You are on page 1of 32

SISTEm RUJUKAN

Kelompok 2

Aulia Yuspina
Darliah
Irfa Nur Faujiah
Mela Fitriani
Nadia Rosiana
Novi Nur Ratnasari
Resna Rahayu
Tetin Nafiah

Sistem RUJUKAN

Suatu sistem penyelenggaraan pelayanan
kesehatan melalui pelimpahan wewenang &
tanggungjawab atas kasus penyakit/
masalah kesehatan yang diselenggarakan
secara timbal balik, baik vertikal maupun
horizontal.

RUJUKAN HORIZONTAL Dilakukan antar yan kes dalam satu tingkatan Perujuk memiliki keterbatasan fasilitas. . peralatan atau tenaga (sdm) yang bersifat sementara atau menetap.

RUJUKAN VERTIKAL Dilakukan antar yan kes yang berbeda tingkatan Dapat dilakukan dari tingkat yan kes yang lebih rendah ke tingkat yan kes yang lebih tinggi Atau sebaliknya .

RUJUKAN VERTIKAL KE TK YANG LEBIH TINGGI Pasien membutuhkan pelayanan kesehatan spesialistik atau subspesialistik Perujuk memiliki keterbatasan fasilitas . peralatan dan atau ketenagaan .

utk kemudahan. efisiensi dan jangka panjang Perujuk memiliki keterbatasan sarana. prasarana. peralatan dan ketenagaan . RUJUKAN KE TK YANG LEBIH RENDAH Masalah kesehatan pasien dapat ditangani oleh faskes yg lebih rendah sesuai kompetensi dan kewenangannya Kompetensi dan kewenangan pelayanan tk pertama atau kedua lebih baik dlm menangani pasien tsb Pasien butuh pelayanan lanjutan.

.

.

Memudahkan aspek perencanaan . MANFAAT SISTEM RUJUKAN PEMERINTAH .Memperjelas sistem pelayanan kes  Krn ada hubungan kerja antar sarana faskes .Menghemat dana utk penyediaan sarana kesehatan di setiap faskes .

mempermudah masyarakat memperoleh pelayanan  karena telah diketahui dgn jelas fungsi dan wewenang setiap sarana kesehatan .LANJUTAN…… MASYARAKAT .Meringankan biaya pengobatan .

Menjalin kerja sama antar sarana kes  transfer of knowledge .Meringankan beban tugas  setiap sarana kes mempunyai tugas dan kewajiban tertentu .Lanjutan ……… PENYELENGGARA YAN KES .

DASAR HUKUM Permenkes no 001 tahun 2012 tentang sistem rujukan pelayanan kesehatan perorangan Undang-undang no36 tahun 2009 tentang kesehatan UNDANG-UNDANG no 40 TAHUN 2004 TENTANG SISTEM JAMINAN SOSIAL NASIONAL UNDANG-UNDANG no 24 TAHUN 2011 TENTANG BADAN PENYELENGGARA JAMINAN SOSIAL .

RUJUKAN KESEHATAN MASYARAKAT : • Rujukan sarana berupa antara lain bantuan laboratorium kesehatan. JENIS RUJUKAN 1. teknologi • Rujukan tenaga dalam bentuk antara lain dukungan tenaga ahli untuk penyidikan. • Rujukan operasional berupa antara .

pengobatan. RUJUKAN MEDIS Rujukan kasus untuk keperluan diagnostik. Rujukan bahan (spesimen) untuk pemeriksaan lab klinik yang lebih lengkap Rujukan ilmu pengetahuan antara lain dengan mendatangkan atau mengirim tenaga ahli/ berkompeten . tindakan operasi dll.2.

.

.

Pelayanan kesehatan tingkat pertama  yan kes dasar yang diberikan oleh FKTP b. Pelayanan kesehatan tingkat kedua.PELAYANAN KESEHATAN PERORANGAN a. yan kes oleh dr/ drg spesialis c. yan kes subspesialis . Pelayanan kesehatan tingkat ketiga.

SISTEM RUJUKAN BERJENJANG .

hanya ada di faskes tk iii Pertimbangan geografis Pertimbangan ketersediaan fasilitas .RUJUKAN BERJENJANG DIKECUALIKAN Keadaan gawat darurat Bencana. dgn kriteria yang ditetapkan oleh pemerintah pusat dan daerah Sudah tegak diagnosis dan r/ terapi .

JALUR RUJUKAN RUJUKAN PELAYANAN MEDIS • Antara masyarakat dengan puskesmas • Antara puskesmas pembantu/bidan di desa dengan puskesmas • Intern petugas / puskesmas rawat inap • Antar puskesmas atau puskesmas dengan rumah sakit. atau fasilitas pelayanan lainnya .

RUJUKAN YAN KESEHATAN MASYARAKAT • Dari puskesmas ke Dinas Kesehatan Kabupaten / Kota • Dari puskesmas ke instansi lain yang lebih kompeten baik intrasektoral maupun lintas sektoral. • Bila rujukan di tingkat Kabupaten Kota masih belum mampu menanggulangi. bisa diteruskan ke Propinsi / Pusat .

.

PENJELASAN SEBELUM MERUJUK Diagnosis . terapi dan tindakan medis yang diperlukan Alasan/ tujuan dilakukan rujukan Resiko / penyakit apabila tidak dirujuk dan yg mungkin timbul dalam perjalanan Transportasi rujukan .

bertujuan utk keselamatan pasien Melakukan komunikasi dgn penerima rujukan  memastikan bisa menerima Membuat surat pengantar Bila memerlukan asuhan medis terus-menerus  didampingi oleh tenaga kesehatan yang kompeten . YANG HARUS DILAKUKAN PERUJUK Pertolongan pertama yaitu tindakan stabilisasi kondisi pasien sesuai indikasi medis dan kemampuan.

FORMULIR RUJUKAN .

SURAT RUJUKAN PESERTA .

SURAT RUJUKAN BALIK .

PENERIMA RUJUKAN WAJIB MEMBERITAHU KONDISI PERKEMBANGAN PASIEN KEPADA PERUJUK .

SISTEM RUJUKAN DI PUSKESMAS • RUJUKAN KE RS TIPE C ATAU D • MASA BERLAKU RUJUKAN : A. PENYAKIT KRONIS : 3 BULAN B. SELAIN PENYAKIT KRONIS :1 BULAN • JUMLAH MAKSIMAL RUJUKAN : ≤ 5 % KUNJUNGAN .

R untuk rujukan 6.Upaya Meningkatkan Sistem Rujukan 1. Meningkatkan mutu puskesmas guna menampung rujukan dari puskesmas pembantu 2. . Meningkatkan komunikasi antar unit kesehatan 4. Setiap kecamatan ada puskesmas keliling 5. Mengadakan “pusat rujukan antara” di lokasi strategis 3. Ditingkatkan upaya dana sehat sebagai penunjang pembiayaan rujukan. Disediakan sarana R.