You are on page 1of 40

KWASHIORKOR

Pembimbing
dr.Lilly Zulkarnain, SpA

ADY FITRA SARAGIH


030.11.009

PENDAHULUAN

Kekurangan energi protein (KEP)


merupakan masalah gizi
Di negara berkembang
Indonesia

Riskesdas 2007
: Gizi kurang ( Balita
13%), gizi buruk (5,4%)

Riskesdas 2010
: Gizi kurang ( Balita
13%), Gizi buruk (4,9%)

DEFINISI
Kwashiorkor adalah sindrom klinis yang diakibatkan dari
defisiensi protein berat dan asupan kalori yang tidak adekuat.

ETIOLOGI
1.

Peranan Diet

2.

Peranan Faktor Sosial

3.

Peranan Kepadatan Penduduk

4.

Peranan Infeksi

5.

Peranan Kemiskinan

EPIDEMIOLOGI
FAO 7,1 miliar penduduk dunia 1 atau 8 mengalami
gizi buruk.
852 ( negara berkembang )

Anak anak 70% (Asia) ,26% (Amerika latin)

Riskesdas 2013 19,6% (GK), 5,7% ( Gizi Buruk)

PATOFISIOLOGI

PATOLOGI

GEJALA

OEDEMA

CRAZY PAVEMENT DERMATOSIS

SIGNO DE LA BANDERA

Klasifikasi Kualitatif menurut McLaren, dkk

0 3 angka = marasmus
4 8 angka = marasmic-kwarshiorkor
9 15 angka = kwarshirkor

DIAGNOSIS

Anamnesis

Pemeriksaan Fisik:

Laboratorium:

- Edema

-Kadar albumin serum

-Perut yang buncit

yang rendah

-Rambut rontok

-Kadar globulin yang

-Gangguan pertumbuhan

normal atau sedikit

-Depigmentasi kulit dan

meninggi

dermatitis

-Kadar kolesterol serum

-Iritabilitas dan

merendah

anoreksia.

-Uji turbiditas timol


meninggi
-Kekurangan asam amino
-Penurunan kalium
-Natrium dan klorida

PRINSIP DASAR PELAYANAN RUTIN KEP BERAT/ GIZI


BURUK
1.

Atasi/ cegah hipoglikemia

2.

Atasi/ cegah hipotermia

2.

Atasi/ cegah dehidrasi

3.

Koreksi gangguan keseimbangan elektrolit

5.

Obati/ cegah infeksi

6.

Mulai pemberian makanan

7.

Fasilitasi tumbuh - kejar (catch up growth)

8.

Koreksi defisiensi nutrien mikro

9.

Lakukan stimulasi sensorik dan dukungan emosi/ mental

10.

Siapkan dan rencanakan tindak lanjut setelah sembuh

3 Fase dalam Proses Pelayanan KEP


No

FASE

STABILISASI
Hari ke 1-2

Hari ke 2-7

TRANSISI

REHABILITA

Minggu ke-2

SI
Minggu ke 3-7

Hipoglikemia

-----------------

Hipotermia

-----------------

Dehidrasi

-----------------

Elektrolit

---------------------------------------

Infeksi

-------------------- ----------------- -----------------

Mulai Pemberian makanan

--------------------------------------

Tumbuh kejar (Meningkatkan

-----------------

-----------------
----------------- ----------------

Pemberian Makanan)
8

Mikronutrien

------------------Tanpa Fe -------------------------------dengan Fe-------

Stimulasi

------------------------------------------

10

Tindak lanjut

-------------------- -----------------
-----------------

SEPULUH LANGKAH UTAMA PADA TATA LAKSANA KEP


BERAT/ GIZI BURUK
1. Pengobatan atau pencegahan hipoglikemia (kadar gula dalam darah
rendah)

Hipoglikemia merupakan salah satu penyebab kematian.

Anak terlihat lemah, suhu tubuh rendah.

Makanan saring/ cair 2 - 3 jam sekali (sadar).

Berikan air gula dengan sendok (masih mau minum).

Berikan infus cairan glukosa dan segera rujuk (gangguan

kesadaran).

2. Pengobatan dan pencegahan hipotermia (suhu tubuh rendah)

Hipotermia ditandai dengan suhu tubuh yang rendah dibawah 36 0C.

Anak harus dihangatkan:


-Ibu atau orang dewasa lain mendekap anak di dadanya lalu ditutupi selimut
(Metode Kanguru). Perlu dijaga agar anak tetap dapat bernafas.
-Membungkus anak dengan selimut tebal, dan meletakkan lampu didekatnya.

Dilakukan pengukuran suhu anak pada dubur setiap setengah jam sekali.

Suhu normal& stabil tetap bungkus (selimut/ pakaian rangkap)


HIPOTERMI

3. Pengobatan dan Pencegahan kekurangan cairan


`Tanda

klinis yang sering dijumpai pada anak penderita KEP berat/ Gizi buruk dengan

dehidrasi adalah :

Ada riwayat diare sebelumnya Anak sangat kehausan

Mata cekung Nadi lemah

Tangan dan kaki teraba dingin Anak tidak buang air kecil dalam waktu cukup lama.

