You are on page 1of 148

FOTOGRAMETRI

FOTOGRAMETRI

PEMOTRETAN UDARA

GARIS-GARIS BESAR PROGRAM PENGAJARAN

• Mata Kuliah : Ilmu Ukur Tanah 2
• Kode MK/SKS
: TSS08430/1
SKS
• Semester : 4
• Jurusan
: Teknik Sipil S1

Mengerjakan tugas-tugas kuliah 3. Mengikuti ujian tengah semester 4.Persyaratan 1.• A. Mengikuti ujian akhir semester . Mengikuti kuliah sekurangkurangnya 75% 2.

• B. Pengambilan data dilakukan dengan cara fotogrametri dan penginderaan jauh. dan penafsiran citra fotografik tanpa berhubungan langsung dengan obyeknya. ilmu dan teknik untuk memperoleh data-data tentang obyek fisik dan keadaan di permukaan bumi melalui proses perekaman. Deskripsi Singkat Fotogrametri adalah suatu seni. . pengukuran.

Tujuan Instruksional Umum Setelah mengikuti kuliah ini dapat mengetahui pengertian tentang fotogrametri. dapat menghitung dan melakukan pemetaan fotogrametri dengan alat Stereoskope .• C.   .

MATERI FOTOGRAMETRI • Pengertian fotogrametri • Keuntungan pemetaan dengan cara fotogrametri • Over lap • Foto Vertikal dan Foto Oblique • Perhitungan perencanaan pemotretan • Tahapan pemotretan fotogrametri • Interpretasi .

Pengadaan data geo-spasial • Pengadaan data geo-spasial dalam rangka pemetaan suatu daerah / kawasan antara lain dapat dilakukan melalui metode : -Terrestrial ( pengukuran langsung di lapangan ) -Fotogrametri ( pemotretan udara ) -Penginderaan Jauh -GPS .

Metoda proses pengadaan data .

.

.

.

.

.

.

.

.

Pelaksanaan pemotretan udara • Kamera udara dapat berupa kamera tunggal atau majemuk. . Untuk mendapatkan potret yang sesuai dengan keperluan dasar pemotretaan dipertahankan pada posisi mendatar serta diatur selang pengambilannya secara tetap. di masa lalu diletakkan di luar badan pesawat. pada umumnya diletakkan di perut pesawat.

Kamera udara dalam pesawat terbang .

.

dsb. jaringan telepon. jembatan. jaringan listrik.Kegunaan Peta dari fotogrametri • Peta ini umumnya dipergunakan untuk berbagai kegiatan perencanaan dan desain seperti jalan raya. tanggul. jalur pipa. pelabuhan. . bendungan. jalan kereta api. pembangunan perkotaan.

dan penafsiran citra fotografik tanpa berhubungan langsung dengan obyeknya .• Fotogrametri adalah suatu seni. pengukuran. ilmu dan teknik untuk memperoleh datadata tentang objek fisik dan keadaan di permukaan bumi melalui proses perekaman.

• Fotogrametri adalah suatu metode pemetaan
objek-objek
dipermukaan
bumi
yang
menggunakan foto udara sebagi media, dimana
dilakukan penafsiran objek dan pengukuran
geometri untuk selanjutnya dihasilkan peta garis,
peta digital maupun peta foto. Secara umum
fotogrametri merupakan teknologi geo-informasi
dengan memanfaatkan data geo-spasial yang
diperoleh melalui pemotretan udara.

Gambaran umum pembuatan geo-informasi dengan metode fotogrametri

Keuntungan pemetaan dengan
fotogrametri dibandingkan terrestris

• Obyek yang terliput terlihat apa adanya
• Produk dapat berupa : peta garis , peta
foto atau kombinasi peta foto-peta garis
• Proses pengambilan data geo-spatial
relatif cepat
• Efektif untuk cakupan daerah yang
relatif luas

dan menghasilkan potret (data analog). .Pemotretan udara Pemotretan udara pada umumnya menggunakan kamera dan film. Secara garis besar. pemotretan udara dan hasil ikutannya dalam bentuk peta merupakan bidang kegiatan ilmu geodesi yang dikenal dengan bidang fotogrametri.

pemilihan kamera udara. .Perencanaan pemotretan yang meliputi . . .Bidang fotogrametri meliputi (1).pemilihan film dan .cara pemotretan.disain pemotretan.

.pengarsipan potret.pencetakan. .Pemrosesan laboratorium meliputi .• (2).penyusunan. .

pembuatan peta topografi. .penggabungan potret (mosaik).Pengolahan dan pemanfaatan seperti .• (3). .

.• Citra fotografik adalah foto udara yang diperoleh dari pemotretan dari udara yang menggunakan pesawat terbang atau wahana terbang lainnya.

Namun demikian pada umumnya potret udara dibuat dalam bentuk potret tegak (vertikal) . Dalam hal tertentu pemotretan kadang dibuat dalam posisi miring (oblique) yang menghasilkan gambar seperti dapat dilihat pada gambar dibawah. antara lain : (A). Dibuat dalam bentuk potret tegak (vertikal).Potret udara harus memenuhi persyaratan khusus dan baku.

foto miring dan foto miring sekali. . Yang dimaksud dengan foto tegak adalah foto yang pada saat pengambilan objeknya sumbu kamera udara sejajar dengan arah gravitasi( tolerensi <3º).• Sebagai gambaran pada foto dikenal ada 3 (tiga) jenis yaitu foto tegak.

Jenis foto udara .

Foto Udara Tegak (Vertikal) .

Foto Udara Miring (Oblique) .

Foto udara miring sekali .

