MODUL 18

KEPERAWATAN GAWAT
DARURAT JIWA
TIM PELATIH
KEPERAWATAN GAWAT DARURAT BASIC 2

DIREKTORAT BINA PELAYANAN KEPERAWATAN.
DITJEN BINA PELAYANAN MEDIK
DEPKES RI.
2009

TUJUAN KHUSUS
1. Menjelaskan konsep gangguan jiwa
2. Melakukan pengkajian fisik dan mental
3. Melakukan pengkajian pasien dengan usaha
bunuh diri
4. Melakukan tindakan keperawatan pasien
dengan usaha bunuh diri
5. Melakukan pengkajian pasien dengan amuk
6. Melakukan tindakan keperawatan pasien
dengan amuk

Pengkajian C.Amuk .POKOK BAHASAN A.Bunuh diri D. Konsep gangguan jiwa B.

PENDAHULUAN • Kecendrungan insiden penyakit jiwa meningkat dari 1.6% (1997) menjadi 2.0% (2001). Depkes 2001. • Jenis gangguan jiwa yang dapat mengancam jiwa (gawat darurat) dan diperlukan perawatan terutama adalah amuk 90% dan bunuh diri 40 50% sehingga diperlukan peningkatan pengetahuan dan ketrampilan perawat dalam penatalaksanaan gangguan jiwa. .

. 4. Faktor antropologi.Gangguan Jiwa Faktor-faktor yang mempengaruhi terjadinya gangguan jiwa: 1. 3. Faktor sosiologi. Faktor psikologi Faktor biologi. 2.

kemampuan berkomunikasi. penerimaan perubahan makanan. kebutuhan ritual. Biologi Psikologi Gangguan mental dapat disebabkan oleh adanya kelainan struktur anatomi otak. Pengalaman psikologi yang baik memberikan kekuatan untuk transformasi perilaku yang baik. perasaan kehilangan privasi. Apabila individu secara terus menerus mendapat tekanan psikologi maka akan terjadi gangguan jiwa. . berespon terhadap nyeri. Keluarga yang tidak baik maka akan mempengaruhi anggota keluarga. respon kehilangan kemandirian. salah satunya gangguan jiwa. kebutuhan dukungan keluarga. merupakan kelompok utama guna membantu sosialisasi untuk menentukan dan mempertahankan bentuk perilaku. fisiologi otak. biokimia darah (endokrin dan obat).Etiologi Gangguan Jiwa Antropologi Sosiologi Keluarga budaya suatu bangsa dapat mempengaruhi kejiwaan individu antara lain: cara berespon terhadap penyakit. dan kebutuhan ritual yang berhubungan dengan sakaratul maut.

.

.

B : breathing  periksa pola nafas apakah nafasnya ada atau tidak ada.C : circulation  periksa nadi carotis apakah ada denyutan nadinya atau tidak ada.E : expose  periksa area badan dan anggota gerak apakah ada luka atau fraktur. . .A : airway  buka jalan nafas apakah adekuat atau mengalami obtruksi. 1.Pengkajian Umum Di ruang gawat darurat umum pengkajian primer dan sekunder tetap dilakukan pada pasien dengan gangguan kesehatan mental (jiwa). . .D : disability  periksa tingkat kesadaran dan pupil . Pengkajian Primer : .

Pengkajian umum 2. • Riwayat penyakit masa lalu • Tanda-tanda vital • Pemeriksaan status mental • Pemeriksan fisik umum • Pemeriksaan penunjang . Pengkajian sekunder • Riwayat penyakit sekarang : keluhan utama dan perjalanan penyakit + keluhan tambahan.

