You are on page 1of 58

Low back

pain
Supervisor Pembimbing:
dr. Asmaun Nadjamuddin, Sp.KFR

Mohd Asri Bin Khazali
Nurul Husna Binti Rashid
Mohd Shahir Bin Hassan
Shaufyqyn Binti Mohd Ezani
Muhammad Munawwar Masrur bin Adnan

Laporan kasus

Identitas Pasien
 Nama : Ny. M
 No RM : 76-66-99 (Poli Ws)
 Usia : 62 tahun
 Jenis Kelamin : Perempuan
 Pekerjaan : Ibu Rumah Tangga
 Status : Sudah menikah

Laporan kasus

Anamnesis

Keluhan utama :
Nyeri punggung
bawah

Riwayat penyakit
 Nyeri pada punggung bawah sejak ± tahun 2013.
 Nyeri dirasakan seperti tertusuk yang menjalar ke tungkai kiri.
 Nyeri bertambah jika berjalan banyak dan akan terasa kram di
kaki dan nyeri pasien akan berkurang jika beristirehat.
 Namun sejak kebelakangan ini, nyeri tidak akan berkurang
walau dengan istirehat atau minum obat tahan nyeri
 Pasien telah menjalani terapi di polik rehabilitasi medik RS
Wahidin sebanyak 3 kali, ada sedikit pembaikan, namun jika
pasien dapat duduk lama, pasien akan mulai terasa nyeri di
pinggang

Keluhan penyerta
 Pembengkakan (-)
 kekakuan sendi (-)
 keterbatasan lingkup gerak sendi (-)
 kelemahan pada ekstremitas (-)
 gangguan buang air kecil/besar (-)
 mual/muntah/ sakit kepala/pusing (-)
 batuk (-).

 Riwayat penyakit kencing manis tidak ada  Riwayat penyakit darah tinggi disangkal  Riwayat alergi obat tidak ada .Riwayat penyakit dahulu  Pasientidak pernah menderita penyakit yang sama sebelum ini  Riwayat batuk lama disangkal. riwayat pengobatan dengan OAT disangkal.

o Kontak. o Riwayat konsumsi minuman beralkohol. dalam keadaan sehat o Pasien tidak merokok. Riwayat Penyakit Keluarga  Hanya pasien yang sakit seperti ini Riwayat psikososial dan keluarga o mempunyai 2 orang anak laki-laki o Suami pasien adalah PNS. riwayat sering konsumsi makanan berlemak disangkal o Biaya pengobatan ditanggung BPJS . pengertian. suami pasien tidak merokok dan pasien jarang berada dilingkungan penuh asap rokok. dan komunikasi pasien dalam keadaan baik.

5o C . Pemeriksaan fisis Temuan bermakna  Keadaan umum : Baik  Tinggi Badan : 150 cm  Berat Badan : 55 Kg  Kesadaran : Composmentis. kontak (+)  Tanda vital : Tekanan Darah : 140/100 mmHg Nadi : 72 x/menit Pernapasan : 20 x/m Suhu : 36.

.Temuan bermakna Punggung : Inspeksi : Simetris kiri dan kanan Pasien berdiri dalam keadaan normal skoliosis/kifosis/ulkus dekubitus/ gibus/tanda radang (-) Palpasi : Nyeri tekan (-) Status neurologis: nervus cranialis I – XII dalam batas normal.

5cm) (27.gastrocnemius (29. - valgum Palpasi Krepitasi + + Oedema + - Cairan sinovial . + M.Pemeriksaan Neurologis Ekstremitas inferior dextra dan sinistra Dextra Sinistra Inspeksi Atrofi .5cm) Deformitas genu . - .

Pemeriksaan kekuatan Dextra Sinistra motorik Fleksi lutut 4+ 4+ Ekstensi lutut 4+ 4+ Dorso fleksi pergelangan 5 5 kaki Plantar fleksi pergelangan 5 5 kaki Inversi pergelangan kaki 5 5 Eversi pergelangan kaki 5 5 Dorso fleksi ibu jari kaki 5 5 Plantar fleksi ibu jari kaki 5 5 .

Refleks fisiologis Dextra Sinistra KPR ++ ++ APR + + Tes provokasi Dextra Sinistra Ballotement test . - Mc Murray test . - Sensibilitas + + (berkurang) (normal) . - Patella griding test . - Apley compression test . - Conta-patrick test . - Patrick test . - Apley dystruction test .

Pemeriksaan penunjang  Pemeriksaan Radiologi  Belum dilakukan pemeriksaan radiologi (MRI)  Pemeriksaan Laboratorium (01-Agustus-2017)  GDS : 100 mg/dL  Ur/Kr : 31/0.6 mmol/L .94 mg/dL  SGOT/SGPT : 18/12 U/L  Na/Cl/K : 146/108/3.

