You are on page 1of 31

ASUHAN KEPERAWATAN

PADA ANAK DENGAN


DOWN SYNDROME

Tugas Keperawatan Anak


Created By : Ita Fitriana
P.1337420114062
2 A2
A.Definisi Down
Sindrom..
Down Syndrome

Sindrom Down(bahasa Inggris


:Down syndrome) adalah suatu
kumpulan gejala akibat dari
abnormalitas kromosom, biasanya
kromosom 21, yang tidak berhasil
memisahkan diri selama meiosis
sehingga terjadi individu dengan 47
kromosom.
GB KROMOSOM (23 KROMOSOM)

Chromosome 21
Etiologi

Faktor-faktor yang berperan dalam terjadinya kelainan kromosom


( Kejadian Non Disjunctional ) adalah :
1. Genetik Karena menurut hasil penelitian epidemiologi mengatakan adanya
peningkatan resiko berulang bila dalam keluarga terdapat anak
dengan syndrom down.

2. Radiasi Ada sebagian besar penelitian bahwa sekitar 30 % ibu yang


melahirkan anak dengan down syndrome pernah mengalami
radiasi di daerah sebelum terjadi konsepsi.

5. Umur Ibu Apabila umur ibu di atas 35 tahun, diperkirakan terdapat


perubahan hormonal yang dapat menyebabkan non-
disjunctional pada kromosom. Perubahan endokrin,
seperti meningkatnya sekresi androgen, menurunnya
kadar hidroepiandrosteron, menurunnya konsentrasi
estriadol sistemik, perubahan konsentrasi reseptor
hormone, dan peningkatan secara tajam kadar LH
(Lutenizing Hormone) dan FSH (Follicular Stimulating
Hormone) secara tiba-tiba sebelum dan selama
menopause, dapat meningkatkan kemungkinan terjadinya
non-disjunctional.
Manifestasi Klinis

bentuk kepala yang relatif kecil dari


normal (microchephaly) dengan
bagian anteroposterior kepala
mendatar.
mata menjadi sipit dengan sudut bagian
tengah membentuk lipatan (epicanthal
folds).
Lidah menjulur kadang berfisura

Hidung kecil dengan batang hidung


tertekan ke bawah (hidung sadel)
Mandibula hipoblastik (membuat lidah
tampak besar)

Anomali pada
gigi
(Mikrodonsia)

Palatum berlengkung
tinggi
Garis simian (puncak transversal
pada sisi telapak tangan)

Lehernya pendek dan tebal


Komplikasi ..
Masalah Infeksi.
pencernaan Masalah
Demensia kelenjar
Masalah tiroid.
penglihatan Masalah
Leukemia. pendengaran
Gangguan Apnea Tidur.
jantung
Deteksi Dini Penyakit Down
Syndrome
Maternal Serum Screening
Amniosentesis
Chorionic Villus Sampling (CVS)
Maternal Serum Screening

Dilakukan dengan memeriksa darah ibu


hamil.Di dalam darah ibu yang hamil
diperiksa kombinasi dari berbagai
marker: alpha-fetoprotein (AFP),
unconjugated estriol (uE3), dan human
chorionic gonadotropin (hCG) .
AMNIOSINTESIS
AMNIOSINTESIS
Prosedur ini digunakan untuk mengambil cairan

ketubanSebuah jarum dimasukkan melalui dinding perut

ibu ke dalam rahim, menggunakan USG untuk memandu

jarum. Sekitar satu cairan diambil untuk pengujian. Cairan

ini mengandung sel-sel janin yang dapat diperiksa untuk

tes kromosom. Dibutuhkan sekitar 2 minggu untuk

menentukan apakah janin sindrom Down atau tidak.

Amniocentesis biasanya dilakukan antara 14 dan 18

minggu kehamilan
Chorionic Villus Sampling
(CVS)
Dalam prosedur ini, bukan cairan ketuban yang
diambil, jumlah kecil jaringan diambil dari plasenta
muda (juga disebut lapisan chorionic). Sel-sel ini
berisi kromosom janin yang dapat diuji untuk
sindrom Down. Sel dapat dikumpulkan dengan
cara yang sama seperti amniosentesis. CVS
biasanya dilakukan antara 10 dan 12 minggu
pertama kehamilan. Efek samping kepada ibu
adalah Risiko keguguran.
Pencegahan Sindrom Down Pada Anak

Konseling Genetik maupun amniosentesis

Dengan Biologi Molekuler, misalnya dengan


gene targeting atau yang dikenal juga
sebagai homologous recombination
sebuah gen dapat dinonaktifkan.

Pencegahan dapat dilakukan dengan


melakukan pemeriksaan kromosom melalui
amniocentesis bagi para ibu hamil .
Intelegensi Anak Down
Syndrome
Dalam teori Multiple kecerdasan
Intelligences (kecerdasan
majemuk)

kecerdasan

kecerdasan
Pada kenyataannya, sebagian besar dari anak Down
Syndrome memiliki kemampuan seperti dapat:

Menulis, membaca dan berhitung itu termasuk kecerdasan dasar

akademik.

Melukis, itu adalah kemampuan seni

Berenang, main golf, atletik, itu adalah kecerdasan kinestetik

Memainkan alat musik seperti piano, drum, jimbe, biola, itu adalah

kecerdasan music.

