You are on page 1of 15

SPERMATOGENESIS

Diany Ayu
Klinik Infertilitas Permata Hati
RSUP.Dr.Sardjito,Yogyakarta

• Proses pembentukan sel kelamin (sel gamet/sel germinal) ♀ dan ♂  Oogenesis  Spermatogenesis • Tujuan (pd Mammalia):  Menghasilkan nukleus yg haploid (mengurangi jml kromosom scr meiosis)  Mengubah struktur & fungsi .

Spermiogenesis  perubahan struktur spermatid & pemasakan mjd spermatozoa Spermatogenesis mrp proses yg tjd terus menerus. Meiosis Meiosis I: spermatosit primer mjd spermatosit sekunder Meiosis II: spermatosit sekunder mjd spermatid 3. Mitosis Perbanyakan spermatogonium Sebagian spermatogonia berubah mjd spermatosit primer 2. SPERMATOGENESIS Spermatogenesis: proses pembentukan sel gamet jantan (spermatozoa)  tjd dlm tubuli seminiferi testis Tahap: 1.5 . Pria normal rata2 menghasilkan 1000 spermatozoa/detik (30 ribu milyar/thn) Pd mns 1x siklus spermatogenesis berlangsung 65 hari 34.

ORGAN REPRODUKSI ♂ .

TUBULUS SEMINIFEROUS .

Spermatogenesis ± 65 hari mitosis + 5 hari L meiosis Z P + 24 hari Spermatogenesis + 5 minggu L : Leptoten. Z: Zigoten. P: Paki .

Tipe Ad berfungsi sbg stem cell sejati  Spermatogonium tipe Ad membelah menghasilkan spermatogonium tipe Ad & Ap  Spermatogonium tipe Ap membelah menghasilkan spermatogonium tipe Ap & B b.Sel Spermatogenik Spermatogonium: tdp menumpang pd membrana basalis. selalu mengalami mitosis yg bertujuan selain utk mempertahankan populasi spermatogonia jg bbrp diantaranya membentuk spermatosit primer. ada 2 tipe: a.Tipe A: Ad & Ap.Tipe B: calon spermatosit primer .

Spermatosit primer: ukuran paling besar & plg jelas diantara sel spermatogenik lain. mengalami meiosis II yg berjalan cepat membentuk spermatid Spermatid: letaknya langsung berhadapan dg lumen. flagella msh non motil . dgn meiosis I akan membentuk spermatosit sekunder Spermatosit sekunder: ukuran sel separuh spermatosit I. mrp fase yg plg lambat . bentuknya bervariasi sesuai dgn tahapan spermiogenesis  membentuk spermatozoon (selama proses tsb masih melekat pd sel Sertoli) Spermatozoa: lepas dr ikatan dgn sel2 spermatogenik maupun sel sertoli.

Membentuk blood barrier testis 2. Membentuk cairan seminal yg mengandung: ◘ ABP (androgen binding protein)  berfungsi mengikat hormon testosteron kmd menyampaikan kpd sel2 spermatogenik ◘ Inhibin  mpy efek negative feedback thd hipofisis dlm produksi FSH 3. terletak pd bag basal tubulus seminiferus. Sbg nurse cell  memberikan lingkungan yg mendukung bagi perkembangan sel-sel spermatogenik 4. nukleus jelas • Fungsi: 1. Memfagositosis & mencerna badan residu yg dihasilkan selama spermiogenesis . Sel Setroli • Sel besar tapi tdk jelas batas antar sel.

pematangan flagellum .Fase Golgi: Pembentukan gelembung akrosom .Fase Pematangan: Pelepasan sitoplasma residual body • Pembebasan sperma ke dalam lumen tubulus seminiferus : Spermiasi . Spermatogenesis (spermatid sperma) 4 fase : .Fase Cap: Spermatid memanjang.Fase Akrosom: Nukleus berkondensasi. pembentukan flagelum .akrosom meliputi 2/3 nukleus.

Gambaran skematik proses diferensiasi spermatid • 1 : Fase Golgi • 2-4 : Fase Cap • 5-6 : Fase Akrosom • 7-8 : Fase Pematangan .

mpy efek negative feedback thd hypothalamus & hipofisis. Follicle stimulating hormone (FSH)  merangsang sel2 Sertoli utk memproduksi ABP & inhibin  Androgen merangsang proses spermiogenesis. Hypothalamus menghasilkan Gonadotropin-releasing hormone (GnRH) pd awal permulaan pubertas  GnRH merangsang hipofisis utk menghasilkan: 1. serta merangsang pembentukan sifat2 sex sekunder . Luteinizing hormone (LH)  merangsang sel2 Leydig utk memproduksi androgen 2.

.

.

DFI Sperma .