor fisik/

pengkajian
Faktor yang

berpengaruh

emosi dari keadaan seseorang

terhadap

keberadaan/

Instruksikan

untuk

persepsi nyeri tersebut
Pengenalan
segera

dengan

meningkatkan intervensi dini

Catat

melaporkan

Intervensi
nyeri,
Variasi

pasien
nyeri

segera jika nyeri itu muncul

dan

sebagai

dapat

dan
temuan

menurunkan

beratnya serangan
Kolaborasi

pemberian

obat

sesuai dengan indikasi :

Digunakan

sebagai

Zat antiinflasmasi nonsteroid,

antiinflamasi, analgesic, dan