Keuntungan foto udara vertikal dibandingkan dengan foto udara condong • Foto Udara Vertikal 1. .Skala foto vertikal kira-kira selalu tetap dibandingkan dengan skala foto condong. Ini menyebabkan lebih mudah untuk melakukan pengukuran-pengukuran pada foto dan hasil yang diperoleh lebih teliti.

Untuk keperluan tertentu foto udara vertikal dapat digunakan sebagai pengganti peta.lanjutan 2. 3.Foto udara vertikal lebih mudah diinterpretasi dari pada foto udara condong. tidak menutupi obyekobyek lain sebanyak yang terjadi pada foto udara condong. Ini dikarenakan skala dan obyek-obyek yang lebih tetap bentuknya. .

maka dapat dilakukan dengan pemotretan condong. 2.Jika lapisan awan seringkali menutupi suatu daerah yang tidak memungkinkan dilakukan dengan pemotretan vertikal. .lanjutan • Foto Udara Miring/Condong 1.Foto udara condong meliputi kawasan yang lebih luas dari pada kawasan yang diliput oleh suatu foto udara vertikal.

. misalnya : obyek dibawah bangunan tinggi.Beberapa obyek yang tidak dapat dilihat / tersembunyi dari atas pada foto udara vertikal.lanjutan 3. dapat terlihat pada pemotretan condong.

Perbedaan foto vertikal dan miring Cakupan daerah foto vertikal kecil foto miring cukup luas Bentuk skala segi empat trapesium Skala foto sama untuk mengecil dari ketinggian yang sama Hubungan dengan peta mudah untuk dipetakan depan ke belakang sukar untuk dipetakan .

sehingga seluruh daerah yang dipotret tidak ada yang terlewat.Potret udara harus memenuhi persyaratan khusus dan baku. Tumpang tindih (overlap) ke arah samping juga dibuat dalam jarak lebih pendek. Gambar dibawah memperlihatkan bentuk pemotretan yang biasa dilakukan. Dibuat dengan sistim tumpang tindih (overlap) antara satu potret dengan potret berikutnya. Cara demikian dilakukan untuk mendapatkan kenampakan 3 dimensi dan untuk keperluan pembuatan peta topografi. antara lain :(lanjutan) (B). .

SYARAT PENGAMBILAN FOTO UDARA Saling bertampalan (overlap) .

Longitudinal overlap dan side lap .

Longitudinaloverlap dan Sideoverlap. longitudinaloverlap 60% (pertampalan arah jalur) sideoverlap 30% (pertampalan antar jalur) .

• PERTIMBANGAN DALAM PEMILIHAN JALUR TERBANG • RUMUS SKALA FOTO • RUMUS SKALA PETA • HUBUNGAN ANTARA SKALA FOTO DAN SKALA PETA • UNSUR DALAM PERENCANAAN • BESARAN YANG DIPAKAI DALAM PERENCANAAN .

Skala Foto Udara • Pada foto udara dikenal skala foto. . Dengan demikian skala di masing-masing titik tidak akan sama. yaitu skala rata-rata dari foto udara. kecuali bila foto udara tersebut benar-benar tegak dan keadaan permukaan tanah sangat datar. Disebut skala rata-rata. karena sifat proyeksi pada foto udara adalah perspektif (sentral). berpusat pada titik utama (principal point). Besarnya skala rata-rata ditentukan oleh tinggi terbang dan tinggi permukaan bumi serta besar focus kamera.

Peta adalah gambaran / presentasi dari permukaan bumi dengan skala tertentu.• Skala foto udara berbeda dengan skala peta pada umumnya. . Sifat proyeksi pada peta adalah orthogonal.

relatif. Pengertian restitusi adalah mengembalikan posisi foto udara pada keadaan seperti pada saat pemotretan dengan proses orientasi (orientasi dalam. Pada keadaan tersebut sinar-sinar yang membentuk objek secara geometris telah benar dan dapat dipakai untuk membuat peta dengan cara restitusi tunggal (rektifikasi) ataupun dengan cara restitusi stereo (orthofoto). absolut). disebut sebagai proses restitusi foto udara. maka untuk membuat peta dengan skala dan geometri yang benar. foto udara tersebut harus diproses terlebih dahulu. .• Oleh karena foto udara mempunyai skala yang bervariasi.

Titik-titik kontrol tersebut diperoleh sebagai hasil pengukuran di lapangan dan proses triangulasi udara. .• Untuk keperluan restitusi foto tersebut (tunggal maupun stereo) diperlukan titik-titik kontrol yang diketahui koordinatnya pada sistem foto dan sistem referensi.

