You are on page 1of 13

PERATURAN

MENTERI DALAM NEGERI REPUBLIK
INDONESIA
NOMOR 21 TAHUN 2013

“Optimalisasi Peranan Dan Kapasitas
Pemerintah Daerah Dalam Upaya Penanganan
Kondisi Darurat Narkoba”

POLRI dan antara Pemerintah Pusat dan Pemerintah Daerah . Kemenkeu (Bea Cukai). DARURAT NASIONAL PENYALAHGUNAAN NARKOBA 1. 7. birokrat. dan akademisi DARURAT NASIONAL PENYALAHGUNAAN NARKOBA 5. Dampak penyalahgunaan narkoba mengakibatkan 40-50 WNI meninggal dunia per hari 4. Peningkatan jumlah kasus penyalahgunaan narkoba dari 28. Meningkatnya penyalahgunaan narkoba membahayakan perkembangan SDM dan mengancam kehidupan berbangsa dan bernegara. Kemenkes.2 juta jiwa (2013) 2.623 kasus (2013) menjadi 35. Peningkatan jml penyalahgunaan narkoba di Indonesia dari 3. Kemendagri. Penyalahgunaan narkoba telah merambah berbagai kalangan termasuk pelajar. Mayoritas pelaku penyalahgunaan narkoba berasal dari kelompok usia produktif 6.3 juta jiwa (2008) meningkat menjadi 4. Kemensos.436 kasus (2014) 3. legislatif. Dalam pencegahan penyalahgunaan narkoba diperlukan sinergitas antar K/L di level Pemerintah Pusat antara lain BNN.

Kabupaten/Kota .12/966/SJ tanggal 20 Februari 2014 tentang Sosialisasi Peraturan Menteri Pelaksanaan Kebijakan Dalam Negeri Nomor 21 Tahun Pemerintahan di Bidang 2013 tentang Fasilitasi P4GN Pencegahan Narkotika pada beberapa SKPD Provinsi. FASILITASI KEMENDAGRI DALAM RANGKA OPTIMALISASI PERAN DAN KAPASITAS PEMDA DALAM UPAYA PENANGANAN KONDISI DARURAT NARKOBA Penerbitan Surat Edaran Menteri Penerbitan Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 358/8945/SJ Dalam Negeri Nomor 21 Tahun tanggal 27 Desember 2013 tentang 2013 tentang Fasilitasi Penanganan Penyalahgunaan Pencegahan Penyalahgunaan Narkoba Narkotika FASILITASI Penerbitan Surat Edaran KEMENDA Menteri Dalam Negeri GRI Nomor 220/104/SJ tanggal 3 Januari 2014 tentang Tindak Penyusunan Nota Kesepahaman antara lanjut Permendagri Nomor Menteri Dalam Negeri 21 Tahun 2013 tentang dengan Badan Narkotika Fasilitasi Pencegahan Nasional Nomor Penyalahgunaan Narkotika NK/02/II/2014/BNN dan 471.

PERATURAN KEMENDAGRI NO. 21 THN 2003 BAB II TENTANG FASILITASI PENCEGAHAN DAN PENANGGULANGAN NARKOTIKA PASAL (3) AYAT (3) “PELAKSANAAN FASILITASI DILAKUKAN OLEH KEPALA SKPD YANG TERKAIT DENGAN PENCEGAHAN DAN PENYALAHGUNAAN NARKOTIKA YANG DIKOORDINASIKAN OLEH KEPALA SKPD YANG MEMBIDANGI URUSAN KESATUAN BANGSA DAN POLITIK (KESBANGPOL) .

3. FORUM PENCEGAHAN KEWASPADAAN DINI PENYALAHGUNAA MASYARAKT & N NARKOTIKA KOMUNITAS INTELIJEN . 6. (B) MENINGKATKAN Partisipasi Rakyat PARTISIPASI MASYARKT PASAL (4) DLM RANGKA PENCEGAHAN GUBERNUR DAN PENYALAHGUNA BUPATI/ NARKOTIKA WALIKOTA DLM (C) MELAKUKAN KEMITRAAN/ KERJASAMA DLM RANGKA MELAKUKAN PENCEGAHAN PENYALAHGUNAAN FASILITASI . 6. Pendanaan. Antisipasi Dini. (E) MENYUSUN (D) MELIBATKAN FORUM PROGRAM DAN KERUKUNAN UMAT KEGIATAN BERAGAMA. 2.. Perguruan Tinggi.. 4. TUGAS SBB: Perorangan. Penanganan. . 3. Sukarelawan. Ormas. 5..LANJUTAN (A) MENYUSUN PERDA MENGENAI NARKOTIKA YANG MEMUAT SEKURANG KURANGNYA: 1.. Pencegahan. NARKOTIKA DENGAN: MELAKSANAKAN 1. 2. Rehabilitasi. 4. 5. Badan Hukum. Swasta.

. . Perlombaa Perkema PASAL (5) n han. FASILITASI Napak PENCEGAHAN Halaqoh Tilas) Sosialisas PENYALAHGUNAAN i. KEGIATAN: Maysaraka Asistensi t Pelatihan dan Masyaraka Bimbinga t n teknis Karya Tulis Ilmiah . Lokakarya Festifal Seni Budaya Workshop Outbound (Jambore... Pemberday Disemina DILAKUKAN MELALUI aan si..LANJUTAN Seminar Pagelara n. NARKOTIKA.

