You are on page 1of 22

EVALUASI PENGENDALIAN KLB

RABIES DI KALIMANTAN BARAT
TAHUN 2016

Pontianak, 15 Desember 2016
Oleh : Drh. A. Manaf Mustafa
Selaku Ketua Satgas Tanggap Darurat KLB Rabies Prov. KALBAR
DATA GIGITAN HPR KALBAR
2014 S/D 13 DES 2016
2014 2015 2016
No. Kab/Kota
    GHPR VAR Lyssa GHPR VAR Lyssa GHPR VAR Lyssa
1. Ketapang 96  94 7  322 312  2 168 168  0
2. Melawi 20  13 7  184 156  2 36 22  0
3. Sintang        84  83 0  358 358 4
4. Kapuas Hulu        152 152  1  101 58 1
5. Bengkayang         168 128  0
6. Sanggau       15  15    252 173 5
7. Sekadau        6 6    26 25 1
8. Landak             80 73  0
JUMLAH 116 107 14 763 724 5 1189 1005 11

Ket:
- GHPR naik 35,8%
- VAR naik 27,9 %
- Lyssa naik 54,5%
KASUS GIGITAN ANJING DAN VAR
( 2014 S/D 13 Desember 2016)
Kasus VAR Meninggal
No
Kabupaten Kecamatan Gigitan (Orang) (Orang)
.
(Orang)
1. Melawi 11/11 239 191 9
2. Ketapang 20/14 586 574 9
3. Sintang 14/7 442 441 4
4. Kapuas 23/15 253 210 2
Hulu
5. Bengkayang 17/3 168 128 0
6. Landak 13/4 80 73 0
7. Sekadau 7/1 32 31 1
8. Sanggau 15/3 267 188 5

Jumlah 120/58 2.067 1.836 30
*sumber: Dinkes Prov. Kalbar
PENGENDALIAN KLB RABIES
TAHUN 2016

1. STATUS KLB TD RABIES
2. VAKSINASI & ELIMINASI
3. KIE
4. SURVEILANCE
5. PENGENDALIAN LALULINTAS
HPR
No Kab/Kota SK
. KLB Tanggap Terbit
Darurat (KLB
TD)
1 Ketapang + -
2 Melawi + -
3 Kapuas Hulu + + Agst
2016
4 Bengkayang + -
5 Sekadau - -
6 Sanggau + + Agst
2016
2. VAKSINASI & ELIMINASI
POPULASI, VAKSINASI & ELIMINASI 13 Des 2016
N Kab/Kota Popula Vaks Eliminasi Cakupan
o si (Ekor) (Ek) vaks
l. Melawi 8.083 4773 ? 59,04%
2. Ketapang 9.869 3758 ? 38,07 %
3. Sintang 9.766 5144 127 52,67%
4. Kapuas 15.211 6320 ? 41,54%
Hulu
5. Bengkayan 20.607 2910 ? 14,12%
g
6. Landak 53.851 10167 ? 18,87%
7. Kubu Raya 3.268 568 ? 17,38
8. Sanggau 21.368 6790 ? 31,77%
9. Singkawan 5.730 400 ? 6,98%
g
10 Sekadau 11.183 4224 ? 37,7%
.
11 Pontianak 1.541 700 ? 45,42%
.
12 Mempawah 16.676 400 ? 2,3%
DISTRIBUSI VAKSIN 2015-2016
No. Kab/Kota APBD DITJEN I DITJEN II PADANG APBN DITJEN III TOTAL III
1 Ketapang 1500 1000 0 0 1300 1000 4800
2 Melawi 1000 0 0 1000 2000 2000 6000
3 Sintang 1300 1500 0 0 2000 2000 6800
4 Kapuas Hulu 1000 0 4000 0 2000 3000 10000
5 Kayong Utara 0 0 0 0 700 0 700
6 Sekadau 0 2500 2000 0 1800 3300 9600
7 Sanggau 0 2000 0 100 800 6000 8900
8 Pontianak 200 0 0 0 500 0 700
9 Kubu Raya 0 0 0 0 600 0 600
10 Mempawah 0 0 0 400 400 0 800
11 Kota 
Singkawang 0 1000 0 200 400 0 1600
12 Sambas 0 0 0 0 400 0 400
13 Bengkayang 0 0 500 1800 1000 2000 5300
14 Landak 0 1000 500 400 4500 5700 12100
15 Pelatihan 0 0 0 1100 0 0 1100
TOTAL 5000 9000 7000 5000 18400 25000 69400
SDM VAKSINATOR RABIES YANG TELAH
DILATIH