VISUALISASI RESTITUSI FOTO STEREO (Stereo Restitution) II n n n n e e rr O O rr ii e e n n tt a a tt ii o o n n R E K O N S T R U K S I B E R K A S S IN A R F O TO K IR I D A N K A N A N S E C A R A A N A LO G M E L IP U T I : P E PA P R K A 3 N E M P A TA N D IA P O S IT IF F O TO D A P E N Y A N G G A F O TO D I O Y E K TO R S E P E R T I S A A T D I M E R A P E N G E S E TA N P A N J A N G P R O Y E K TO R = K A M E R A P E N Y E R TA A N D A TA F O 2 6 5 K U S 6 B E R K A S S IN A R B E LU M S A L IN G S A TU D E N G A N K A L IB R A S I 4 2 1 5 4 3 1 K IR I D A N K A N A N B E R P O TO N G A N L A IN N Y A R R e e ll a a tt ii v ve e O O rr ii e e n n tt a a tt ii o o n n z P A D A TA H A P IN I E N A M PA S A N G S IN A R ( M IN IM A L L IM A ) D IP E R T E M U K A N S E C A R A A N A LO G D E N G A N M E N G E L IM IN A S I PA R A LA K S Y PA D A E N A M T IT IK S TA N D A R D E L IM IN A S I D IL A K U K A N D E N G A N M E N G A T U R K O M B IN A S I S E T T IN G L I M A E L E M E N O R I E N T A S I.D a d a la h t it ik K O N TR O L TA N A H Z A N D A Y C B m o d e l X a b s o lu t . b y . 5 & 6 a d a la h t it ik S t a n d a r d a t a u t it ik O t t o V o n G ru b e r r e la t if x A A b b s s o o ll u u tt e e O O rr ii e e n n tt a a tt ii o o n n P A D A TA H A P IN I M O D E L R E L A T IF D ITR A N S F O R M A S IK A N K E D A L A M S IS TE M D E F I N I T I F / A B S O L U T. S E C A R A A N A LO S C A L L IN G D A N G D IL A K U K A N L E V E L IN G D E N G S E D A N G D E N G A N C A R A D IG ITA L A D A LA H D E N G A N TR A N S F O R M A S I S E B A N G U N 3 D U N T U K O R I E N TA S I A B S O L U T D IP E R L U K A N T IG A A TA U E M P A T TITIK K O N T R O L D A L A M S IS TE M K O O R D IN A T D E F IN IT IF / TA N A H H A S IL D A R I O R IE N TA S I A B S O L U T A D A LA H M O D E L A B S O LU T Y A N G S I A P U N T U K D I D I G I T A TA U P L O T A . Y A K N I y ( 3 1 5 6 m o d e l B x .B . 2 . b z) D E N G A N C A R A D IG ITA L . 3 . O R IE N TA S I R E L A T IF D A P A T M E N G G U N A K A N S Y A R A T K E S E G A R IS A N ( C O L L IN E A R IT Y C O N D IT IO N ) 4 2 H A S IL D A R I O R IE N TA S I R E L A T IF B E R U P A M O D E L R E L A T IF Y A N G M A S IH D A L A M S IS T E M K O O R D IN A T IN S T R U M E N (L O K A L ) T it ik 1 .C . 4 .

Y) yang dikandung pada foto udara = peta. setiap foto udara tidak pernah dapat dipotret secara tegak sempurna serta diketahui ketinggian secara pasti. . dengan orientasi arah dan ketinggian pesawat yang diketahui secara pasti. Namun secara umum. untuk permukaan tanah yang relatif datar. maka informasi planimetri (X.RESTITUSI FOTO TUNGGAL • Foto udara tegak sempurna.

Rektifikasi dapat pula dilakukan secara numerik dengan menggunakan hubungan proyektif antara foto negatif dengan permukaan tanah. pembuatan peta planimetri (X. Gambar berikut memperlihatkan distorsi akibat tilt dan penyimpangan skala serta bagaimana cara mengkompensasinya. Proses ini disebut sebagai proses rektifikasi dan alat analog yang digunakan dikenal dengan nama rectifier. . Pada restitusi foto tunggal proses yang dilakukan adalah mengoreksi kemiringan foto dan penyesuaian skala.• Dengan restitusi foto tunggal.Y) untuk daerah yang relatif datar dapat dilakukan.

REKTIFIKASI ANALOG .

R E K TIF IK A S I P E R S P E K TIP U N TU K K O R E K S I F O TO TU N G G A L K O N D IS I P E S A W A T A K IB A T P A D A F O TO C A R A M EN G O R EK SI s k a la 1 v e rt ik a l s k a la 11 2 ( ro llin g ) o b liq u e k e s a m p in g s k a la 2 1 (p it c h in g ) o b liq u e k e d e p a n s k a la 3 2 ( ro ll + p it c h ) o b liq u e d ia g o n a l 11 .

RESTITUSI FOTO STEREO •Restitusi (restitution) dapat diartikan sebagai pengembalian sesuatu yang hilang. Pembentukan model 3D dari pasangan foto dilakukan melalui tahapan sebagai berikut : . atau rekonstruksi model fiktif (3D) dari pasangan foto (2D). •Model fiktif ini kemudian digunakan sebagai panduan penurunan peta.

 Orientasi orientation). absolut (absolute .Orientasi dalam (inner orientation).  Orientasi relatif (relative orientation).

Orientasi Dalam • Orentasi dalam pada hakekatnya adalah merekonstruksi berkas sinar dari foto udara seperti pada saat foto tersebut diambil oleh kamera. . Berkas sinar yang berpasangan tersebut disimulasikan dengan memproyeksikan pasangan foto positifnya menggunakan proyektor. Proyektor yang digunakan diset sesuai dengan karakteristik kamera yang dipakai dalam pemotretan.

Orientasi Relatif • Dua berkas sinar yang sepadan/ berpasangan dari proyektor kiri dan kanan dipertemukan melalui orientasi relatif. maka seluruh pasangan sinar dari kedua berkas akan saling berpotongan membentuk model 3D fiktif. . Bila minimal 5 pasang sinar dapat dipertemukan.

Hasil model 3D yang terbentuk masih mempunyai kedudukan relatif dengan sistem koordinat sebarang. Oleh sebab itu proses ini disebut orang sebagai orientasi relatif.lanjutan • Pada instrumen restitusi analog yang dilakukan adalah menghilangkan paralaks y di 6 titik standard (minimal 5 titik + 1 titik untuk checking). .

lanjutan • Dengan cara digital. titik pusat proyeksi dan titik tsb di tanah (colinearity condition) atau syarat kesebidangan (coplanarity) . orientasi relatif dapat menggunakan syarat kesegarisan antara titik pada foto.

