You are on page 1of 61

CASE REPORT

MENINGITIS TB

Disusun oleh :
Hervina Restianty Hanny
1151050157
Dosen pembimbing :
Dr. M. Arief Rachman Kemal, Sp. s
MENINGITIS TUBERCULOSA

 Definisi
Meningitis tuberculosis adalah radang
selaput otak akibat komplikasi
tuberculosis primer yang disebabkan
oleh Mycobacterium tuberculosis.
Anatomi
 Meningen
Meningen terletak dibawah tengkorak.
Komposisi meningen berupa jaringan
serabut penghubung yang melindungi,
mendukung dan memelihara otak.
Meningen terdiri dari tiga lapisan, yaitu :
1. Duramater

2. Arachnoidmater

3. Piamater
Epidemiologi
 Menurut WHO (2003) diperkirakan 8 juta
orang terjangkit TB setiap tahun dan 2
juta meninggal. Pada tahun 1997
diperkirakan TB menyebabkan kematian
lebih dari 1 juta penduduk di Negara-
negara Asia. Riggs (1956) menyatakan
bahwa antara 5-10% penderita TBC akan
meninggal, dan 25% akan berlanjut
menjadi infeksi.
Etiologi
 Meningitis tuberkulosis paling sering
disebabkan oleh Mycobacterium
tuberculosis varian hominis.
 Selain itu dapat pula disebabkan oleh
varian lain yaitu Mycobacterium
tuberculosis varian bovis,
Mycobacterium tuberculosis varian
atipik, dan Mycobacterium tuberculosis
varian flavesen.
Etiologi
 Mycobacterium tuberculosis termasuk dalam
ordo Aktinomisetales, Famili
Mycobacteriacea dan Genus Mycobacterium.
 Mycobacterium tuberculosis mempunyai
ukuran panjang 2-4 mikron dan lebar 0,3-0,5
mikron
 Hidup intraseluler dalam suasana aerob.
Suhu terbaik untuk pertumbuhannya adalah
37° C dan mati pada suhu kurang dari 30° C
atau lebih dari 42° C.
Patofisiologi
 Gambaran patologis pada meningitis
tuberkulosis terdapat dalam 4 bentuk,
yaitu :
1. Tuberkel milier diseminata seperti
tuberkulosis milier
2. Plak perkijuan setempat yang
merupakan tuberkuloma pada meningen
3. Reaksi radang meningen akut
4. Meningitis proliferatif
Manifestasi Klinis
Stadium I (inisial/ Stadium II Stadium III
prodromal) (transisi) (terminal)
• demam, •letargi, •koma,
• sakit kepala, •kaku kuduk, •hemiplegia atau
iritabilitas, •kejang, paraplegia,
• mengantuk •tanda Brudzinski hipertensi,
(drowsiness), atau Kerniq positif, •postur deserebrasi,
• malaise. hipertoni, deteriorasi tanda
• apatis dan iritabel, •muntah, vital
disertai nyeri kepala •gangguan saraf •kematian
intermitten. kranial,
•dan tanda-tanda
kelainan neurologis
fokal yang lain.
 menurut British Medical Research Council,
meningitis tuberkulosis dapat diklasifikasikan
menjadi tiga stage, yaitu :
1. Stage I :pasien sadar penuh, rasional dan
tidak memiliki defisit neurologis.
2. Stage II : pasien confused atau memiliki
defisit neurologis seperti kelumpuhansaraf
kranialis atau hemiparesis.
3. Stage III : pasien coma atau stupor dengan
defisit neurologis yang berat.
Ensefalitis
 Suatu keadaan demam akut
disertai kerusakan pada
jaringan parenkim SSP yang
menyebabkan perubahan
tingkat kesadaran, gejala
neurologis fokal dan kejang
KLASIFIKASI
1. Infeksi:
Ensefalitis virus :
 Akut
 kronis
Ensefalitis non virus
2. Non-infeksi
PATOFISIOLOGI
Vektor, reaktivasi, Inokulasi Otak

Multiplikasi (RES)

