You are on page 1of 94

1.

C
A. M. Rectus abdominis : kan skenarionya DADA
maximal.
B. M. interkostalis internus : ini kena tapi di skenario
5 cm, berarti lebih dalem lagi?
C. Peritoneum : dada kiri ada jantung (pericardium)
dan paru2 (pleura). Peritoneum melapisi organ2
abdominal kan ya.
D. Pericardium : ini bukan sih..
E. M. Obliquus abdominalis superior : nonono. Ini
bag pinggir abdomen
Kalo salah maafin ya bantu koreksi juga gw
galau sampe ngukur badan sendiri pake
penggaris 5 cm..
2.A
3.D
Biasanya pada sela iga ke IV dan V,
di linea aksillaris anterior dan media.
4.A
-Saluran nafas bag.Atas:
nares anterior-cartilago cricoidea
larynx
-Saluran nafas bag.Bawah:
trachea-alveoli pulmonalis
5.D
Kalo ini pasti udah pada pinter
semua
6. A. Pulmonalis

Ada di buku anatomi dr


opang yang beli di babeh.
Baca yaaa ayo jangan
males baca
7. A. Sinus Costophrenicus

Sudah jelas.
8. E. Lapisan pleura parietal dan pleura
visceral

Sudah jelas.
9. C. Epitel Bertingkat Silindris
10. E. pada lamina proprianya terdapat
tulang rawan hyalin yang berbentuk
huruf C
11. B
Sel pneumosit tipe II berguna untuk
menghasilkan Surface acting
substance :
1.Meningkatkan compliance
2.Mengurangi tendensi untuk
recoil/cegah alveol kollaps.
Slide faal
12. B
2. Parasimpatis-bronkokonstriksi
asetilkolin,pilokarpin,histamin
protein asing. slide faal-
13.A
OBSTRUKSI :
Compliance menurun
Kapasitas vital menurun
Kapasitas pernafasan maks turun
RESTRIKTIF:
Tahanan meningkat
Vol eksp paksa menurun
Kapasitas pernafasan maks turun-slide
faal-
14. B/D
Tonus bronkus mempunyai irama
sirkadian, 06.00 bronkokonstriksi,
18.00 bronkodilatasi. slide faal-
15. B
Partikel ukuran lebih 10 um akan
dihambat bulu bulu hidung.
Partikel ukuran 2-10um ditangkap
oleh silia.Ciliary escalator mendorong
keluar dgn kecepatan 16 mm/menit-
slide faal-
16. B
Sherwood
edisi 6
halaman
520
17. A Faal Paru

Kapasitas paru
normal
diukur dengan
spriometer
(kecuali volume
residual)
18. D Volume Residu
Volume Residual tidak dapat diukur secara
langsung dengan spriometer, karena volume
udara ini tidak keluar dan tidak masuk pru.
Namun, volume ini dapat ditentukan secara tak
langsung melakui teknik pengenceran gas yang
melibatkan inspirasi sejumlah tertentu gas
penjejak tak berbahaya misalnya helium.
(Sherwood hal 517)

Buat option lain pengertiannya baca di


sherwood ya jelas
19. A Hipoksik
Hipoksia hipoksik, merupakan bentuk tersering dari
hipoksia, terjadi ketika terdapat gangguan
pertukaran oksigen di paru-paru. Beberapa
penyebabnya antara lain:
Kondisi di mana tekanan parsial oksigen menurun
seperti pada ketinggian tertentu dari permukaan
laut;
Kondisi yang memblokade pertukaran oksigen pada
tingkat alveolus dengan pembuluh darah kapiler,
seperti: pneumonia (radang paru), asma, tenggelam;
Lain-lain, seperti penjeratan leher, terhirupnya asap
(pada kebakaran), penyakit jantung bawaan seperti
Tetralogy of Fallot.
20. C Hipoksia Histotoksik
Hipoksik : karena gangguan PO2
biasanya tempat tinggi
Anemia : PO2 normal tapi jumlah
hemoglobin kurang untuk
mengangkut oksigen ke jaringan
Sirkulatorik : tidak ada aliran darah
yang cukup ke organ target. (Iskemik)
21. E.tonsilitis, adenoiditis, faringitis akut