. namun umumnya adalah film pankromatik hitam putih.Film yang dipakai dalam pemotretan Pemotretan udara menggunakan jenis kamera tunggal. inframerah hitam putih dan warna. kadang – kadang kamera ganda atau kamera majemuk dan film yang dipakai dalam pemotretan pada umumnya dari jenis pankromatik hitam putih dan warna.

Produk potret udara yang dihasilkan .

INFRARED .

Peta garis .• Hasil dari proses fotogrametri adalah berupa Peta foto .

.

.• Teknik pemotretan udara dengan pesawat terbang dengan penggunaan lensa pada kamera yang menghasilkan gambar dari pantulan sinar matahari.

mengkonversi dan diversi gelombang .Lensa dan Kamera Lensa adalah alat optik yang memiliki nilai simetri axial (kelengkungan yang hampir datar) yang sempurna atau mendekati sempurna. dan dapat meneruskan atau memantulkan cahaya.

semakin lebar sudut liputan maka fokus lensa akan berkurang. untuk pemotretan udara nilai fokus ini fixed (tidak dapat berubah) berbeda dengan kamera fotografi yang dapat diubah tergantung jarak objek. . Selain itu sudut liputan (field of view) yang merupakan sudut kerucut berkas-berkas sinar yang datang dari daratan melewati lensa.• Jenis format kamera dipengaruhi nilai fokus lensa (jarak pusat lensa menuju bidang fokus).

.Sudut sempit cocok digunakan untuk daerah bergunung karena pergeseran relief dipusat lensa/nadir (principal point) relatif minimum. sedangkan kamera bersudut lebar cocok untuk daerah datar karena keuntungan ekstra coverage dari sudut yang lebar.

jam pengambilan foto. Nivo derajat kemiringan kamera. altimeter ketinggian terhadap MSL.•Sebuah foto udara tunggal akan terbingkai dengan ukuran 23 cm x 23 cm (foto udara metrik pada umumnya). . disertai beberapa informasi tepi seperti fiducial mark. serta fokus lensa kamera.

Pekerjaan ini termasuk dalam bidang fotogrametri untuk perencanaan teknik (geometrik) . Untuk membuat peta topografi dengan penggunakan peralatan yang khusus dibuat untuk itu.Kegunaan potret udara Potret udara pada umumnya digunakan untuk dua hal (1).

. -bencana alam . -kehutanan.(2). Untuk pemetaan sumberdaya alam seperti . -sumberdaya air. -pertanian.dan sebagainya (peta –peta tematik).geologi.

Interpretasi potret udara Peta tematik dibuat dengan cara menafsirkan kenampakan pada potret udara sesuai dengan tujuannya melalui pengenalan tanda-tanda yang khas dari obyek yang diamati. Ilmu ini dikenal dengan menafsiran/interpretasi potret udara. .

adanya variasi tinggi terbang dan pergerakan rotasi dari pesawat menyebabkan variasi bentuk objek. hal tersebut dapat diakibatkan beberapa faktor: Pergerakan wahana. .Geometri Foto Geometri foto udara pada dasarnya tidak akan selalu berada pada kondisi yang ideal (tegak sempurna).

variasi tinggi permukaan tanah menyebabkan bentuk radial dari objek-objek yang tinggi ekstrim seperti gedung tinggi. . tiang listrik.• Pergeseran relief. dsb.

pengaruh angin yang mendorong badan pesawat menyebabkan penyimpangan pemotretan dari rencana jalur terbang membuat variasi posisi dan bisa menimbulkan gap.Kesalahan karena Angin • Crab & Drift. .

.

Hasil pemetaan secara fotogrametrik berupa peta foto tidak dapat langsung dijadikan dasar atau lampiran penerbitan Sertipikat Hak atas Tanah. .Pengukuran titik kontrol tanah Adapun pemetaan secara fotogrametrik adalah pemetaan melalui foto udara (periksa foto simulasi di atas).

sumbu optik kamera membentuk sudut terhadap arah gaya berat (tidak boleh lebih dari 3º). . variasi tinggi permukaan tanah menyebabkan bentuk radial dari objek-objek yang tinggi ekstrim seperti gedung tinggi.• Pergeseran relief. tiang listrik. Foto udara miring. dsb.

Triangulasi Udara Triangulasi udara adalah merupakan bagian kegiatan dalam pemetaan fotogrametri dengan cara mengukur titik-titik minor foto. kemudian ditranformasi ke titik referensi (titik kontrol tanah). Kegiatan triangulasi udara ini dapat dilaksanakan dalam waktu yang singkat dan biaya yang lebih murah dibandingkan dengan metode konvensional yang dilakukan secara terestris dilapangan. .

• Berdasarkan cara pengukuran yang dilakukan dan instrument yang digunakan yaitu menggunakan metode Model Bebas (independent model) yang berdasarkan pada unit dasar model dimana dilakukan pengukuran koordinat titik-titik model hasil orientasi relatif dan pengukuran koordinat pusat proyeksi foto udara. .

disamping cara teresteris.Restitusi foto Dalam Sistem Informasi Pertanahan. data geometris yang dipergunakan untuk mendefinisikan referensi geografis haruslah terletak dalam satu sistem. Dalam pengumpulan data geometris. cara fotogrametris merupakan salah satu alternatif yang dapat dipergunakan. .

.• Dalam pengumpulan data geometris dari sumber data foto udara peralatan dan sumber data merupakan faktor yang harus diperhatikan . Disamping cara restitusi foto udara melalui model 3 demensi. alternatif lain yang dapat dikembangkan adalah pengumpulan data-data berdasarkan pengamatan foto tunggal dengan menggunakan alat digitizer.

Rektifikasi Rektifikasi adalah suatu proses pekerjaan untuk memproyeksikan citra yang ada ke bidang datar dan menjadikan bentuk konform (sebangun) dengan sistem proyeksi peta yang digunakan. juga terkadang meng-orientasikan citra sehingga mempunyai arah yang benar. .