Total: 250 orang
(50 Tim)
Note: 1 Tim terdiri dari: 1 Vaksinator, 3 dog catcher, 1 administrasi
LOGISTIK VAKSINASI TAHUN
2016
No Nama Barang Jumlah
.
1. Cooling Box 84
2. Collar 27.175
3. Spuit 23.400
4. Gloves 27 box
5. Jaring 68
6. Klem Penjepit 28
7. Rabies Rapid Test 30
3. KOMUNIKASI, INFORMASI &
EDUKASI (KIE)
KIE R A B I E S (2016)
4. SURVEILANCE

Hasil Uji Titer Antibody Tahun
2016
No Kabupaten Jml Nilai Kesimpulan
Samp < 0,5 > 0,5 hasil uji
el EU EU

1. Sintang 50 7 43 86% protektif
2. Melawi 33 6 27 81,8% protektif
3. Sanggau 20 3 17 85% protektif
4. Bengkayang 50 47 3 6 % protektif
5. Landak 51 22 29 56,8 %
protektif
* 6.
Sumber: UPT Laboratorium
Ketapang 98 Keswan
61 Kesmavet
37 Prov.
37,75%
Kalbar protektif
HASIL PEMERIKSAAN SAMPEL KEPALA
ANJING (Tahun 2015-2016)
No. Kab/kota Spesimen
Jumlah FAT (+)
1. Melawi 3 3
2. Kapuas Hulu 4 3
3. Ketapang 4 3
4. Landak 2 1
5. Sintang 2 2
6. Bengkayang 2 2
7. Sekadau 2 2
8. Sambas 1 0
Jumlah 20 16
HASIL PEMERIKSAAN SAMPEL KEPALA
ANJING
DIAGNOSA RABIES (OBSERVASI &
PEMERIKSAAN OTAK) – (RIAD, FAT)
RENCANA KEGIATAN
PENGENDALIAN RABIES TAHUN
2017
• Pengadaan vaksin rabies sebanyak
50.000 dosis (dekonsentrasi), 8.250
dosis (APBD I)
• Eliminasi
• Sosialisasi Rabies
• KIE Rabies
• Surveilans post vaksinasi di 8
kabupaten tertular (400 sampel)
• Pengiriman Tim Provinsi utk Vaksinasi
Massal di Kab/kota
PERMASALAHAN/KENDALA
• Luasnya wilayah tidak sebanding dengan
SDM, Anggaran, serta keterbatasan Sarana
dan Prsarana (Tranportasi. Kulkas dll)
• Infrastruktur dasar (jalan, listrik)
• Sosial Budaya dan rendahnya pengetahuan
masyarakat.
• Check point (antar provinsi) tidak efektif
lagi.
• Keterbatasan VAR, SAR
• Data populasi HPR masih bersifat perkiraan
• Tidak adanya otoritas veteriner di tingkat
Kabupaten/kota
• Kurangnya komitmen Kepala Daerah
• Lemahnya penegakan hukum
KESIMPULAN DAN SARAN
• Wabah Rabies relatif terkendali walaupun ada kenaikan
kasus dibandingkan tahun 2015 dan Kab/kota masih dituntut
melaksanakan pengedalian secara optimal terutama
vaksinasi dengan target minimal 70% dari populasi HPR.
• Populasi HPR dijadikan dasar dalam optimalisasi
pengendalian Rabies oleh karena itu perhitungan dengan
random sampling harus segera dilaksanakan oleh Kab/Kota
• Pelaporan kasus dan kegiatan vaksinasi HPR belum
sepenuhnya menggunakan iSIKHNAS (satu pintu)
• KIE (pelajar/generasi muda) dalam bentuk edukasi dan
pemutaran film sangat efektif dalam memahami dan
menggerakan partisipasi masyarakat.
• Dari uji titer antibody Rabies ada beberapa lokasi perlu
dilakukan vaksinasi ulang (booster) walaupun belum dapat
dilaksanakan di seluruh lokasi kab/kota
BAHAN DISKUSI

1. STATUS KLB/ TANGGAP DARURAT DAN
SATGAS (MASIH DILANJUTKAN???)
2. POPULASI HPR (RANDOM SAMPLING)
3. PENGADAAN LOGISTIK (VAKSIN;
COLAR; RANTAI DINGIN, KANDANG
OBSERVASI, SPUIT, THERMOS VAKSIN
DLL) DENGAN TARGET 70%
4. SURVEILANCE
5. PELAPORAN (iSIKHNAS)
6. BIAYA OPERASIONAL PETUGAS
7. KELEMBAGAAN (KOMDA; DINAS DLL)
TERIMA KASIH