You are on page 1of 26

Deep Vein Thrombosis dan

Penatalaksanaannya
I Nyoman Putra Hartawan
102013095
Ayesha Shaironita 102013556
Silma Yuniarty Rammang
102014096
Dicky Alfian Ade Muda
102014096
Nurul Siti Khodijah 102014117
Try Satrio Wicaksono
102014140

Skenario 1
Seorang laki-laki berusia 58 th, tiba-tiba mengeluh otot betis kanan
membengkak dan timbul rasa nyeri, nyeri tumpul jika disentuh dan
teraba hangat 1 jam setelah turun pesawat.

Laki-laki, 58 th mengeluh otot
RM betis kanan membengkak dan
timbul rasa nyeri

Hipotesis

Pasien diduga menderita DVT

Mind Map Deep Vein Thrombosis fisik penunjang kerja pemeriks diagnosi banding aan s anamne Laki-laki. 58 th PDA sis mengeluh otot Tromboflebiti patofisiol betis kanan s superficialis ogi membengkak dan timbul rasa penatalaksa nyeri naan Gejala epidemio etiologi klinik logi komplik asi .

• Identitas pasien • KU: betis kanan bengkak • RPD nyeri 1 jam setelah turun pesawat • Riwayat Obat-obatan • RPS • RPK • Riwayat sosial: merokok 1-2 bungkus/hari .

• KU: sakit sedang • Kesadaran: CM • Palpasi: bengkak. hangat. • TTV dorsalis pedis dextra • Inspeksi: seluruh tungkai dan a. pulsasi a. poplitea (+). warna merah kecoklatan pitting edema (+) • Perkusi: cor dan pulmo batas normal • Auskultasi: BJ I dan II .

• Hb: 18 g/dL • LED: 5mm • D-Dimer Test • Ultrasonografi • Venografi • MRI .

• Produk degradasi fibrin • Kadar D-Dimer darah • Peningkatan D-Dimer: indikator adanya trombosis yang aktif • Meningkat: hamil. keganasan. penyakit liver (bersihan menurun). pascaoperasi. penyakit jantung . trauma. inflamasi.

• Doppler • Gambaran aliran darah arteri dan vena pada tungkai yang terkena .

Venografi • Gold standard untuk DVT Zat MRI kontras • Pilihan utama pasien p. dorsum yang diduga pedis Gambaran sistem thrombosis vena vena betis. iliaca/thrombosis vena inguinal.iliaca dengan CT venography) .d. cava inferior (KI proksimal v. paha.

paresis. Deep Vein Thrombosi s Modifikasi Kriteria Wells Sko r Mengidap kanker yang aktif (pasien menerima tata laksana kanker dalam 6 +1 bulan terakhir atau sedang menggunakan terapi paliatif) Terdapat paralisis. atau imobilisasi dari tungkai bawah +1 Tirah baring > 3 hari atau menjalani operasi bedah mayor dalam 12 minggu +1 terakhir yang membutuhkan anestesi umum atau regional Edema pitting pada tungkai yang simtomatis +1 Local tenderness sepanjang distribusi sistem vena dalam +1 Pembengkakan seluruh tungkai +1 Pembengkakan betis (kira-kira 10 cm di bawah tuberositas tibialis) > 3 cm +1 dibandingkan dengan tungkai yang asimtomatis Pelebaran non-varikosa vena superfisial pada sisi yang asimtomatis +1 Riwayat DVT sebelumnya +1 Adanya diagnosis alternatif yang menyerupai DVT -2 .

. Inspeksi: merah eritema. . tanda infeksi warna kulit kecokelatan. Perjalanan panjang? .Nama Deep Vein Tromboflebitis Lymphedema PAD Penyaki Thrombosis Superfisialis t Definisi Trombus pada vena Thrombus pada Kumpulan cairan sumbatan arteri dalam vena superficial kaya-protein. Riwayat sosial PF . Palpasi: nyeri fibrosis kuku . pulsasi . Berapa lama dan . Inspeksi: . Palpasi: bengkak. Inspeksi: tungkai . Inspeksi: tanda. DM?Kolestrol . bengkak. Pernah terbang . perifer. . (+) hipertrofi hangat. Saat istirahat . Nyeri dibagian mana? . RPS tinggi? . Sering luka? Di infus? mana? pesawat? . Palpasi: (-) berubah. hangat pitting. Riwayat sosial nyeri? lama? . Rambut ext . paling mengobstruksi sering: aliran pembuluh aterosklerosis limfe Anamnes . RPD . Membaik apabila istirahat? dibagian terus/bergerak di . Masih bisa jalan? distal rontok? Berapa jauh? . Nyeri is duduk .

