You are on page 1of 26

PERAN ORGANISASI PROFESI (PPNI

)
DALAM PENGKAWALAN AKUNTABILITAS PROFESI DAN PENINGKATAN
PENGAKUAN PELAYANAN KEPERAWATAN DI ERA JKN

HARIF FADHILLAH
KETUA UMUM DPP PPNI

Lokakarya Keperawatan pada Kongres PERSI ke XIII
Jakarta, 22 Oktober 2015

ORGANISASI PROFESI
• Definisi
– Organisasi yang melakukan penilaian thd kemampuan orang per
orang secara profesional dan mempunyai keterikatan satu dg
lainnya dalam menjalankan fungsi sosialnya dimana fungsi tsb
tidak dapat dijalankan dlm kapasitas sbg individu. (Merton-1985;
ERB & Blais-1995)

– Organisasi Profesi mempunyai kewenangan mengendalikan
pelayanan dari keanggotaannya utk meyakinkan bahwa
masyarakat menerima pelayanan yg aman & berkualitas
(Pumonte & Reduan – 1997)

Organisasi profesional dapat memelihara atau menerapkan suatu standar pelatihan dan etika pada profesi mereka untuk melindungi kepentingan publik (wikipedia) – organisasi yg anggotanya adalah orang-orang yg mempunyai profesi yg sama. yang ditujukan untuk suatu profesi tertentu dan bertujuan melindungi kepentingan publik maupun profesional pada bidang tersebut. yang biasanya bersifat nirlaba. (kbbi 3) . ORGANISASI PROFESI • Definisi – Disebut juga Organisasi profesional adalah suatu organisasi.

persyaratan. yang dijamin oleh negara untuk mengembangkan profesionalisme dan etika profesi dalam masyarakat. dan sertifikasi keahlian. organisasi profesi wajib menentukan standar. ORGANISASI PROFESI MENURUT PERATURAN PERUNDANG-UNDANGAN • UU No. serta kode etik profesi . atau suatu bidang kegiatan profesi. 18 tahun 2002 tentang Sistem Penelitian Nasional dan Penapisan IPTEK Organisasi profesi adalah wadah masyarakat ilmiah dalam suatu cabang atau lintas disiplin ilmu pengetahuan dan teknologi. sesuai dengan peraturan perundang-undangan Untuk menjamin tanggung jawab dan akuntabilitas profesionalisme.

36 tahun 2014 tentang Tenaga Kesehatan – Wadah untuk berhimpun tenaga Kesehatan yang seprofesi – Nakes harus membentuk OP sbg wadah untuk meningkatkan dan/atau mengembangkan pengetahuan dan keterampilan. setiap organisasi profesi dapat membentuk kolegium . ORGANISASI PROFESI MENURUT PERATURAN PERUNDANG-UNDANGAN • UU No. martabat. dan etika profesi Nakes – Untuk mengembangkan cabang disiplin ilmu dan standar pendidikan tenaga Kesehatan.

martabat dan etika profesi perawat • Mempersatukan dan memberdayakan perawat dalam rangka menunjang pembangunan nasional . 38 tahun 2014 tentang Keperawatan – Wadah yang menghimpun Perawat secara Nasional dan berbadan hukum sesuai dengan Peraturan perundang-undangn yangberlaku – OP PERAWAT BERTUJUAN • Meningkatkan dan/atau mengembangkan pengetahuan dan keterampilan. ORGANISASI PROFESI PERAWAT MENURUT PERATURAN PERUNDANG-UNDANGAN • UU No.

38 tahun 2014 tentang Keperawatan OP PERAWAT BERFUNGSI PENGEMBA PEMERSATU NG PEMBINA PENGAWAS KEPERAWAT AN DI INDINESIA . ORGANISASI PROFESI PERAWAT MENURUT PERATURAN PERUNDANG-UNDANGAN • UU No.