Hematogen/limfogen

Otak (ensefalitis)
(inokulasi langsung, Ag – Ab)
MANIFESTASI KLINIS
 Bervariasi tergantung dari etiologi
 Gejala dan tanda gangguan neurologis
mencerminkan lokasi infeksi dan
peradangan
Identitas Pasien

 No. MR : 00.07.51.52
 Nama : Ny.S
 Jenis kelamin : Perempuan
 Umur : 57 tahun
 Pekerjaan: Ibu Rumah Tangga
 Pendidikan : SD
 Agama : Islam
 Alamat : Jalan Pancoran Barat No 7 RT/RW 12/06, Pancoran
 Masuk tanggal: 05 Maret 2016
 Keluar tanggal :
Riwayat Penyakit Sekarang
Allo anamnesa
 Keluhan Utama

mengantuk
 Keluhan tambahan

sakit kepala, demam
Riwayat Perjalanan Penyakit Sekarang
Pasien datang diantar oleh keluarga dengan keluhan mengantuk sejak
bangun pagi hari 9 jam SMRS. Menurut anak pasien, pasien diajak bicara
namun hanya menjawab satu kata lalu tidur kembali. Sebelumnya
menurut anak pasien, pasien mengeluh sakit kepala sejak 2 minggu SMRS.
Rasa sakit diseluruh bagian kepala, seperti ditusuk-tusuk dan terus
menerus sepanjang hari. Sakit kepala dirasa semakin memberat sejak 2
hari SMRS . Selain itu pasien juga demam yang munculnya bersamaan
dengan sakit kepala. Keluarga pasien tidak mengetahui demam secara
pasti. Mual -, muntah -, kejang -, riwayat batuk lama -, riwayat pengobatan
paru -, penurunan berat badan +, penurunan nafsu makan +, keringat
malam -. Menurut anak pasien, pasien aktivitas sehari-hari dirumah
sebagai ibu rumah tangga namun 1 minggu SMRS aktivitas pasien hanya
tidur berbaring di tempat tidur. Keluarga pasien sudah memberikan obat
warung untuk mengurangi keluhan, namun tidak ada perubahan.
Keluarga pasien sudah membawa pasien ke rumah sakit Koja Jakarta Utara
namun keluarga pasien menolak untuk dirawat dikarenakan jauh dari
lokasi rumah.
Riwayat Penyakit Dahulu:
Riwayat tekanan darah tinggi
disangkal, riwayat kencing manis,
keluarga tidak mengetahui pasti.
Pemeriksaan Umum, 05 maret 2016
 Kesadaran : somnolen
 GCS : E2V2M5
 Tekanan Darah : Lengan kanan : 120/70 mmHg
Lengan kiri : 130/80 mmHg
 Suhu : 38° C
 Respirasi : 24 x/menit
 Nadi : 82 x/menit
 Umur klinis : 50 an
 Gizi : normal, BB 55 kg , TB :158 cm, IMT : 20,5
 Stigmata : tidak ada
 Kulit : Sawo matang
 Kuku: sianosis -
 KGB : Tidak teraba membesar
 Pembuluh darah Arteri Carotis: Palpasi : kanan sama dengan kiri
 Auskultasi : tidak ada bising
 Turgor : baik
Pemeriksaan Regional
 Kepala: Normocephali
• Paru-paru: BND Vesikuler,
ronkhi -/-, wheezing -/-
 Kalvarium: Tidak ada kelainan
• Abdomen : Datar, supel ,
 Mata : konjungtiva anemis -/-,
BU (+) 4x/menit
sklera ikterik -/-
• Hepar: Tidak teraba
 Hidung: Deviasi septum nasi – membesar
cavum nasi lapang/lapang, sekret
-/- • Lien : Tidak teraba
membesar
 Mulut : sulit dinilai
• Vesika Urinaria: Bulging (-)
 Telinga: Liang telinga
• Extremitas : Akral hangat,
lapang/lapang, serumen -/-,
CRT < 2, Edema (-)
membran timpani intak +/+
• Sendi-sendi : tidak ada
 Leher: KGB tidak teraba
kelainan
membesar.
• Gerakan leher : Baik
 Toraks: Pergerakan simetris kanan
= kiri, sonor kanan = kiri • Gerakan tubuh : Baik
 Jantung: BJ I dan II normal, murmur
-, gallop –
Status generalis
 Kesadaran Umum : Tampak sakit sedang
 Kesadaran : Somnolen
 GCS : E2V2M5
 Tekanan darah : 120/70 mmHg
 Nadi : 82 x/menit
 RR : 24x/menit
 Suhu : 38 derajat celsius
STATUS NEUROLOGIS
Rangsang Meningeal