 Tujuan Penatalaksanaan Terapi : a. Daftar masalah  Medikal : Tidak ada  Surgical : Tidak ada  Rehabilitation Medicine : Impairment : Penderita menderita nyeri dari pinggang Disability : Pasien sulit berdiri setelah duduk lama dan saat bangun tidur di pagi hari karena nyeri dan sulit duduk lama kerana nyeri Handicap : Pasien masih mampu melakukan aktivitas fisik seharian tanpa bantuan dari wheelchair atau orang lain. Immediate goals: nyeri pada punggung bawah berkurang b. Ultimate goals: pasien bisa duduk. berjalan dan mengendarai motor tanpa rasa nyeri . berdiri.

c suspek HNP Diagnosis banding : TB Tulang Metastasis tumor . Diagnosis Diagnosis klinis : Ischialgia Diagnosis topis : Trauma miofasial Diagnosis etiologi : Ischialgia e.

Mecobalamin 1 tablet per hari . Meloxicam 2x15 mg 2. Diazepam 2x2 mg 3. Ranitidine 2 tablet per hari 4. Penatalaksanaan Farmokologi 1.

Non.farmakologi 1. Fisioterapi Evaluasi : Kontak (+) pengertian (+) komunikasi (+) Nyeri pada pinggang yang menjalar ke kedua tungkai Rencana Program : a) Infra Red Race (IRR) Tujuan : Preeliminary exercise Memperlancar sirkulasi darah Merelaksasi otot Mengurangi nyeri Dosis : Frekuensi : 3 x 1 minggu Intensitas :sesuai toleransi pasien Teknik : kontak langsung Time : 10 menit/area .

b) TENS Tujuan : mengurangi nyeri Dosis : Frekuensi : 3 x 1 minggu Intensitas : 100 mHz Teknik : contraplanar Time : 10 menit c) Back exercise Tujuan : penguluran (stretching) otot-otot fleksor. seimbangkan agar tercapai posisi ergonomis Dosis : Frekuensi : 3 x 1 minggu Intensitas : 3 gerakan. 8 kali hitungan/3 kali repetisi Teknik : gerakan sesuai instruksi dan hitungan Time : sesuai toleransi pasien . dan menguatkan otot-otot ekstensor.

dan memperbesar luas gerak sendi. Dosis : Frekuensi : 3 x 1 minggu Intensitas : 5 gerakan ke depan.d) Sepeda Statis Tujuan : untuk penguatan (strengthening). 10 kali ke belakang Teknik : gerakan sesuai instruksi dan hitungan Time : sesuai toleransi pasien .

Terapi Okupasi Evaluasi : Kontak (+) pengertian (+) komunikasi (+) Program : Saat ini belum diperlukan 2. Orthotik Prostetik Evaluasi : Masih terasa nyeri pada pinggang yang menjalar ke kedua tungkai Program : Penggunaan korset lumbosacral dan penggunaan knee decker. Psikologi Evaluasi : Kontak dan pengertian baik. . Program : Saat ini belum diperlukan. keinginan sembuh besar. 3. Program : Latihan berdiri dengan satu tungkai. Tidak nampak kecemasan atau depresi Motivasi sangat besar. Elevasi tungkai dengan cara menggunakan bantal di bawah lutut ketika tidur.1. 4. Home Program Evaluasi : Masih terasa nyeri pada pinggang yang menjalar ke kedua tungkai namun sudah berkurang.

Teori Rehabilisasi LBP .

 Otot abdomen. . PENDAHULUAN  Spine column terdiri dari tulang belakang (vertebra)  Vertebra ditutupi oleh lapisan tipis tulang rawan dan dipisahkan oleh shock-absorbing disk terbuat dari bahan seperti jelly dan tulang rawan. yang berjalan dari bagian bawah tulang rusuk ke panggul.  Saraf tulang belakang muncul melalui ruang antara tulang belakang dan terhubung dengan saraf di seluruh tubuh. dua otot spinae erector yang berjalan di balik sepanjang tulang belakang dan otot-otot paraspinal pendek yang berjalan antara vertebra.  Vertebra difiksasi dengan ligamen dan otot. yang meliputi dua otot iliopsoas yang berada di sepanjang kedua sisi tulang belakang. juga membantu menstabilkan tulang belakang dengan mendukung isi abdomen.