. Peta secara tradisional sudah dibuat menggunakan pena dan kertas. tetapi munculnya dan penyebaran komputer sudah merevolusionerkan kartografi.Kartografi Kartografi (atau pembuatan peta) adalah studi dan praktek membuat peta atau globe.

• Banyak peta komersial yang bermutu
sekarang dibuat dengan perangkat
lunak
pembuatan
peta
yang
merupakan salah satu di antara tiga
macam utama; CAD (desain berbatuan
komputer), GIS (Sistem Informasi
Geografis), dan perangkat lunak
ilustrasi
peta
yang
khusus.

Peta garis
Peta garis didapat dari survei lapangan yaitu
pengukuran di lapangan yang selanjutnya dihitung
dan terakhir disajikan dalam bentuk plotting pada
kertas, kalkir ataupun pada drafting film. Ada pula
peta garis yang didapat dari foto udara yang diproses
dengan cara mengeplotkan hasil foto tersebut
sedemikian rupa sehingga tergambar menjadi peta
garis.

Diagram Proses Pembuatan Peta Garis
Secara Fotogrametris

Peta foto Peta foto didapat dari survei udara yaitu melakukan pemotretan lewat udara pada daerah tertentu dengan aturan fotogrametris tertentu. .

Triangulasi udara 7.Pemasangan Signal Foto Udara (premaking)dan Pricking pada foto udara 4.TAHAPAN PEMBUATAN PETA DASAR DENGAN FOTOGRAMETRI • Standar urutan tahapan pembuatan peta dasar dengan cara fotogrametri adalah sebagai berikut : 1.Perencanaan dan Persiapan 2.Penyusunan .Peninjauan Lapangan 6.Pengukuran Titik Kontrol Sisipan 3.Pemotretan udara 5.Plotting 8.

1.Perencanaan dan Persiapan • Dalam schedule pekerjaan pemotretan biasanya telah diberikan baik tujuan pemetaan. maupun daerah pemotretan dan selanjutnya dapatlah ditentukan mengenai hal-hal sebagai berikut : .Waktu pemotretan -Tipe kamera -Skala foto ( tinggi terbang) -Jalur-Jalur penerbangan -Jenis pesawat terbang -Bahan-bahan pemotretan -Overlap foto udara -Pertimbangan penggunaan instrument dan bahan-bahan pembantu .

cuaca dsb) -Skala dan ketelitian (dalam hal pembuatan peta) -Rencana penempatan titik-titik control -Waktu penyerahan hasil akhir -Instrument dan bahan yang akan digunakan untuk pekerjaan selanjutnya -Kemungkinan adanya foto-foto yang sudah dibuat untuk daerah tsb. .Lanjutan 1 Dalam perencanaan selain hal-hal diatas maka perlu pula diperhatikan: -Tujuan dari pemetaan -Kondisi daerah yang akan dipotret (topografi.

pengukuran jarring-jaring dan sipat –datar.000 dan interval kontur 10 meter.0 meter dan ketelitian tinggi (kesalahan kuadrat rata-rata) ± 0.3 meter. ketelitian horizontal (kesalahan kuadrat ratarata) ± 1. tetapi ketelitiannya harus ditentukan menurut skala dan interval kontur peta yang akan dihasilkan.2 & 3. . Untuk peta topografi yang dibuat dengan 1 : 25. Pengukuran Titik Kontrol dan Penempatan Signal Foto Udara • Pengukuran titik control sama dengan pengukuran titik control pada triangulasi.

Tujuan pemesangan titik ikat/titik control yaitu memberikan titik-titik ikat yang mencukupi pada luasan daerah yang akan dipetakan secara fotogrametri.Lanjutan2&3 • Signal foto udara supaya ditempatkan pada areal yang terbuka yang bebas dari rintangan sekeliling signal tsb. agar pada foto-foto udara titik-titik tsb dapat terlihat sebagai titik-titik control yang digunakan untuk triangulasi udara dan plotting. sehingga akan menghasilkan fotofoto udara yang mempunyai ketelitian tinggi. .

Apabila kondisi cuaca tidak memungkinkan untuk segera dilaksanakan pemotretan. .Lanjutan 2&3 • Pemasangan/ pemberian tanda titik control/titik ikat • Sebelum pemotretan (Premarking).

pemasangannya harus ditempatkan sedemikian rupa sehingga sedikit lebih tinggi dari permukaan tanah agar dapat lebih memudahkan identifikasi pada foto hasil pemotretan. .Bahan untuk signal foto udara biasanya dibuat dari bahan papan kayu dengan permukaan yang halus.000 . .Bentuk dan ukuran premarking disesuaikan dengan skala foto yang digunakan. ukuran premarking dibawah ini efektif untuk foto skala 1 : 3000 Sampai 1 : 40.Tanda/signal foto udara tsb dapat dilihat dengan jelas serta mudah dibedakan terhadap obyek disekitarnya.Lanjutan 2 &3 • Hal-hal yang harus diperhatikan . warna permukaan harus putih atau kuning.

Untuk memperjelas keberadaan titik kontrol tersebut digunakan tanda lapangan atau premark yang dipasang pada titik-titik kontrol tanah tersebut. kain atau cat sedemikian rupa agar kontras terhadap latarbelakangnya. Titik-titik kontrol tersebut harus dapat terlihat dengan jelas pada foto/ model.PREMARK • Dalam proses triangulasi diperlukan sejumlah titik kontrol tanah yang diketahui koordinat tanahnya. • Tergantung dari jenis permukaan tanahnya premark dapat dibuat dari bahan plastik. d = 30 s/d 50  pada skala foto. . • Bentuknya dapat berupa tanda silang dengan tiga atau empat lengan dengan ukuran yang disesuaikan dengan skala foto.

