You are on page 1of 40

DEMAM PADA ANAK

Dr. Dedet Hidayati, SpA

PENDAHULUAN
DEFINISI

Demam (pireksia) :
→Keadaan suhu tubuh di atas normal sebagai akibat
peningkatan pusat pengatur suhu di hipothalamus yang
dipengaruhi oleh IL-1

Hipertermi :
→Peningkatan suhu tubuh yang tidak diatur, disebabkan
ketidakseimbangan antara produksi dan pembatasan panas.

PIROGEN
- zat yang dapat menyebabkan demam

PIROGEN EKSOGEN
- berasal dari luar tubuh
- berkemampuan untuk merangsang IL-1

PIROGEN ENDOGEN
- berasal dari dalam tubuh
- berkemampuan utk merangsang demam dgn mempengaruhi pusat
pengaturan suhu di hipothalamus.
- Contoh : Interleukin-1 (IL-1), tumor necrosis factor (TNF), interferon
(INF)

PIROGEN EKSOGEN

Pirogen Mikrobial

- Bakteri gram-negatif (Escherichia coli, Salmonela)
- Bakteri gram-positif (Stafilokokus)
- Virus
- Jamur

Pirogen Non-Mikrobial

- Fagositosis
- Kompleks Antigen-antibodi
- Steroid
- Sistem Monosit-Makrofag

Suhu yang terdapat pada organ visera yang terlindungi dari paparan suhu lingkungan sekitar.SUHU TUBUH NORMAL . .Sering diartikan suhu organ otak tempat pusat pengaturan suhu tubuh .Terdiri dari suhu permukaan (shell temperatur) dan suhu inti (core temperatur).Suhu yang terdapat pada permukaan tubuh (kulit dan jaringan subkutan) Suhu inti : . Suhu permukaan : .

.

.

Baku emas : praktis dan akurat estimasi suhu tubuh .Suhu rektal > tinggi.PENGUKURAN SUHU TUBUH REKTAL : .dipengaruhi : > kedalaman insersi termometer > kondisi aliran darah > ada / tidaknya feses .Risiko perforasi rektal dan infeksi nosokomial . aktifitas metabolik bakteri feses .Kelemahan : sistem termoregulasi (-) .

karena lebih mudah tekniknya .Lebih disukai.Respon terhadap perubahan suhu inti tubuh .ORAL .Kelemahan : > memerlukan kerjasama yang baik > sangat dipengaruhi suhu makanan / minuman dan merokok .

AKSILA .Nyaman bagi pasien .Relatif mudah bagi pemeriksa .Rekomendasi American Academy of Pediatrics (AAP) : > pengukuran suhu pada neonatus : aksila > risiko perforasi rektal (-) > hasil akurat .Risiko yang paling kecil utk penyebaran penyakit .Kelemahan : > sensitivitasnya yang rendah > variasi suhu yang tinggi > sangat dipengaruhi lingkungan .

Tempat ideal untuk pengukuran suhu inti .Jarang digunakan karena variasi nilai suhu yang berkorelasi dengan suhu oral atau rektal cukup besar .MEMBRAN TIMPANI .Menggunakan metode infrared radiation emitted detectors (IRED) .

2C Demam Tinggi : suhu tubuh > 39.Temperatur Membran Timpani > 38.Temperatur Aksila > 37.5C .NILAI SUHU TUBUH NORMAL Kaiser Permanente Appoinment and Advice Call Center (2000) : Demam untuk anak jika : .5C Hiperpireksia : suhu tubuh > 41.Temperatur Rektal > 38C .1C .

Tabel 1.99.6 .3C (94. 2004.8 .00 Canadian Paediatric Society (CPS).9 .38C (96.Mencapai nadir pada pukul 06.00-18.99.5C (95.100. Suhu Normal menurut Metode Pengukuran ----------------------------------------------------------------------------------------------- Metode pengukuran Suhu Normal ----------------------------------------------------------------------------------------------- Rektal26.00 pagi .4F) Membran timpani 35.4F) Oral 35.4 .38C (97.100.1F) ----------------------------------------------------------------------------------------------- .Puncaknya pada pukul 16.9 .5 .Nilai rata-rata suhu bervariasi secara diurnal : .37.7 .36.5 .5F) Aksila 34.

