You are on page 1of 24

Focus Group Diskusi (FGD

)
PENYUSUNAN
RENCANA TATA RUANG KAWASAN
AGROPOLITAN DATARAN TINGGI
PROVINSI SUMATERA UTARA

DINAS PENATAAN RUANG DAN PERMUKIMAN
PEMERINTAH PROVINSI SUMATERA UTARA
Bekerjasama dengan
PT. GAMMA ENGINEERING

Latar Belakang
• Dalam rangka memanfaatkan potensi sumberdaya alam
yang ada khususnya yang terkait dengan pengembangan
pertanian dalam arti luas maka diupayakan suatu
pendekatan melalui produk pengaturan yang berupa
pedoman pengelolaan ruang kawasan sentra produksi
pangan nasional dan daerah (agropolitan). Hal ini perlu
dilakukan agar para pelaku pembangunan dapat
memanfaatkan lahan yang ada untuk berbagai kegiatan
yang berbasis kepada pertanian. Konsepsi mengenai
agropolitan dalam penataan ruang lebih diarahkan kepada
bagaimana memberikan arahan pengelolaan tata ruang
suatu wilayah agropolitan, khususnya kawasan sentra
produksi pangan nasional dan daerah.

 Melakukan analisis terhadap kebijakan dan aspek kewilayahan yang ada di Kawasan Agropolitan Dataran Tinggi Provinsi Sumatera Utara sebagai Kawasan Strategis Provinsi Sumatera Utara. Tujuan Sedangkan tujuan yang ingin dicapai dari pelaksanaan kegiatan ini adalah :  Mengumpulkan data dan permasalahan kawasan agropolitan ekisting dari hulu sampai ke hilir.  Merumuskan Tujuan. .Maksud  Kegiatan ini dilaksanakan untuk menyiapkan dokumen perencanaan spasial yang dapat dijadikan sebagai acuan/pedoman perencanaan pembangunan Kawasan Strategis Provinsi (KSP) sampai 20 tahun ke depan dalam rangka menjamin perwujudan ruang wilayah yang berkualitas. Kebijakan dan Strategi Penataan Ruang Kawasan Agropolitan Dataran Tinggi Provinsi Sumatera Utara.

      Menciptakan keseimbangan dan keserasian penggunaan ruang dalam pengembangan kawasan agropolitan. Merumuskan acuan dalam pengembangan pola ruang wilayah Kawasan Agropolitan Dataran Tinggi Provinsi Sumatera Utara. serta pengenaan sanksi. perijinan. pemberian insentif dan disinsentif. Menyiapkan pedoman bagi pengendalian pemanfaatan ruang di wilayah kabupaten yang meliputi penetapan peraturan zonasi. Menyiapkan peta-peta berbasis SIG (Sistem Informasi Geografis) sebagai acuan dalam mengidentifikasi kondisi eksisting wilayah dan rencana pengembangan. Merumuskan arahan pemanfaatan ruang wilayah Kawasan Agropolitan Dataran Tinggi Provinsi Sumatera Utara. . Merumuskan acuan dalam pengembangan struktur ruang Kawasan Agropolitan Dataran Tinggi Provinsi Sumatera Utara.

strategi dan program pengembangan serta informasi pendukung lainnya seperti peta wilayah dan kondisi sosial demografi.  Teridentifikasinya komoditas unggulan pada kawasan agropolitan.  Teridentifikasinya sektor basis. kondisi infrastruktur wilayah.  Teridentifikasinya aspek kewilayahan yang terdiri dari kondisi umum (Geografis) wilayah. sektor/komoditas unggulan. potensi wilayah.  Terumuskannya tujuan. penggunaan lahan (landuse).  Teridentifikasinya potensi fisik Kawasan Agropolitan Dataran Tinggi Provinsi Sumatera Utara. peluang investasi. eksport-import kebijakan. dan strategi penataan ruang Kawasan Agropolitan Dataran Tinggi Provinsi Sumatera Utara. perekonomian.Sasaran Sasaran dari pelaksanaan kegiatan penyusunan Rencana Tata Ruang Kawasan Agropolitan Dataran Tinggi Provinsi Sumatera Utara ini antara lain :  Terinventarisasinya data dan informasi kebijakan pembangunan khususnya terhadap kabupaten/kota tempat kedudukan Kawasan Agropolitan Dataran Tinggi Provinsi Sumatera Utara berada. kebijakan. .