 Kaku kuduk : +
 Brudzinski I : -
 Brudzinski II : -/-
 Kernig : >135 O / >135 O
 Laseque : >70 />70
O O
Pemeriksaan Nervus Cranialis
1. Nervus I (olfactorius)
 Penciuman : sulit dinilai
 Cavum Nasi : Lapang/ Lapang

2. Nervus II (optikus)
 Visus Kasar : sulit dinilai
 Lapang pandang : sulit dinilai
 Warna : sulit dinilai
 Funduskopi : Tidak dilakukan
Pemeriksaan Nervus Cranialis
3) Nervus III, IV, VI (Occulomotorius,
Trochlearis, Abdusen)
Sikap bola mata
 Ptosis : -/-
 Strabismus : -/-
 Eksoftalmus :-/-
 Ensoftalmus : -/-
 Diplopia : -/-
 Deviasi Konjugee : -/-
 Pergerakan Bola mata: ke segala arah
 Lateral kanan : sulit dinilai
 Lateral kiri: sulit dinilai
 Atas : sulit dinilai
 Bawah : sulit dinilai
Pemeriksaan Nervus Cranialis

Pupil
 Bentuk : Bulat
 Ukuran : Isokor, 4mm/4mm
 Refleks cahaya langsung : +/+
 Refleks Cahaya tidak langsung : +/+
 Refleks Akomodasi : sulit dinilai
Pemeriksaan Nervus Cranialis
4. Nervus V (Trigeminus)
 Motorik
 Membuka mulut : sulit dinilai
 Gerakan rahang : sulit dinilai
 Sensorik
 Rasa raba : sulit dinilai
 Rasa nyeri : sulit dinilai
 Rasa Suhu : sulit dinilai
 Refleks
 Refleks Kornea : +/+
 Refleks Maseter : tidak dilakukan
Pemeriksaan Nervus Cranialis
5. Nervus VII (Fasialis)
 Sikap wajah :Simetris
 Angkat alis :sulit dinilai
 Kerut Dahi :sulit dinilai
 Kembung pipi :sulit dinilai
 Lagoftalmus :tidak ada
 Menyeringai (SNL) : Tidak mendatar
 Chovstek :-
Pemeriksaan Nervus Cranialis
6. Nervus VIII (Vestibulokoklearis)
 Vestibularis
 Nistagmus : -/-
 Vertigo :-
 Kokhlearis
 Suara bisik : sulit dinilai
 Gesekan jari : sulit dinilai
 Test Rinne : sulit dinilai
 Test Weber : sulit dinilai
 Test Schwabach : sulit dinilai
Pemeriksaan Nervus Cranialis
7. Nervus IX, X (Glosofaringeus, Vagus)
 Arcus Faring : sulit dinilai
 Palatum mole : sulit dinilai
 Uvula : sulit dinilai
 Disfonia : sulit dinilai
 Disfagia : sulit dinilai
 Disartria : sulit dinilai
 Refleks vagal : +
 Refleks okulokardiak : +
 Refleks Sinus karotikus : +
Pemeriksaan Nervus Cranialis
8. Nervus XI (Asesorius)
 Menoleh (kanan, kiri, bawah) : sulit dinilai
 Angkat bahu : sulit dinilai