Riwayat penyakit sekarang a. Perjalanan penyakit : intrograsi keluhan utama dengan OPQRST + keluhan tabahan serta : Gejala yang berhubungan – kehilangan berat badan saat ini. Adanya gangguan pendengaran dan penglihatan – halusinasi dapat disebabkan oleh penyakit gangguan jiwa atau mengkonsumsi obat-obat halusinogen.ad. Keluhan utama : apa yang dirasakan pasien saat ini sehingga minta pertolongan rumah sakit. perubahan hubungan antar keluarga saat ini dan perubahan personal higiene pada saat ini Obat-obat saat ini – termasuk obat-obat penyakit dalam/bedah atau psikiatri. perubahan kebiasaan makan. Pikiran ingin bunuh diri – jika pasien tidak realistik adanya rencana bunuh diri . gangguan tidur. b.

keracunan obat. gagal liver. infeksi neurologi. defisiensi nutrisi. kelainan endokrin. gagal ginjal. hipoxia cerebral. Riwayat penyakit masa lalu Riwayat psikiatrik dan pengobatan – penyebab organik gejala psikiatri termasuk intoksikasi alkohol. dan epilepsi.ad. head injuri. Informasi masa lalu pernah mengalami kelainan jiwa ini adalah sangat penting .

orientasi dan kemampuan memori . rate. 5. higiene.ad. Kemampuan kogknitif – tentukan dengan mengevaluasi attensi pasien dan konsentrasinya. Mood dan affek – tanyakan kepada pasien untuk dapat menggambarkan merasaannya dan keadaan affeknya. cara berjalan. Bicara – dengarkan volume. posture. keadaan yang abtraks. kejelasan. aktivitas motorik 2. dan kualitas pembicaraan dan pola bicara 3. Status mental 1. Perilaku dan keadaan umum – tentukan dengan melihat cara berpakaian. Proses pikir – tentukan jika pasien mengalami halusinasi dengan menanyakan kekuatan atau ketidakbiasaan yang dialami pasien. Afek yang labil atau meningkat dapat terjadi dengan kondisi agitasi 4. Dengarkan rasional dan oraginasi pola berfikirnya Pengambilan keputusan – tanyakan pada pasien jika mereka mengerti mengapa masuk ke bagian emergenci dan apakah mereka yakin dan menolongnya 6. pengetahuan dasar.

Tingkat kesadaran – keracunan obat atau komsumsi obat dapat menyebabkan agitasi atau rekasi letahargi. perubahan gaya berjalan dan pergerakan lambat 3. Hipoxia serebral menyebabkan penurunan tingkat kesadaran 2. Respirasi – kecemasan dapat menimbulkan hiperventilasi 5. tremor.ad. Tekanan darah – pasien yang minum antidepresan monoamine oxidase (MAO) inhibitor seperti fenerzine akan mengalami hipertensi krisis . Aktivitas psikomotor – penggunaan obat psikotropik dan fenothiazine dapat mengalami efek terhadap extrapiramidal seperti ”tics”. Injuri fisik – injuri neurologi dapat dimanifestasikan dengan kelainan perilaku 4. Pemeriksaan fisik 1.

fungsi liver . elektrolit. screenning toxic urin. EKG – EKG dapat memnatu menentukan adanya disritmia jantung dan kelainan konduksi yang disebabkan oleh keracunan obat atau minum obat 2. Pemeriksaan darah – termasuk darah lengkap. gula darah.ad. Pemeriksaan penunjang 1.

.Bunuh diri Tindakan merusak diri sehingga mengakibatkan terjadinya kematian.

BUNUH DIRI Tindakan merusak diri sehingga mengakibatkan terjadinya kematian. KLIK DUA KALI .

