You are on page 1of 34

Sabtu, 29 Agustus 2015

Meet The Expert

Depresi Pasca Stroke
Present : Kelompok 1
Preseptor : dr. Sulistiana Dewi, Sp.KJ
FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS BAITURRAHMAH
RSJ. PROF. HB. SAANIN PADANG
2015

PENDAHULUAN

MTE/FK-Baiturrahmah/01/Dept. Psikiatri

LATAR BELAKANG
• Stroke merupakan dampak terbesar dari berbagai penyakit
khronik. Perubahan psikologi termasuk emosi, kebiasaan
dan fungsi kognitif dapat terjadi setelah pasien menderita
stroke.
• Gangguan depresi merupakan gangguan emosi yang paling
sering dikaitkan dengan stroke.
• Sekitar 15%-25% pasien stroke yang ada dalam komunitas
menderita depresi sedangkan pasien dengan stroke yang
sedang dirawat di Rumah Sakit sekitar 30%-40% menderita
depresi baik mayor maupun minor.

PENDAHULUAN

MTE/FK-Baiturrahmah/01/Dept. Psikiatri

RUMUSAN MASALAH
• Pada

rumusan

masalah

ini

penyusun

ingin

menjelaskan tentang definisi, etiologi, menifestasi
klinis, pedoman diagnostik dan penatalaksanaan dari
depresi paska stroke.

Psikiatri TUJUAN PENULISAN • Untuk mengetahui secara rinci tentang gangguan depresi paska stroke • Untuk mengetahui cara menegakkan diagnosa dan penatalaksanaan depresi paska stroke .PENDAHULUAN MTE/FK-Baiturrahmah/01/Dept.

klinis. diagnostik etiologi. pedoman dari gangguan . manifestasi dan penatalaksanaan Depresi paska stroke. Psikiatri MANFAAT • Semoga referat ini dapat berguna bagi penyusun maupun pembaca untuk lebih mengetahui tentang definisi.PENDAHULUAN MTE/FK-Baiturrahmah/01/Dept.

Penelitian yang dilakukan terhadap penderita stroke dengan lesi hemisfere kiri. • Meskipun penyebab pasti DPS belum diketahui. melaporkan bahwa terdapat hubungan terbalik antara beratnya depresi dengan jarak antara batas anterior lesi dengan kutub frontal depresi stroke.MTE/FK-Baiturrahmah/01/Dept. Psikiatri TINJAUAN PUSTAKA DEFINISI • Gangguan depresi pasca stroke merupakan gangguan emosi yang paling sering dikaitkan dengan stroke. sejumlah penelitian menyatakan bahwa lokasi lesi di otak memegang peranan penting. .

Psikiatri TINJAUAN PUSTAKA EPIDEMIOLOGI • Dibandingkan dengan prevalensi depresi yang terdapat pada populasi umumnya. • Sekitar 4-50% pasien dapat menjadi depresi dalam beberapa bulan pertama setelah stroke. • Prevalensi depresi pasca-strokeberkisar antara 1168% prevalensi ini semakin meningkat denganmeningkatnya umur penderita.prevalensi depresi pasca-stroke secara bermakna jauh lebih tinggi.MTE/FK-Baiturrahmah/01/Dept. .

. • Depresi dapat terjadi sebagai akibat langsung dari proses infak otak atau dapat terjadi sebagai reaksi akibat cacat atau ketidakberdayaan yang disebabkan oleh stroke.MTE/FK-Baiturrahmah/01/Dept. Psikiatri TINJAUAN PUSTAKA ETIOLOGI • Depresi pasca stroke mempunyai etiologi yang sifatnya multifactorial dengan komponen reaktif dan organik.

lesi pada hemisfer kanan menyebabkan peninggian regulasi serotonin (karena mekanisme kompensasi) yang bersifat protektor terhadap depresi. • Respon biokimia lateralisasi. Lesi terhadap hemisfer lesi kiri iskemik bersifat menyebabkan penurunan biogenik amin tanpa adanya kompensasi peninggian regulasi serotonin. • Sebaliknya.MTE/FK-Baiturrahmah/01/Dept. . Psikiatri TINJAUAN PUSTAKA PATOFISIOLOGI • DPS disebabkan oleh disfungsi biogenik amin.

• Yang akhirnya menyebabkan depresi. Psikiatri TINJAUAN PUSTAKA PATOFISIOLOGI TEORI PSIKOBIOLOGIK 1. • Menyebabkan devaluasi dirinya.MTE/FK-Baiturrahmah/01/Dept. . Teori Psikoanalitik • Interpretasi negatif seseorang tentang pengalaman hidupnya.