Gambar premarking .

cepat didapat atau titik yang dikehendaki dapat diketahui dengan cepat dan tepat. tetapi ada kemungkinan premarking hilang dicabut orang. .Lanjutan 2 & 3 • Keuntungan dari cara ini apabila mencari kembali titik ikat dalam foto udara.

Jika signal foto udara tidak dapat dipasang sebelum pemotretan. .Sejauh segala sesuatunya memungkinkan signal foto udra sebaiknya dipasang sebelum dilaksanakan pemotretan. tanda pricking (∆). mengingat ketelitian penempatan tanda apung untuk titik ikat dengan pricking foto jauh lebih rendah dari pada yang diperoleh dengan signal foto udara. . posisi titik control/titik ikat harus ditandai pada foto dengan pricking sebagai ganti signal foto udara.Lanjutan 2& 3 • Sesudah pemotretan (pricking) .

Sekurang-kurangnya dua foto harus diambil di luar daerah pemotretan sehingga bagian-bagian yang overlap dapat mencakup seluruh daerah yang akan dipetakan tsb dan pada kedua ujung film haruslah terdapat kelebihan sepanjang satu meter. Perbedaan yang diperkenankan antara tinggi penerbangan dan tinggi penerbangan rencana paling banyak ± 2% dan penyimpangan arah penerbangan dari jalur rencana paling besar 10% dari tinggi penerbangan rencana. . Penerbangan pemotretan dilaksanakan sesuai dengan peta perencanaan. Pemotretan Udara • Pemotretan dilaksanakan pada hari-hari yang cerah pada saat kedudukan matahari cukup tinggi.4.

. permukaan tanah yang bergelombang. Halhal yang diselidiki ditandai pada foto udara dengan tinta berwarna.5. garis-garis batas administrasi pemerintahan. keadaan planimetris yang diperkirakan akan menyulitkan interpretasinya. titik-titik control dsb. tumbuhtumbuhan. seperti jalan-jalan yang terlindung di bawah pohon-pohon. Peninjauan Lapangan • Untuk peninjauan lapangan . maka foto udara tsb diperbesar hingga mendekati skala peta yang diminta. Hal-hal yang harus diselidiki dalam peninjauan lapangan adalah macam-macam bangunan.

• Hasil Triangulasi Udara dapat digunakan : -Untuk pekerjaan pemetaan skala besar dengan ketelitian tinggi (survey kadastar. . perapatan jaring trigonometri) -Untuk menentukan titik-titik control minor pada pemetaan skala sedang dan skala besar.6. Y ) maupun tinggi ( Z ) pada titik control minor yang merupakan turunan dari titik control hasil dari pengukuran secara langsung dilpangan. Triangulasi Udara • Triangulasi udara adalah salah satu metoda penentuan koordinat titik baik planimetris ( X .

TRIANGULASI UDARA .

.

Plotting • Plotting merupakan pekerjaan pembuatan peta konsep dengan menggunakan instrument plotting. berdasarkan pada hasil trianguilasi udara dan peninjauan lapangan. • Instrument plotting biasanya digunakan plotter teliti atau plotter topografi.7. .

Penyusunan • Peta dasar yang dibuat dengan plotting disusun sesduai dengan simbol-simbol peta dan standar-standar simbol peta .8. agar menghasilkan suatu peta dasar tersusun. .

2. toleransi kesalahan Tinggi Terbang ± 5% Tinggi Terbang sebenarnya. 3.Persyaratan Teknis Pemotretan Udara 1. Longitudinal overlap 60% ± 5% untuk daerah datar dan 80% ± 5% untuk daerah berbukit. Jalur penerbangan harus lurus dan searah dengan panjangnya daerah yang akan di foto. side overlap 30% ± 5% . Skala foto 1 : 10. serta direncanakan jumlah keseluruhan foto minimum.000 dengan ukuran negatif film foto udara 23 cm x 23 cm.

Drift setiap foto maksimum 10% lebar foto 6.4. sedangkan Crab relatif antara dua atau tiga foto yang berurutan maksimum 7 ⁰ 5. titik-titik untuk keperluan restitusi dan titik penyambungan model .Awan beserta bayangan diperbolehkan maksumum 5% setiap foto dan tidak boleh menutupi titik pusat foto.Crab setiap foto terhadap jalur sebenarnya maksimum 5⁰.

Setiap tanda titik premarking yang dipasang harus kelihatan jelas pada foto. Titik pusat foto pada awal dan akhir pemotretan pada setiap jalur terbang harus berada di luar batas daerah pemotretan 8.7. tinggi terbang dan fokus kamera harus tercatat dengan jelas pada tepi setiap lembaran foto udara . nomor urut foto. sehingga akan memudahkan identifikasi pada alat plotter 9. Keterangan atau data-data foto udara yang terdiri : nama pemberi pekerjaan. jalur terbang.

Citra yang telah lama dikembangkan untuk pengamatan stereoskopik ialah foto udara. . Ia dapat digunakan untuk mengukur beda tinggi dan tinggi obyek bila diketahui tinggi salah satu titik yang tergambar pada foto.Pengamatan stereoskopi • Pengamatan stereoskopik pada pasangan citra yang bertampalan dapat menimbulkan gambaran tiga dimensional bagi jenis citra tertentu.

Di samping foto udara. Perwujudan tiga dimensional ini memungkinkan penggunaan foto udara untuk membuat peta kontur. dari pasangan citra radar yang bertampalan juga dapat ditimbulkan perwujudan tiga dimensional bila diamati dengan stereoskop.• Di samping itu juga dapat diukur lerengnya. .