9. Nervus XII (Hipoglosus)
 Sikap lidah dalam mulut : sulit dinilai
 Julur lidah : sulit dinilai
 Tenaga otot lidah : sulit dinilai
 Tremor : sulit dinilai
 Fasikulasi : sulit dinilai
 Atrofi : sulit dinilai
Refleks

Refleks Fisiologis Refleks Patologis
 Hoffman & Tromner : -/-
 Babinski : -/-
 Chaddock : -/-
 Biceps : ++/++  Schaffer : -/-
 Triceps : ++/++  Oppenheim : -/-
 KPR : ++/++  Gordon : -/-
 APR : ++/++  Rossolimo : -/-
 Mendel : -/-
 Klonus lutut : -/-
 Klonus kaki : -/-
 Motorik
 Vegetatif
 Derajat Kekuatan
Otot : lateralisasi  Miksi : kateter
kiri  Defekasi : sulit
 Tonus : spastik dinilai
 Trofi : Eutrofi
 Salivasi : normal
 Gerakan Abnormal :
 Keringat : tidak
(-) dilakukan
 Sensorik

 Rasa Raba : sulit dinilai
 Rasa Nyeri : sulit dinilai
 Rasa Suhu : sulit dinilai

 Fungsi luhur
 Memori : tidak dilakukan
 Kognitif : tidak dilakukan
 Afek Emosi : tidak dilakukan
 Bahasa : tidak dilakukan
 Grafestesia : tidak dilakukan
Koordinasi
 Statis
• Duduk : tidak dilakukan
• Berdiri : tidak dilakukan
• Jalan : tidak dilakukan

 Dinamis
• Telunjuk-telunjuk : tidak dilakukan
• Telunjuk-hidung : tidak dilakukan
• Disdiadokinesis : tidak dilakukan
Resume
Pasien datang dengan keluhan mengantuk sejak bangun
pagi hari 9 jam SMRS. Menurut anak pasien, pasien diajak
bicara namun hanya menjawab satu kata lalu tidur kembali.
Sebelumnya menurut anak pasien, pasien mengeluh sakit
kepala sejak 2 minggu SMRS. Demam +, penurunan berat
badan +, penurunan nafsu makan +. Menurut anak pasien,
pasien aktivitas sehari-hari dirumah sebagai ibu rumah
tangga namun 1 minggu SMRS aktivitas pasien hanya tidur
berbaring di tempat tidur. Keluarga pasien sudah
memberikan obat warung untuk mengurangi keluhan,
namun tidak ada perubahan.
DIAGNOSIS
 Klinis : penurunan kesadaran, hemiparese sinistra

 Topis : meningen, kortex cerebri

 Etiologi : meningoensefalitis TB
Terapi
IVFD :I RL+ neurobion I amp / 12 jam
PCT drip 1 gram
Diet : SV 6x200 CC

MM/
- Dexamethason 4x1 amp (IV)
- Ceftriaxone 1x2 gr (IV) Skin Test
- Kemicetine 4x1 gr (IV) Skin Test
- sucralfat syrup 3x IC
- Omeprazole 2x1 capsul
PROGNOSIS
Ad Vitam : Dubia ad malam

Ad Sanationum : Dubia ad
malam

Ad Fungsionam : Dubia ad
malam
PEMERIKSAAN LAB DARAH
Hematologi
 Hb : 12,5 mmHg
 Leukosit : 8,800 /μL
 Trombosit : 161.000 /uL
 Ht : 38,9%
 LED : 15 mm/jam
 Ureum : 66 mg/dl (meningkat)
 Kreatinin : 1,03 mg/dl (meningkat)
 Na : 144 mmol/L
 K : 3,9 mmol/L
 Cl : 104 mmol/L
 GDS : 189 mg/dl 
CT SCAN non kontras
CT SCAN post kontras
FOTO
THORAX
FOLLOW UP
07 Maret 2016