Teori Biologi Hipotesis katekolamin menyatakan bahwa depresi disebabkan oleh rendahnya kadar NE otak dan dopamin. Psikiatri TINJAUAN PUSTAKA PATOFISIOLOGI TEORI PSIKOBIOLOGIK 2.MTE/FK-Baiturrahmah/01/Dept. Walaupun demikian. 5HIAA) dapat menyebabkan depresi. pada beberapa pasien kadar MHPG (metabolit utama NE) tetap rendah. . Hipotesis indolamin menyatakan bahwa rendahnya 5-HT otak (atau metabolit utama.

MTE/FK-Baiturrahmah/01/Dept. Teori Neurofisiologik hipometabolisme otak dilobus frontal/menyeluruh pada depresi atau beberapa abnormalitas fundamental ritmik sirkadian pada pasien-pasien depresi. . Psikiatri TINJAUAN PUSTAKA PATOFISIOLOGI TEORI PSIKOBIOLOGIK 3.

Psikiatri TINJAUAN PUSTAKA GAMBARAN KLINIS A. ansietas ▫ Ikatan emosi berkurang ▫ Menarik diri dari hubungan interpersonal ▫ Preokupasi dengan kematian ▫ Ide-ide bunuh diri atau bunuh diri . sedih atau murung ▫ Iritabilitas. Gambaran Emosi : ▫ Mood depresi.MTE/FK-Baiturrahmah/01/Dept.

tak ada harapan. Gambaran Kognitif:  Mengeritik diri sendiri.MTE/FK-Baiturrahmah/01/Dept. Psikiatri TINJAUAN PUSTAKA GAMBARAN KLINIS B. perasaan tak berharga. rasa bersalah  Pesimis. konsentrasi buruk  Tak pasti dan ragu-ragu  Berbagai obsesi  Keluhan somatik  Gangguan memori  Ide-ide mirip waham . putus asa  Bingung.

Gambaran Vegetatif :  Lesu dan tak ada tenaga  Tak bisa tidur atau banyak tidur  Tak mau makan atau banyak makan  Penurunan berat badan atau penambahan berat badan  Libido terganggu  Variasi diurnal . Psikiatri TINJAUAN PUSTAKA GAMBARAN KLINIS C.MTE/FK-Baiturrahmah/01/Dept.

MTE/FK-Baiturrahmah/01/Dept. Psikiatri TINJAUAN PUSTAKA GAMBARAN KLINIS D. Gambaran Psikomotor :  Retardasi psikomotor  Agitasi psikomotor .

3. Gangguan depresi akibat kondisi medik umum dan gangguan depresi akibat zat. Gangguan penyesuaian dengan mood depresi. Gangguan depresi mayor unipolar dan bipolar. . 2. depresi disebabkan oleh stressor psikososial.MTE/FK-Baiturrahmah/01/Dept. Psikiatri TINJAUAN PUSTAKA KLASIFIKASI Diagnostic and Statisical Manual of Mental Disorders (DSM IV) terbagi menjadi 4 antara lain: 1.

Psikiatri TINJAUAN PUSTAKA KLASIFIKASI 4.MTE/FK-Baiturrahmah/01/Dept. Gangguan mood spesifik antara lain :  Gangguan distimik depresi minor  Gangguan siklotimik depresi dan hipomanik saat ini atau baru saja berlalu (secara terus menerus selama 2 tahun)  Gangguan depresi atipik  Depresi post partum  Depresi menurut musim .

MTE/FK-Baiturrahmah/01/Dept. bentuk distimik dan bentuk berat. Psikiatri TINJAUAN PUSTAKA KLASIFIKASI Klasifikasi depresi pasca stroke terdiri atas tiga bentuk antara lain bentuk ringan. .

Meskipun beberapa penulis mengintikan perbedaan antara pasien depresi pasca stroke dan MDD. kecual ipada pasien stroke yang terlapor anhedonia daripada control. Menariknya lagi pasien stroke tidak mungkin mengontrol laporan kejadia somatic dalam gejala psikological. Perbandingan antara pasien stroke akanlebih memiliki cognitive impairment.DIAGNOSIS Cumming et all juga menkonduksikan investigasi untuk memisahkan fenomenologi depresi pasca stroke dengan fenomenologi depresi oleh karena kondisi medis yang tidak diketahui penyebabnya. Mereka mencatat banyak tidak ada perbedaan besar antara profil gejala kedua grup. kecemasan. gejala vegetative dan gejala negatif. mood yang fluktiatif. . retardasi psikomotor.

tidak ada bukti untuk mendiagnosis depresi pasca stroke yang lebih valid dibandingkan pada diagnosis depresi bukan pasca stroke populasi. Sejak terspesifikasi dari marker biologi. diagnosis ditegakkan berdasaran temuan klinis.Meskipun masih kontroversi. .

