You are on page 1of 18

Definisi

COMBUSTIO / Luka bakar adalah luka

yang disebabkan oleh kontak dengan


suhu tinggi seperti api, air panas, listrik,
bahan kimia dan radiasi, juga oleh sebab
kontak dengan suhu rendah (frost bite).
Luka bakar ini dapat memgakibatkan
kematian atau akibat lain yang berkaitan
dengan problem fungsi maupun estetik
(Mansjoer, A., et al. 2000).

Patofisiologi
Cedera termis ketidakseimbangan cairan dan elektrolit

sampai syok dapat menyebabkan asidosis, nekrosis


tubular akut, dan disfungsi serebral.
(terjadi pada fase akut atau syok, biasanya sampai 72 jam
pertama)
Kulit (barier) hilang luka sangat mudah terinfeksi dan
terjadi penguapan cairan tubuh yang berlebihan disertai
pengeluaran protein dan energi, sehingga terjadi
gangguan metabolisme.
Jaringan nekrosis melepas toksin (burn toxin, suatu lipid
protein kompleks) menimbulkan SIRS sehingga
menyebabkan kegagalan fungsi organ tubuh seperti hepar
dan paru.

Klasifikasi Combustio

Klasifikasi Combustio
Derajat 1 (luka bakar superficial)

Luka bakar hanya terbatas pada lapisan epidermis,


ditandai dengan kemerahan yang biasanya akan
sembuh tanpa jaringan parut dalam 5-7 hari.
Derajat 2 (Partial Thickness)

Luka bakar derajat dua mencapai kedalaman


dermis, tetapi masih ada elemen epitel yang
tersisa, seperti sel epitel basal, kelenjar sebasea,
kelenjar keringat dan folikel rambut. Dengan
adanya sisa sel epitel yang sehat ini, luka dapat
sembuh sendiri dalam 10-21 hari.
Derajat 3 (Full Thickness)

Luka meliputi seluruh kedalaman kulit, dapat


subkutis atau organ yang lebih dalam. Karena
tidak ada lagi elemen epitel yang hidup, maka
untuk mendapatkan kesembuhan harus dilakukan

Patient Database
Nama : An. M. ZZ
Umur/BB : 1 tahun 7
bln/- Kg
Alamat : Dupak
Status : Jamkesmas

MRS : 13
September 2010
Alasan MRS :
Pasien terkena air
panas yang tumpah
dari panci
rumahnya.
Riwayat
penyakit, obat, &
alergi : -

Diagnosa:
Combustio Gr. II A
22% + Pneumonia

LUKA BAKAR
Facialis colli comb. Gr. II A
2%
Thoracio abdomen comb. Gr. II A
5%
Extremitas superior dex. comb. Gr. II A 1%
Extremitas superior sin. comb. Gr. II A 4%
Extremitas inferior dex. comb. Gr. II A
Extremitas inferior sin. comb. Gr. II A
Extrmitas genitalia

1% +
22%

5%
4%

Data Klinis
TANGGAL

No

DATA
KLINIK

RR (/menit)

24

24

N (/menit)

100

120

GCS

456

AICD

Combustio

Edema

KU

Suhu (C)

Batuk

10

Sesak

11

Mencret

12

Muntah

13

BAK

13/9 14/9 15/9 16/9 17/9

23

18/9

19/9

20/9

21/9

22/ 23/ 24/


9
9
9

20

28

20

23

24

26

28

28

160

160

160

160

160

110

110 110

waspa
da
37

waspa
da
36

37

37

++

++

++

lema lema lema cuku


h
h
h
p
36,2 36,3 36,2

waspa cuku
da
p
37
37

+
+

No.