Aliran darah aliran cepat dan dengan cairan kaya tidak bisa terdiri dari trombosit protein karena meningkat yang diikat fibrin DVT untuk cairan melebihi yang tipis kapasitas mengalir Emboli vena: daerah (inflamasi maksimal stasis dan terdiri kronis. vaskular. Arterosklero (aliran darah yang thrombosis . Keluarnya . . kelenjar getah arterosklero vena/keadaan aliran perjalanan bening sis rendah). proximal penurunan mencegah fungsi vasodilatasi makrofag . Saat . dan perokok hiperkoagulabilitas Patofisiologi Emboli arteri ikut Sama .  infeksi sis lebih lambat pada episode langsung . Genetik . fibrosis) saat aktivitas dari eritrosit dengan karena . cedera panjang. Tekanan fibrin dalam jumlah stenosis oksigen yang besar dan arteri sedikit trombosit menurun. non- pembuluh berulang.Nama Deep Vein Tromboflebi Lymphedema PAD Penyakit Thrombosis tis Superfisialis Etiologi Trias Virchow: stasis Trauma lokal.

Asimtomatis (50%) . ext. nyeri ketika penuh di . nyeri dan . . gejala nyeri betis saat dengan klaudikasio dorsofleksi dan gerakan otot lutut ekstensi tertentu penuh (Homan’s Sign). hangat . sianosis. A. nyeri otot. otot menggerakk ekstremitas Inferior: kaku. bengkak. Nyeri dada (paru) kemerahan perasaan (a.superior) (tungkai/lengan) . Vena: extremitas dan panas berat atau ext.Nama Deep Vein Tromboflebitis Lymphedema PAD Penyakit Thrombosis Superfisialis Gejala . Asimtomatis Klinis . Kulit . an ext.

.

Trias Virchow Aliran darah lebih lambat pada pembuluh vena Cedera vaskular Hiperkoagulasi .

000 penduduk • 70% pada gagal jantung kongestif • 40% pada infark miokard akut • Medis.000 penduduk • > 70 tahun: 200 per 100. bedah > 40 tahun: 10-30% di Eropa.• AS: Angka kejadian DVT 50 per 100. 16% di AS .

• Thrombosis: ketidakseimbangan antara faktor trombogenik dan mekanisme protektif • Trombus terdiri dari fibrin dan sel-sel darah • Trombus yang ikut aliran= emboli • Emboli arteri ikut aliran cepat dan terdiri dari trombosit yang diikat fibrin yang tipis • Emboli vena: daerah stasis dan terdiri dari eritrosit dengan fibrin dalam jumlah yang besar dan sedikit trombosit Viskositas meningkat & Vena stasis pembentukan mikrotrombi Kerusakan endotel Hiperkoagulasi .

sianosis.Asimtomatis (50%) . otot kaku.Nyeri dada (paru) .Vena: extremitas (tungkai/lengan) bengkak. nyeri otot. hangat . nyeri betis saat dorsofleksi dan lutut ekstensi penuh (Homan’s Sign)..

000/uL. trombositopenia . perdarahan intrakranial • Dosis: akut (80 IU/kgBB). pascaoperasi. trombosit <60. imobilisasi) • KI: haemophilia.Antikoagulan: Heparin (DVT akut. dilanjutkan dosis rumatan 18 IU/kgBB/hari • Lama terapi: 10-14 hari • Parameter: aPTT (meningkat) • ES: perdarahan.

K)  menurunkan faktor II.Warfarin (hambat vit. VII. X • Indikasi: cegah trombosis • KI: kehamilan • Dosis: dimulai dengan dosis 10 mg/hari peroral • ES: perdarahan • Parameter: INR . IX.

Trombolitik • lisis trombus cepat (plasminogen  plasmin) • Risiko perdarahan 3x lipat • DVT dengan oklusi total (ileofemoral) Kompresi dan elevasi Trombektomi • Trombosis vena iliofemoral akut < 7 hari .

Emboli Paru Sindroma pasca phlebitis .

• Semua pasien DVT kronis: resiko insufisiensi vena kronik • 20% menjadi emboli paru. 10-20% meninggal • Antikoagulan: angka kematian turun 5-10x .

• Kaos kaki elastis • Antikoagulan: heparin dosis rendah (low-dose unfractioned heparin/DUH  0.2 mL SK 2x 5-7 hari .

pemeriksaan fisik. dan pemeriksaan penunjang didapatkan bahwa seorang laki-laki 56 tahun menderita Deep Vein Thrombosis . Hipotesis diterima. Berdasarkan anamnesis.