. pekerjaan dan urusan rumah tangga.32.0) dengan pedoman diagnostik : ▫ Sekurang-kurangnya ada dua gejala dari tiga gejala utama depresi ▫ Ditambah sekurang0kurangnya dua dari tiga gejala lainnya ▫ Hanya sedikit kesulitan dalam pekerjaan dan kegiatan sosial yang biasa dilakukan • Episode depresif sedang (F32.DIAGNOSIS BANDING • Episode depresif ringan (F.1) ▫ Sekurang-kurangnya harus ada dua dari tiga gejala utama ▫ Ditambah sekurang-kurangnya tiga dan sebaiknya empat dari gejala tambahan ▫ Menghadapi kesulitan nyata untuk meneruskan kegiatan sosial.

• Episode depresi berat tanpa degala psikotik (F. Dalam hal demikian. ▫ Sangat tidak mungkin akan mampu meneruskan kegiatan sosial. .32. pekerjaan atau urusan rumah tangga. makan pasien mungkin tidak mau atau tidak mampu pelaporkan banyak gejalanya secara rinci. kecuali pada taraf yang sangat terbatas.2) ▫ Semua tiga gejala utama harus ada ▫ Ditambah sekurang-kurangnya empat dari gejala lainnya dan beberapa diantaranya harus berintensitas berat ▫ Bila ada gejala penting (misalnya agitasi atai retardasi psikomotor) yang mencolok. penilaian secara menyeluruh terhadap episode depresi berat masih dibenarkan.

▫ Mempunyai ide ide bunuh diri. ▫ Mempunyai lingkungan rumah yang destruktif atau dukungan lingkungan yang terbatas. Jenis terapi bergantung dari diagnosis. umur pasien.PENATALAKSANAAN • Tatalaksana depresi ▫ Perlu pemeriksaan medik dan psikiatrik untuk menyisihkan depresi sekunder. ▫ Mempunyai penyakit medik terkait yang memerlukan pengobatan atau perawatan. berat penyakit. ▫ Tanyakanlah tentang gambaran gambaran vegetatif dan evaluasi potensi untuk bunuh diri: • Apakah pasien: ▫ Mengalami ketidakmampuan akibat gangguan ini. dan beberapa memerlukan tambahan terapi fisik. . respons terhadap terapi sebelumnya. ▫ Semua pasien depresi harus mendapatkan psikoterapi.

• Psikoterapi untuk DPS dapat diberikan secara individu. kelompok. Berdasarkan ini. keputusan untuk melakukan psikoterapi sangat dipengaruhi oleh penilaian. .PSIKOTERAPI • Psikoterapi yaitu terapi yang digunakan untuk menghilangkan keluhan keluhan dan mencengah kambuhnya gangguan psikologik atau pola perilaku maladaptif. Beberapa pasien dan klinisi sangat meyakinin manfaat intervensi psikoterapii tetapi ada pula yang sebaliknya yaitu tidak percaya dengan psikoterapi. Terapi ini dilakukan dengan jalan pembentukan hubungan yang profesional antara terapis dengan pasien. atau pasangan sesuai dengan gangguan psikologik yang mendasarinya. Beberapa hal dapat menjadi pertimbangan untuk pemilihan jenis psikoterapi yang diindikasikan.

atau sel glial atau hiperaktivasi dari HPA. Banyak penelitiandilaporkan perbedaan desain strategi pengobatan untuk memperbaiki hasil dari depresi pasca stroke. seperti aktivasi imun. Pengobatan dengan Penurunan kortison. .TERAPI KOGNITIF Mekanisme depresi pasca stroke disarankan untuk melibatkan jalan yang banyak. hipoksi. dan nekrosis neuronal. dan peningkatan neurotropic factor seperti BDNF dilaporkan bias menjadi strategi pengobatan depresi pasca stroke. apoptosis.

saat ini tidak dapat dinyatakan manakah satu obat yang lebih baik dari yang lain. Deanxit. Amitriptyline. fluoxetine. .• Obat yang kecil tetapi baik dalam mengatasi gejala depresi pada pasien stroke. dan paroxetine). Mengobatanya menggunakan SSRIs (citalopram. tidak menunjukkan indikasi efektivitas yang relatif dari obat yang berbeda. dan trazodone. • Antidepresan mampu mengurangi rasa emosional sedih. Aniracetam. Reboxetine. dengan intensitas dan frekuensi yang sama . Permasalahan dalam mengobati depresi pasca stroke adalah tingginya tingkat efek samping obat. Sacco dkk menggunakan respon bersaing/paparan paradigma untuk mengobati empat pasien dengan emosionalisme dan dan terkurung dalam sindrom setelah stroke dan semua menunjukkan beberapa perbaikan. Nortriptuline. Sayangnya.