Tersusunnya Album Peta yang terdiri dari Peta Dasar. Peta Kondisi Eksisting. Terumuskannya rencana sistem jaringan prasarana wilayah. Tersusunnya arahan rencana pola ruang Kawasan Agropolitan Dataran Tinggi Provinsi Sumatera Utara baik untuk kawasan lindung maupun budidaya. baik prasarana utama maupun prasarana lainnya. Tersusunnya arahan perwujudan struktur ruang. Terumuskannya kelembagaan penanganan kawasan agropolitan. Tersusunnya Draft Ranperda Rencana Tata Ruang Kawasan Agropolitan Dataran Tinggi Provinsi Sumatera Utara. . pola ruang dalam matriks indikasi program utama.       Terumuskannya rencana pusat-pusat pelayanan kawasan Agropolitan Dataran Tinggi Provinsi Sumatera Utara. Peta Analisis dan Peta Rencana sebagai satu bagian yang tidak terpisahkan dengan Dokumen Rencana Tata Ruang Kawasan Agropolitan Dataran Tinggi Provinsi Sumatera Utara.

 Lumban Julu di Kabupaten Toba Samosir. dan  Siantar Martoba di Kota Pematangsiantar.  Untuk lebih jelas mengenai lokasi Agropolitan Dataran Tinggi Provinsi Sumatera Utara dapat dilihat pada Peta berikut.Lokasi  Lokasi pekerjaan adalah pada Kawasan Agropolitan Dataran Tinggi Provinsi Sumatera Utara yang meliputi sentra produksi :  Merek di Kabupaten Karo.  Dolok Sanggul di Kabupaten Humbang Hasundutan. .  Silimakuta di Kabupaten Simalungun.  Siempat Rube di Kabupaten Pakpak Bharat.  Sitinjo di Kabupaten Dairi.  Harian di Kabupaten Samosir.  Siborong borong di Kabupaten Tapanuli Utara.

Peta Administrasi Agropolitan Dataran Tinggi .

memiliki potensi ekonomi cepat tumbuh. . b.Kebijakan RTRW Provinsi Sumatera Utara Agropolitan Dataran Tinggi Provinsi Sumatera Utara sebagai Kawasan Strategis Provinsi (KSP). f. g. didukung jaringan prasarana dan fasilitas penunjang kegiatan ekonomi. Untuk lebih jelas KSP agropolitan dapat dilihat pada Peta berikut. atau h. . ditetapkan untuk mempercepat pertumbuhan kawasan tertinggal. Ditetapkan salah satunya adalah kawasan agropolitan dataran tinggi Bukit Barisan. memiliki sektor unggulan yang dapat menggerakkan pertumbuhan ekonomi. c. e. . berfungsi untuk mempertahankan tingkat produksi pangan dalam rangkamewujudkan ketahanan pangan.  Kawasan strategis yang ditetapkan berdasarkan kepentingan pertumbuhan ekonomi ditetapkan dengan kriteria : a. d. memiliki potensi ekspor. berfungsi untuk mempertahankan tingkat produksi sumber energi dalam rangka mewujudkan ketahanan energi. memiliki kegiatan ekonomi yang memanfaatkan teknologi tinggi.

Peta Kawasan Strategis Provinsi .

kondisi dan karakteristik wilayah serta potensi wilayah strategis cepat tumbuh.  Pemetaan kondisi fisik dan sosial ekonomi wilayah.  Pengumpulan data dan fakta :  Penyusunan instrumen pengumpulan data/informasi.  Kajian awal data sekunder. .Lingkup Kegiatan Secara garis besar lingkup kegiatan dalam pekerjaan penyusunan Kawasan Agropolitan Dataran Tinggi Provinsi Sumatera Utara ini terdiri atas :  Persiapan penyusunan Rencana Tata Ruang Kawasan Agropolitan Dataran Tinggi Provinsi Sumatera Utara :  Persiapan awal pelaksanaan.  Pengumpulan data sekunder dan survey lapangan ke wilayah studi dalam rangka melengkapi data dan informasi serta mengidentifikasi potensi wilayah dan karakteristik wilayah.  Persiapan teknis pelaksanaan.  Menganalisis data/informasi.  Pengolahan dan Analisis Data dan Fakta :  Pengkajian literatur dari sumber data dan informasi.

