You are on page 1of 37

MEASLES

(RUBEOLA)

DEFINISI

- PENYAKIT AKUT YANG SANGAT MENULAR
- DISEBABKAN OLEH INFEKSI VIRUS YANG UMUMNYA
MENYERANG ANAK

EPIDEMIOLOGI

DI INDONESIA (SKRT) :
- PERINGKAT KE-5 DLM URUTAN 10 PENYAKIT UTAMA
PADA BAYI
- PERINGKAT KE-5 DLM URUTAN 10 PENYAKIT UTAMA
ANAK USIA 1-4 TAHUN

2

CAMPAK :

- PENYAKIT ENDEMIS (NEGARA SEDANG BERKEMBANG)

- DITEMUKAN SEPANJANG TAHUN

- DAYA TAHAN TUBUH ↓ → INFEKSI SEKUNDER /
PENYULIT :

1. BRONKOPNEUMONIA (75,2%)
2. GASTROENTERITIS (7,1%)
3. ENSEFALITIS (6,7%)
4. LAIN-LAIN (7,9%)

3

2% USIA 4 THN .MENURUT KELOMOK UMUR KASUS RANAP : * 17. KLB : * PEDESAAN (IMUNISASI ↓) * TRANSMIGRASI * DAERAH URBAN YG PADAT & KUMUH 4 .3% USIA 3 THN * 8..2% USIA 1 THN * 20.3% USIA 2 THN * 12.6% USIA < 1THN * 15.

BEBERAPA HARI PADA SUHU 0◦C 5 .ETIOLOGI VIRUS CAMPAK : .DI SEKRET NASOFARING & DARAH .34 JAM PADA SUHU KAMAR .SELAMA MASA TUNAS & DALAM WAKTU YG SINGKAT SESUDAH RUAM (+) VIRUS TETAP AKTIF : .

VIRUS CAMPAK : .Golongan paramyxovirus .DI LUAR TUBUH MANUSIA TDK KEKAL * SUHU KAMAR (3-5 HR) → 60% SIFAT INFEKTIVITAS (-) * MAMPU BERTAHAN DALAM KEADAAN DINGIN 6 .ORGANISME YG TDK MEMILIKI DAYA TAHAN TINGGI .

7 .

PATOGENESIS .PENULARAN → DROPLET MELALUI UDARA → 1-2 HARI SEBELUM TIMBUL GEJALA KLINIS s/d 4 HARI RUAM (+) 8 .VIRUS INFEKTIF → INFEKSI PADA MANUSIA .PENULARANNYA → SANGAT EFEKTIF .

Virus (penggandaan sgt minimal & jumlah virus ↓) ↓ Limfatik lokal ↓ Kgb regional ↓ Virus memperbanyak diri ↓ Penyebaran ke sel jaringan limforetikular (limpa) 9 .

saluran nafas. Infeksi awal 5-6 HARI ↓ masuk pembuluh darah & menyebar ke permukaan epitel ↓ orofaring. kandung kemih & usus 9-10 HARI ↓ fokus infeksi di epitel saluran nafas & konjungtiva ↓ nekrosis 1-2 lapis sel ↓ Virus >> → pembuluh darah ↓ Manifestasi klinis saluran nafas (batuk pilek) & konjungtiva merah 10 . kulit. konjungtiva.

otitis media dll 11 . ↓ Demam tinggi Tampak sakit berat Ulsera kecil pada mukosa pipi (bercak koplik) ↓ Daya tahan tubuh ↓ Ruam makulopapular (hari ke-14 infeksi) Daerah epitel yg nekrotik di nasofaring & sal nafas ↓ Infeksi bakteri sekunder : ↓ Bronkopneumonia.

10-12 HARI 2.KELUARNYA RUAM (mulai dari belakang telinga → muka. STADIUM AKHIR .GEJALA KLINIS KHAS : 1. badan. FARING .DITEMUKAN ERITEM PADA MUKOSA PIPI (BERCAK KOPLIK). lengan & kaki) YG DIDAHULUI DGN ↑ SUHU → HIPERPIGMENTASI & DESKUAMASI 12 .PERADANGAN MUKOSA KONJUNGTIVA 3. STADIUM PRODROMAL . STADIUM MASA TUNAS .GEJALA BATUK & PILEK YG ↑ .

DIAGNOSIS : → KELOMPOK GEJALA KLINIS  KORIZA (PILEK)  MATA MERADANG  BATUK  DEMAM TINGGI BEBERAPA HARI  RUAM KHAS  HIPERPIGENTASI & MENGELUPAS 13 .

RUAM KHAS : BELAKANG TELINGA ↓ MENYEBAR : ↓ MUKA → DADA → TUBUH → LENGAN & KAKI ↓ BERSAMAAN DENGAN MENINGKATNYA SUHU TUBUH ↓ HIPERPIGMENTASI ↓ MENGELUPAS 14 .

15 .

16 .

17 .

18 .

19 .

.TIDAK SEMUA KASUS MANIFESTASINYA SAMA & JELAS .DIAGNOSIS → KLINIS → IgM Spesifik 20 .GIZI KURANG : * RUAM S/D BERDARAH DAN MENGELUPAS * MENINGGAL SEBELUM RUAM TIMBUL .

INFEKSI STAFILOKOKUS 21 . EKSANTEM SUBITUM (ROSEOLA INFANTUM) 3.DIAGNOSA BANDING : 1. RUBELA (GERMAN MEASLES) 2. DEMAM SKARLATINA 4.

22 .