Bersosialiasasi menjalin hubungan dan memiliki keterampilan komunikasi

didalam masyarakat, ini adalah kecerdasan interpersonal. Mereka

memiliki rasa kasih sayang, empati yang lebih dibandingkan dengan

individu pada umunya, bukankah ini kecerdasan intra personal?


Faktor predisposisi (Genetik, radiasi, infeksi,
autoimun, usia ibu, dll)

Pathway Kelainan
Kromosm 21

Masalah Sindrom Down

Gangguan Tangan dan


Lidah yang
Tumbuh kaki pendek
menjulur
Kembang dan lebar

Keterbatasan
Mulut yang Kelemahan
fisik dan
terbuka Otot
mental

Kurangnya Gangguan
mengunyah Resiko
interaksi
dan menelan Cidera
sosial

Ketidakseimbangan nutrisi <


kurang dari kebutuhan
tubuh
ASUHAN KEPERAWATAN PADA
ANAK
DENGAN GANGGUAN DOWN
SINDROME
1. Selama Masa Neonatal Yg Perlu Dikaji :
a. Keadaan suhu tubuh
b. Kebutuhan nutrisi / makan
c. Keadaan indera pendengaran dan penglihatan
d. Pengkajian ttg kemampuan kognitif dan
perkembangan mental anak
e. Kemamp anak dlm berkomunikasi dan bersosialisasi
f. Kemampuan motorik
g. Kemampuan keluarga dlm merawat anak dgn
syndrom down t/u ttg kemajuan perkemb mental
anak
2.Pengkajian thd kemamp motorik kasar dan
halus
3.Pengkajian kemamp kognitif dan perkemb
mental
4.Pengkajian terhadap kemampuan anak untuk
berkomunikasi

5. Tes pendengaran, penglihatan dan adanya


kelainan tulang
6. Bgmn penyesuaian keluarga thd diagnosis
dan kemajuan perkemb mental anak.
Lakuka
n peng
kajian p
erkemb
. angan.

Dapatk
keluarg an riwa
a, terut yat
diberka am
itan den a yang
ibu atau gan usi
anak la a
keluarg in dalam
a yang
keadaa mengal
n serup ami
a.
Observasi adanya manifestasi
sindrom down :
B. RUMUSAN DIAGNOSA KEPERAWATAN

Ketidakseimbangan nutrisi kurang dari kebutuhan


berhubungan dengan kesulitan pemberian makanan karena
lidah yang menjulur dan mulut terbuka

Risiko tinggi cedera berhubungan dengan kelemahan otot

Kurangnya interaksi sosial anak berhubungan dengan


keterbatasan fisik dan mental
C.FOKUS INTERVENSI
KEPERAWATAN
1. Perubahan nutrisi
(pada neonatus) :
kurang dari
kebutuhan
berhubungan dengan
kesulitan pemberian Int Tuju
makanan karena lidah er an
ve
yang menjulur dan ns Tujuan :
i:
palatum yang tinggi. kesulitan
pemberian
makan pada
masa bayi
menjadi
minimal
6.Rujuk ke
spesialis untuk
menentukan
masalah
5.Pantau tinggi
makananyang dan BB dengan
spesifik interval yang
teratur
Risiko tinggi cedera berhubungan dengan kelemahan otot

2. Risiko tinggi
cedera
berhubungan
dengan
kelemahan otot
Int Tuju
erv an
en
si
:

Mengurangi risiko
terjadinya cedera
pada pasien dengan
sindrom down
4. Laporkan dengan
segera adanya tanda-
tanda kompresi
medulla spinalis (nyeri
leher menetap,
hilangnya
3. Ajari keluarga ketrampilanmotorik
dan pemberi stabil dan control
perawatan lain kandung kemih/usus,
(mis: guru, pelatih) perubahan sensasi)
gejala instabilitas
atlatoaksial
Intervensi :
i al an ak b/ d
in t e r aksi sos l yang
1. Motivasi orang
n g n ya m e n ta
3.Kura san f i sik dan tua agar
ta
keterba me r e k a m iliki. memberi
kesempatan
anak untuk
bermain
dengan teman
sebaya agar
anak mudah
Tujuan: bersosialisasi
2. Beri
kebutuhan keleluasaan /
akan kebebasan
sosialisasi pada anak
untuk
terpenuhi. berekspresi
LUAS I
EVA
1. Kebutuhan nutrisi Anak terpenuhi serta tidak ada
kesulitan dalam pemberian makan pada anak Anak
sehingga anak mendapat nutrisi yang cukup dan
adekuat
2. Anak mampu bersosialisasi dan berinteraksi dgn baik
shg anak dapat menjalin hub baik dgn orang lain tidak
merasa minder.
3. Anak menunjukkan kemampuan untuk beraktivitas yang
di sebabkan karena mulai kuat dan terlatihnya otot-otot
anak.
Peran Orang Tua terhadap anak
dengan penyandang Down Syndrome
mengembangkan
hubungan yang
sehat dengan
mengajarkan
belajar keterampilan sosial
dan perilaku yang
menerima tepat.
kenyataan
bahwa anak
mereka
mengalami membantu
down sindrom anak agar
dapat
berhasil.
Sekian &
Terimakasih