STEREOSKOP dan PARALAKS BAR .

PARALAKS BAR .

PENGAMATAN STEREOSKOP .

• Syarat pengamatan tereoskopik antara lain adanya daerah yang bertampalan dan adanya paralaks pada daerah yang bertampalan. .

• Titik pengamatan ini berupa tempat pemotretan. .PARALAKS • Paralaks ialah perubahan letak obyek pada citra terhadap titik atau sistem acuhan. Pada umumnya ia disebabkan oleh perubahan letak titik pengamatan.

• Pertampalan
pada
foto
udara
berupa
pertampalan
depan
(longitudinallap)
dan
pertampalan samping (sidelap), Paralaks yang
terjadi karena titik pengamatan 1 dan 2 disebut
paralaks x, yaitu para1aks sejajar jalur terbang.
Paralaks lainnya ialah para1aks y, yaitu paralaks
yang tegak lurus paralaks x dan disebabkan oleh
perubahan tempat kedudukan pada jalur terbang
yang berdampingan.

INTERPRETASI FOTO UDARA • Pengertian Interpretasi Fotogrametri dapat didefinisikan sebagai suatu seni. Salah satu bagian dari pekerjaan fotogrametri adalah interpretasi foto udara. pengetahuan dan teknologi untuk memperoleh data dan informasi tentang suatu objek serta keadaan disekitarnya melalui suatu proses pencatatan. pengukuran dan interpretasi bayangan fotografis (hasil pemotretan). .

• bayangan. • pola. • rona. • dan lokasi.lanjutan • Dalam interpretasi foto terdiri dari 7 (tujuh) kunci interpretasi yang meliputi : • bentuk. • tekstur. • Dengan beracuan pada 7 (tujuh) kunci tersebut maka kita dapat mengidentifikasi dengan jelas objek yang sebenarnya. • ukuran. .

• Interpretasi biasanya meliputi penentuan lokasi relatif dan luas bentangan.• Interpretasi foto udara merupakan kegiatan menganalisa citra foto udara dengan maksud untuk mengidentifikasi dan menilai obyek pada citra tersebut sesuai dengan prinsip-prinsip interpretasi. • Interpretasi akan dilakukan berdasarkan kajian dari obyek-obyek yang tampak pada foto udara. .

Seseorang dalam menginterpretasikan foto udara memerlukan pertimbangan pada karakteristik dasar citra foto . kondisi obyek yang diinterpretasi dan kualitas foto yang digunakan.• Keberhasilan dalam interpretasi foto udara akan bervariasi sesuai dengan latihan dan pengalaman penafsir.

contoh foto udara .

Aplikasi fotogrametri sangat bermanfaat diberbagai bidang. .• Penafsiran foto udara banyak digunakan  oleh berbagai disiplin ilmu dalam memperoleh informasi yang digunakan.

sedang referensi geografinya diperoleh dengan cara fotogrametri. .• Untuk memperoleh jenisjenis informasi spasial diatas dilakukan dengan teknik interpretasi foto/citra.

.• Interpretasi foto/citra dapat dilakukan dengan cara konvensional atau dengan bantuan komputer. Salah satu alat yang dapat digunakan dalam interpretasi konvensional adalah stereoskop dan alat pengamatan paralaks yakni paralaks bar.

konfigurasi atau kerangka suatu objek individual. biasanya berbentuk kerucut. Contoh: 1) Gedung sekolah pada umumnya berbentuk huruf I.Bentuk Bentuk berkaitan dengan bentuk umum. U atau empat persegi panjang.7 kunci interpretasi • 1. Bentuk agaknya merupakan faktor tunggal yang paling penting dalam pengenalan objek pada citrta foto. L. Bentuk merupakan ciri yang jelas. 2) Gunung api. . sehingga banyak objek yang dapat dikenali hanya berdasarkan bentuknya saja. Bentuk-bentuk atau gambar yang terdapat pada foto udara merupakan konfigurasi atau kerangka suatu objek.

luas. Contoh: Lapangan olah raga sepakbola dicirikan oleh bentuk (segi empat) dan ukuran yang tetap. Ukuran objek pada citra berupa skala. tinggi lereng dan volume. karena itu dalam memanfaatkan ukuran sebagai interpretasi citra. Objek dapat disalahtafsirkan apabila ukurannya tidak dinilai dengan cermat. harus selalu diingat skalanya. .Ukuran Ukuran objek pada foto akan bervariasi sesuai dengan skala foto. yakni sekitar (80 m – 100 m).• 2. Ukuran merupakan ciri objek yang antara lain berupa jarak.

• 3. dan membentuk pola objek yang dapat membantu penafsir foto dalam mengenalinya. .Pola Pola berkaitan susunan keruangan objek. Pola atau susunan keruangan merupakan ciri yang menandai bagi banyak objek bentukan manusia dan bagi beberapa objek alamiah. baik alamiah maupun buatan manusia. Pengulangan bentuk umum tertentu atau keterkaitan merupakan karakteristik banyak objek.

Permukiman transmigrasi dikenali dengan pola yang teratur. kebun kopi mudah dibedakan dari hutan atau vegetasi lainnya dengan polanya yang teratur. yaitu ukuran rumah dan jaraknya seragam. kebun kelapa. Kebun karet. Pola aliran trelis menandai struktur lipatan.• Contoh: Pola aliran sungai menandai struktur geologis. dan selalu menghadap ke jalan. yaitu dari pola serta jarak tanamnya. .