Tindakan yang dapat dilakukan adalah :

Jika anak masih menyusui, teruskan ASI dan berikan setiap jam sekali tanpa berhenti.

Rehidrasi oral dengan memberi minum anak 50 ml (3 sendok makan) setiap 30 menit dengan
sendok Jika masih mau minum. (ReSoMal -> Oralit, encerkan 2x)

Rehidrasi intravena (infus) cairan Ringer Laktat/ Glukosa 5 % dan NaCL dengan
perbandingan 1:1 Tidak dapat minum

4. Lakukan pemulihan gangguan keseimbangan elektrolit

Gangguan keseimbangan elektrolit diantaranya :

Kelebihan natrium (Na) tubuh, walaupun kadar Na plasma rendah.

Defisiensi kalium (K) dan magnesium (Mg)

Ketidakseimbangan elektrolit ini memicu terjadinya edema

Berikan :

Makanan tanpa diberi garam/ rendah garam

Untuk rehidrasi, berikan cairan oralit 1 liter yang diencerkan 2 X ( dengan


penambahan 1 liter air ) ditambah 4 gr KCL dan 50 gr gula

Bila balita KEP bisa makan berikan bahan makanan yang banyak mengandung
mineral dalam bentuk makanan lumat/ lunak

5. Lakukan Pengobatan dan pencegahan infeksi


UMUR

KOTRIMOKSASOL

ATAU

(Trimetoprim + Sulfametoksazol)

AMOKSISILIN
Beri

sehari untuk 5

BERAT BADAN Beri 2 kali sehari selama 5 hari

hari
Tablet dewasa

Tablet Anak

80

20

mg

trimetoprim
400

+
mg

Sirup/5ml
mg

trimetoprim
100

+
mg

40

Sirup
mg

trimetoprim
200

125 mg/5 ml

+
mg

sulfametoksazol

sulfametoksazol

sulfametoksazol

2,5 ml

2,5 ml

5 ml

5 ml

7,5 ml

10 ml

2 sampai 4 bulan
(4 - < 6 kg)
4

sampai

12

bulan
(6 - < 10 Kg)
12 bln s/d 5 thn
(10 - < 19 Kg)

kali

6. Pemberian makanan balita KEP berat/ Gizi buruk

Fase Stabilisasi

-Pada awal fase stabilisasi perlu pendekatan yang sangat hati-hati, karena
keadaan faali anak sangat lemah dan kapasitas homeostatik berkurang.

-Pemberian makanan harus dimulai segera setelah anak dirawat dan


dirancang sedemikian rupa sehingga energi dan protein cukup untuk
memenuhi metabolisma basal saja.

-Formula khusus seperti Formula WHO 75/ modifikasi/ Modisco yang


dianjurkan dan jadwal pemberian makanan harus

disusun sedemikian rupa

Pantau dan catat :

Jumlah yang diberikan dan sisanya

Banyaknya muntah

Frekwensi buang air besar dan konsistensi tinja

Berat badan (harian)


Selama fase ini diare secara perlahan berkurang pada penderita dengan edema ,
mula-mula berat badannya akan berkurang kemudian berat badan naik

7. Perhatikan masa tumbuh kejar balita (catch- up growth)

Pada fase ini meliputi 2 fase yaitu fase transisi dan fase rehabilitasi :

Fase Transisi (minggu ke 2)

Pemberian makanan diberikan secara perlahan-lahan.

Ganti formula khusus awal (energi 75 Kkal dan protein 0.9-1.0 g per
100 ml) dengan formula khusus lanjutan (energi 100 Kkal dan
protein 2.9 gram per 100 ml) dalam jangka waktu 48 jam.

Kemudian naikkan dengan 10 ml setiap kali, sampai hanya sedikit


formula tersisa, biasanya pada saat tercapai jumlah 30 ml/kgbb/kali
pemberian (200 ml/kgbb/hari).

Pemantauan pada fase transisi:


1. Frekuensi nafas
2. Frekuensi denyut nadi
Bila terjadi peningkatan detak nafas > 5 kali/menit dan denyut
nadi > 25 kali /menit dalam pemantauan setiap 4 jam
berturutan, kurangi volume pemberian formula.

Setelah

normal kembali, ulangi menaikkan volume seperti di atas.


3.Timbang anak setiap pagi sebelum diberi makan

Pemantauan fase rehabilitasi

Kemajuan dinilai berdasarkan kecepatan pertambahan


badan :

Timbang anak setiap pagi sebelum diberi makan.

Setiap minggu kenaikan bb dihitung.

Baik bila kenaikan bb 50 g/Kg bb/minggu.

