You are on page 1of 12

Penatalaksanaan Syok

Anafilaktik
• Seorang laki-laki berumur 65 tahun berobat ke IGD RS
FK UKRIDA karena nyeri hebat di sebelah kanan atas
abdomen sejak 1 jam yang lalu, oleh dokter yang
bertugas didiagnosis dengan kolik batu empedu dan
dilakukan tindakan penyuntikan obat penghilang nyeri
(NSAID). Tidak lama kemudian mata pasien
membengkak dan pasien mengeluh sulit bernafas.

rm kasus • Seorang laki-laki berumur 65 tahun berobat ke IGD RS FK UKRIDA karena nyeri hebat di sebelah kanan atas abdomen • Seorang laki-laki berumur 65 tahun datang berobat ke igd rs sejak 1 jam yang lalu. oleh dokter yang bertugas didiagnosis ukrida karena nyeri hebat di sebelah kanan atas abdomen dengan kolik batu empedu dan dilakukan tindakan sejak 1 jam yang lalu. . Tidak lama kemudian mata pasien membengkak dan pasien mengeluh sulit bernafas.disuntikan penyuntikan obat penghilang nyeri (NSAID).

Pemeriksaan fisik Pemeriksaan fisik pp • Cek respon • Cek TTV • Nadi. somnolen. stupor. coma . suhu. apatis. delirium. RR. TD • Cek darah: hitung eosinophil darah tepi meningkat atau normal • Cek kesadaran • Ig e • Compos mentis.

keringat berlebihan dan kulit lembab • Bibir dan kuku jari tangan tampak kebiruan • Nyeri dada • Kulit Lembab Dan Dingin • Pembentukan Air Kemih Berkurang Atau Sama Sekali Tidak • Kondisi fisiologis yg ditandai dgn penurunan signifikan perfusi Terbentuk Air Kemih jaringan sistemik.pernafasan dangkal . Lemah dan sampai tidak sadarkan diri . yg menyebabkan penurunan suplai oksigen ke jaringan • Pusing • Pingsan • Tekanan Darah Rendah (Hipotensi). pucat. tapi Tidak semua hipotensi adalah syok • Denyut nadi yang cepat.Syok Tanda tanda • Gelisah.

. • Syok neurologic. Syok sepsis ditandai dengan adanya gambaran syok dan infeksi seperti demam. gagal ginjal. gangguan pernafasan. Biasa terjadi karena perdarahan.Syok kardiogenik merupakan sindroma klinis yang disebabkan penurunan curah jantung yang menyebabkan hipoksia jaringan dengan volume intravaskular yang adekuat • Syok sepsis. pendarahan gastrointestinal. gangguan metabolism. gangguan kardiovaskular. dan kehilangan cairan ekstraseluler. • Syok hipovolemik. disebabkan oleh volume sirkulasi yang tidak adekuat dan berakibat pada perfusi yang tidak adekuat. kehilangan plasma. Syok hipovolemik merupakan kondisi medis dimana terjadi kehilangan cairan yang cepat yang berakhir pada kegagalan beberapa organ. Syok sepsis merupakan syok yang terjadi karena infeksi kuman gram negatif (endotoksin). gangguan hematologik. dd • Syok kardiogenik . dan disfungsi multi organ.

. Ini juga telah didefinisikan sebagai reaksi alergi yang serius yang terjadi secara cepat pada onset dan dapat menyebabkan kematian.Wd • Syok anafilatik • Anafilaksis adalah tipe hipersensitivitas umum langsung reaksi parah yang mempengaruhi beberapa sistem organ dan ditandai pada yang paling berat oleh bronkospasme. angioedema saluran napas bagian atas dan / atau hipotensi.

patofisiologi .