5F (0.demam dengan variasi diurnal >1C . malaria .contoh : pneumonia lobaris. demam tifoid.0 .endokarditis bakterialis. infeksi kuman Gram-negatif.82C) .55-0. malaria falciparum 2. Demam Intermiten .POLA DEMAM SEBAGAI ALAT DIAGNOSTIK 1 Demam Kontinu .1.suhu terendah mencapai suhu normal .demam dengan variasi diurnal diantara 1.

demam kuartana. demam hari ke-1 dan ke-3 (malaria oleh Plasmodium vivax). Demam tersiana dan kuartana . Demam remiten .suhu terendah tidak mecapai suhu normal . demam pada hari ke-1 dan ke-4 (malaria oleh Plasmodium malariae).demam tersiana. .demam dgn variasi normal lebar > 1C .3.contoh : demam tifoid fase awal.demam intermiten yg ditandai dengan periode demam yg diselang dengan periode normal . penyakit virus 4. .

Demam intermiten hepatik .contoh : hodgkin .episode demam yang sporadis . Demam saddleback / pelana (bifasik) .contoh : kolangitis 7. kemudian timbul demam tinggi kembali .5.demam setiap minggu / > lama . yellow fever. Demam Pel-Ebstein .beberapa hari demam tinggi disusul oleh penurunan suhu tubuh sekitar 1 hari.periode afebril yg sama durasinya disertai dgn berulangnya siklus . influenza dll 6.penurunan temperatur yang jelas dan kekambuhan demam .contoh : dengue.

Reaksi Jarisch-Herxheimer . salmonelois. leptospirosis dan relapsing fever c.8.kenaikan temperatur tertinggi pada pagi hari . terjadi bbrp jam post th/ penicillin pada sifilis I atau II b.contoh : a. endokarditis bakterial 9. Kebalikan dari pola demam diurnal (typhus inversus) . post th/ tetrasiklin / kloramfenikol pada bruselosis akut . abses hepatik.kadang2 pada TB milier.peningkatan temperatur yg sangat tajam dan eksaserbasi manifestasi klinis .

undernutrition. Demam > 40.5C 3. Demam > 39C ≈ gejala nyeri / tidak nyaman 2. Anak dgn riwayat kejang / delirium yg disebabkan demam . Demam ≈ p↑kebutuhan metabolisme. penyakit jantung. pascaoperasi 4.TATALAKSANA DEMAM INDIKASI PEMBERIAN ANTIPIRETIK 1. luka bakar.

demam diatur o/ hipothalamus akibatkan kerusakan SSP & tdk akan meningkat secara dramatis Menentramkan kegelisahan Waktu lbh baik dipakai utk penyuluhan ortu meng.Tabel 2. orang tua manfaat demam drpd menulis resep antipiretik Risiko kejang demam Antipiretik mungkin tdk melindungi terjadinya KD krn kecepatan naiknya suhu > penting drpd tingginya suhu dlm proses terjadinya KD . selama E/ membahayakan diketahui & kehilangan cairan dpt diatasi Demam berbahaya krn dpt Kecuali hipertermi. Alasan Pro dan Kontra Pemberian Obat Antipiretik ------------------------------------------------------------------------------------- - Setuju antipiretik Menolak antipiretik ___________________________________________________ Demam dapat merugikan/ Demam : self limited & jarang serius.

Hal ini bertentangan dgn delirium efek demam yg memerlukan istirahat & memungkinkan energi ini digunakan utk reaksi yg bermanfaat spt pembentukan antibodi.________________________________________________________________ Setuju antipiretik Menolak antiiretik ---------------------------------------------------------------------------------------------------------- Mengurangi ketidaknyamanan dan Menurunkan suhu dgn antipiretik gejala yg berhubungan dgn demam memerlukan aktifitas yg membutuhkan spt nyeri otot. rasa kantuk dan energi kinetik. Demam dpt mempunyai pola karakteris- tik yg bermanfaat u/ menegakkan D/ Demam dpt akibatkan dehidrasi Antipiretik mempunyai ES yg kdg2 fatal Demam melindungi thd infeksi dan anti- piretik dpt menghalangi supresi respon antibodi serum ---------------------------------------------------------------------------------------------------------- .