ORGANISASI PROFESI PERAWAT MENURUT PERATURAN PERUNDANG-UNDANGAN • UU No. 38 tahun 2014 tentang Keperawatan KOLEGIUM KEPERAWATAN • BADAN OTONOM DALAM OP PERAWAT ADALAH • BERTANGGUNG JAWAB KEPADA OP PERAWAT • MENGEMBANGKAN CABANG DISIPLIN ILMU KEPERAWATAN • MENGEMBANGKAN STANDAR PENDIDIKAN TINGGI FUNGSI PERAWAT PROFESI • DIATUR OLEH OP PERAWAT PENGATUR AN .

PERAN ORGANISASI PROFESI (UMUM) PENINGKATAN DAN PENGAWALAN AKUNTABILITAS PROFESI Pengembangan &Penyempurnaan norma profesi Sosialisasi norma profesi berkelanjutan Peningkatan kepatuhan norma profesi .

AKUNTABILTAS PROFESI NORMA • KOMPETENSI BERHUBUNGAN • STANDAR (PROFESI) & ETIKA DG • KEWENANGAN • DUTY OF CARE PROFESIONALIS ME • PENGATURAN (regulasi) • PEMBINAAN KOMPONEN • PENGAWASAN • PENJAGAAN (maintaining) • PENDISIPLINAN .

PERAN OP PERAWAT DALAM PENGEMBANGAN PROFESI PRAKTIK YG PEMERSATU AMAN AKUNTABILITAS PROFESI PENGATUR PENDIDIKA N YG PEMBINA BERKUALIT KOMPETENSI & AS PENGEMBANG KEWENANGAN STANDAR PROFESI KEHIDUPAN ETIKA PROFESI PROFESI PENGAWAS DUTY OF CARE YG KONDUSIF .

PRAKTIK • PENGEMBANGAN DAN PENINGKATAN PRAKTIK PERAWAT YANG PROFESIONAL – ADVOKASI PERATURAN DAN KEBIJAKAN UNTUK PERAWAT DAPAT PROFESIONAL – ADVOKASI PERAN PERAWAT DALAM PELAYANAN KESEHATAN DI ERA JKN – PEMBINAAN SIKAP DAN PERILAKU PROFESIONAL DALAM PRAKTIK – PENERAPAN IPTEK TERKINI DALAM PRAKTIK (STANDAR) – PENINGKATAN KEPATUHAN TERHADAP KODE ETIK – ADVOKASI PENGAKUAN DAN PENGHARGAAN TERHADAP PERAWAT DALAM MELAKUKAN ASUHAN KEPERAWATAN (TERMASUK JASA. INSENTIF YANG ADIL DAN WAJAR) • PENGELOLAAN MANAJEMEN PELAYANAN KEPERAWATAN – SISTEM PELAYANAN KEPERAWATAN TERMASUK SISTEM RUJUKAN – METODE PEMBERIAN ASUHAN – PEMANTAUAN MUTU – POLA JENJANG KARIR . OP PERAWAT .

OP PERAWAT – PENDIDIKAN TINGGI • PENGEMBANGAN STANDAR PENDIDIKAN TINGGI KEPERAWATAN – PENGEMBANGAN STANDAR KOMPETENSI – SINKRONISASI KURIKULUM PENDIDIKAN DAN STANDAR KOMPETENSI – MONITORING DAN EVALUASI PENERAPAN KURIKULUM BERBASIS STANDAR KOMPETENSI • KOORDINASI PENYELENGGARAAN PENDIDIKAN TINGGI KEPERAWATAN – PEMANTAUAN MUTU PENYELENGGARAAN : • DALAM KEGIATAN UJI KOMPETNSI NASIONAL • AKREDITASI PROGRAM STUDI PENDIDIKAN TINGGI UNTUK MENGHASILKAN LULUSAN BERKUALITAS .