. bradikinin dan beberapa bahan vasoaktif lain dari granula yang di sebut dengan istilah preformed mediators. Fase Efektor adalah waktu terjadinya respon yang kompleks (anafilaksis) sebagai efek mediator yang dilepas mastosit atau basofil dengan aktivitas farmakologik pada organ organ tertentu. meningkatkan permeabilitas kapiler yang nantinya menyebabkan edema. saluran nafas atau saluran makan di tangkap oleh Makrofag. Alergen yang sama tadi akan diikat oleh Ig E spesifik dan memicu terjadinya reaksi segera yaitu pelepasan mediator vasoaktif antara lain histamin. sekresi mucus. Pada kesempatan lain masuk alergen yang sama ke dalam tubuh. Sel plasma memproduksi Ig E spesifik untuk antigen tersebut kemudian terikat pada reseptor permukaan sel Mast (Mastosit) dan basofil. Sedangkan fase aktivasi merupakan waktu selama terjadinya pemaparan ulang dengan antigen yang sama sampai timbulnya gejala. • Mastosit dan basofil melepaskan isinya yang berupa granula yang menimbulkan reaksi pada paparan ulang. Fase sensitisasi merupakan waktu yang dibutuhkan untuk pembentukan Ig E sampai diikatnya oleh reseptor spesifik pada permukaan mastosit dan basofil. Histamin memberikan efek bronkokonstriksi. agregasi dan aktivasi trombosit. serotonin. Beberapa faktor kemotaktik menarik eosinofil dan neutrofil. dan vasodilatasi. Prostaglandin leukotrien yang dihasilkan menyebabkan bronkokonstriksi. Mekanisme anafilaksis melalui 2 fase. Makrofag segera mempresentasikan antigen tersebut kepada Limfosit T.• mengelompokkan anafilaksis dalam hipersensitivitas tipe I (Immediate type reaction). • Alergen yang masuk lewat kulit. • Ikatan antigen-antibodi merangsang degradasi asam arakidonat dari membran sel yang akan menghasilkan leukotrien (LT) dan prostaglandin (PG) yang terjadi beberapa waktu setelah degranulasi yang disebut newly formed mediators. Hal ini menyebabkan penurunan aliran darah balik sehingga curah jantung menurun yang diikuti dengan penurunan tekanan darah. Kemudian terjadi penurunan tekanan perfusi yang berlanjut pada hipoksia ataupun anoksia jaringan yang berimplikasi pada keaadan syok yang membahayakan penderita. Serotonin meningkatkan permeabilitas vaskuler dan Bradikinin menyebabkan kontraksi otot polos. • Vasodilatasi pembuluh darah yang terjadi mendadak menyebabkan terjadinya fenomena maldistribusi dari volume dan aliran darah. yaitu fase sensitisasi dan aktivasi. Platelet activating factor (PAF) berefek bronkospasme dan meningkatkan permeabilitas vaskuler. IL13) yang menginduksi Limfosit B berproliferasi menjadi sel Plasma (Plasmosit). mukosa. dimana ia akan mensekresikan sitokin (IL4.

sebagian besar disebabkan oleh belum jelasnya definisi dari sindrom itu sendiri. dimana tanda dan gejala kulit (100%). pada individu yang benar-benar mengalami anafilaksis.epidemiologi • Insidensi anafilaksis secara pasti belum diketahui. Anafilaksis yang fatal relatif jarang. pernapasan (69%). • Dari studi epidemiologi meperlihatkan tiap tahun sebesar 30/100.000 orang dan 21/100. oral dan gastroentistinal (24%). Gejala dan tanda yang menyertai. dan kardiovaskuler (41%). hampir 1% terjadi kematian. .000 rata-rata insidensinya tiap tahun.

penatalaksanaa n .

 Bronkospasme persisten • individu yang mempunyai riwayat penyakit asma dan orang yang  Oedema Larynx (dapat mempunyai riwayat alergi terhadap banyak obat. • Penting menyadari bahwa tes kulit negatif. kemungkinan reaksi sebesar 1–3% dibandingkan dengan kemungkinan terjadinya reaksi 60%. tetapi tidak berarti  Relaps jantung dan pembuluh darah pasti penderita tidak akan mengalami reaksi anafilaktik. pencegahan komplikasi • Komplikasinya meliputi :  Henti jantung (cardiac arrest) dan nafas. . Orang dengan tes kulit negatif dan mempunyai riwayat alergi positif mempunyai (kardiovaskuler). bila tes kulit positif  Kerusakan otak permanen akibat syok. mengakibatkan kematian). pada umumnya penderita dapat mentoleransi pemberian obat-obat tersebut. mempunyai risiko lebih tinggi terhadap kemungkinan terjadinya syok anafilaktik.  Urtikaria dan angoioedema menetap sampai beberapa bulan • Kemungkinan rekurensi di masa mendatang dan kematian.

test provokasi) menyebabkan kematian. Pencegahan reaksi anafilaksis jarang dapat dilakukan dengan anamnesis. • Tergantung derajat • Ringan-sedang  th/ adekuat  ad bonam . dan tepat karena kondisi pasien mengancam nyawa.prognosis kesimpulan • • Penanganan yang cepat. sebelum dilakukan tindakan. cepat. Selalu sedia antidotum dan juga peralatan untuk kasus-kasus emergency. dan sesuai dengan • Syok anafilaktik merupakan kondisi gawat darurat yang prinsip kegawatdaruratan. serta pemeriksaan penunjang seperti test alergi (prick test. penanganannya harus dilakukan secara segera. tepat.