Kurang bila kenaikan bb < 50 g/Kg bb/minggu, perlu reevaluasi menyeluruh.

TAHAPAN PEMBERIAN DIET

FASE STABILISASI

FORMULA

WHO

75

ATAU

PENGGANTI
FASE TRANSISI

FORMULA
FORMULA

FASE REHABILITASI

WHO
WHO

75
100

ATAU

PENGGANTI
FORMULA WHO 135 (ATAU
PENGGANTI)

MAKANAN KELUARGA

8. Lakukan penanggulangan kekurangan zat gizi mikro

Semua pasien KEP berat/Gizi buruk, mengalami kurang vitamin dan


mineral.

Walaupun anemia biasa terjadi, jangan tergesa-gesa memberikan preparat


besi (Fe) tunggu hingga mau makan& berat badan mulai naik

Berikan setiap hari :

Tambahan multivitamin lain

Bila berat badan mulai naik berikan zat besi dalam bentuk tablet besi folat
atau sirup besi dengan dosis sebagai berikut :

UMUR

TABLET

SIRUP BESI

DAN

BESI/FOLAT

Sulfas ferosus 150 ml

BERAT BADAN

Sulfas ferosus 200 mg Berikan


+ 0,25 mg Asam Folat
sehari
Berikan

kali

kali

sehari

6 sampai 12 bulan

tablet

2,5 ml (1/2 sendok teh)

(7 - < 10 Kg)
12 bulan sampai
tahun

5 tablet

5 ml (1 sendok teh)

Bila anak diduga menderita kecacingan

berikan Pirantel Pamoat dengan dosis tunggal

sebagai berikut

UMUR ATAU BERAT BADAN

PIRANTEL PAMOAT (125mg/tablet)


(DOSIS TUNGGAL)

4 bulan sampai 9 bulan (6-<8 Kg)

tablet

9 bulan sampai 1 tahun (8-<10 Kg)

tablet

1 tahun sampai 3 tahun (10-<14 Kg)

1 tablet

3 Tahun sampai 5 tahun (14-<19 Kg)

1 tablet

Vitamin A oral berikan 1 kali dengan dosis


Umur

Kapsul Vitamin A

Kapsul Vitamin A

200.000 IU

100.000 IU

6 bln sampai 12 bln

1 kapsul

12 bln sampai 5 Thn

1 kapsul

9. Berikan stimulasi sensorik dan dukungan emosional


Pada KEP berat/gizi buruk terjadi keterlambatan perkembangan
mental dan perilaku, karenanya berikan :

-Kasih sayang

-Ciptakan lingkungan yang menyenangkan

-Lakukan terapi bermain terstruktur selama 15 30 menit/hari

-Rencanakan aktifitas fisik segera setelah sembuh

-Tingkatkan keterlibatan ibu (memberi makan, memandikan, bermain


dsb)

10.Persiapan untuk tindak lanjut di rumah

Bila berat badan anak sudah berada di garis warna kuning


anak dapat dirawat di rumah dan dipantau oleh tenaga
kesehatan puskesmas atau bidan di desa.

Pola pemberian makan yang baik dan stimulasi harus tetap


dilanjutkan dirumah setelah pasien dipulangkan dan ikuti
pemberian makanan dan aktifitas bermain.

KOMPLIKASI
Noma
Kecacatan

Fisik dan Mental yang permanen

Xeroftalmia
Kematian

NOMA

DIAGNOSIS BANDING

Oedem Anasarka

Crazy Pavement Dermatosis

PROGNOSIS
Malnutrisi

berat

Penanganan
Jika

Buruk

cepat prognosis baik.

pengobatan tidak diberikan atau terlambat,

kondisi ini bisa mengancam jiwa.

RANGKUMAN

Kurang Energi-Protein (KEP) adalah suatu penyakit yang


ditandai dengan kelainan patologi yang diakibatkan oleh
karena defisiensi protein saja atau defisiensi energi saja atau
defisiensi protein dan energi baik secara kualitatif atau
kuantitatif yang biasanya sebagai akibat atau berhubungan
dengan proses infeksi. Pada KEP terdapat faktor pendukung
penyebab terjadinya penyakit tersebut antara lain, faktor
diet, faktor sosial, kepadatan penduduk, infeksi dan
kemiskinan. Dalam penatalaksanaannya harus ketat dan
berkesinambungan. Tatalaksana yang digunakan adalah
dengan menggunakan 10 Langkah Tatalaksana KEP berat

SARAN

Pemerintah menggalakan kembali program Keluarga


Berencana melalui puskesmas maupun pusat kesehatan
lain yang tersebar di kota maupun di daerah tertinggal
untuk menekan tingkat pertumbuhan penduduk
sehingga dengan rendahnya pertumbuhan penduduk
maka akan meningkatkan tingkat kesejahteraan
individu dan keluarga terutama anak-anak, sehingga
kasus gizi buruk pada anak-anak dapat ditekan
serendah mungkin.

THANK YOU