HAK DAN TANGGUNG JAWAB – PENGAKUAN KEPROFESIAN SESUAI LINGKUP KEWENANGAN. KOMPETENSI/KEPAKARAN. OP PERAWAT – KEHIDUPAN PROFESI • LINGKUP KEWAJIBAN. JENJANG PENDIDIKAN DAN TANGGUNG JAWAB DI TEMPAT KERJA ATAU DIMASYARAAT – KEWAJIBAN HAK MENDAPATKAN PENDIDIKAN BERLANJUT – MENGUPAYAKAN PERAWAT : SIAP DAN BERANI MEMPERTANGGUNG JAWABKAN TINDAKAN KEPERAWATAN (nursing intervention) – PERLINDUNGAN DAN PEMBELAAN DALAM PELAKSANAAN PRAKTIK KEPERAWATAN PROFESIONAL .

Belanda).PERSATUAN PERAWAT NASIONAL INDONESIA (PPNI) • Berdiri 17 Maret 1974 • Hirarki Organisasi: DPP (Pusat) . 2 PPNI Cabang di LN (Qatar. dan Komisariat • Terbentuk 33 DPP. DPW (Provinsi). DPD (Kabupaten/ Kota) . 492 DPD . > 3500 Komisariat (tempat kerja) • BERBADAN HUKUM INDONESIA • MEJELIS KEHORMATAN ETIKA KEPERAWATAN PUSAT (MKEK PUSAT) DAN MKEK PROPINSI • KOMITE PELATIHAN PENGEMBANGAN PERAWAT INDONESIA (KP3i) BADAN DIKLAT PROFESI • TIM ADVOKASI HUKUM PERAWAT (PUSAT)  BADAN BANTUAN HUKUM .

PERSATUAN PERAWAT NASIONAL INDONESIA Ikatan/Himpunan Perawat • HIMPONI (onkologi) • IPKJI (Jiwa) • IPKKI (Komunitas) • HIPPII (Pgdl Infeksi) • IPEMI (maternitas) • HPBI ( Bronchoscopy) • IPANI (anak) • HIPEGI (endo-gastro) • INKAVIN (cardi vasc) • HPMI (Manajer) • InETNA (stoma & Luka) • HIPERUDI (udara) • HIPGABI (gadar • HPUI (urologi) becana) • IKPAMI (Mata) • HIPKABI (Km bedah) • HIPOTI (orthopaedi) • HIPERCCI (criticalcae) • HIPMEBI (med-Bedah) • HIPENI (neurosain) .

IKATAN/HIMPUNAN PERAWAT MEMBANTU PPNI DALAM HAL • PENGEMBANGAN STANDAR KOMPETENSI KEKUSUSAN • STANDAR PELATIHAN DAN PENGEMBANGAN PENCAPAIAN KOMPETENSI KEKHUSUSAN DAN PENRAPAN IPTEK • PROSES PENGAKUAN : ASESMEN DITETAPKAN PPNI / UJI BIDANG KEKHUSUSAN PROGRAM SERTIFIKASI KEKSUSAN .

PERSATUAN PERAWAT NASIONAL INDONESIA KOLEGIUM KEPERAWATAN INDONESIA – Keperawatan Jiwa – Keperawatan onkologi – Keperawatan – Keperawatan Komunitas Gerontologi – Keperawatan – Keperawatan ners Maternitas – Keperawatan Keluarga – Keperawatan Anak – Manajemen Pelayanan – Keperawatan Medikal – Manajemen Pendidikan bedah – Keperawatan – Keperawatan kritis Neferologi – Keperawatan kardiovaskuler .

KOLEGIUM KEPERAWATAN • PENGEMBANGAN CABANG DISIPLIN ILMU KEPERAWATAN • PENGEMBANGAN STANDAR PENDIDIKAN PERAWAT PROFESI • KOORDINASI PENYELENGGARAAN PENDIDIKAN PERAWAT PROFESI » KELEMBAGAAN – PROSES – OUT PUT DITETAPKAN PPNI PENGKAWALAN PENDIDIKAN PERAWAT PROFESI .

dan MENDUKUNG menyeleng. UNTUK SALING garakan MELENGKAPI •REGULASI • CONTINUING CPD •KEBIJAKAN YG PROFESSIONAL AMAN DAN DEVELOPMENT RECOGNIZE . PERAN PPNI …. membina Advokasi.…… • Std Kompetensi • Kode Etik • Std Praktik keperawatan • Std Pddk tinggi kep Indonesia Mengembangk Menetapkan dan an dan / atau mengkawal kode menetapkan etik perawat standar profesi Menetapka n.