NOREPINEPRIN.Etiologi Bunuh diri • FAKTOR BIOLOGIS – NEUROTRANSMITER : SEROTONIN. DOPAMIN. • FAKTOR SOSIOLOGI – ISOLASI SOSIAL – PENGARUH BIOPSIKOSOSIAL. ASAM AMINO BUTIRIK. – GANGGUAN STRUKTUR OTAK. . – PENGARUH GENETIC : GEN YANG CENDERUNG BUNUH DIRI. • FAKTOR PSIKOLOGIS – AGRESIF MERUSAK DIRI – TIDAK TERPECAHKAN KONFLIK PERSONAL – POLA FIKIR NEGATIF – MENURUNNYA REINFORCEMEN POSITIF.

alkoholik. Ada riwayat perilaku merusak diri. janda/duda. Ada riwayat mencoba bunuh diri Umumnya ada usaha merusak diri dengan cara minum obat yang melebihi dosis. pisah ranjang.Faktor resiko bunuh diri • • • • • • • • Individu berusia lebih dari 40 tahun. . single. depresi. Merencanakan tindakan bunuh diri melalui ucapan. Terdiagnosa saat ini menderita penyakit serius. Kehilangan pekerjaan dan hukuman penjara. Kehilangan salah satu yang dicintai saat ini.

Secara fisik dapat dihubungkan dengan tanda dan gejala drug abuse. orientasi. Informasi dari teman dekat atau keluarga ada : suka marah-marah dan frustasi. . agitasi.Tanda dan gejala bunuh diri • • • • • Perilaku pasien : impulsif. mudah marah. immobilitas. dan gangguan memory. apatis. reslessness. Riwayat mencoba bunuh diri Status mental : gangguan konsentrasi.

. isolasi social dan terganggunya proses fakir.Masalah Keperawatan Resiko bunuh diri/mencedrai diri sendiri berhubungan dengan : tidak efektifnya koping. harga diri rendah yang kronik. ketidakberdayaan.

atau sesuai program pengobatan) .PENATALAKSANAAN – Mengamankan lingkungan. – Berikan suport verbal – Lakukan pengikatan (restrain) jika diperlukan – Berikan obat psikotik (aldol 2-5 mg IM. waspada terhadap perilaku setiap saat. – Awasi secara ketat.

• sebagai ungkapan perasaan terhadap keadaan yang tidak menyenangkan seperti kecewa. tidak puas. . tidak tercapai keinginan. orang lain maupun lingkungan.Amuk • suatu perasaan/emosi yang timbul sebagai reaksi terhadap kecemasan yang meningkat dan dirasakan sebagai ancaman serta cenderung untuk melukai diri sendiri.

3.Penyebab Amuk 1. Kebutuhan aktualisasi diri yang tidak tercapai sehingga menimbulkan ketegangan dan membuat individu cepat tersinggung. . cepat tersinggung dan lekas marah. 2. Frustasi akibat tujuan tidak tercapai atau terhambat sehingga individu merasa cemas dan terancam. Kehilangan harga diri karena tidak dapat memenuhi kebutuhan sehingga individu tidak berani bertindak. Individu akan berusaha mengatasi tanpa memperhatikan hak-hak orang lain.

ekspresi wajah tegang. cemas. dendam. mengancam. . berdebat. bermusuhan. muka merah. mual. tonus otot meningkat. menyalahkan tuhan. Sosial Menarik diri. Spiritual Ragu-ragu. merasa tidak aman. menolak. kasar. napas dangkal. peningkatan frekuensi berkemih dan dilatasi pupil. peningkatan saliva. maha kuasa. merusak benda. marah. takut. labil. RR meningkat. tidak sabar.Tanda dan gejala amuk • • • • • Fisiologi Tekanan darah meningkat. meremehkan. Intelektual Bicara mendominasi. agresif. pandangan tajam. bersih keras. menyerang. Emosi Jengkel.

. • Tidak efektifnya koping berhubungan dengan perubahan pola pikir.Masalah Keperawatan • Perilaku merusak diri dan lingkungan berhubungan dengan perubahan persepsi sensorik.

Menenangkan emosi : sikap yang empati Isolasi Tindakan fiksasi. Pemberian obat penenang (sesuai dengan program) Rujuk bila diperlukan.PENATALAKSANAAN • • • • • • Monitoring perkembangan tanda-tanda vital. .

FILM PASIEN MARAH Klik dua kali .