You are on page 1of 17

DIABETES MELLITUS

Nama kelompok :
Gabriel (2448715117)
Sheila Ayu R. (2448715141)
Yuvita R. Deva (2448715154)

Diabetes Mellitus merupakan


penyakit metabolisme yang
dikarakterisasi oleh hiperglikemia
akibat dari defek sekresi insulin,
atau karena kerja dari insulin.

KLASIFIKASI DM :
DM Tipe 1 (defisiensi insulin absolut)
DM Tipe 2 (resistensi insulin dan atau
sekresi insulin)
DM Gestasional
DM Tipe lain
-penyakit dari pankreas eksokrin (al.pankreatitis)
-endokrinopati (al. acromegaly, cushing syndrome)
-induksi obat atau zat kimia dan lain2

defek

ETIOLOGI DM TIPE 1
Penyebabnya adalah autoimun yang
mendestruksi sel pankreas yang berakibat
pada terjadinya defisiensi absolut insulin.

ETIOLOGI DM TIPE 2
Disebabkan oleh resistansi reseptor insulin,
kegagalan sekresi insulin dan sebab
peningkatan produksi glukosa oleh hepar
yang menyebabkan glukosa tidak bisa
disimpan.

GEJALA DM TIPE 1
Penurunan anabolisme
Peningkatan katabolisme
Tipikal DM tipe 1 dalam waktu relatif singkat beberapa
minggu dari hiperglikemia ke hipoglikemia
menjadikannya poliuria, haus, capek, dan mudah infeksi
dengan berat badan menurun.

Obesitas
Riwayat

GEJALA DM TIPE 2

keluarga
Kebiasaan aktifitas fisik
Ras, etnis
Hipertensi

KOMPLIKASI PADA DM
*Akut
Hiperglikemia, Hipoglikemia, Ketoasidosis
Diabetik
*Kronik
-Mikrovaskular (Retinopati, Neuropati,Nefropati)
-Makrovaskular (Jantung, Hipertensi, Hiperlipid)

Data Pasien
*Pasien : Tn. YRS
*Umur : 57 tahun
*Keluhan : Hipoglikemi disertai luka pada kaki kanan, berbau busuk, bernanah, suhu badan tinggi dan menggigil
*Riwayat penyakit : DM sejak 20 tahun yang lalu, 10 tahun yang lalu sering mengeluh nyeri pada kakinya disaat bekerja dan suka konsumsi makanan yang bersantan, tidak pernah berolah raga

Diagnosis
27/9 DM + Hipoglikemi + Gangren pedis, cruris D +
Gas gangrem + Sepsis + Hipoalbmin + Anemia + susp
PJK Iskhemi
28/9 DM + Hipoglikemi + Gangren pedis, cruris D +
Sepsis + Hipoalbumin + Anemia + Pro cito amputasi
29/9 DM + Post Hipoglikemi + Gangren pedis, cruris
D + Gas gangren + Sepsis + Hipoalbumin
30/9 DM TII + Gangren pedis, cruris D + Gas gangren +
Sepsis + Anemia + Hipoalbumin
4/10 DM TII + Post Amputasi + Anemia +
Hipoalbumin
5-6/10 DM TII + Gangren pedis , cruris D + Gas
gangren + Sepsis + Hipoalbumin

Subjective
-Hipoglikemia
-Berbau busuk
-Suhu badan tinggi
-Menggigil

Data Klinis
DATA KLINIK

Tekanan darah
Nadi
RR

TANGGAL

NILAI
NORMAL
120/80
mmHg
80 100 x/
menit
18 22
x/menit

Suhu

37 0,50C

Muntah

Negatif

Kondisi umum

Baik

Nyeri kaki

Tidak ada

Kesadaran

Sadar penuh

27/9

28/9

29/9

30/9 1/10 2/10

100/7 100/7 100/7 100/7


0
0
0
0

3/10

4/10

5/10

6/10

7/10

130/8 100/7 100/6 100/7 100/6


0
0
0
0
0

98

98

106

106

120

102

102

100

100

22

22

20

20

24

20

22

20

20

37,6

37

37,9

38

37

37
+

Lem lema lema lema


ah
h
h
h
+
+
+
+
men
urun

lema lema
h
h
+
+

Data Laboratorium
DATA

NILAI

LABORATORIUM

NORMAL

Pemeriksaan serum :
Kreatinin

1,3 mg/dl

BUN

TANGGAL
4/10

6/10

1,0

2,7

2,8

10 20 mg/dl

21

48

56

ALB

3,5 5,0 g/dl

1,1

1,6

Na+

136 145 mEq/L

127

130

126

K+

3,5 5,0 mEq/L

3,53

2,3

3,0

Cl-

98 106 mEq/L

103

( 120 mg/dl )