.

seperti sakit atau nyeri di punggung bawah. organ internal pada pelvis dan abdomen atau kulit yang menutupi area lumbar  Low back pain postural adalah suatu kondisi yang menyebabkan rasa sakit di punggung bawah tanpa trauma signifikan atau kerusakan jaringan. medula spinalis. dan saraf otot punggung bawah. selama kegiatan yang menempatkan berkelanjutan stres pada jaringan normal dan paling sering terjadi disebabkan berkelanjutan postur tubuh yang buruk . diskus intervertebralis. Pasien dengan sindrom postural hanya mengalami gejala. Definisi  Low back pain (LBP) adalah nyeri pada daerah punggung bawah yang berkaitan dengan masalah vertebra lumbar. ligamentum diantara tulang belakang dengan diskus.

keluarga.  Nyeri punggung bawah memang tidak menyebabkan kematian. maupun pemerintah. meskipun jarang menyebabkan gangguan yang mengancam kehidupan. masyarakat. . Epidemiologi  Low back pain adalah keluhan muskuloskeletal yang paling umum  Sebanyak 80% dari populasi di dalam titik kehidupan mereka akan mengalami low back pain.  Low back pain merupakan penyebab utama kecacatan bagi mereka yang berusia 19 sampai 45 tahun dan mempengaruhi setengah dari orang yang berusia lebih 60 tahun. namun menyebabkan pembatasan aktivitas sehingga individu yang mengalaminya menjadi tidak produktif sehingga akan menyebabkan beban ekonomi yang sangat besar baik bagi individu.

Etiologi  Strain otot dan sprain  Fibromyalgia ligamen  Radikulopathy lumbar  Osteoarthritis  Gangguan ginjal  Fraktur Kompresi  Kehamilan  Ruptur atau Herniated  Tumor Disk  Lumbal Spinal Stenosis  Spondylolisthesis .

Patofiologi Proses degeneratif Kehilangan proteinn sakarida Trauma Stress okupasi HNP Nukleus polposus terdorong Ujung saraf spinal tertekan Perubahan Nyeri Penurunan kerja refleks sensasi Gangguan mobilitas fisik .

Sign & symptoms A: NYERI PUNGGUNG BAWAH AKUT mengalami nyeri sepanjang distribusi dari akar lumbar saraf (nyeri radikuler). paling sering melibatkan saraf siatik (siatika). Siatika + defisit neurosensorik dan motor: -kesemutan -mati rasa -kelemahan di berbagai bagian kaki dan kaki .

dan anestesi pelana  Sejarah metastasis kanker di tulang  Infeksi tulang belakang .baru-onset usus atau inkontinensia kandung kemih atau retensi urin. hilangnya tonus spinkter anal. Sign & symptoms B : NYERI PUNGGUNG BAWAH KRONIK  Defisit sensorik dan motorik  Sindrom cauda equine .

Diagnosis 1. sebelumnya pernah tidak?  Apakah nyeri diawali oleh suatu kegiatan fisik tertentu? Apa pekerjaan sehari-hari? Adakah suatu trauma?  Dimana letak nyeri? (sebaiknya pasien sendiri yang disuruh menunjukkan dimana letak nyerinya). Ada tidak penjalaran?  Bagaimana sifat nyeri? Apakah nyeri bertambah pada sikap tubuh tertentu? Apakah betambah pada kegiatan tertentu?  Apakah nyeri berkurang pada waktu istirahat? . ANAMNESIS  Kapan mulai sakit.

atau gibus/deformitas kecil dapat teraba pada palpasi atau adanyaspasme otot para vertebral). . gibus. perhatikan lurus tidaknya tulang belakang.2.  Palpasi Palpasi sepanjang kolumna vertebralis (ada tidaknya nyeri tekan pada salah satu prosessus spinosus. ada tidak jalur spasme otot paravertebral. deformitas. berdiri. Inspeksi daerah punggung. kifosis. lordosis. PEMERIKSAAN FISIS  Inspeksi Perhatikan cara berjalan.  Pemeriksaan Neurologik Tujuan pemeriksaan ini adalah untuk memastikan apakah kasus nyeri punggungbawah adalah benar karena adanya gangguan saraf atau karena sebab yang lain. duduk.

positive jika nyeri pada betis dan nyeri berkurang bila lutut difleksikan . Tes-tes Provokasi d.3. Berjalan biasa b. fasikulasi. Motorik a. Tes Lasegue (straight leg raising) Pemeriksa secara perlahan menaikkan kaki pasien. PEMERIKSAAN MOTORIK Apakah ada kelumpuhan. atrofi. Berjalan dengan menggunakan tumit c.Kalau ada kelumpuhan segmen mana yang terganggu. Berjalan dengan menggunakan jari/jinjit 4.

Tes Lasegue (straight leg raising) .