 Ketentuan pengendalian pemanfaatan ruang Kawasan Agropolitan Dataran Tinggi Provinsi Sumatera Utara.  . analisis kondisi perekonomian ekonomi wilayah.  Arahan pemanfaatan ruang Kawasan Agropolitan Dataran Tinggi Provinsi Sumatera Utara. integratif secara spasial terhadap alternatif kondisi wilayah yang mencakup antara lain: analisis kebijakan terkait dengan pengembangan. dan strategi penataan ruang Kawasan Agropolitan Dataran Tinggi Provinsi Sumatera Utara.  Rencana pola ruang Kawasan Agropolitan Dataran Tinggi Provinsi Sumatera Utara.  Perumusan Konsepsi Rencana Tata Ruang Wilayah Agropolitan :  Tujuan. analisis konidisi fisik lingkungan. kebijakan.Menganalisis secara komprehensif. analisis struktur dan pola ruang wilayah dan analisis sosial budaya masyarakat.  Indikasi program pengembangan hingga 20 tahun kedepan.  Rencana struktur ruang Kawasan Agropolitan Dataran Tinggi Provinsi Sumatera Utara.

energi. dan strategi penataan ruang Kawasan Agropolitan Dataran Tinggi Provinsi Sumatera Utara.  Sistem jaringan prasarana wilayah pusat kegiatan di Kawasan Agropolitan Dataran Tinggi Provinsi Sumatera Utara meliputi sistem prasarana transportasi.Keluaran Keluaran dari penyusunan Rencana Tata Ruang Kawasan Agropolitan Dataran Tinggi Provinsi Sumatera Utara adalah sebagai berikut :  Tujuan. dan sumber daya air yang mengintegrasikannya dan memberikan layanan bagi fungsi kegiatan yang ada di wilayah kabupaten. kebijakan.  Kawasan budidaya. telekomunikasi. .  Rencana pola ruang Kawasan Agropolitan Dataran Tinggi Provinsi Sumatera Utara :  Kawasan lindung.  Rencana struktur ruang Kawasan Agropolitan Dataran Tinggi Provinsi Sumatera Utara :  Pusat kegiatan di Kawasan Agropolitan Dataran Tinggi Provinsi Sumatera Utara merupakan simpul pelayanan sosial ekonomi masyarakat di wilayah kabupaten.

 Ketentuan pemberian insentif.  .  Arahan pengenaan sanksi.  Ketentuan pemberian disinsentif.  Ketentuan pengendalian pemanfaatan ruang Kawasan Agropolitan Dataran Tinggi Provinsi Sumatera Utara :  Ketentuan umum peraturan zonasi Kawasan Agropolitan Dataran Tinggi Provinsi Sumatera Utara.Arahan pemanfaatan ruang wilayah Kawasan Agropolitan Dataran Tinggi Provinsi Sumatera Utara (indikasi program yang disusun untuk 20 tahun ke depan yang dibagi dalam 5 tahunan).

RPJM Provinsi) dan kebijakan pembangunan lainnya serta program-program sektoral untuk melihat peranan Kawasan Agropolitan Dataran Tinggi Provinsi Sumatera Utara dalam pembentukan struktur ruang dan pola ruang nasional dan regional.  . kebijakan pengembangan wilayah.Tahapan Pengolahan Data dan Analisa Data (Laporan Data dan Analisa) Tinjauan terhadap RTRW yang sudah ada  Tinjauan terhadap RTRW yang sudah ada dilakukan untuk mengetahui tujuan. RPJP Provinsi. kebijakan dan strategi penataan ruang yang telah digariskan dalam dokumen RTRW yang sudah pernah disusun sebelumnya. kebijakan pembangunan yang ada maupun berada di atasnya (RTRWN. RTRWP.  Analisa Kebijakan Pembangunan  Analisa kebijakan dan visi pembangunan merupakan pengkajian yang dilakukan terhadap tujuan dan sasaran pembangunan Kawasan Agropolitan Dataran Tinggi Provinsi Sumatera Utara.  Analisa Regional  Analisa Regional/Tinjauan Regional bertujuan untuk meninjau kedudukan Kawasan Agropolitan Dataran Tinggi Provinsi Sumatera Utara dalam konteks regional.

