You are on page 1of 16

SLUDGE DRYING BED

Sludge

drying bed berfungsi :

menampung lumpur pengolahan baik dari proses kimia
maupun proses biologi. dan memisahkan lumpur yang
bercampur dengan air dengan cara proses penguapan
menggunakan energy penyinaran matahari.
Sludge

drying bed merupakan salah satu metoda
dewatering dengan ukuran kecil hingga medium
(maksimum setara dengan 25.000 orang).
Pada unit ini, dewatering terjadi karena evaporasi dan
drain (peresapan).

Pada

musim kemarau, untuk mencapai kadar solid 30 40 % diperlukan waktu 2 - 4 minggu.

waktu pengeringan lumpur berkisar antara 15 –20 hari. • Tebal lapisan atas terdiri dari pasir kasar antara 20 – 30 cm. •Tebal lapisan bawah atau lapisan kerikil antara 20 –30 cm. •Ketebalan lumpur di dalam bak pengering lumpur diatur sekitar 10 -20 cm.) •Dibagian tengah (dalam ) dilengkapi pipa berlubang dengan diameter 15-10 cm. •Lantai dasar dibuat dengan kemiringan tertetu (agar air filtrat dapat terkumpul dengan baik. .BAK PENGERING LUMPUR Kriteria Perencanaan bak pengering lumpur (JSWA. 1984) : • Bentuk bak sebaiknya persegi panjang (kotak). •Waktu pengeringan sangat dipengaruhi oleh iklim serta sifat dari lumpur yang akan dikeringkan. (pengeluaran filtrat) •Dinding bak dibuat dari beton atau pasangan batu bata yang diplester semen.

: Jumlah Lumpur yang dikeringkan {m3/hari) D. : Luas permukaan bak pengering yang diperlukan {m2) Q. : Ketebalan lumpur (m) T.Luas bak pengering lumpur yang diperlukan dapat dihitung dengan rumus : A=QxT/D dimana : A. . : Waktu Pengeringan lumpur ( hari) Jumlah bak yang perlu disediakan sebaiknya adalah 15-20 bak. agar dapat dilakukan pengerukan lumpur tiap hari.

.

SLUDGE DRYING BED .

. Kelemahan sistem ini adalah membutuhkan lahan yang luas dan sangat tergantung cuaca.SLUDGE DRYING BED Kelebihan sistem ini adalah pengoperasian yang sangat sederhana dan mudah. biaya operasional relatif rendah dan hasil olahan lumpur bisa kering atau kandungan padatan yang tinggi.

SLUDGE DRYING BED .

.

.

(SLUDGE DRYING BED) .

.

Dua tahap dalam pengolahan limbah B3 secara destruksi termal ini yaitu tahap pencampuran (blending) dan tahap insenerasi (pembakaran). Umumnya suhu yang aman untuk proses insenarasi ini adalah di atas 1250oC dan waktu tinggal gas/uap minimum 2 detik. PCB. 1/2/17 12 .METODA TERMAL (INCENERATOR) Destruksi termal atau insinerasi adalah suatu proses penghancuran polutan organik yang terkandung dalam limbah B3 (misalnya oil sludge.) dengan cara pembakaran atau insenerasi pada suhu dan waktu tinggal yang tepat. dll.

Miller 2000 . 1998.Ilustrasi: Raven et al.

1/2/17 14 .