You are on page 1of 20

LAPORAN KASUS

IDENTIFIKASI MASALAH KESEHATAN KELUARGA DI
PUSKESMAS DEWANTARA KABUPATEN ACEH UTARA

  Pernapasan Akut)
ISPA (Infeksi Saluran

1
OLEH:
Aulia Putri Adila (120610047)
M. Husni Fansury Nasution (120610005)
 
PEMBIMBING: 2/16/17
dr. Cut Khairunnisa M.Kes

BAB I. PENDAHULUAN
ISPA adalah penyebab utama morbiditas dan mortalitas penyakit menular
di dunia. Hampir empat juta orang meninggal akibat ISPA setiap tahun, 98%-
nya disebabkan oleh infeksi saluran pernapasan bawah. Tingkat mortalitas
sangat tinggi pada bayi, anak-anak, dan orang lanjut usia, terutama di
negara-negara dengan pendapatan perkapita rendah dan menengah.
Menurut data kasus ISPA di Indonesia sepanjang 2007 sampai 2011,
penyakit ini terus mengalami tren kenaikan. Pada 2007 jumlah kasus ISPA
berkategori batuk bukan Pneumonia sebanyak 7.281.411 kasus dengan
765.333 kasus Pneumonia, kemudian pada 2011 mencapai 18.790.481 juta
kasus batuk bukan pneumonia dan 756.577 pneumonia.
Kecamatan Dewantara memiliki angka persentase penyakit ISPA yang
cukup tinggi yaitu 31,34 % atau sekitar 12.608 kejadian dari jumlah seluruh
penduduknya yang berjumlah 40.231 jiwa pada tahun 2011.

2/16/17 2

kab. I  Umur : 25 tahun  Jenis Kelamin : Perempuan  Alamat : Dusun madat. Aceh Utara  Tempat Asal : Aceh utara  Pekerjaan : belum bekerja  Status Perkawinan : Belum menikah  Suku : Aceh  Agama : Islam  Tanggal pemeriksaan : 24 Oktober 2015 2/16/17 3 . Jln. Jati no.dewantara.I. 1 krueng geukuh kec. IDENTITAS PASIEN  Nama : Ny.

Keluhan ini dirasakan sejak 5 hari yang lalu disertai rasa sakit di ulu hati. hidung terasa tersumbat dan tenggorokan kering dan gatal. 2/16/17 4 . ANAMNESIS Keluhan Utama:  Batuk Keluhan Tambahan:  Demam naik turun  Pilek  Sakit di ulu hati  Hidung terasa penuh dan tersumbat  Tenggorokan kering dan gatal  Riwayat Penyakit Sekarang:  Pasien datang ke Puskesmas Dewantara pada tanggal 21 Oktober dengan keluhan batuk kering.II. demam yang naik turun (kenaikan terjadi pada malam hari dan turun pada pagi hari) dan pilek.

II. ANAMNESIS  Riwayat Penggunaan Obat Dahulu:  Parasetamol (beli di warung)    Riwayat Penyakit Keluarga :  Riwayat Alergi (ayah)  Riwayat polip (saudara perempuan)  Riwayat Penyakit Terdahulu :  Batu ginjal  Riwayat alergi (ikan tongkol) 2/16/17 5 .

58 (gizi kurang) 2/16/17 6 .PEMERIKSAAN FISIK Status Pasien  Keadaan Umum : Baik  Kesadaran : Komposmentis  Tekanan Darah : 80/60 mmHg  Nadi : 71 kali/menit  Laju Pernapasan : 22 kali/menit  Suhu : 35.III.8 ‘C  Berat Badan : 45 kg  Tinggi Badan : 160 cm  Status Gizi(IMT) : 17.

peradangan (-).  Perkusi : Sonor pada kedua lapangan paru.  Thoraks  Inspeksi : Bentuk dada normal. suara napas vesikuler normal. 2/16/17 7 .III.  Hidung : polip (+) stadium 2  Mulut : tonsil membesar stadium 2. sclera ikterik(-)  Telinga : Normal.  Mata : konjungtiva palpebra pucat. pembesaran KGB (-). secret (-).  Auskultasi : Ronki (-). darah (-).  Palpasi : Fremitus taktil simetris.PEMERIKSAAN FISIK  Status Generalis  Kepala : Normocephali. tidak ada deformitas di kepala. peradangan (+).  Leher : Deviasi Trakea (-).

lesi (-) • Sensibilitas • Rasa raba : (Normal/ Normal) • Rasa nyeri : (Normal/ Normal) • Rasa suhu panas : (Normal/ Normal) 2/16/17 8 • Rasa suhu dingin : (Normal/ Normal) . .Kiri (ICS IV linea mid clavikula sinistra) Auskultasi : bunyi jantung 1 dan 2 normal • Ekstremitas • Ekstremitas Superior : Edema (-). akral dingin (-) • Ekstremitas Inferior : Edema (-). sianosis (-). Palpasi : Iktus cordis tidak teraba. Perkusi : .Kanan (ICS IV linia parasternal dextra).PEMERIKSAAN FISIK • Jantung Inspeksi : Iktus cordis tidak terlihat. .III.Atas (ICS II linea parasternal sinistra. sianosis (-).