PROGNOSIS Hasil akhir dari pengobatan pasien dengan episode depresif adalah bervariasi secara umum berdasarkan follow up yang lebih baik. . Resiko relaps akan berulang jika pengobatan anti depresan diteruskan hingga enam bulan setelah akhir episode depresif.

hilangnya nafsu makan dan penurunan berat badan. ketegangan. Sekitar 50% pasien yang memenuhi kriteria diagnostik untuk depriesi paska stroke melaporkan adanya kesedihan. atau dapat menimbulkan kematian dengan tidak adanya penyebab yang jelas selain pembuluh darah. • Penatalaksanaan depresi pasca stroke dilakukan dari tiga sisi yaitu psikoterapi untuk mencengah kambuhnya gangguan psikologik. terapi kognitif untuk menghilangkan gejala depresi dan farmakoterapi menggunakan obat golongan antidepresan SSRIs (fluoxetine) dan amitriptiline. kehilangan minat. sulit konsentrasi dan berfikir. Suatu stroke dapat terjadi ketika terdapat bekuan daran atau pecahnya pembuluh darah yang mengalir ke areaarea dibagian otak. terbangun dini hari. kecemasan. • Fenomenologi gejala depresi fungsional hampir sama dengan simptom depresi paska stroke. .KESIMPULAN • Stroke didefinisikan oleh WHO sebagai suatu gangguan fungsional otak yang terjadi secara mendadak dengan tanda dan gejala klinik fokal maupun global yang berlangsung lebih dari 24 jam. serta fikiran-fikiran tentang kematian.

Sylvia dan Gita Hadisukanto. Kneebone. Ian. Buku Ajar Psikiatri Edisi Kedua. 2013. • I. 2012. dkk.DAFTAR PUSTAKA • Elvira. Journal : A Prospective Study On The Prevelance Of Post Stroke Depression And Its Relationship With Lesion Laterality And Sociodemographic Factor. Journal : Psychological Problems After Stroke And Their Management. FKUI: Jakarta • Srinivasa Rao. 2014. . Sireesha.

DISKUSI • Anti depresan akan membantu mengurangi relaps pada stroke. Harus dievaluasi lagi fc strokenya harus dicari. Menimbulkan aritmia. paling baik pada SSRI. hindari TCA karena berefeksamping(amitriptilin) karena akan mempengaruhi bagian ritmik pada jantung. karena koagulasi pembuluh darah atau dengan fc jantungnya. .

pada pasien afasia . tak khas. dan perubahan perilakunya. depresi + manik Depresi atipikal  depresi agitasi. karena AP 2 meningkatkan kolesterol Distimia berangsur angsur ke depresi selama 2 tahun siklotimik. bagaimana cara kita melihatnya? Raut muka. Lebih bahaya bila diseratai psikomotor. ex agitasi. Afek tiap hari diperhatikan. Pada pasien afasia.Gejala. memungkinkan pasien untuk bunuh diri. hanya bisa diobservasi raut mukanya. Kemungkinan dapat kita berikan antipsikotik gol 2 dosis rendah. Tidak melulu pada gangguan psikomotor. bila DM berikan antipsikotik 1.

Sama seperti pasien demensia. Untuk mengetahui pada pasien yang dapat menulis(instrument depresi) Humdays(hammilton depresion skill) tervalidasi DAS(depresion agitasi skill) Mandras(tervalidasi untuk penelitian) . Sebaiknya pada kasus neurologi langsung assess ke psikiatri. untuk maintance dapat bertahun tahun.Sampai kapan pemberian antidepresan? Sampai kondisi membaik. mencegah berulangnya stroke. dan geriatri. CLP(satu kesatuan) Keluarga juga perlu diberikan psikoterapi. pasien dan keluarga.

Dosis maintance (fluoxetine) kita mulai dari 10mg. mulai dalam waktu seminggu 20mg. Untuk mengontrol kognitif digunakan MMSE(mini mental test) digunakan juga pada pasien demensia. dievaluasi 6 bulan. bisa sampai 40mg. . BMI kecil pada indo. ke dosis efektif. Saat fc risk sudah menurun sudah dapat membaik. jadi20mg sudah. Terkadang perlu 2 tahun. mulai tappering off. Dosis kecil namun effektif. Setralin 50mg-100mg.