Pembahasan:
Tonsilitis (tonsila palatina): Pembesaran
pada amandel dan berwarna kemerahan
Adenoiditis (tonsila pharyngea): Amandel
yang dibelakang rongga hidung
membesar dan merah dan saat tidur
sering mengorok
Faringitis: Dinding tenggorokan merah
dan nyeri saat menelan
22. A. Mengorok karena penyumbatan
yang disebabkan oleh pembesaran
adenoid

Pembahasan seperti diatas


23. B. Otitis Media Akut (OMA)

Pembahasan:
Karena bakteri dapat masuk melalui
OPTA (Osteum Pharyngeum Tuba
Auditiva) yaitu hubungan antara
hidung dengan rongga telinga.
24. Rhinoscopy anterior, posterior, dan
faring

Pembahasan:
Rhinoscopy anterior (secara langsung
melihat cavum nasi serta isinya)
Rhinoscopy posterior (secara tidak langsung
dari oropharynx, pakai kaca), dapat melihat
daerah nasopharynx, choanae, bagian ujung
belakang conchae nasalis media dan
inferior, juga terlihat OPTA yang
berhubungan dnegan telinga.
25. B Emfisema paru
Pembahasan: slide dr
insan
Morfologi:
. 2/3 paru bag. Atas
. Perjalanan peny.: klinik belum terlihat bila 1/3 paru
Dipsnoe, batuk, wheezing, ekspirasi-
memanjang
26. B
Peningkatan protease dan penurunan
anti protease pa-
da perokok :
- Perokok, neutrofil/makrofag>>
alveoli
Nikotin----- chemotaktik neutrofil
- Stimulasi elastase dari neutrofil
- Meningkatkan elastolitik protease
dari makrofag ( ti-
27. E
Slide PA + Nyari di NCBI hehe
28. C
29. E
Buku robbins, cari lagi ya takut salah
Sel coklat tengguli = makrofag berisi
homosiderin
30. Rancu
Morfologi :
Pneu. Lobaris konsolidasi
fibrinosupuratif
Stadium : kongesti (4-12 jam
pertama)
hepatisasi merah (48 jam
berikutnya)
hepatisasi kelabu (2-8 hari)
resolusi (7-12 hari)
31-C
Rhinitis kronik
Serangan rhinitis berulang yang disebabkan oleh infeksi
bakteri atau alergen
Keadaan yang memperberat
1.Deviasi septum
2.Polip
Mengganggu drainage dan sehingga memudahkan invasi
mikroba
32-C
Bronkogenic carsinoma
1. Squamous cell ca
In situ sel atipik, area penebalan/mukosa bronchial < 1 cm ,
iregular, erosi epitel, bentuk jamur, massa pada rongga
bronchial
2. Adeno Ca
Tersering pada wanita non smoker
Glanduler, papiller, solid dan pertumbuhan padat
3. Small cell Ca
High malignant
Sel epitel kecil, sedikit sitoplasma, bulat atau oval, mirip
limfosit
Sering pada perokok
4. Large cell Ca
Anaplastik ca, besar,sel poligonal, inti vesikuler
33-C
Lesi pada pasien TB
1. Granuloma
Sel epiteloid, fibroblast, sel limfosit, sel langerhans
2. Nekrosis kaseosa
Nekrosis perkijuan
34-C, 35-B
Kata kunci: Bakteri yang membutuhkan faktor pertumbuhan X dan Y
Ciri-ciri bakteri haemophillus
Coco basil
Non motile (tidak bergerak)
Ada dua jenis bakteri haemophillus yang bersifat patogen pada
manusia, H.Influenza dan H.Genital (menyerang saluran kemih)
sisa spesies lain hanya flora normal