Tidak mempunyai daya inflamasi Dosis : . tapi memperpanjang daya antipiretik s/d 6 jam . Sebagai antipiretik & analgesik . Metabolit aktif asetanilid dan fenasetin .KLASIFIKASI ANTIPIRETIK 1. Terapeutik 10-!5 mg/kgBB setiap 4 jam  Dosis 20 mg/kgBB tidak akan menambah daya penurunan  suhu. PARASETAMOL (asetaminofen) . Penurunan demam setelah 30 menit. Sediaan : sirup & supositoria (efektivitas sama) . puncak dicapai 3 jam .

warfarin.peningkatan atau pemanjangan waktu penyebaran virus  (Varisela : tidak meringankan gejala.  klorpromazin . bahkan memperpanjang perjalanan penyakit) Interaksi obat : .Makanan yang mengandung KH tinggi akan mengurangi  absorpsi sehingga menghalangi penurunan demam.Demam akan rekurens 3-4 jam setelah pemberian .. beta-adrenergik blocker. Penurunan suhu : .Kadar puncak plasma dicapai dlm 30 menit . metoklopramid.

mual Sistem hemopoetik Purpura krn trombositopenia SSP Pusing. gelisah. penglihatan kabur Kulit Ruam (urtikaria). hipotermia ___________________________________________________ . nyeri perut. Efek Samping Parasetamol ------------------------------------------------------------------------------------- - Organ Manifestasi klinis ___________________________________________________ Saluran cerna Muntah. dermatitis eksfoliativa Paru Spasme bronkus Lain-lain Hipoglikemia.Tabel 3.

Toksisitas : .Dosis toksik bagi dewasa : 140mg/kgBB (15 gr) Sebabkan nekrosis hati setelah 4 jam pemberian .Organ utama yang terkena : hati .Keracunan jarang terjadi pada anak .Jika melebihi dosis 10-15 mg/kgBB .

Activated charcoal : utk m(-) absorpsi 3.sirup ipecacuanha : sadar . N-asetil-sistein (antidotum) > merubah penyimpanan glutation → glutation substitusi > dosis 300 mg/kgBB/IV selama 20 jam. Sesegera mungkin pengosongan lambung dlm 24 jam I .bilas lambung : > tidak sadar > tidak muntah setelah 2 x sirup ipecacuanha 2.Tatalaksana Keracunan Parasetamol 1. 24 jam stlh PCT > dosis 140 mg/kgBB/PO → 4 jam : 70 mg/kgBB/4 jam sebanyak 17 dosis .

10. Factitious fever atau self induced fever . Relapsing fever . namun serangan demam berlangsung setiap 5-7 hari 11.manipulasi yang disengaja untuk menimbulkan demam .seperti demam Pel-Epstein.

2.Kemampuan :  > antipiretik  > analgesik  > antiinflamasi .Aksi : > memblok sintesis PGE2 dengan menghambat siklooksigenase . IBUPROFEN .Derivat asam propionat .

Obat antipiretik II .Dosis 5 mg/kgBB > Kadar efek maksimal dapat dicapai dgn dosis 5 mg/kgBB akan menurunkan suhu tubuh 2C selama 3-4 jam .Puncak konsentrasi serum dlm 1 jam Dosis : .Obat diserap dgn baik oleh saluran cerna ..Dosis 10 mg/kgBB > lebih poten & efek supresi demam lebih lama (dibandingkan parasetamol dgn dosis yg sama) > awtian lebih dini & lebih besar pada bayi .Sediaan : sirup .

mual Muntah. penglihatan la. koma Kulit Ruam Ruam Ruam Hati Peningkatan enzim Peningkatan enzim Sistem Hemopoetik Agranulositosis Anemia hemolitik . BAB darah. nyeri kepa. nyeri Muntah. diare perut. diare. mual. perdarahan Sistim SSP Iritable. BAB ber perut. pusing agitasi. pusing kabur. Iitable. Reaksi samping Ibuprofen Menurut Dosis ------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------ Organ Dosis Antipiretik Dosis anti-inflamasi Dosis lebih (5-10 mg/kgBB) (20-40 mg/kgBB) (>100 mg/kgBB) _________________________________________________________________________ Saluran cerna Muntah. diare. nistagmus. nyeri kepala Bingung. agitasi.Tabel 4. mual. nyeri nyeri perut. perdarahan berdarah.