S O A P
KU: TSS Klinis:
Kesadaran: Somnolen Penurunan kesadaran, IVFD: I RL + I neurobion amp/ 12
GCS: E2V2M5 lateralisasi sinistra jam
TD : DIET: SV 6x200 cc
Lengan ka: 120/70mmHg Topis:
Penurunan kesadran Lengan ki: 130/80 meningen., Korteks Konservatif:
cerebri Dexamethason 4x1 amp (iv)
mmHg
Nadi : 70x/mnt Ceftriaxone 1x2 gr (iv)
Etiologi: Kemicetine 4x1 gr (iv)
Suhu : 36,5°C
Meningoensefalitis TB sucralfat syrup 3x IC
RR : 24x/mnt
Omeprazole 2x1 caps
Rangsang Meningen
Konsul Paru
Kaku kuduk : + Konsul RS Pokja
Brudzinski I : -
Brudzinski II : -/-
Kernig :-/-
Laseque : >70°/>70°

Motorik :
Kekuatan motorik
lateralisasi kiri
spastik
FOLLOW UP
08- 03 - 2016
S O A P
KU: TSS Klinis:
GCS: E4M6V (Afasia) Cephalgia,afasia
TD : motorik. IVFD: IVFD : I RL+ I neurobion
Lengan kanan : 120/80 mmHg Topis: amp / 24 jam
Sakit Lengan kiri : 120/70 mmHg Meningen, kortex DIET: SV 2X600 cc
kepala cerebri
Nadi : 100 x/mnt Konservatif:
Suhu : 36°C Etiologi: - Dexamethason 4x1 amp
RR : 33x/mnt Meningoensefalitis TB - Ceftriaxone 1x2 gr
- Kemicetine 4x1 gr
Rangsang Meningen - sucralfat syrup 3x IC
Kaku kuduk : + -Omeprazole 2x1 caps
Brudzinski I : -
Brudzinski II : -/- Jawaban konsul Pemeriksaan
Kernig: -/- Sputum BTA 3X, Tes Mantoux
Laseque : >70°/>70°

NIII, IV, VI ; sikap bola mata saat istirahat
simetris, ptosis -, strabismus -, exopthalmus
-, enopthalmus -, pergerakan bola mata
simetris kiri = kanan, pupil bulat isokor,
RCL +/+, RCTL +/+, R. Akomodasi +/+
N VII : sikap wajah saat istirahat
simetris, mimik biasa, kerut dahi baik,
kembung pipi baik, angkat alis baik,
menyeringai baik.

Motorik :
Kekuatan motorik 3333 4444
3333 4444
spastik
FOLLOW UP
10 - 03 - 2016
S O A P
KU: TSS Klinis:
GCS: E4M6V (Afasia) Cephalgia, afasia IVFD: I RL+ I neurobion amp / 24
TD : motorik, jam
Lengan kanan : 120/70 DIET: SV 6X200 cc
mmHg Topis:
Sakit kepala Lengan kiri : 120/80 Meningen, kortex - Dexamethason 4x1 amp (IV)
mmHg cerebri - Ceftriaxone 1x2 gr (IV)
Nadi : 80x/mnt - Kemicetine 4x1 gr (IV)
Suhu : 36,2°C Etiologi: - sucralfat syrup 3x IC
RR : 24 x/mnt Meningoensefalitis TB - Omeprazole 2x1
caps
Rangsang Meningen -asam mefenamat 3x1 tab
Kaku kuduk : +
Brudzinski I : -
Brudzinski II : -/-
 
Kernig: -/-
Laseque : >70°/>70°

Motorik :
Kekuatan motorik
3333 4444
3333 4444

Tonus :spastik
Trofi : eutrofi

Dinamis : telunjuk hidung :
baik
Telunjuk telunjuk : baik
FOLLOW UP
11-03-2016
S O A P
KU: TSS Klinis:
GCS: E4M6V (Afasia) Cephalgia,, afasia IVFD: I RL+ I neurobion amp / 24
TD : motorik jam
Lengan kanan : 130/80 DIET: SV 6X 200 ccr
mmHg Topis:
Sakit kepala Lengan kiri : 120/80 meningen, kortex - Dexamethason 4x1 amp (IV)
mmHg serebri - Ceftriaxone 1x2 gr (IV)
Nadi : 88x/mnt - Kemicetine 4x1 gr (IV)
Suhu : 36,2°C Etiologi: - sucralfat syrup 3x IC
RR : 19 x/mnt Meningoensefalitis TB - Omeprazole 2x1
caps
Rangsang Meningen -asam mefenamat 3x1 tab
Kaku kuduk : +
Brudzinski I : - -Rencana Lumbal Pungsi
Brudzinski II : -/-
Kernig: -/-
Laseque : >70°/>70°