H. Influenza
Terdapat kapsul: antigenik (menginduksi respon imun tubuh), lebih
virulen, punya tipe A-F tergantung susunan glukosa
Infeksi tipe paling sering disebabkan tipe B berkapsul
Sering menyebabkan acute epiglotis dan pneumonia bisa
disebabkan bakteri yang berkapsul atau jenis yang tidak berkapsul
Penularan melalui droplet infection
Dapat dicegah dengan vaksin HiB (Haemophillus capsular type B)
36. E
Batuk diikuti suara nyaring (Whooping cough) ciri dr
pertussis. Mercury droplet jg ciri khasnya.
Bordetella pertusis :
Batang gram (-), aerob obligat, non motil
Tidak fermentasi karbohidrat, katalase positif

Faktor Virulensi :
a. Filamentous hemaglutinin untuk adherensi (pertactin
juga untuk adherens)
b. Fimbria untuk binding ke epitel respiratori
c. Pertusis Toxin : Limfasitosis
d. Adenylat cyclase toxin : Hambat fagosit dan NK
e. Dermonecrotic : Inflamasi dan nekrosis lokal
f. Tracheal Cytotoxin : rusak sel
g. LPS : endotoxin untuk demam
37.A

Transmisi terjadi di fase kataral lewat


respiratory droplets.

38. C
Protein F dan As.lipotekoik : Untuk adhesi
ke epitel
Protein M (antifagosit) : Varian antigen
Kapsula Hyaluronidase : Untuk kamuflase
bakteri
Enzim dan Hemolisin : invasi dan destruksi
jaringan
Eksotoksin : Pancing makrofag dan T
helper untuk pelepasan sitokin
39. C
40. C
Yang bisa hanya influ A dan C
41. A. Rhinovirus
Penyebab terbanyak common cold
adalah rhinovirus, kemudian diikuti
oleh coronavirus, adenovirus,
paraifluenza, coxsackie, echovirus dll

(slide dr. titiek mikro-virus pg. 8)


42. C. mengandung
adhesins
Soalnya Rhinovirus berikatan sama
receptor ICAM-1 (Interselluler
Adhesion Molecule 1)
43. C. Asam mikolat
Penyebab sakitnya karena
kandungan dinding M. tuberculosis
itu asam mikolat
44. C. Mengulang sputum
SPS
45. C. Protein M.
tuberculosis
46. D Corynebacterium diphteria

Kata Kunci Bull Neck


Sumber : bacterial infection on upper respiratory
tract slide 52
47. C. Inhalasi

Sumber : bacterial infection on upper respiratory


tract slide 41
48 A. Coccidiodes immitis

Sumber : Infeksi Jamur tentang Coccidiodes immitis


slide 27-36
49 E. Endemic hemoptysis

Sumber : Slide Para-Syte-


(http://fkbyarsi2013.blogspot.com/p/data-
centre.html)
50. B. Buang air besar dijamban
51. D
Ascaris menyebabkan syndrome loeffler > demam, sesak
napas, rontgen ada infiltrat

52. B
ascaris cara infeksinya ketelen telor mtg (fecal oral) makanya
beraknya hrs di jamban

53. B
infiltrat > meningkatkan kepadatan > meningkatkan
penghantaran

54. A

55. D
56. A. Atelektasis paru
parenkim tersedar ke tengah
57. B. Inspirasi sama panjang
dengan ekspirasi
58. C. Pleural efusi dextra

Friction rub: peradangan pada


pleura, jika pleura berisi air (efusi
pleuea): pasien lebih enak tidur
miring ke kanan
Jika berisi udara: pasien lebih enak
tidur ke kiri
59 -
60. A. Minimal

Pembagian TB secara radiologis (luas lesi):