DATA
LABORATORIUM
(yang penting)

WBC (4,5-10,5.103)

RBC

(4-6.106)

Hb

(11-18)

TANGGAL
13/9

14/9

15/9

16/9

18/9

37,2.103 13,5.103

5,4.103

5,49.106 6,27.106

19/9

20/9

22/9

13,8.103

24,8.103

23,8.103

4,07.106 5,11.106

5,06.106

4,53.106

23/9
24,7.10
3

4,92.10
6

10,6

10,8

7,1

10,2

9,8

9,8

11,6

HCT (35-60%)

35,6

36,4

22,2

31,1

31,6

29,4

32,7

MCV (80-99,9)

64,8

58,1

54,5

60,6

61,3

64,9

66,5

MCH (27,0-31,0)

19,3

17,2

17,3

19,9

19,3

21,7

23,6

MCHC (33-37 g/dl)

29,8

29,7

31,8

32,8

31,5

33,5

35,4

882.000

942.000

970.00
0

2,6

3,1

2,9

Plt (150-450 . 103/mm3) 696.000 620.000

514.000 480.000

Albumin (3,8-5,4)

4,2

2,82

2,8

2,18

3,38

10

Gluk acak (70-110)

345

77

103

11

Scr (0,6-1,1)

0,5

0,4

0,4

12

BUN (5-23)

11

11

13

AST (11-60)

84

60

52

14

ALT

20

15

pH (7,35-7,45)

7,43/7,39

16

PCO2 (35-45)

28/37

38

No.

DATA
LABORATORIUM
(yang penting)

21

APTT (27-39dtk)

22

K+

5,03

5,27

3,28

23

Na+

139

139

150,3

24

Ureum

23,5

25

Cl-

114,9

26

Ca++

1,11

27

Gluk

(-)

28

Bil

(-)

29

Keton

(-)

30

Eritrosit

(-)

31

pH

5,0

32

Nitrogen

(-)

33

Leu

(-)

34

Prot

(-)

13/9

13/9

13/9

13/9

13/9

13/9

13/9

13/9

13/9

3,13

4,0

3,71

3,68

131,5

132,7

129,9

135,9

25,5 dtk

10,7
97,7

Makna perubahan data


laboratorium
Leukosit meningkat menunjukkan adanya infeksi
Eritrosit untuk memantau derajat anemia, dan meningkat

pada kondisi diare/dehidrasi.


Hb menurun , makna klinis terjadi anemia, pendarahan
Hct menurun, makna klinis terjadi anemia berat.
SGOT dan SGPT meningkat pada gangguan hepar.
Albumin menurun, menunjukkan adanya penurunan fungsi
hepar.
LED meningkat menunjukkan adanya destruksi jaringan
dan adanya infeksi.
Penurunan natrium dan peningkatan korida menunjukkan
adanya ketidakseimbangan elektrolit dalam cairan
ekstraseluler.
Pedoman Interpretasi Data Klinik, 2011

Profil TERAPI Pengobatan


JENIS OBAT
Regima
No
Nama
n Dosis 13/9 14/9
Dagang/Generik
1

Inj. Ampicillin
sulbactam

4x250 mg

Inj. Novalgin

3x100 mg

3
4

Inj. Ranitidin
Inj. Vit C

2x10 mg
2x amp

Nebulizer Pz

3x3 cc

Sucralfat P.o

3x1 Cth

800 cc

Ca. glukonat 10%

5 cc
bolum iv

10

Albumin 20%

8 cc/hari

Morfin

0,2
mg/jam

16/9

17/9

4x300

4X3 cc

Infuse D5 NS

18
19/9
/9

15/9

4X100 4X100 3X100

Tanggal Pemberian Obat (Mulai MRS)

4X3cc

20/9 21/9

22/9 23/9 24/9

250
250
250CC
CC
CC

50CC
stelah
PRC

25CC 25CC
/4Jam

0,1m
0,1m
0,1mg/j
g/j
g/j

Lanjutan Profil Pengobatan


Tanggal Pemberian Obat (Mulai MRS)

JENIS OBAT
Regiman
No
Nama
Dosis
13/9 14/9 15/9 16/9 17/9 18/9 19/9 20/9
Dagang/Generik
11

Lasix

12

PCT syr

13

Aminofusin ped

14

Lacto B

15

10 mg

3xCth 1
k/p
250
ml/24J

21/9

22/9

24/9

2x1

Tranfusi PRC
135

60 cc

16

Ambrosol

3x5 mg

17

D5

250 cc

18

D5 NS

45 cc/jam

19

Vit A 5000 iu

1x1 tab

Methylpredniso
n
O2 nasal

3x3 mg
p.o

2L kp

22

Zinc kid

1x20 mg

23

RL

20
21

23/9

DISCUSSION
No

Data lab atau


problem medik

Terapi

Muntah dan stres


ulcer

Diberikan ranitidin dan sucralfat untuk mengatasi


muntah dan stres ulcer yang terjadi akibat luka bakar.
ranitidin diberikan setiap hari selama MRS sedangkan
sucralfat diberikan pada hari ke-2 dan ke-5 ketika MRS.