Motorik :
Kekuatan motorik
3333 4444
3333 4444

Tonus :spastik
Trofi : eutrofi
FOLLOW UP
12-03-2016
S O A P
KU: TSS Klinis:
GCS: E4M6V (Afasia) Cephalgia,, afasia IVFD: I RL+ I neurobion amp / 24
TD : motorik jam
Lengan kanan : 130/80 DIET: Bubur
mmHg Topis:
Sakit kepala Lengan kiri : 120/70 meningien, kortex - Dexamethason 4x1 amp (IV)
mmHg serebri - Ceftriaxone 1x2 gr (IV)
Nadi : 86x/mnt - Kemicetine 4x1 gr (IV)
Suhu : 36,2°C Etiologi: - sucralfat syrup 3x IC
RR : 17 x/mnt Meningoensefalitis TB - Omeprazole 2x1
caps
Rangsang Meningen -asam mefenamat 3x1 tab
Kaku kuduk : +
Brudzinski I : - -Lumbal Pungsi
Brudzinski II : -/-
Kernig: -/-
Laseque : >70°/>70°

Motorik :
Kekuatan motorik
3333 4444
3333 4444

Tonus :spastik
Trofi : eutrofi
FOLLOW UP
14-03-2016 (ICU)(ICU)
S O A P
KU: TSB Klinis:
GCS: E2V2M3 (sopor) Penurunan kesadaran, IVFD: I RL+ I neurobion amp / 24
TD : jam
Lengan kanan : 100/70 Topis: - Dexamethason 4x1 amp (IV)
mmHg meningen, kortex - Ceftriaxone 1x2 gr (IV)
Penurunan Kesadaran Lengan kiri : 90/80 mmHg serebri - Kemicetine 4x1 gr (IV)
Nadi : 140x/mnt - sucralfat syrup 3x IC
Suhu : 37°C Etiologi: - Omeprazole 2x1
RR : 50 x/mnt Meningoensefalitis TB caps
-asam mefenamat 3x1 tab
Rangsang Meningen
Kaku kuduk :tidak dilakukan -Konsultasi Paru
Brudzinski I :tidak dilakukan
Brudzinski II : tidak
dilakukan
Kernig: tidak dilakukan
Laseque: tidak dilakukan

Motorik :
Kekuatan motorik
:lateralisasi kiri
Tonus :spastik
Trofi : eutrofi
FOLLOW UP
15-03-2016 (ICU)
S O A P
KU: TSB Klinis:
GCS: E3VM4 (ETT) Penurunan kesadaran, IVFD: I RL+ I neurobion amp / 24
TD : jam
Lengan kanan : 100/70 Topis:
mmHg meningen, kortex - Dexamethason 4x1 amp (IV)
Penurunan Kesadaran Lengan kiri : 90/80 mmHg serebri - Ceftriaxone 1x2 gr (IV)
Nadi : 100x/mnt - Kemicetine 4x1 gr (IV)
Suhu : 37°C Etiologi: - sucralfat syrup 3x IC
RR : 20 x/ventilator menigoensefalitis TB - Omeprazole 2x1
caps
Rangsang Meningen
Kaku kuduk :tidak dilakukan -Jawaban Konsul : Rontgen Foto
Brudzinski I :tidak dilakukan thorax+ OAT
Brudzinski II : tidak
dilakukan
Kernig: tidak dilakukan
Laseque: tidak dilakukan