Analisa Fisik/Lingkungan dan Sumber Daya Alam Analisa Fisik/Lingkungan dan Sumber Daya Alam merupakan analisa utama dalam menentukan pengalokasian ruang karena bersifat ”given”. sistem jaringan telekomunikasi. sistem jaringan energi dan kelistrikan. Analisa yang perlu dilakukan mencakup :  Analisa sumber daya air  Analisa sumber daya tanah  Analisa topografi dan kelerengan  Analisa geologi lingkungan  Analisa klimatologi  Analisa fisik / lingkungan dan sumber daya alam lainnya  Analisa Sumber Daya Manusia  Aspek Sosial Budaya  Aspek Kependudukan  Analisa Sumber Daya Buatan  Analisa Sumber Daya Buatan terdiri dari analisa sistem jaringan transportasi. sistem jaringan sumber daya air. dan sistem jaringan prasarana wilayah lainnya serta sarana wilayah.  .

DAU. penggunaan.Analisa Ekonomi  Analisa Ekonomi dilakukan untuk memahami kondisi dan perkembangan perekonomian Kawasan Agropolitan Dataran Tinggi Provinsi Sumatera Utara untuk dapat menemukenali potensi dan permasalahan terkait aspek ekonomi yang ada di dalam wilayah perencanaan.  . Investasi swasta dan masyarakat. sumber-sumber pembiayaan pembangunan dan besaran biaya pembangunan dari :  PAD.  Analisa Pendanaan/Pembiayaan  Analisa pendanaan pembangunan dilakukan untuk mengidentifikasi kapasitas pembiayaan pemerintah daerah. dan kesesuaian pemanfaatan lahan untuk fungsi budidaya dan lindung.  Analisa Penggunaan Lahan  Analisa penggunaan lahan dilakukan untuk mengetahui bentuk-bentuk penguasaan. DAK. Bantuan dan pinjaman luar negeri baik melalui pemerintah pusat ataupun langsung ke pemerintah daerah. perkiraan sumber-sumber pembiayaan masyarakat. dan sumbersumber pembiayaan lainnya.

  Analisa Potensi dan Masalah Pembangunan  Analisa Daya Dukung Wilayah serta Optimalisasi Pemanfaatan Ruang. . Analisa Sintesa Multi Aspek/Analisa Komprehensif  Untuk mendapatkan konsepsi Rencana Tata Ruang Kawasan Agropolitan Dataran Tinggi Provinsi Sumatera Utara.  Analisa Kebutuhan Ruang. maka selanjutnya dilakukan sintesa multi aspek/komprehensif.  Analisa Daya Tampung Kawasan Agropolitan Dataran Tinggi Provinsi Sumatera Utara.

Tujuan. kebijakan.  potensi investasi. yang dinyatakan ke dalam berita acara hasil diskusi terbatas.Tahapan Penyusunan Rencana/Laporan Akhir Penyusunan Rencana/Laporan Akhir  Penyusunan rencana dilakukan setelah rancangan rencana mendapat persetujuan. masalah dan peluang dalam pengembangan wilayah agropolitan.  potensi. .  keseimbangan dan keserasian antarbagian dari wilayah perencanaan/agropolitan. Didalam rencana tersebut harus memperhitungkan setiap elemen rencana atau masing-masing jenis kegiatan. dan  prinsip-prinsip yang merupakan penjabaran tujuan tersebut.  kondisi sosial dan lingkungan wilayah perencanaan.  peran masyarakat untuk turut serta dalam pembangunan. 1.  fungsi dan peran wilayah perencanaan. dan strategi penataan ruang Kawasan Agropolitan Dataran Tinggi dirumuskan dengan mempertimbangkan :  tujuan dan sasaran pembangunan.