2.

Pneumoni

Untuk mengatasi hal ini diberikan antibiotik ampicilin


sulbaktam untuk menghentikan pertumbuhan dari Staph.
Pneumoniae, dan juga nebulizer Pz untuk membantu
mengencerkan dahak selain itu juga digunakan ambroxol
untuk mengeluarkan lendir supaya nafas lega.

3.

Untuk mengatasi hal ini diberikan antibiotik ampicilin


Pertahanan dari
sulbaktam yang dapat membunuh bakteri dapat
serangan mikroba
menginfeksi kulit seperti Streptococcus (- or luar
hemolytic), Staphylococcus, atau Escherichia coli.

1.

4.

Nyeri

Untuk mengatasi nyeri diberikan morfin yang digunakan


pasca operasi, injeksi novalgin selama perawatan di RS
dan juga parasetamol sirup yang diberikan karena pasien
sudah bisa menggunakan obat secara peroral.

No.

Data lab atau


problem medik

5.

Memperbaiki
permeabilitas
membran

Untuk mengatasi hal ini diberikan Ca Glukonat. dosis


yang diberikan sudah tepat karena penggunaan pada
bayi tidak boleh melebihi 20 ml

Hipovolemia dan
ketidakseimbangan
elektrolit

Diberikan Infuse D5 NS , D5 dan D5 NS dimana


ketiganya diberikan pada hari yang berbeda namun
memiliki tujuan yang sama yaitu sebagai terapi
pengganti cairan yang hilang akibat kerusakan
permeabilitas membran sel. selain itu juga Dextrose 5%
menyediakan asupan kalori & replacement cairan serta
memberikan cadangan glukosa di hati, mencegah
katabolisme protein & kehilangan protein. selain itu juga
diberikan RL untuk mengatasi kekurangan kadar K+
dan Ca+ . Selain itu juga diberikan terapi dengan
aminofusin Ped yang berisi asam amino, vitamin dan
elektrolit.

Hemoglobin dan
hematokrit

Diberikan PRC untuk mengatasi hal ini selain itu juga


diberikan zink kid dan feroglobulin untuk pengantian
zat besi yang hilang sehingga membantu proses
pembentukan sel darah merah baru.

6.

7.

Terapi

No.

8.

9.

10.

Data lab atau


problem medik

Hipoalbumin

terapi
Diberikan terapi albumin 20%. dengan tujuan
untuk memperbaiki tekanan onkotik intravaskular.
Selain itu juga berfungsi sebagai carrier pada
transpor metabolit & menggantikan hilangnya
protein Albumin akibat proses katabolisme.

Diare

Diberikan terapi Lacto-B yang merupakan


golongan probiotik atau bakteri yang baik
yang berguna untuk melawan kuman yang jahat
(pathogen) pada saluran pencernaan. Melindungi
sistem pencernaan pada orang dewasa & anak-anak.
Membantu menormalkan fungsi GI, menjaga flora
normal usus & membantu fungsi fermentasi di usus
pada bayi.

Edema Paru

Hal ini terjadi karena panas menyebabkan


terjadinya perubahan mukosa saluran napas
sehingga menyebabkan terjadi edema paru akut.
Untuk mengatasi hal ini diberikan terapi Lasix
(Furosemida 40 mg).

D rug Related Problem


Penggunaan Paracetamol

sebaiknya tidak usah digunakan


karena tujuan dari penggunaan
parasetamol adalah sebagai
analgesik, namun sudah
diberikan novalgin dan morfin