1) Tuberculosis minimal. Terdapat sebagian kecil
infiltrat non kavitas pada satu paru maupun
kedua paru, tetapi jumlahnya tidak melebihi satu
lobus paru.
2) Moderately advanced tuberculosis. Ada kavitas
dengan diameter tidak lebih dari 4 cm. jumlah
infiltrat bayangan halus tidak lebih dari satuan
bagian paru. Bila bayangan kasar tidak lebih dari
sepertiga bagian satu paru.
3) Far advanced tuberculosis. Terdapat infiltrat
dan kavitas yang melebihi keadaan pada
moderately advanced tuberculosis.
61. C. Sputum BTA
62. D.
OAT dan ARV
Kuliah IPD TB HIV, terapi diberikan
bersamaan
63-65 gak ada soal gak bisa
dijawab
66. B. Kurang berespons
dengan bronkodilator
- Gejala PPOK bersifat kronik,
progresif lama, tidak spesifik.
- Tidak ada riwayat atopi. Asma yang
riwayat atopi.
- Gejala memburuk pada malam
hari.
67. D. Sitokin
Th2 memproduksi IL-4, IL-5, IL-9, IL-
13, IL-16 yang merupakan sitokin.
68. E. Remodelling saluran
napas
Remodelling saluran respiratorik
merupakan serangkaian proses tang
menyebabkan deposisi jaringan
penyambung dan mengubah struktur
saluran respiratorik melalui proses
dediferensiasi, migrasi, diferensiasi,
dan maturasi struktur sel. (pedoman
nasional asma anak, idai)
69. C. 6
70. B. 2RHZ 4RH
Terapi TB anak terdiri atas minimal 3
obat (H, R, Z) dalam fase intensif (2
bulan) dan 2 obat (H, R) dalam fase
lanjut. Etambutol ditambahkan pada
kasus berat seperti TB milier,
meningitis TB, TB tulang dan TB
ekstra paru berat lainnya.
(Idai)
71. E.8
3 (BTA+)
1 (BB/TB <90)
1 (Perbesaran KGB)
3 (Uji Tb 10mm)
Sumber :
http://spiritia.or.id/dokumen/juknis-
tbanak2013.pdf
73. E.6HRZE 6RH + Prednisone
Diberikan Prednisone (Kortikosteroid)
karena pasien diduga terkena tb
milier, hal ini dibuktikan dengan
adanya GAMBARAN TUBERKEL HALUS
dilapang paru. (slide anak Tb)
http://spiritia.or.id/dokumen/juknis-
tbanak2013.pdf
74. C. Levofloksasin
Apabila TB-MDR pada anak terapi
seperti pasien dewasa, gunakan
pengobatan lini ke-2 seperti
floroquinolon (Levofloksasin)
Sumber
http://spiritia.or.id/dokumen/juknis-tb
anak2013.pdf
(IDAI)
75. Ambroxol drop 3 x 0.5
76 .C asma bronkial
Ciri ciri khas asma
RETRAKSI SELA IGA (udara expirasi
gabisa keluar jd ketahan di dada)
WHEEZING (sama gara gara udara
expirasi gbs keluar)
Ga demam
Akut sesaknya kaya beberapa jam bkn
sesak beberapa hari
Sianosis kalo udah asma derajat berat
77.D b2 agonis inhaler
Steroid gblh oral hrs inhaler
78. B
Habis minum susu
Trs dia tertinggal dan redup
79 B
AP berarti sinar X berasal dari bagian depan tubuh dan film
berada di belakang.
PA berarti sinar X ada di belakang dan film berada di bagian
depan tubuh.
semakin jauh letak organ dari film maka gambaran foto yang
didapat akan termagnifikasi (diperbesar) sehingga tidak sesuai
dengan keadaan sebenarnya. So yang lebih mendekati
keadaan organ yang sebenarnya adalah foto PA (jika kita menilai
jantung dan paru, karena lebih dekat ke film).
membedakan foto AP atau PA?
AP clavicula akan tampak mendatar, scapula berada di dalam
lapangan paru, dan yang tampak depan adalah costae anterior.
foto PA yang tampak depan adalah costae posterior, clavicula
menjungkit, dan scapula berada di luar lapangan paru.
80 C
Hepar engga ya coret yg ada hepar
Jawaban plg tepat lengkap c
Penilaian foto thorax inget skill lab radiologi
Mediastinum ( trakea jantung aorta)
Paru ( bronkus dll.)
Pleura
Diafragma
Dinding dada (tulang2 Corpus
vertebra,Costae,Scapula,Clavicula,Manubrium
Sterni ,Soft tissue Kulit, muskulus, jaringan
payudara)
81 D
Cardiothoracic ratio (CTR) : normal
50%
Ya kan kl nilai besar jatung bs dalam
posisi apa aja kl simetris ga simetris
jg keliatan kl jantung gede atau kecil
logikanya sih gt :)
Ga ngaruh di inspirasi dalam jugakk
Paling tpt D yahh
82 c
Dahak berkala
83 C
dots
84.A
85 B
86. E. Salbutamol
pasien dengan riwayat hipertensi

