You are on page 1of 23

Laporan Kasus

CVA Bleeding
Oleh :
Christianto Wisman(16710047)
Devi Naravita Fitrian (16710139)

Pembimbing:
dr. Syamsu Rahmadi, Sp.S

Identitas Pasien

• Nama : Ny. C
• Umur : 74 tahun
• Jenis Kelamin : Perempuan
• Alamat : Jalan pasir raya, Gedangan
• Pekerjaan : Ibu Rumah Tangga
• Suku/Bangsa : Jawa/Indonesia
• Tanggal MRS : 31 Oktober 2016
• Tanggal Pemeriksaan : 07 November 2016

Keluhan Utama • Kelemahan Anggota Gerak Kiri .

5 jam sebelum ke RS). Pasien juga mengeluh bicara pelo tiba- tiba. disertai rasa nyeri kepala cekot- cekot.30 ( 2. pasien mengeluh tangan dan kaki kiri lemah mendadak. Awalnya saat tanggal 31 Oktober 2016. Riwayat Penyakit Sekarang • Pasien datang ke IGD RSUD Sidoarjo tanggal 31 Oktober 2016 dengan keluhan tangan dan kaki kiri lemah. dan merasa tangan dan kaki kiri mati rasa jika disentuh . jatuh secara tiba-tiba saat pasien sedang berjalan-jalan pagi di depan rumah kurang lebih pukul 05.

pasien mendapat penanganan pada pukul 08. tidak ada kejang.5 jam setelah serangan). tidak ada muntah. Selama kejadian sampai saat ini pasien sadar. BAK lancar namun sulit BAB dan tidak ada gangguan pengelihatan.00 ( 2. Riwayat Penyakit Sekarang • Pasien dibawa ke IGD RSUD Sidoarjo dan tensi saat di IGD adalah 200/110. .

Riwayat Penyakit Dahulu • Hipertensi (+) jarang kontrol • DM di sangkal • Riwayat penyakit jantung. hiperkolesterolemia. stroke sebelumnya disangkal • Riwayat jatuh atau cedera kepala disangkal .

hiperkolesterolemia. . Riwayat Penyakit Keluarga • Tidak ada keluarga yang mempunyai sakit seperti ini • Riwayat hipertensi. penyakit jantung. diabetes melitus. dan stroke di dalam keluarga disangkal.

banyak bersantai • Riwayat merokok di sangkal • Konsumsi alkohol disangkal . Riwayat Sosial dan Kebiasaan • Aktivitas sehari-hari melakukan pekerjaan rumah tangga.

. Tidak pernah operasi sebelumnya. tidak ada obat-obatan yang diminum rutin. Riwayat Pengobatan • Pasien tidak memiliki riwayat pengobatan tertentu.

Pemeriksaan Fisik • Status Generalis • Keadaan umum : lemah • Kesadaran : compos mentis • TD :160/90 mmHg (TD di IGD : 200/110 mmHg) • N : 80x/menit • RR : 20x/menit • t : 36.5 oC .

bising usus + normal. perkusi timpani • Extremitas: Akral hangat kering merah + • oedema - . ronkhi -/- • Abdomen: Fatty. nyeri tekan – soefl +. Status Internistik • Kepala/leher: a/i/c/d = -/-/-/- Pembesaran KGB – • Thorax: Cor: S1 S2 Tunggal reguler Pulmo: vesikuler +/+. wheezing -/-.

Status Neurologis • GCS : 4-5-6 • Pupil : PBI 3mm/3mm • Refleks cahaya direk & indirek: +/+ • Meningeal sign • Kaku kuduk : - • Brudzinski I/II : -/- .

cranialis : • N. XII : parese S Central • Motorik : 52 52 • Sensorik : Hemihipesthesia S . Status Neurologis • N. VII : parese S Central • N.

Status Neurologis • Refleks Fisiologis • BPR : +2/+2 • TPR : +2/+2 • KPR : +2/+2 • APR : +2/+2 • Refleks Patologis • Babinski : -/+ • Chaddock : -/- • Hoffman : -/+ • Tromner : -/+ .

CVA Bleeding .• Siriraj Score : (2.1x110) – (3x0) -12 = +1 • Algoritma Gajah Mada: • Babinski (+) • Nyeri Kepala (+) • Penurunan Kesadaran (-) = S.5x0) + (2x0) + (2x1) + (0.

CVA Bleeding .XII S tipe Central Hipertensi stage II SSS +1 • Topis : Subkortikal • Etiologi : S.VII S tipe Central Parese N. Hemihipesthesia S Parese N. Diagnosis • Klinis : Hemiparese S.

kreatinin) • LFT (SGOT. CT • RFT (BUN. PPT. Planning Diagnosa • CT Scan Kepala tanpa kontras • DL • APTT. SGPT) • Foto Thorax • GDP • Kolestrol .

apabila dalam 24 jam pertama setelah awitan TDS >180 mmHg atau TDD >120 mmHg atau ada kerusakan target organ TD diturunkan 15% dari tensi semula atau 20% dari mean arteri blood pressure ( Labetalol 10-20 mg IV selama 1-2 menit diberikan selang 15-20 menit sampai tensi yang di inginkan atau dosis kumulatif 300 mg ) . Planning Terapi A. Umum Head up 300 Breath : 02 nasal 4 lpm bila sesak Blood : Monitoring TTV.

v 5-20mg bolus lambat. diikuti dengan phenytoin loading dose 15-20 mg/kg bolus kec. 4-6 x/hari bila terjadi peningkatan tekanan intrakranial ( tappering off ) .  Inf. Mannitol 6 x 100cc atau 0. Planning Terapi  Brain : Monitoring GCS. apabila kejang berikan diazepam i. 25-0.5 g/KgBB/X dalam waktu 15-30 menit. maks 50mg/menit.

apabila pasien jika tidak sadar pasang kateter. PZ 14 tpm. Planning Terapi  Bowel : Apabila tidak ada asupan nutrisi (Gangguan menelan atau kesadaran menurun) segera pasang NGT  Bladder : Inf. Jaga keseimbangan cairan dan elektrolit  Bone & Body Skin : Mobilisasi terbatas untuk mencegah ulkus dekubitus .

42 cc . Khusus Inj Citicolin 3 x 250 mg Inj mecobalamin 2x1 •Hasil CT scan kepala tanpa kontras di dapatkan kesimpulan: CVA Bleeding – ICH capsula interna dextra dengan volume: 3. Planning Terapi B.

menjelaskan kepada pasien agar kontrol rutin di poli penyakit saraf terdekat • Menjelaskan kepada pasien agar mengkonsumsi obat secara rutin . olahraga cukup • Berlatih menggunakan kaki dan tangan yang lemah • Jika pasien KRS. Edukasi • Menjelaskan kepada pasien dan keluarga pasien tentang kondisi pasien bahwa pasien masih membutuhkan perawatan beberapa hari di RS • Mengontrol tekanan darah : minum obat antihipertensi. mengurangi konsumsi garam.