Rhinitis VI. ISPA + polip  2.IV. DIAGNOSIS BANDING  1. DIAGNOSIS KERJA :  ISPA + polip 2/16/17 9 . Difteri  3. RENCANA PEMERIKSAAN PENUNJANG  Pemeriksaan kultur apusan tenggorok V.

FAKTOR RISIKO SOSIAL  Tidak ada 2/16/17 10 . FAKTOR RISIKO BIOLOGIS • Status gizi yang kurang baik • Adanya riwayat polip pada keluarga IX.VII. FAKTOR RISIKO LINGKUNGAN • kondisi rumah sudah memenuhi kriteria rumah sehat VIII.

Memberitahu kepada pasien untuk menghindari penderita yang terinfeksi. Memberitahu kepada pasien untuk selalu membersihkan lingkungan rumahnya.  3. Memberitahu kepada pasien agar keluar rumah menggunakan alat pellindung diri seperti masker dan yang lainnya.  5. UPAYA PROMOTIF  1. Membiasakan cuci tangan teratur menggunakan air dan sabun terutama setelah kontak dengan penderita ISPA. DPT-Hib/ DaPT-Hib dan imunisasi PCV 2/16/17 11 . imunisasi Influenza.  4. Imunisasi yang dapat mencegah ispa diantaranya. Melakukan imunisasi pada anak. PENATALAKSANAAN A.X.  2.

UPAYA KURATIF  Parasetamol 500 mg tiap 4-6 jam  Amoxillin 250-500 mg tiap 8 jam  Chlorfeniramin maleat (CTM) 4 mg tiap 4-6 jam 2/16/17 12 .B. polusi udara dijalan dan faktor risiko lainnya dengan menggunakan alat pelindung diri.  2. ventilasi. Menghindari asap rokok. Membersihkan lingkungan rumah. UPAYA PREVENTIF  1. kursi dan benda-benda yang berpotensial tempat bersembunyinya debu. seperti membersihkan debu yang menempel pada lantai. C.  3. Meningkatkan status gizi dan imun agar tidak mudah terserang penyakit infeksi.

Gunakan alat pelindung diri seperti masker.D. 2/16/17 13 . UPAYA REHABILITATIF  Hindari polusi udara seperti asap dan debu sebaik mungkin dan pastikan keadaan rumah tetap bersih. E. UPAYA PSIKOSOSIAL  Psikoterapi agar pasien tidak terlalu cemas dan khawatir dengan penyakitnya yang mengganggu aktivitasnya.

PROGNOSIS DUBIA AD BONAM XII. Komponen rumah . KONDISI RUMAH PASIEN 1.Ventilasi : Ada . Pencahayaan : Baik . kamar mandi : 2 (luas 4 m2) . Jumlah kamar : 3 (1 kamar tambahan) .Langit-langit : Ada.Jumlah yang tinggal dirumah : 6 orang 2/16/17 14 .Lantai : Ubin .Jendela ruang keluarga : Ada . dalam keadaan baik .XI.Jendela kamar tidur : Ada .Dinding : Permanen . luas rumah : 119 m2 . Tinggi rumah :3m .Sarana pembuangan asap dapur : Ada .

Membuka jendela : Setiap hari dibuka ruang keluarga c. Sarana Air Bersih (SGL/SPT/PP/KU) : PDAM b. KONDISI RUMAH PASIEN 2. Membuka jendela : Setiap hari dibuka kamar tidur b. disalurkan ke septitank dibelakang rumah c. Jamban (Sarana Pembuangan Kotoran) : Ada. Membuang sampah : pembuangan sampah pada tempat sampah komplek 2/16/17 15 . Perilaku Penghuni: a. Sarana Sanitasi a. d.XII. keparit depan rumah yang mengalir. Sarana Pembuangan Air Limbah (SPAL) : Ada. Sarana pembuangan sampah : Ada 3. Membersihkan rumah : Setiap hari dan halaman d.

FISH BONE Ekonomi Ekonomi rendah rendah Faktor stress ISPA Kurangnya penyuluhan IMT kurang Kesehatan 2/16/17 16 .

DOKUMENTASI Keadaan Lantai Keadaan langit langit rumah 2/16/17 17 . XIII.

Keadaan Kamar mandi dan wc Keadaan rumah tampak depan 2/16/17 18 .

Parit tempat pembuangan limbah air Keadaan sekeliling rumah 2/16/17 19 .

Anamnesis Dan Pemeriksaan Fisik 2/16/17 20 .