Motorik :
Kekuatan motorik
:lateralisasi kiri
Tonus :spastik
Trofi : eutrofi
FOLLOW UP
16-03-2016 (ICU)
S O A P
KU: TSS Klinis:
GCS: E4VM4 (Afasia) Penurunan kesadaran, IVFD: I RL+ I neurobion amp / 24
TD : jam
Lengan kanan : 120/80 Topis: DIET: Bubur
mmHg Meningen, korteks
Penurunan Kesadaran Lengan kiri : 100/80 serebri - Dexamethason 4x1 amp (IV)
mmHg - Ceftriaxone 1x2 gr (IV)
Nadi : 90x/mnt Etiologi: - Kemicetine 4x1 gr (IV)
Suhu : 37°C Meningoensefalitis TB - sucralfat syrup 3x IC
RR : 20 x/mnt - Omeprazole 2x1
caps
Rangsang Meningen -Rifampisin 1x450 mg
Kaku kuduk :tidak dilakukan
Brudzinski I :tidak dilakukan -etambutol 1x1000 mg
Brudzinski II : tidak - atorvastatin 1x20
dilakukan mg
Kernig: tidak dilakukan - bisoprolol 1x2,5 mg
Laseque: tidak dilakukan - ISDN ½ tab (k/p nyeri)
- fluconazole 1x200
Motorik : mg
Kekuatan motorik
:lateralisasi kiri
Tonus :spastik
Trofi : eutrofi
FOLLOW UP
17-03-2016 (ICU)
S O A P
KU: TSS Klinis:
GCS: E4VM4 (Afasia) Penurunan kesadaran, IVFD: I RL+ I neurobion amp / 24
TD : jam
Lengan kanan : 130/80 Topis: DIET: Bubur
mmHg meningen, kortex
Penurunan Kesadaran Lengan kiri : 100/80 serebri - Dexamethason 4x1 amp (IV)
mmHg - Ceftriaxone 1x2 gr (IV)
Nadi : 90x/mnt Etiologi: - sucralfat syrup 3x IC
Suhu : 36,2°C Meningoensefalitis TB - Omeprazole 2x1
RR : 20 x/mnt caps
-Rifampisin 1x450 mg
Rangsang Meningen
Kaku kuduk :tidak dilakukan -etambutol 1x1000 mg
Brudzinski I :tidak dilakukan -INH 1 x 300 mg
Brudzinski II : tidak - pirazinamid 1 x 1000
dilakukan mg
Kernig: tidak dilakukan - atorvastatin 1x20
Laseque: tidak dilakukan mg
- bisoprolol 1x2,5 mg
Motorik : - ISDN ½ tab (k/p nyeri)
Kekuatan motorik - fluconazole 1x200
:lateralisasi kiri mg
Tonus :spastik
Trofi : eutrofi

_
FOLLOW UP
18-03-2016 (ICU)
S O A P
KU: TSS Klinis:
GCS: E4VM4 (Afasia) Penurunan kesadaran, IVFD: I RL+ I neurobion amp / 24
TD : jam
Lengan kanan : 130/80 Topis: DIET: Bubur
mmHg meningen, kortex
Penurunan Kesadaran Lengan kiri : 120/80 serebri - Dexamethason 4x1 amp (IV)
mmHg - Ceftriaxone 1x2 gr (IV)
Nadi : 90x/mnt Etiologi: - sucralfat syrup 3x IC
Suhu : 36,2°C Meningoensefalitis TB - Omeprazole 2x1
RR : 24 x/mnt caps
-Rifampisin 1x450 mg
Rangsang Meningen
Kaku kuduk :tidak dilakukan -etambutol 1x1000 mg
Brudzinski I :tidak dilakukan -INH 1 x 300 mg
Brudzinski II : tidak - pirazinamid 1 x 1000
dilakukan mg
Kernig: tidak dilakukan - atorvastatin 1x20
Laseque: tidak dilakukan mg
- bisoprolol 1x2,5 mg
Motorik : - ISDN ½ tab (k/p nyeri)
Kekuatan motorik - fluconazole 1x200
:lateralisasi kiri mg
Tonus :spastik
Trofi : eutrofi