Rencana Pengembangan Jaringan Energi/Kelistrikan. Rencana Pengembangan Jaringan Air Minum. dan . Rencana Sistem Lingkungan. . Rencana Pengembangan Jaringan Air Limbah dan Drainase. Rencana Jaringan Pergerakan/Transportasi. Rencana Struktur Ruang Rencana struktur ruang wilayah Kawasan Agropolitan Dataran Tinggi Provinsi Sumatera Utara merupakan sebagai pusat kegiatan di Kawasan Agropolitan Dataran Tinggi Provinsi Sumatera Utara dan dapat menjadi simpul pelayanan sosial ekonomi masyarakat di wilayah kabupaten. .2. . . . Rencana Pengembangan Jaringan Telekomunikasi. Rencana pengairan. . Dengan Materi : .

kawasan Hutan Lindung. kawasan perlindungan setempat. Kawasan pertanian yang dibagi dalam dua kelompok besar pertanian yaitu berupa kawasan pertanian lahan basah dan kawasan pertanian lahan kering. . sempadan sungai. kawasan sekitar danau atau waduk. Kawasan kehutanan yang merupakan wilayah tertentu yang ditunjuk dan atau ditetapkan oleh pemerintah untuk dipertahankan keberdayaannya sebagai hutan. Rencana Pola Ruang . yang meliputi sempadan pantai. c. b. e. b. kawasan suaka alam dan cagar budaya. kawasan yang memberikan perlindungan terhadap kawasan bawahannya. zona lindung lainnya. Kawasan Lindung yang meliputi : a. yang antara lain meliputi zona rawan tanah longsor. kawasan rawan bencana alam.3. . d. zona rawan gelombang pasang dan zona rawan banjir. kawasan sekitar mata air. Kawasan Budidaya yang meliputi : a. f.

Rencana Pemanfaatan Ruang. e.c. meliputi : . sarana pelayanan umum kesehatan. Kawasan Pariwisata meliputi kawasan yang potensial untuk dikembangkan maupun kawasan wisata yang telah dikembangkan. Indikasi program pengembangan hingga 20 tahun kedepan. industri mesin dan logam dasar. sarana pelayanan umum pendidikan. Rencana pemanfaatan ruang merupakan arahan yang menggambarkan kriteria. yang meliputi sarana pelayanan umum berupa sarana pelayanan umum perumahan. industri kecil. . d. . fungsi. Rencana pengembangan sarana sosial ekonomi. sarana pelayanan umum sosial budaya dan sarana pelayanan umum rekreasi dan olah raga. Kawasan permukiman yaitu terdiri dari kawasan permukiman agropolitan dataran tinggi. . sarana pelayanan umum peribadatan. dan aneka industri. zona industri yang meliputi industri kimia dasar. sebaran dan luas dari masingmasing kawasan yang diarahkan untuk pengembangannya sampai dengan dua puluh tahun mendatang .

.Informasi terdahulu  Berdasarkan Kajian sebelumnya telah ditetapkan Pusat Kawasan Agropolitan Dataran Tinggi Provinsi Sumatera Utara berada di Kecamatan Merek Kabupaten Karo yang berlokasi di Siosar.  Telah ditetapkan 8 kabupaten sebagai lokasi agropolitan dataran tinggi yang berada di kawasan Danau Toba dan terdapat 8 lokasi/kecamatan sebagai pusat kegiatan agropolitan atau pengumpul dari setiap kabupaten. seperti :  Jaringan jalan pendukung (contoh : pengembangan jaringan jalan Rawasaring)  Pembuatan STA (Sub Terminal Agribisnis) pada setiap kecamatan yang menjadi pusat kegiatan agropolitan di kabupaten.  Terdapat 1 kota yang terpusat di Kecamatan Siantar Martoba (Kota Pematangsiantar) sebagai distribusi pendukung kegiatan agropolitan dataran tinggi.  Perlu adanya prasarana dan sarana pendukung dalam menunjang kegiatan agropolitan dataran tinggi.

SEKIAN DAN TERIMA KASIH .