PERATURAN KEMENDAGRI NO. 21 THN 2003 BAB III TENTANG PELAPORAN PASAL (6) AYAT (1) “BUPATI/ WALIKOTA MELAPORKAN PENYELENGARAAN FASILITASI PENCEGAHAN PENYALAHGUNAAN NARKOTIKA LINGKUP KAB/ KOTA KEPADA GUBERNUR” PASAL (6) AYAT (3) “PELAPORAN SEBAGAIMANA DIMAKSUD PADA AYAT (1) DILAKUKAN SECARA BERKALA SETIAP 6 (ENAM) BULAN ATAU SEWAKTU WAKTU JIKA DIPERLUKAN” PASAL (7) “PELAPORAN SEBAGAIMANA DIMAKSUD DALAM PASAL (6) MENJADI BAHAN EVALUASI DAN PENYUSUNAN KEBIJAKSANAAN LEBIH LANJUT” .

21 THN 2003 BAB IV PEMBINAAN DAN PENGAWANAN & BAB VI PENDANAAN BAB IV PEMBINAAN DAN PENGAWASAN PASAL (8) AYAT (3) “BUPATI/ WALIKOTA MELALUI SKPD KAB/ KOTA YG MEMBIDANGI URUSAN KEBANGPOL MELAKUKAN PEMBINAAN DAN PENGAWASAN PENYELENGGARAAN FASILITASI PENCEGAHAN PENYALAHGUNAAN NARKOTIKA DI KAB/ KOTA” BAB VI PENDANAAN PASAL (9) “PENDANAAN PENYELENGGARAAN FASILITASI PENCEGAHAN PENYALAHGUNAAN NARKOTIKA BERSUMBER DARI APBN. APBD SERTA SUMBER LAIN YANG SAH DAN TIDAK MENGIKAT ” . PERATURAN KEMENDAGRI NO.

kabupaten/kota dalam rangka fasilitasi pencegahan penyalahgunaan narkoba • Belum optimalnya kegiatan kemitraan antara pemerintah daerah dengan ormas. perguruan tinggi. KENDALA YANG DIHADAPI DALAM FASILITASI PENCEGAHAN PENYALAHGUNAAN NARKOBA • Provinsi. kabupaten/kota seluruhnya belum menyusun dan menetapkan Peraturan Daerah tentang pencegahan penyalahgunaan narkoba • Kurangnya program kegiatan yang didukung APBD provinsi. swasta. dan masyarakat dalam pencegahan penyalahgunaan narkoba .

Pusat di daerah Kabupaten/Kota dalam rangka sebagaimana amanat fasilitasi pencegahan Peraturan Menteri penyalahgunaan Dalam Negeri Nomor narkoba 21 Tahun 2013 STRATEGI PERCEPATAN Optimalisasi Gubernur. penyalahgunaan dan masyarakat narkoba pada RKPD dalam pencegahan yang dituangkan penyalahgunaan dalam APBD narkoba . pencegahan perguruan tinggi. STRATEGI PERCEPATAN MENGATASI KONDISI DARURAT NARKOBA Percepatan Sinergitas antara penyusunan dan Pemerintah Daerah penetapan Peraturan dengan Perangkat Daerah Provinsi. swasta. kegiatan kemitraan Bupati/Walikota agar antara pemerintah menyusun program daerah dengan dan kegiatan ormas.

12 TAHUN 2011 TINGKAT KEMENTRIAN/ LEMBAGA/ DINAS/ INSTANSI RENCANA AKSI BIDANG PENCEGAHAN RENCANA AKSI BIDANG PEMBERDAYAAN RENCANA AKSI MASYARAKAT INPRES NO. 12 TAHUN 2011 RENCANA AKSI BIDANG PEMBERANTASAN RENCANA AKSI BIDANG REHABILITASI . RENCANA AKSI INPRES NO.

BKPPD Batang Hari para siswa/ pelajar kader anti 3. 12 Tahun 2011 . BKBPP Batang Hari pend. Dishub Batang Hari beresiko tinggi 8. Kesbangpol Batang Hari keterampilan penerangan kpd 2. RENCANA AKSI BIDANG PENCEGAHAN KEMENTRIAN/ LEMBAGA/ DINAS/ NAMA K/ L/ D/ I INSTANSI RENCANA AKSI Memberikan Membentuk dan Contoh: meningkatkan Penyuluhan dan 1. DiSosnakertrans Batang narkoba lingkungannya Hari rentan dan 7. Dinas P dan K Batang Hari penyalahgunaan pend. Dinas Kesehatan Batang rentan dan kalangan para Hari beresiko tinggi dari siswa/ pelajar 5. Menengah yg narkoba di 4.BPMPD Batang Hari penerangan kpd dan perdaran para mahasiswa gelap narkoba yg rentan dan beresikotinggi dari Dan seterusnya penyalahgunaan sesuai dengan dan perdaran lampiran INPRES gelap narkoba No. Menengah dan perdaran gelap yg 6. Satpol PP Batang Hari Memberikan dari 9. Disporapar Batang Hari penyuluhan dan penyalahgunaan 10.

S U M AT E R A K A L IM A N T A N IR IA N J A Y A JAVA .