Tes Bragard Pasien posisi supinasi. Jika terdapat nyeri. pemeriksa menggenggam tumit dengan satu tangan dan tangan yang lain memegang betis bagian depan. . Perlahan-lahan pemeriksa menaikkan kaki pasien kemudian menggerakkan kaki dengan posisi dorsiflexion. disebabkan karena peregangan saraf sciatik.b.

.

Positif jika terdapat nyeri pada gluteus dan sakral . Pasien posisi supinasi dengan satu kaki ekstensi dan kaki yang lain fleksi. Tes Patrick Membangkitkan nyeri di sendi panggul yang terjadi ganggguan. Sedangkan kontrapatrick dilakukan utnuk membangkitkan nyeri di sendi sacroiliaca yang mengalami gangguan.c. Malleolus Lateral yang fleksi diposisikan diatas lutut kaki yang lainnya. Tes Patrick positif jika merasa nyeri pada sendi panggul yang mengalami gangguan.

.

d. Pasien posisi pronasi kemudia pemeriksa memfleksikan kaki pasien (Heel to Gluteus). Tes ini positif jika terjadi fleksi hip selama manuver .kontraktur pada rectus femoris. kekakuan. Tes Ely Untuk menilai spastisitas.

Tes Ely .

. osteogenik.  Pemeriksaan elektromiografi. merupakan diagnosis pasti untuk membuktikan adanya keterlibatan radiks pada kasus-kasus tertentu. dan sebagian diskogenik.PEMERIKSAAN PENUNJANG Beberapa macam metode diagnostik yang dapat dipakai untuk memastikan penyebab low back pain:  Foto polos tulang belakang khususnya daerah lumbosakral yang bermanfaat untuk diagnostik faktor mekanik.

NSAID merupakan obat analgesic yang efektif untuk terapi LBP mekanik . Dosis maksimum adalah 4 g/d. Penatalaksanaan Farmakoterapi: Acetaminofen merupakan obat lini pertama yang baik pada LBP akut.

Non-farmakologi Program Rehabilitasi Medik  Terapi laser  Lumbar Support: Korset digunakan untuk pertahanan pasif untuk punggung.  Shortwave Diathermy: Terapi panas pada jaringan lebih dalam dengan alat radiasi elektromagnetik gelombang pendek dengan frekuensi 10&100 MHz  Traksi  Transcutaneous Electrical Nerve Stimulation (TENS) .

terutama otot punggung dan hamstring. Exercise: Tujuan pemberian latihan. yaitu :  Latihan penguatan dinding perut otot gluteus maksimus. .  Latihan peregangan otot yang memendek. yaitu :  Mengurangi hiperlordosis/memperbaiki postur tubuh. Prinsip pemberian latihan.2.  Membiasakan diri untuk melakukan gerakan-gerakan yang sesuai dengan biomekanik tulang punggung.

.

.

.

.

.

Teknik Latihan: b.Chin to c. Hips and Gluteus Stretches Chest  Hip Stretch  Lateral Flexion. Harmstring Stretches . Neck and Shoulder Stretches  Knee to Chest Stretch  Flexion Stretch.Ear to  Piriformis Muscle Stretch Shoulder d. Back Exercise Stretches  Stretching  Back Flexion Exercise a.

3. Penurunan berat badan diperlukan: Memodifikasi diet untuk mencapai berat badan ideal. lutut tertekuk untuk mengurangi tekanan pada punggung . Edukasi : Bataskan tirah baring. Pendekatan Nonfarmakologis seperti terapi panas dangkal atau terapi chiropractic. .

Proper Back Mechanic / Posisi Tubuh Yang Ekonomis:  Lakukan praktek postur tubuh yang baik  Menghindari memutar tubuh anda  Menolak objek . bukan menarik objek saat memindahkan objek  Dekatkan beban dengan tubuh anda saat mengangkat  Tekuk lutut dan kencangkan otot perut saat mengangkat  Hindari berlebihan beban .

memutar dan mengangkat benda berat  Hindari pekerjaan melibatkan getaran terus menerus .Modifikasi Kerja :  Sesuaikan area kerja untuk menghindari tekanan pada punggung  Sesuaikan ketinggian kursi atau meja kerja  Gunakan pendukung lumbar di kursi  Hindari berdiri terlalu lama dan tugas yang berulang  Hindari membungkuk.

Gambar : Postur tubuh ketika berdiri .

Gambar : Body Mechanics yang baik saat mengangkat objek .

Gambar : Posisi duduk membaca dan bekerja .

Gambar : Posisi memakai computer sesuaikan dengan ketinggian kursi atau meja .

Gambar : Posisi duduk yang baik .