Rona dan Warna Rona mencerminkan warna atau tingkat kegelapan gambar pada foto.• 4. . Rona atau tone adalah tingkat kecerahan atau kegelapan suatu objek yang terdapat pada foto udara atau pada citra lainnya.ini berkaitan dengan pantulan sinar oleh objek.

misalnya menggunakan spektrum ultra violet. Tingkat kecerahannya tergantung pada keadaan cuaca saat pengambilan objek. putih atau kelabu . waktu pengambilan gambar (pagi. • Pada foto udara berwarna. siang atau sore) dan sebagainya. spektrum infra merah dan sebagainya .• Pada foto hitam putih rona yang ada biasanya adalah hitam. spektrum tampak. rona sangat dipengaruhi oleh spektrum gelombang elektromagnetik yang digunakan. arah datangnya sinar matahari.

tetapi objek dalam bayangan memantulkan sinar sedikit dan sukar untuk dikenali pada foto. .• 5. bayangan juga dapat merupakan kunci pengenalan yang penting bagi beberapa objek yang justru dengan adanya bayangan menjadi lebih jelas.Bayangan • Bayangan penting bagi penafsir foto karena bentuk atau kerangka bayangan menghasilkan suatu profil pandangan objek yang dapat membantu dalam interpretasi. yang bersifat menyulitkan dalam interpretasi. Bayangan bersifat menyembunyikan detail atau objek yang berada di daerah gelap. Meskipun demikian.

tampak lebih jelas dengan adanya bayangan. Foto-foto yang sangat condong biasanya memperlihatkan bayangan objek yang tergambar dengan jelas. sedangkan pada foto tegak hal ini tidak terlalu mencolok. .• Contoh: • Lereng terjal tampak lebih jelas dengan adanya bayangan • Cerobong asap dan menara. terutama jika pengambilan gambarnya dilakukan pada tengah hari.

Tekstur dihasilkan oleh susunan satuan kenampakan yang mungkin terlalu kecil untuk dikenali secara individual dengan jelas pada foto.• 6. ukuran. . Tekstur adalah frekwensi perubahan rona pada citra.Tekstur • Tekstur ialah frekuensi perubahan rona dalam citra foto. pola. Tekstur merupakan hasil bentuk. Apabila skala foto diperkecil maka tekstur suatu objek menjadi semakin halus dan bahkan tidak tampak. bayangan dan rona individual.

Tekstur dinyatakan dengan: kasar.   . dan sedang. halus.• Ada juga yang mengatakan bahwa tekstur adalah pengulangan pada rona kelompok objek yang terlalu kecil untuk dibedakan secara individual. Contoh: Hutan bertekstur kasar. belukar bertekstur sedang dan semak bertekstur halus.

. Juga persawahan. Lokasi atau situs adalah letak suatu objek terhadap objek lain di sekitarnya.• 7. banyak terdapat di daerah dataran rendah. Contoh : Permukiman pada umumnya memanjang pada pinggir bentang pantai.Lokasi atau Situs • Lokasi atau situs objek dalam hubungannya dengan kenampakan lain sangat bermanfaat dalam identifikasi. tanggul alam atau sepanjang tepi jalan. dan sebagainya.

. • Konvergensi Bukti Konvergensi bukti ialah penggunaan beberapa unsur interpretasi citra sehingga lingkupnya menjadi semakin menyempit ke arah satu kesimpulan tertentu.Tambahan kunci interpretasi • Asosiasi Asosiasi adalah keterkaitan antara objek yang satu dengan objek yang lainnya. Contoh: Stasiun kereta api berasosiasi dengan jalan kereta api yang jumlahnya lebih dari satu (bercabang).

KUNCI INTERPRETASI CITRA 1.Bentuk (shape). merupakan elemen dasar yang paling utama dan yang secara langsung digunakan. merupakan elemen dasar yang banyak digunakan dalam membedakan dua jenis obyek dengan kenampakan yang sama.Derajat kehitaman (tone) dan warna (color). 2. 3. namun jenis yang berbeda. bentuk juga merupakan elemen dasar utama dalam pengenalan obyek.Ukuran (size). .

Untuk membedakan dua obyek kadang kala dibutuhkan informasi tinggi bila kunci lainnya kurang pasti.lanjutan 4. Tinggi (height). . Bayangan (shadow). kadang diperlukan dalam membedakan berbagai jenis kebun dengan melihat derajat kehalusan dari kenampakan pohonpohon dari kebun tersebut. tinggi merupakan informasi yang tidak kalah pentingnya setelah tone. 6. untuk mengenali jenis suatu obyek dari foto khususnya sekitar titik utama kadang perlu dibantuan bayangan spesifik dari obyek tersebut. Derajat kehalusan (texture). 5.

Obyek dapat dikenali dari tempat atau lokasinya. Keterkaitan (association). kunci ini biasanya dikombinasikan dengan penggunaan kinci lain. . Tempat (site). 9. pengenalan obyek dapat pula dikenali dari keterkaitannya dengan unsur atau fenomena tertentu. 8. Pola (pattern).lanjutan 7. pengenalan jenis kumpulan obyek dalam suatu area dapat pula dilihat dari polanya. sebagai mana dengan derajat kehalusan.

Contoh Interpretasi Foto Udara .

jauh lebih besar dari ukuran rumah mukim pada umumnya.• a).Pabrik dapat dikenali dengan bentuknya yang serba lurus dan ukurannya yang besar . mengelompok dalam jumlah besar b). Pabrik itu berasosiasi dengan lori yang tampak pada foto dengan bentuk empat persegi panjang dan ronanya kelabu. Lori pada .

• c). Pola perumahan yang teratur dan letaknya yang berdekatan dengan pabrik gula mengisyaratkan bahwa perumahan itu merupakan perumahan karyawan pabrik gula .Oleh karena itulah maka pabrik itu diinterpretasikan sebagai pabrik gula. .

TERIMA KASIH .