You are on page 1of 8

4.

Nutrisi untuk bayi
yang berkebutuhan
khusus

sucking dll (+)  2. ENTERAL  ex: pada byi yang memiliki gangguan meghisap dan menelan  Makanan bias dimasukkan melalui selang (orogastrik)  3.PEMBERIAN NUTRISI  1. PARENTERAL  ex: pada bayi dg atresia ani  Memalui infus . ORAL  Bagi bayi yang reflex rooting.

Academy Of Breastfeeding Medicine dan IDAI  pemberian ASI E sekurang- kurangnya 6 bulan. Prematur • ASI  Makanan terbaik bagi BBL.1. baik yg ckp bulan maupun yang kurang bulan (premature). . • Rekomendasi WHO. American Academy Of Pediatrics (APP).

• Bayi dg UK ibu 32 .Pemberian ASI pada bayi premature sehat • Kemampuan bayi untuk menyusu bergantung pada kematangan fungsi refleks hisap dan menelan. .34 minggu (BB 1500-1800 gram) seringkali refleks menelan cukup baik. maka ASI perah diberikan dengan menggunakan pipa lambung/orogastrik (sonde). bayi belum memiliki refleks hisap dan menelan yang baik. atau pipet. • Jika bayi lahir dg UK ibu < 32 minggu (BB 1250-1500 gram). • Bayi dg UK ibu > 34 minggu (berat di atas 1800 gram) dapat disusukan langsung kepada ibu karena refleks hisap dan menelannya sudah cukup baik. namun refleks menghisap masih kurang baik mk Ibu dapat memerah ASI dan ASI dapat diberikan dengan menggunakan sendok. cangkir.

• Bayi yang lahir dengan BB < 1250 gram dg permasalahan medis. perlu mendapat pemberian nutrisi parenteral selama 24 .48 jam pertama. untuk menghindari efek puasa. • trophic feeding  suatu konsep yang diperkenalkan. kemudian diberikan trophic feeding 10 mL/kgBB/24 jam.Pemberian ASI pada bayi premature sakit • Bayi lahir prematur seringkali disertai masalah kesehatan. Prinsip trophic feeding yaitu untuk menstimulasi perkembangan saluran cerna/gastrointestinal. Jika bayi sudah dapat menoleransi pemberian minum. tanpa memperberat derajat penyakit . maka jumlah minum dapat dinaikkan sambil menurunkan pemberian nutrisi parenteral. Bayi prematur sakit belum dapat minum (nutrisi enteral) sehingga nutrisi diberikan melalui infus (nutrisi parenteral).

Kecukupan kalori. dan vitamin. Kelainan Mulut . mineral perlu di jaga 2. Kehati-hatian pemberi makanan sangat di perlukan agar tidak aspirasi .lemak essential.Gangguan akan menghisap & menelan Aspirasi Prinsip pemberian Nutrisi : 1. 2. Konsistensi disesuaikan kondisi bibir dan mulut 3.protein. Sebisa mungkin makanan melalui oral 4.

Atresia GIT :Oesofagus. Anus Atresia  Saluran GIT tidak terbentuk ( fungsi GIT tidak sempurna ) • Keadaan ini perlu dikoreksi : Oleh Ahli Bedah Anak • Diet parenteral sesuai usia dengan menjaga keseimbangan elektrolit dan cairan .3.

4. Kelainan SSP • Kelainan Bukan di saluran Cerna tetapi di SSP • Keseimbangan Nutrisi perlu di jaga sesuai kondisi pasien • Route makanan diutamakan melalui oral • Bila keadaan tidak memungkinkan perlu enteral dan parenteral .