(slide dr.lilian)
87. d beta 2

AGONIS 2 SELEKTIF
YANG TERMASUK GOL INI AL :
SALBUTAMOL, TERBUTALIN, FENOTEROL DAN RITODRIN.
FARMAKOLOGI
- PD DOSIS KECIL MEMPENGARUHI
RESEPTOR 2 DAN PD DS BESAR
JUGA 1.
- PERANGSANGAN 2
BRONKODILATASI
- SELEKTIVITAS OBAT TIDAK SAMA,
CONTOH : SALBUTAMOL >
METAPROTERENOL

(slide dr lilian)
88. A. Aminofilin

(slide dr.lilian )
89. soal urin paaaaaaaak
90. E. Fenilefrin

Decongestan Adrenergik Alpha-2


Adrenergic Agonists

Bekerja pada reseptor Alfa 2


Oral: sistemik
Pseudoefedrin
Nasal topikal
Fenilefrin
Oxymetazolin
Xylometazolin
(Slide farmako dr.rika decongestan)
91. D
Oral Nasal
Efek: Moderat Efek: Sgt baik
Efek samping Efek samping
Insomnia Takifilaksis
Takikardia Rebound
Hiperkinesia congesti
Tremor Hiperresponsi
TD meningkat f
Stroke Rhinitis
medikamento
sa
92. B
Efek Samping OAT

1. Isoniazid : reaksi 3. Pirazinamid


hipersensitivitas,
: kerusakan
neuritis perifer, kejang,
kerusakan hati. hati

2. Etambutol: Ggn 4. Strptomisin:


penglihatan neorotoksik,
hepatotoksik
ototoksik
Soal nomor 93
93. Farmakologi yang benar dari
pirazinamid adalah
A.Analog dari rifampisin
B.Aktifitas dari pH netral bersifat
bakteriostatik
C.Absorbsi peroral tidak sempurna
D.Distribusi luas di jaringan tubuh
E.Ekskresi di empedu
93. D
Seharusnya..

A. Analog nikotinamid
B. Bakteristatik itu pada pH asam
C. Justru doi dikasihnya oral
E. Ekskresi melalui filtrasi glomerulus,
kalau di empedu itu Rifampisin.
94. C
Pembahasan di nomer sebelumnya

Notes: nanti baca lagi ya OATnya ;)


95. A Edem paru
No. 96 A
Perdarahan pada venula/ kapiler
kecil - ptechiae

Sumber: slide prof qom,


hematopoetik :)
No. 97 c
Gejala klinis :
- biasanya didahului dg nyeri menelan, yg
mula-2 ringan dan dg cepat dpt menjadi
berat (6-12 jam).
- febris tinggi (40 C)
- tampak sakit berat, pucat, lesu, dehidrasi
- suara muffled, spt makan / ada kentang
panas
dalam mulut.
- stridor inspiratoir, kd juga ekspiratoir
sianosis
Pemeriksaan : epiglotis merah dan udem
No. 99 E
TAPI GATAU :( bantuin please
No. 100 D
Tasymitul 'Atisy (berzikir ketika
seseorang bersin) artinya apabila
seseorang itu bersin, dia berkata 'al-
hamdulillah' dan yang berada di
sisinya menjawab 'Yarhamukallah.
TERIMAKASIH
1-5 salsa
51-55 rere
6-10 Mutiara sukma 56-60 rais
11-15 nadya muthia 61-65 mauren
16-20 reskay 66-70 meidika
21-25 satya 71-75 wira
26-30 widi 76-80 nano
81-85 eca
31-35 tony
86-90 nungki
36-40 nadia matram 91-95 yos
41-45 mazaya 96-100 putri elinda
46-50 naufal