48

Pemeriksaan
darah :
GDA

26/9

27/9

30/9

1/10

gula
202

142

Lanjutan
DATA LABORATORIUM

NILAI NORMAL

TANGGAL
26/9

27/9

30/9

1/10

4/10

Profil liver :
SGOT

10-37 g/dl

24

SGPT

10-40 g/dl

12

Darah lengkap :
WBC

4,5 12,5.103/mm3

PLT

150-350.103/mm3

RBC

4,33 5,95.106/l

HCT

40-47%

23,7

30,3

18,1

14 18 g/dl

8,3

9,4

5,8

MCV

80-99%

76,2

84,4

85

MCH

27-31%

26,8

26,2

27,2

MCHC

32-36%

35

26,2

32

52

55

Hb

LED

15mm/jam

12,2

15,7

23

231

176

134

3,12

2,13

6/10

PROFIL PENGOBATAN
Obat

Rute

Dosis

Frek
21 tts/menit

D 40%

iv

RD 5%

iv

21 tts/menit

RL

iv

21 tts/menit

NS

iv

14 tts/menit

27/9

28/9

29/9

30/9

Tanggal Pemberian Obat


1/10
2/10
3/10
4/10

5/10

6/10

7 tts/menit
Metronidazol

iv

500mg

3x1

Clindamycin

p.o

600mg

Ranitidin

iv

50mg

2x1

Ampisulbactam

iv

1g

3x1

Tramadol

iv

3 x 1 kapsul

3x1

Dypidamol

p.o

75 mg

Albumin 20%

iv

100 cc

iv

50mg/50

12 jam

drip
iv

ml
4 mg

2x1

Ketorolac

iv

30 mg

3x1

Tranfusi PRC s/d Hb 10

iv

1 koft

KCl : PZ
Ondancetron

2 koft

3x1

7/10

iv

drip

ASESMENT
Problem

Terapi

Analisis

Hipoglikemia

D40%

Pasien mengalami
hipoglikemia
sehingga diberikan
infus d40%

Untuk infeksi pada


luka kaki pasien

Metronidazol

Metronidszol
efektif pada
bakteri anaerob

Pembahasan
-Pada saat MRS, pasien mengalami
hipoglikemia sehingga diberikan infus D40%
untuk mengontrol gula darahnya.
- Pemberian ringer laktat untuk mengatasi
kekurangan elektrolit (berdasarkan data
laboratorium ). sPerlu dilakukan monitoring
terhadap kadar K+ karena akan
menyebabakan hipokalemia (Riwayat PJK)
-Clindamicin efektif untuk infeksi bakteri
anaerob, terutama pada gangren.Pada kasus
ini clindamicin digunakan sebagai antibiotik
empiris
-Ondasentron diberikan untuk mengatasi efek
samping dari tramadol yaitu mual, muntah
akibat operasi

-Ranitidin dapat menghambat pengeluaran asam


lambung, jika asam lambung dihambat maka gejala mual
muntah dapat berkurang.
-Ketorolac digunakan untuk analgetik, untuk nyeri pasca
operasi
-Tramadol digunakan untuk mengatasi nyeri pasca operasi
- Dipridamol digunakan sebagai antikoagulan oral untuk
mengencerkan darah agar antibiotikmampu dengan cepat
menuju jaringan infeksi
- Insulin R digunakan untuk membantu agar metabolisme
karbohidrat di dalam tubuh.
-Albumin diberikan untuk mengatasi hipoalbuminuria
pada pasien

Metronidazol digunakan sebagai


antibakteri anaerob (bakteri anaerob
mpenyebab infeksi pada gangren)
Ampisulbaktam sebagai antibiotik
nefropatik
-Clindamicin efektif untuk infeksi
bakteri anaerob, terutama pada
gangren.