_
FOLLOW UP
19-03-2016 (ICU)
S O A P
KU: TSS Klinis:
GCS: E4VM4 (Afasia) Penurunan kesadaran, IVFD: I RL+ I neurobion amp / 24
TD : jam
Lengan kanan : 150/80 Topis: DIET: Bubur
mmHg meningen, kortex
Penurunan Kesadaran Lengan kiri : 130/80 serebri - Dexamethason 4x1 amp (IV)
mmHg - Ceftriaxone 1x2 gr (IV)
Nadi : 90x/mnt Etiologi: - sucralfat syrup 3x IC
Suhu : 36,4°C Meningoensefalitis TB - Omeprazole 2x1
RR : 23 x/mnt caps
-Rifampisin 1x450 mg
Rangsang Meningen
Kaku kuduk :tidak dilakukan -etambutol 1x1000 mg
Brudzinski I :tidak dilakukan -INH 1 x 300 mg
Brudzinski II : tidak - pirazinamid 1 x 1000
dilakukan mg
Kernig: tidak dilakukan - atorvastatin 1x20
Laseque: tidak dilakukan mg
- bisoprolol 1x2,5 mg
Motorik : - ISDN ½ tab (k/p nyeri)
Kekuatan motorik - fluconazole 1x200
:lateralisasi kiri mg
Tonus :spastik
Trofi : eutrofi

_
FOLLOW UP
21-03-2016 (ICU)
S O A P
KU: TSS Klinis:
GCS: E4VM4 (Afasia) Penurunan kesadaran, IVFD: I RL+ I neurobion amp / 24
TD : jam
Lengan kanan : 100/70 Topis: DIET: Bubur
mmHg meningen, kortex
Penurunan Kesadaran Lengan kiri : 100/70 serebri - Dexamethason 4x1 amp (IV)
mmHg - Ceftriaxone 1x2 gr (IV)
Nadi : 100x/mnt Etiologi: - sucralfat syrup 3x IC
Suhu : 36,5°C Meningoensefalitis TB - Omeprazole 2x1
RR : 31x/mnt caps
-Rifampisin 1x450 mg
Rangsang Meningen
Kaku kuduk :tidak dilakukan -etambutol 1x1000 mg
Brudzinski I :tidak dilakukan -INH 1 x 300 mg
Brudzinski II : tidak - pirazinamid 1 x 1000
dilakukan mg
Kernig: tidak dilakukan - atorvastatin 1x20
Laseque: tidak dilakukan mg
- bisoprolol 1x2,5 mg
Motorik : - ISDN ½ tab (k/p nyeri)
Kekuatan motorik - fluconazole 1x200
:lateralisasi kiri mg
Tonus :spastik
Trofi : eutrofi

_
PEMERIKSAAN PENUNJANG

PEMERIKSAAN CAIRAN OTAK
Usia ≥ 36 tahun (skor +2) Skor total ≤ +4 meningitis tuberculosis
atau < 36 (skor 0) >+4 meningitis bakterialis
Leukosit darah (103/ml) > 15.000 (skor +4) (90-99% sensitif, 79-82% spesifik)
atau < 15.000 (skor 0)
Riwayat penyakit ≥ 6 hari (skor -5)
atau < 6 hari (skor 0)
Total leukosit LCS (103/ml) ≥ 750 (skor +3)
atau < 750 (skor 0)
Neutrofil LCS ≥ 90% (skor +4)
atau < 90% (skor 0)
PENATALAKSANAAN
Jenis Dosis (mg/kgBB) Dosis maksimal Efek samping
(mg)
Rifampisin 10 (2bulan 600 Hepatitis,
pertama) gangguan GI,
neuritis optik,
flu like symptom
INH 5 (2bulan 450 Neuropati,
pertama) hepatitis
Pirazinamid 25 (2bulan 2.000 Gangguan hati
pertama)
Streptomisin 20 1.000 Ototoksik,
nefrotoksik
Ethambutol 20 (2bulan 1.200 Neuritis optik,
pertama) ketajaman
penglihatan
berkurang