KONJUNGTIVITIS I. dll 23 . BRONKOPNEMONIA C. LARINGITIS AKUT B. ENTERITIS H. SSPE (Subacute Sclerosing Panensefalitis) F. OTITIS MEDIA AKUT G. ENSEFALITIS E. KEJANG DEMAM D.PENYULIT A.

Laringitis akut . sianosis dan stridor .1.Akibat edema hebat pada mukosa saluran nafas → yg bertambah parah saat demam ↑ .Demam ↓ : → keadaan membaik & gejala (-) 24 . sesak.Gejala : → Distres pernapasan.

virus campak 2. invasi bakteri .Suhu ↓ → gejala ↓ (kecuali batuk) → virus Suhu tidak ↓ → gejala tetap → invasi bakteri 25 .2.Dapat disebabkan : 1.Gejala : * batuk * takipne * ronki basah halus . Bronkopneumonia .

Periode demam → puncak demam (saat ruam keluar) 26 ..Penunjang : * foto toraks → infiltrat * leukositosis .Negara sedang berkembang → malnutrisi ↑→ Pneumoni > → bisa fatal jk antibiotik (-) 3. Kejang demam .

invasi langsung virus campak ke dlm otak . takipne.Timbul pada hari ke 4-7 setelah ruam (+) . imunologik 2. letargi. Ensefalitis .Insidensi 1 dari 1000 campak .4.Gejala : * kejang.Penyulit neurologik yg paling sering . iritabel * nyeri kepala. disorientasi 27 .Mortalitas 30-40% Sebagai akibat : 1. koma.

2 per 100.Insidensi : 0.6-2.Usia > muda → risiko > ↑ .Likuor : * pleositosis ringan * predominan sel mononuklear * protein ↑ ringan * glukosa normal 5.Gangguan tingkah laku & intelektual yg progresif → Inkoordinasi motorik & kejang 28 ..Masa inkubasi 7 tahun .000 infeksi campak . SSPE (Subacute Sclerosing Panensefalitis)  Kelainan degeneratif SSP akibat infeksi virus campak persisten .

Otitis media . Globulin (likuor) 2.Terapi (-) .Invasi bakteri → otitis media purulenta mastoiditis 29 ..Laboratorium : 1. Antibodi thd campak (serum) .Dari timbul gejala s/d meninggal : 6-9 bulan 6.Invasi virus ke telinga tengah (+) .

(+) pada hampir semua kasus campak .Akibat invasi virus ke dalam sel mukosa usus 8.Gejala : * mata merah * kelopak mata bengkak * lakrimasi * fotofobia * kadang invasi bakteri 30 .7. Enteritis . Konjungtivitis .Muntah dan diare pada fase prodormal .

Kontraksi aurikel .konjungtivitis dapat memburuk : * hipopion * pan-oftalmitis * kebutaan * ulkus kornea 9.Perpanjangan interval A-V .Hanya sementara 31 .Perubahan gelombang T . Sistim Kardiovaskuler ..

Purpuran trombositopenik c. Lain-lain a. Gangguan gizi 32 .10. partus prematurus. Adenitis servical b. Bumil : abortus. Aktivasi tuberkulosis e. kelainan kongenital d.

PENGOBATAN SIMTOMATIK : > DEMAM → ANTIPIRETIK > BATUK → ANTITUSIF > DAHAK → EKSPEKTORAN > KEJANG → ANTIKONVULSAN 33 .CUKUP CAIRAN & KALORI . TANPA PENYULIT → RAWAT JALAN .PENGOBATAN A.

PERBAIKAN KEADAAN UMUM : > KEBUTUHAN CAIRAN > DIET YANG MEMADAI . 200.000 IU 1 x (IDAI).VITAMIN A 100.JIKA MALNUTRISI (+) VITAMIN A 1500 IU / HARI .PENYULIT (+) → TH/ SESUAI PENYULIT 34 .B.000 IU (WHO) .BANGSAL → ISOLASI . DENGAN PENYULIT → RAWAT INAP RUMAH SAKIT .

Kotrimoksazol – sulfametoksazol (TMP 4 mg/kgBB/hari : 2 dosis) 35 .Ampisilin IV 100 mg/kgBB/hari : 4 dosis .Kloramfenikol IV 75 mg/kgBB/hari : 4 dosis → s/d sesak berkurang & pasien dpt per oral s/d 3 hari bebas demam → jika curiga infeksi spesifik uji tuberkulin setelah anak sehat kembali (3-4 minggu kemudian /anergi)  Otitis media : infeksi sekunder >> . Bronkopneumonia : .

5 ml → SC. Kombinasi dengan vaksin rubela dan parotitis epidemika Kegagalan vaksinasi : 1. efektivitas 90-95% Jenis vaksin : 1.PENCEGAHAN → IMUNISASI AKTIF PADA BAYI USIA 9 BULAN Dosis 0. Tunggal 2. Vaksin rusak 3. Pemberian imunoglobulin bersama-sama 36 . Antibodi yg dibawa sejak lahir menetralisir virus vaksin campak 2.

5C .TIMBUL 30 HARI PASCA IMUNISASI 37 . KEJANG DEMAM 3. RUAM : . DEMAM > 39.TIMBUL HARI KE 7-10 PASCA IMUNISASI .1 DARI 1 MILYAR DOSIS .PADA 5% KASUS . ENSEFALITIS / ENSEFALOPATI PASCA IMUNISASI .PADA 5-15% KASUS .BERLANGSUNG 2 HARI 2.MULAI HARI KE 5-6 PASCA IMUNISASI .BERLANGSUNG 2-4 HARI 4.GEJALA KIPI : 1.