Pengeluaran obat dgn : .Dosis 20-40 mg/kgBB/hari (= aspirin 60-80 mg/kgBB/hari) .Artritis reumatoid .activated charcoal 2.muntah (atau cuci lambung) .Efek samping lebih ringan Tatalaksana keracunan : 1. Perawatan suportif secara umum .

Insidensi interaksi dgn obat lain meningkat : > Antikoagulan oral > Metoklopramid > Kafein > Natrium valproat .Tidak stabil dalam bentuk larutan . SALISILAT .Efek samping > tinggi (parasetamol) .3.

Sebagai antipiretik / analgetik tidak lagi direkomendasikan dosis 10-15 mg/kgBB efek antipiretik yg efektif 2. Thromboxane A2 Vasokonstriktor poten & platelet aggregation agent .Indikasi Pemakaian Aspirin 1. Penyakit jaringan ikat (artritis reumatoid & demam rematik) dosis awal 80 mg/kgBB dibagi 3-4 dosis laporan Sindroma Reye pada artritis reumatoid → aspirin tidak dipakai lagi dlm terapi artritis reumatoid 3.

Pasien pre-operasi atau pasien dgn tendensi perdarahan . Asma . Defisiensi glukosa 6-fosfat dehidrogenase (G6PD) → anemia hemolitik 3.aspirin menghambat agregasi trombosit reversibel . pilek.Pemberian Aspirin pada Kelompok Berisiko 1. urtikaria. Infeksi virus .infeksi saluran napas atas .aspirin induced sensitivity : mengi.cacar air → sindroma Reye 2. angioedema 4.

PENGOBATAN FISIK 1. Tirah Baring 2.alkohol 70% : hipoglikemi dan koma → kontra indikasi .Tepid water : air dgn suhu 27-34C (hangat kuku) > tidak sebabkan menggigil & kurang nyaman > dilakukan setelah pemberian antipiretik .Kompres hanya direkomendasikan : > kasus demam yg sangat tinggi (>41C) atau > demam 40C yg tidak berrespon dgn antipiretik . Total Body Surface Cooling .

takikardi.Anak yang perlu penanganan demam segera > Umur < 2-3 bulan > Kejang > Suhu 41-42C > Gangguan kesadaran > Penyakit imunokompromais > Hipotensi. takipne .

The Yale Observation Scale _________________________________________________________ Pengamatan Normal (1) Gangguan ringan (3) Gangguan berat (5) ---------------------------------------------------------------------------------------------------------------------- Kualitas tangisan Kuat / senang Merengek / terisak Lemah / melengking Simulasi orang tua Tangis segera Tangisan hilang timbul Terus menangis / berhenti / tidak bertambah keras menangis Variasi keadaan Bila bangun tetap Mata segera menutup Terus tertidur / terbangun / bila lalu terbangun atau tidak testimulasi tidur distimulasi terbangun dgn stimula- segera bangunsi yg lama Warna kulit Merah muda Extremitas pucat Pucat .Tabel 5.

mata normal Membran mukosa kering Turgor kulit buruk membran mukosa basah Respons Senyum atau alert segera tersenyum atau Tidak tersenyum Terhadap (<2bulan) segera alert (< 2 bulan) tampak cemas.________________________________________ Pengamatan Normal (1) Gangguan ringan (3) Gangguan berat (5) -------------------------------------------------------------------------------------------------------------------- Hidrasi Kulit. bodoh Kontak kurang berekspresi Sosial _______________________________________________________________________ .

Keterangan : (1) : normal (3) : moderat (5) : berat Penelitian Broadhurts (dikutip Rothrock) : Total skor < 11 : → Kemungkinan sebanyak < 3% utk mendapat infeksi berat Total skor 11-15 : → Kemungkinan sebesar 26% utk mendapat infeksi berat Total skor > 15 : → Kemungkinan sebanyak 92% mendapat infeksi berat .

.

TERIMAKASIH .