PENGEMBAN GAN STANDAR PROFESI SOSIALISASI MOVEV KEPATUHAN STD KOMPETENSI STD Praktik STD Kinerja • General : Ners Sp. Vokasi bersama • Diagnosa • Jaminan Mutu KONSIL KEPERAWATAN Keperawatan • Pendidikan • Perencanaan • Penilaian Kerja • Khusus : Kamar • Implementasi • Kesejawatan Bedah. • Etik ANAK . Komunitas. Jiwa dll  • Riset IKATAN /HIMPUNAN • Pemanfaatan PERAWAT Sumber2 21 DALAM KERANGKA STANDAR KOMPETENSI ICN . • Pengkajian Profesional Ners. • Evaluasi Critical. GADAR.

KEMKES. STANDAR PROFESI • STANDAR PENDIDIKAN TINGGI KEPERAWATAN – BERSAMA PEMERINTAH (KEMDIKTIRISET. AIP) • PELAKSANAAN UKOM NASIONAL – PANITIA NASIONAL – DEWAN PENDIRI LPUK (LEMBAGA PENGEMBANG UJI KOMPETENSI) • AKREDITASI PROGRAM STUDI – DEWAN PENDIRI LAM PT KES (LEMBAGA AKREDITASI MANDIRI PT KESEHATAN) .

Profesi 23 DALAM KERANGKA KODE ETIK PERAWAT ICN . KODE ETIK PERAWAT Perawat-Klien FUNGSI Perawat-Praktik •sosialisasi •Membuat Perawat-Masyarakat pedoman Perawat –Teman advokasi Sejawat penerapan Perawat.

CONTINUING PROFESSIONAL DEVELOPMENT (CPD) DALAM KEPERAWATAN • Menetapkan kebijakan CPD • Mengemanbangkan Pedoman CPD • Menetapkan Standar Pelatihan Kompetensi • Memberi Pengakuan / Kredit terhadap keikut sertaan kegiatan mencapai kompetensi. workshop dll) 24 . • Sendiri-sendiri atau bersama pihak lain yg sesuai persyaratan menyelenggarakan kegitan pencapaian Kompetensi (pelatihan.

• MARTABAT KEPERAWATAN INDONESIA – ADVOKASI NORMA ROFESI DUNIA KERJA. BERKUALITAS – ADVOKASI TERHADAP PERLINDUNGAN DAN HAK PERAWAT DALAM PELAKSANAAN ASUHAN – SOSIALISASI REGULASI TERKAIT PRAKTIK KEPERAWATAN – MENDUKUNG PEMERINTAH UNTUK KEBIJAKAN TERKAIT LIBERALISASI DALAM KERANGKA PERLINDUNGAN PERAWAT INDONESIA DAN MASYARAKAT. MEDIA DLL – SOSIALISASI PROFESI SBG PROFESI YANG MULIA . ADVOKASI DAN DUKUNGAN REGULASI & KEBIJAKAN • PEAKTIK PERAWAT YANG AMAN – MEMPERJUANGKAN TERBITNYA UU KEPERAWATAN TERMASUK PERCEPATAN IMPLEMENTASINYA TERMASUK KONSIL KEPERAWATAN – ADVOKASI PERATURAN PELAKSANAAN UU KEPERAWATAN – ADVOKASI PERATURAN DAN KEBIJAKAN YANG BERPIAHK PADA PRAKTIK PERAWAT YANG AMAN.

TERIMA KASIH .